Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 3^ Part 20


__ADS_3

"Mbak Mitha ,maafkan aku Mbak,aku sudah membuat kekacauan ini " Lirih Alya masih merasa bersalah. 


"Sudahlah tidak apa,tapi maaf ya untuk hari ini kamu turutin kemauan nya Pak Bos,kamu lembur ya hari ini" Ucap Mitha. 


"Iya Mbak.." 


Aldi segera menyelesaikan kekacauan yang Alya lakukan, tapi dia tidak mengeluh terkadang dia sudah biasa,menghadapi Arsen baginya mudah tidak mudah. Selain sebelumnya mereka berteman sewaktu di Inggris.


Dan benar saja Alya harus lembur hari itu,tapi ternyata bukan dirinya saja,Arsen dan Aldi ikut dibuat lembur karena kekacauan yang dia lakukan,sedangkan Mitha dia sudah pulang,karena keadaannya yang sedang mengandung. 


 Pukul 9 malam Alya baru selesai,tapi Arsen dan Aldi keluar lebih dulu,baru Alya menyusul.


Arsen keluar dari ruangannya bersama Aldi,dia melihat Alya masih ada disana.Tapi tak berani menyapanya hanya melihatnya saja.Dan hanya Aldi yang menyapa.


"Alya,sudah beres beres sudah malam,besok dilanjut lagi,sudah cukup"Ujar Aldi.


Alya mendongkak,tatapan matanya langsung berterobos dengan mata Arsen "Ah,Malam Pak Arsen,baiklah Pak Terima Kasih"Jawabnya.


Dan dapat anggukan dari Aldi,lalu Arsen dan Aldi melangkah untuk mencapai lift.


Keadaan kantor sudah sepi,diluar juga sudah tidak ada angkutan umum,Alya sampai menunggu angkutan umum beberapa menit tak ada jua,mau pesan angkutan online,ponselnya mati.Lengkap sudah hari ini itu ,batinnya . 


Alya akhirnya memilih berjalan ke depan ,kali aja disana ada angkutan yang lewat ,atau minimal ada ojek gak apa apa,asalkan dirinya bisa sampai ke rumah,pikirnya. 


Baru saja melewati belokan pertama,dia merasa ada yang mengikutinya,dan benar saja ada dua preman yang mengikutinya,Alya tampak sedikit ketakutan,preman itu semakin mendekat,dan semakin menggoda Alya,lengan Alya sudah dipegang keduanya,Alya mencoba berontak,tapi kekuatannya tak sebanding dengan mereka. 


"Shitt....Aldi kamu mau mati !!kenapa mengrem mendadak !!" Sungut Arsen,saat tiba tiba Aldi mengerem mendadak. 


"Maaf Ar,itu di depan, Alya .."Ujar Aldi. 


Arsen langsung  menatap ke arah yang Aldi tunjuk,nampak Alya yang sedang diganggu oleh preman itu,dan nampak Alya begitu ketakutan,ada rasa khawatir dan marah disana. 


"Di..cepat turun,tolong dia "Pekik Arsen,Aldi sedikit terhenyak atas perintahnya yang agak tidak biasa. 


Aldi langsung turun ,dan langsung menghajar kedua preman itu,hingga mereka ketakutan dan pergi dari sana. 


"Kamu tidak apa apa Al ?"Tanya Aldi. 


"Pak Aldi ?ah..saya tidak apa apa,terima kasih Pak.."Ujar Alya. 


"Kamu kenapa jalan kaki ?"Tanyanya lagi. 


"Ah..itu tadi disana tidak ada kendaraan,jadi aku mencari di depan sana"Jawab Alya. 


Di dalam mobil terlihat Arsen menggerutu ketika melihat interaksi Aldi dan Alya,ada rasa kesal disana. 


Lalu terlihat Aldi mendekat ke arah mobilnya,dan membuka pintu mobil belakang yang Arsen tempati. 


"Di..kenapa kamu membuka pintu !!"Sungutnya 


"Maaf Pak,Alya mau ikut kita,kasihan beliau tidak menemukan angkutan umum,jadi lebih baik ikut kita saja" Terang Aldi. 


Alya yang melihat adanya Arsen disana ,menunduk dalam. 


"Terus kenapa pake buka pintu belakang segala,suruh dia duduk di depan" Titahnya. 


Dan Aldi mengangguk lalu disusul Alya "Terimak kasih Pak Arsen"Ucap Alya,Arsen hanya berdehem. 


Alya duduk dikursi depan dan Aldi dikursi kemudi "Sumpah hari ini kamu buat saya kesal Alya,"Decaknya tiba tiba. 


"Maaf pak.."Ucap Alya. 


"Jalan Di..kenapa diam saja "Titahnya pada Aldi.  


"Siyap Bos.."Ujar Aldi ,lalu dia bertanya kemana akan membawa Alya pulang. 


Setelah memberi tahu alamatnya pada Aldi,Aldi melajukan mobilnya,tapi setelahnya dia ingat soal alamat rumah. 


"Ya ampun,Arsen pasti tau soal kebohongan aku dimasa lalu,saat ini mereka akan mengantarkan aku ke tempat aku sebenarnya,aku lupa lagi dimana alamat rumah Angel"Gumamnya dalam hati . 


Di dalam mobil terdengar hening,namun sesekali Arsen melirik kedepan menatap Alya,dan dari kaca spion depan terlihat Aldi yang mencuri pandang juga pada sikap Arsen. 

__ADS_1


Pikirannya kembali menduga duga ,pasti mereka pernah saling kenal dulu. 


Tak lama ada suara ponsel yang berdering dan ternyata ponsel Arsen. 


"......." 


"Waalaikum salam,,ini masih dijalan Sayang,sabar ya sebentar lagi sampai kok" 


"......" 


"Iya bawa kok,tenang ya baby yang manis yang imut ,kesayangan sebentar lagi sampai kok,tunggu dirumah ya sayangku" 


"....." 


"Hem..i loveu too Baby"Arsen mengakhiri teleponnnya. 


"Sayang !!..Baby..!! I love u ..dirumah !!ah..apakah Arsen sudah punya kekasih ,tidak tadi dia bilang tunggu dirumah !!artinya istri !!Arsen sudah punya Istri !!"lirihnya dalam hati. 


Alya menunduk,dia meremat rok.bawahnya,dan Aldi bisa melihat itu,pikirannya semakin dibuat yakin ,kalau Arsen dan Alya punya masa lalu. 


Dia pun tertawa ,dan terdengar Arsen "Heh asisten kenapa kamu tertawa hah !!" Decak Arsen. 


"Tidak Pak,sepertinya kesayangan Bapak sedang menunggu dirumah ya ?"Ujar Aldi,dia ingin semakin meyakini pikirannya. 


Arsen nampak berpikir ,entah rasanya dia ingin mengerjai Alya,ah bukan itu saja dia ingin Alya tau kalau dirinya punya kekasih ,padahal tidak .Tersungging senyuman dibibirnya. 


"Ya,dia sedang menunggu ku,percepatlah laju nya,aku tidak mau membuat dia menunggu,kesayangan aku pasti sedang kesal sekarang"Ujarnya. 


Aldi tau betul siapa yang menelepon tadi kalau bukan Asyila,adik bungsu Arsen yang manja itu. 


Aldi cekikikan "siyap Bos.." ucapnya kemudian. 


Arsen menatap Alya,terlihat Alya masih menunduk.Arsen tersenyum miring. 


"Di,kenapa jalan ke sini ?"Ujar Arsen saat mobil mereka memasuki sebuah hunian seperti komplek namun hanya terdapat rumah rumah biasa. 


"Ini alamat yang Alya tunjukan Pak..iya kan Alya ?" Tanya Aldi. 


"Pak Aldi stop disini saja.." Ujar Alya. 


"Disini ?Rumah kamunya dimana ?" 


"Masih masuk gang lagi kesana Pak," 


"Oh ,mau aku antar ?jalanannya gelap gitu" 


"Tidak usah Pak,Pak Arsen ,Pak Aldi terima kasih sudah mengantar Saya"Ucap Alya sambil membungkukkan kepalanya. 


Alya turun dari dalam mobil Arsen,sedangkan Arsen semakin penasaran,siapa Alya sebenarnya ?  


"Di..kamu turun ikuti dia sampai rumahnya,dan kalau bisa foto rumah dia"Titah Arsen 


"Hah !!"Aldi terbengong. 


"Aldi..tunggu apalagi !!cepat,sebelum dia menghilang"Sungut Arsen. 


Dan Aldi pun terpaksa mengikuti Alya,sambil bersungut sungut tak jelas,karena permintaan Bosnya itu aneh,pake harus foto segala. 


Tak lama Aldi kembali,"Nih fotonya"Ujarnya dengen memberikan ponselnya. 


"Kirim lewat chat Aldi,tak usah kamu memberikan ponsel kamu"Decak Arsen. 


Arsen menatap foto itu lamat lamat,terbukti fotonya juga pas tepat Alya masuk ke gerbang. 


Arsen semakin pusing. 


"Ar,sumpah penasaran aku,Alya siapanya kamu?"bicara mereka sudah layaknya teman kembalu.  


Arsen menghela nafas "Mau tau,apa mau tau banget kamu ?" 


"Ck,aneh aja kamu sama Alya" 

__ADS_1


"Dia orang yang membuat aku memujanya,ah bukan dia orang yang memberi luka"Ucap Arsen menatap keluar jendela. 


Aldi mengerti,dia tahu saat dulu bersamanya diinggris,alasannya kalau kuliahnya diinggris karena ingin menjauhi masa lalunya,kini dia tau masa lalunya itu Alya,pantas saja sejak pertama bertemu Arsen menatap benci pada Alya. 


"Di..kamu cari tau semua perihal tentang Alya,semuanya dari sejak orok,sampai sekarang,soal semuanya Di,tidak terlewat"Sungutnya kemudian. 


"Bukannya dia bagian dari masa lalu kamu Ar,seharusnya kamu tau hal tentang dia !!" Sahut Aldi. 


"Di,itu perintah bukan untuk dibantah,kamu gak usah banyak kepo,terus besok berikan aku soal CV dia,mengerti Aldi !!" 


"Ah,siyap Bos Arsen"Decak Aldi kesal. 


*** 


Alya masuk kedalam rumahnya,baru saja merapatkan kedua kakinya,sudah dibrondong pertanyaan oleh Ibu dan adik tirinya. 


"Heh,kamu dari mana saja ?kenapa baru pulang?mana uang,saya harus bayar uang cicilan"Sungutnya  


"Ma..maaf Bu aku kan belum gajian,aku juga baru bekerja satu minggu disana"lirih Alya. 


"Ya kamu coba kasbon apa ke,ini sudah jatuh tempo untuk cicilan,kamu bagaimana sih !!" 


"Iya kamu itu harusnya bisa merayu bos kami disana ke,ajak dia tidur..kan lumayan bisa kamu porotin tuh uangya"Sungut Ellen tanpa memfilter ucapannya. 


"Kamu jangan gila Ellen !!,aku bukan wanita seperti itu" Sahut Alya tak kalah sengit. 


"Halah,jangan so suci kamu !!gelaganya aja so polos ,ga tau dibelakang bagaimana" 


Alya tak lagi menggubris keduanya,dia langsung pergi melewati nya,dan ingin membersihkan dirinya  


"Heh,anak tak tau diri kamu mau kemana ?kamu harus segera cari uangnya !!!" 


Alya tak menggubris,setelah 15 menit dia selesai membersihkan dirinya,sudah tak terlihat mereka disana,lalu dia mengampar kasur lipatnya dan ingin mengistirahatkan tubuhnya. 


Tiba tiba pikirannya tertuju pada Arsen "Ternyata Arsen sudah punya istri,emmmmm"gumamnya dalam hati. 


"Aishhh..apa sih yang aku pikirkan ini ,hadeh dia mau punya istri ataupun tidak,bukan urusan ku,ah sudahlah..."rutuknya kemudian. 


Dia pun kembali memikirkan bagaimana cara mendapatkan uang untuk cicilan itu. 


*** 


"Kakak,,kok malam banget sih pulangnya,aku lelah menunggu"Sambut Syila ,saat sudah mendengar suara mobilnya Arsen. 


"Maaf Baby ku yang manja,tadi Kakak ada urusan dulu"Jelasnya 


"Ya udah mana pesanan aku ?" Tagih Syila selanjutnya. 


"Ini Sayang..sudah sana masuk kamar ,kamu ini" Decak Arsen. 


"Terima kasih Kakak ku yang ganteng"Ucap Syila,lalu dia mengecup pipi Arsen.Arsen hanya tertawa geli dan menggelengkan kepalanya. 


"Ar,kenapa baru pulang Nak ?banyak pekerjaan kah ?" Tanya Aluna. 


"Ah,maaf Bunda aku pulang telat..iya ada beberapa masalah tadi karena ulah karyawan baru,tapi sudah beres Kok,Bunda kok belum tidur ?" 


"Belum,ya udah masuk gih ..mau mandi gak ?mau Bunda siapin air hangatnya ?' 


"Tidak usah Bunda,Bunda istirahat aja ya"Ucàpnya kemudian sambil mengecup pipi Aluna. 


Arsen membersihkan dirinya ,lalu dia beranjak keatas kasur,dan untuk Aldi,setelah mengantarkan Arsen,dia berlalu pulang ke apartementnya. 


Arsen merebahkan tubuhnya yang terasa lelah,lalu pikirannya kembali tertuju pada Alya. 


"Alya..Alya..Alya.."Gumamnya."Siapa kamu sebenarnya ?ada yang aneh dari diri kamu ?apakah kejadian saat itu bukan keinginan kamu ?atau kamu sedang ditekan seseorang ?" Batin pikirannya saat itu. 


"Ah..apa mungkin iya kamu diancam seseorang ?Angel !!apa mungkih kah ?aku harus mencari tau soal kamu Al,harus.."Ujarnya yakin untuk mencari tau siapa Alya. 


Kejadian beberapa taun silam memang agak ganjal,Alya seperti robot yang memakai remot,dia ingat jelas tatapan mata memohonnya saat dia pergi dari tempat itu. 


**** 

__ADS_1


__ADS_2