
Dikantor Ardi masih kepikiran atas tindakannya pada Naura dan Aluna tadi malam dan tadi pagi.
Dan saat jam makan siang,dia berniat pulang kerumah menemui Naura.
"Maaf.."Kata itu yang terucap dari mulut Ardi, sambil melingkarkan tangannya dari belakang tubuh Naura,karena saat itu Naura sedang berada didapur.
"Mas..ko kamu disini ?"Naura membalikan badannya,menatap dalam dalam Mata Ardi.
"Maafin sikap aku semalam dan tadi pagi Ra.." Ucapnya lagi sambil menunduk.
Naura menangkup kedua pipi Ardi.
"Masalah apapun yang sedang kamu hadapi berbagilah dengan aku Mas.."
Ardi mendongkakan kepalanya kembali menatap dalam mata Naura,dia sungguh bersyukur mempunyai istri yang begitu sabar dan mau mengerti dirinya.
Ardi pun menceritakan permasalahannya pada Naura,dan beberapa waktu ke depan,dia pun akan pulang terlambat demi mempertanggung jawabkan kesalahannya.
Naura menangguk mengerti dan memberi semangat juga kekuatan untuk suaminya itu .
Masalah tidak akan selesai,jika tidak dibicarakan. Itulah cara mereka menyelesaikan masalah mereka,tidak butuh waktu lama untuk saling menjauh ,cukup saling mengerti dan saling terbuka satu sama lain.Karena senantiasanya tidak ada masalah tanpa ada penyelesaian.
***
3 bulan berlalu Hari ini Lista akan melahirkan anak pertamanya. Semua keluarga sudah menunggunya didepan ruang bersalin. Begitupun dengan keluarga Ardi dan Naura,yang ikut serta menunggu kehadiran calon anak Randi dan Lista.
Setelah menunggu beberapa jam, Lista sudah melahirkan anak perempuan pertamanya. Semua orang yang disana tentu merasa bahagia.
"Selamat sayang..Baby Girls lahir dengan selamat ke dunia,kita sama sama menjadi Ibu.."Tutur Naura sambil memeluk Lista sahabat karibnya itu.
"Makasih Ra,aku bahagia sekali saat ini.." Ucap Lista.
"Semoga kebahagiaan selalu menyelimuti kita Ta,Selamat ya sayang.."Ucap Naura kembali.
"Sudah diberi nama ?"
"Ya sudah,kita siapkan iya kan ka..?"
"Namanya Raisa calista Nugraha" Tutur Randi
"Nama yang cantik,secantik wajahnya.."
Satu persatu keluarga bergantian menengok Lista dab Baby Girls nya itu. Aura bahagia terpancar pada kedua pasangan itu
"Selamat Bro, akhirnya lahir juga ,semoga sifatnya gak mirip loe ya..!" Kelakar Ardi.
"S***lan loe.." Randi memukul ringan tangan Ardi.
__ADS_1
"Dia cantik.."
"Iya mirip sekali Lista.."
Mereka berlanjut berbincang bincang dan tentunya sambil bercanda ala mereka.
***
Dan hari hari berikutnya Ardi dan Naura melalui berbagai hal dalam mengurus kedua Anaknya,banyak hal yang Naura dapat pelajari menjadi sosok seorang ibu,saat dimana dia harus extra sabar menghadapinya.
Ardi dan Naura masih sama sama belajar untuk menjadi Orang tua yang baik dari yang terbaik untuk kedua anaknya,sehingga mereka banyak mengajarkan hal yang baik kepada mereka.
*
"Bunda..lihat maenan aku dibawa Asyil.." Rengeknya sambil menangis karena bonekanya direbut adiknya Arsyil,cara dia memanggil adiknya memang belum terlalu jelas.
Dan saat ini usia Aluna sudah menginjak 5 tahun dan Arsyil 3 tahun kurang,Aluna sudah masuk TK.
"Arsyil itu punya kakak sayang,mainan Arsyil bukan itu,itu mainan kakak kasihin lagi ya ke kakak "Tutur Naura dengan lembut.
"Ndak Mau,Syil mau ini.."
"Tapi itu mainan anak perempuan sayang,bukan untuk laki laki,kan Arsyil laki laki..Ayo tuh kakaknya nya nangis.."
Namun Arsyil tetap gak mau melepaskan boneka kesayangannya Aluna,dan Aluna tentu saja tambah menangis.
"Arsyil,mau ikut Bunda gak,Bunda punya sesuatu dibelakang .."
"Tapi kasihin dulu bonekanya ke kakak ya.."
Arsyil pun menurut saja apa kata Naura, dan memberikannya lagi pada Aluna boneka yang tadi dia rebut.
Naura membawa Arsyil kebelakang ,dan memberi
Arsyil beberapa makanan, karena Arsyil paling suka mengemil,dia sangat antusias kalau diberi makanan.
"Sayang,ada apa tadi aku denger Aluna nangis lagi ?" Tutur Ardi yang sudah ada didekat Naura.
"Biasa mainannya direbut Arsyil,dan Arsyil gak mau ngalah.."
"Sekarang mana Arsyilnya..?"
"Tuh ,lagi ngemil dia kalau dikasih makanan langsung diem,kaya kamu.."
"Kenapa kaya aku ?"
"Iya ,kan kalau kamu marah aku kasih makan langsung diem.."
__ADS_1
Ardi menyeringai
"Iya bener dan makanannya itu kamu .."Sambil mencolek hidung Naura.
"Eh ..!!maksudnya ?"
"Iya,dan sekarang aku ingin makan kamu ?" Celetuknya lagi. Sambil tanpa basa basi mencium bibir Naura dan memeluk pinggangnya posesiv
"Mas..Hmmmmm..lepas ada Arsyil disitu jangan begini,bagaimana kalau dia melihat kita !!,"Naura melepaskan tautannya karena merasa takut Arsyil melihat mereka.
"Ya gak apa kalau melihat juga..ke kamar yuk !!"
"Iih ,kamu Mas.." Naura memukul ringan lengan Ardi.
Tak lama
"Ayah......!!!!!" Teriak Aluna dengan suara cempreng nya.
"Jangan peluk peluk Bunda,Bunda milik aku tau !!"Sambil berkacak pinggang Aluna berkata.
Tak lama Arsyil juga datang
"Nda juga miyik aku tau Yayah..!!" Si Boy juga ikut ikutan
Mereka berdua mendorong Ardi dan langsung memeluk Naura posesiv.Naura cekikikan melihat tingkah dua malaikat kecilnya itu.
Sedangkan Ardi mendengus kecil "Dasar dua kurcaci mengganggu saja..!!"
Dan Ardi pun ikut memeluk mereka bertiga dan mereka tertawa bersama.
***
Kayanya Extra part sampai disini aja,kita lanjut ke season 2 ya.
Menceritakan kisah Aluna dan Arsyil tapi lebih banyak Aluna. Disana nanti aku akan menceritakan kisah cintanya Aluna ,namun agak sedikit dramatis ya..
Menceritakan juga perjuangan Aluna dalam menjaga Arsyil adiknya ,Saat usia Aluna sudah menginjak 15 tahun dia beri tahu Naura kalau Naura bukan Ibu kandung dia,dia memberi pengertian pada Aluna dan menceritakan semua.
Naura bersyukur Aluna tidak marah padanya,justru Aluna tambah sayang padanya, Aluna mengerti akan hal itu,bagaimana pun saat ini Bundanya itu Naura walaupun bukan dia yang melahirkannya.
* Kisah Aluna agak sedih ya..
Season 2 " Kesucian ku yang kau Ambil"
Ok ,sampai ketemu nanti diseason 2. Masih dilapak ini ya,semoga kalian suka
Terima kasih banyak yang sudah mengikuti aku sampai disini,makasih banyak juga Kritik dan sarannya..
__ADS_1
"Assalamualaikum.."
💖💖