Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 57


__ADS_3

"Kak bangun..kerja iih kemarin udah ijin,masa sekarang ijin lagi sih" Rengek Aluna.


Namun Arka masih saja betah tidak mau bangun,dia masih saja nempel di dada Aluna.


"Masih mau kaya gini Yank,ijin lagi lah"


"Eh gak bisa Yank,katanya kalau gak kerja siapa yang nafkahi aku"


"Yank,kemarin aja nyuruh aku jangan kerja,sekarang malah ngusir ngusir aku" Arka bangun dan cemberut.


"Iih bukan gitu Kak,aku juga mau sama kakak seharian ini,tapi kan Kakak punya tanggung jawab lain loh"


"Iya iya aku bangun.." Meskipun menggerutu tapi dia tetap bergegas masuk ke kamar mandi.


Aluna menyiapkan segala kebutuhan Arka,setelah Arka selesai Mandi ,mereka melakukan Shalat wajibnya.


Arka sudah siap untuk bekerja,seperti biasa dia selalu sematkan parfum nya,Aluna mendekat berniat untuk memasangkan dasi suaminya,namun tiba tiba dia berlari ke kamar mandi.


Dan "Hoek..hoek.."Rasa mual itu kembali,Arka mendekat namun Aluna mendorongnya.


"Sana iih,aku mual deket kamu Kak,sana bau.."


Arka mengernyit tidak mengerti,padahal dia sudah mandi,bahkan sudah ganteng.


"Aku gak bau Yank,udah ganteng +wangi gini juga" Gerutunya.


"Kamu pake parfum apa sih Kak,bau banget tau !!" Teriak Aluna di dalam kamar mandi.


"Pake parfum yang biasa Yank"


"Ganti deh bajunya kamu jangan pke parfum itu lagi,eh atau sekalian aja jangan pake parfum"


"Hah,gak enak Yank kalau gak pake parfum"


"Ya udah berarti aku gak mau deket deket kakak,Mual tau gak Kak nyium parfum kamu"


"Ah..ok ..ok aku ganti Yank,tapi kamu keluar dulu"


"Gak mau Kakak yang ganti baju dulu"


Setelah saling berdebat soal parfum akhirnya disini mereka berada dimeja makan untuk menyantap sarapan pagi .


"Aku gak mau makan sayur,aku mau Ikan aja Kak" Rengek Aluna lagi


"Tapi sayur bagus buat yang hamil Yank,jadi kamu harus makan"


"Gak mau Kak,aku maunya ikan,pokoknya itu titik gak pake koma"


Ya ampun baru satu hari mendengar istrinya hamil,dia harus segera mengahadapinya,sabar sabar..batinnya.


"Ya udah Bibi bikin dulu ikannya ya Dek Luna"

__ADS_1


"Aku bantu deh Bi.." Aluna hendak berdiri namun dicegah Arka.


"Yank,jangan Tante Seril kan bilang jangan kecapean,kamu duduk aja ya,,nanti mau dibeliin apa ?kalau mau sesuatu aku beliin"


"Emmmm,apa ya belum mau apa apa sih,beliin buah buahan deh buat ngemil,tapi Kak aku mau kerumah Bunda ya"


"Ke rumah Bunda.. !! Emmm ya deh,aku antar aja sekalian ya"


Aluna tersenyum sumringah.


***


"Bunda,aku titip Aluna ya" Ucapnya setelah mereka berada di kediaman Ardi


"Kaya bayi aja aku Kak,bilangnya pake dititip gitu"


Aluna cemberut,Naura mengelus rambut Aluna "Kamu memang Bayi,bayinya Bunda. Iya hati hati Ar"


"Aku pamit ya "Arka mengecup kening Aluna lalu turun ke perut "Ayah pergi dulu,jangan nyusuhain Bunda"


"Ya ampun Kak ini masih sebiji kacang,gak akan denger kamu"


Arka terkekeh "Iya gak apalah Yank,suka suka aku saja"


Arka pergi untuk bekerja,Aluna masuk bersama Bunda,Arsyil sedang ke kampusnya dan Adeva sedang sekolah.


"Kamu udah makan ?masih mual kah ?"


"Masih sih Bun,namun gak kaya kemarin,tadi mual pas nyium bau parfum,emang suka gini ya Bun ?"


"Iya sih waktu Bunda hamil Deva ,Parah banget,apa nanti aku juga gitu ya"


"Gak semua kehamilan sama sayang,beda beda hormonnya,enjoy aja ya yang penting kamu jangan kecapean terutama jangan stres,terus kalau kamu ingin sesuatu harus diutarain jangan di pendam aja"


"Emang kenapa kalau dipendam Bun,?"


"Diusahakan yang kamu mau harus terpenuhi,biar nanti Baby nya gak ileran"


"Oh..banyak juga ya yang harus Luna pelajari,tapi Bunda kata Dr. Seril kan harus banyak makan sayur,tapi Luna gak mau makan nyiumnya bau"


"Iya harusnya gitu Sayang,tapi kalau emang gak mau banget paling gantinya dengan Buah buahan ,susu juga,kamu udah siapin beli susu ?"


"Hah,harus ya Bun ?"


"Ya ampun Sayang ,diusahain harus,ya udah yuk kita ke supermarket aja,kita beli dulu" Ajak Naura.


***


Naura dan Aluna sudah berada disalah satu supermarket yang tidak jauh dari rumah.


Aluna membeli kebutuhan Ibu hamil,begitu pun dengan Naura dia berbelanja kebutuhan rumah,Ibu dan Anak itu terlihat kompak.

__ADS_1


"Bunda.."


"Apa Sayang.."


"Aku mau es krim itu.." Aluna menelan ludahnya saat melihat es krim yang sedang dimakan oleh salah satu anak kecil.


"Kamu mau,ya udah beli aja disana kan banyak"


Aluna menggeleng "Aku pengen ngelumat yang adek itu makan ,dikit aja Bun" Pintanya sambil memelas pada Naura.


Tentu saja expresi yang Naura tunjukan antara bingung dan malu,itu anak kecil bisa nanti merengek nangis,tapi dia akan coba. Naura berbicara dengan Ibu si anak itu,si ibu langsung bicara juga sama anaknya melobinya untuk diminta sedikit saja es krimnya.


Anak itu sempat menolak dan mau menangis,namun setelah dirayu lagi akhirnya mau.Aluna tersenyum dengan mata berbinar cerah seperti mendapatkan hadiah.


"Ini anaknya Bu ,?anak pertama kah yang dikandungnya ?"Tanya ibu ibu itu.


"Iya,cucu pertama saya juga,maaf ya jadi malu saya"


"Gak apa apa namanya juga orang lagi hamil kok,"


"Makasih ya Tante ,makasih ya cantik" Ucap Aluna.


Dan dapat anggukkan dari Ibu itu.


"Udah ?mau beli aja es krimnya ?"


"Gak Bun,udah gak mau lagi,pulang yuk Bunda lemes aku" Keluhnya.


"Ya udah yuk,udah banyak juga belanjaannya"


***


Malam hari Aluna dijemput Arka pukul tujuh malam karena tadi Arka sedikit disibukan beberapa pekerjaan.


Dan disini mereka berdua,tempat ternyaman untuk keduanya tentu apalagi kalau bukan ranjang.


"Yank masih mual mual gak ?"


"Gak terlalu sih Kak,tapi suka lemes aja,bawaanya pengen tiduran aja,tapi kata Bunda ,jangan terlalu sering tidur."


"Oh,jangan terlalu cape dong Yank,Yank aku udah telepon Tante Seril,katanya gak apa apa kita melakukan nya ,asal aku nya jangan terlalu semangat juga jangan terlalu sering"


Aluna memutar bola matanya malas,diakan jadi malu sendiri ,suaminya ini pake tanya tanya segala.


"Terus.."


"Ya terus aku mau kamu sekarang.."Kelakar Arka.


"Idih,semangat aja kalau ada maunya"


"Iya mau dong yank,ya..ya..ya" Arka memelas.

__ADS_1


Aluna bisa apa,ditolak pun Arka akan tetap memaksanya juga.Malam itu Arka melakukannya dengan lembut ,tidak terlalu mengebu gebu.


***


__ADS_2