Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 3^Part 34


__ADS_3

Kembali ke Bandung 


Setelah lima hari diJakarta Arsen,Alya dan Aldi kembali ke Bandung,dan Ara kembali ke Surabaya,tapi hubungan Aldi dan Ara semakin baik ,komunikasi juga lancar. 


Hari ini akan diadakan pertemuan keluarga,mengingat Alya sudah tidak ada keluarga,jadi pertemuan di adakan di rumah Arsen. 


Semua keluarga berkumpul,termasuk adanya Arsyil dan Keluarga,juga Adeva dan keluarga.Acara itu juga termasuk acara tunangan untuk Arsen dan Alya,juga untuk menentukan tanggal kapan mereka menikah. 


Hanya dihadiri keluarga saja ,tapi acara terlihat sakral,Ervano juga hadir disana tentu berpasangan dengan Queen ,dan Daffin juga membawa pujaan hatinya Silvia. 


Sedangkan Syila dan Bila mereka masih sendiri sendiri,katanya ingin pada fokus pada kuliah mereka. 


Alya sangat cantik dengan memakai kebaya berwarna marron,sangat cocok ditubuhnya,rambut yang disanggul juga menambah aura kecantikannya terpancar indah. 


"Kamu cantik sekali Sayang.." Ujar Aluna. 


Alya tersipu malu "Tante bisa saja,makasih ya Tante sudah mau menerima Alya dikeluarga ini" Lirih Alya.Alya sudah memeluk Aluna. 


"Sama sama Sayang,apapun yang membuat Arsen bahagia,pasti Tante juga ikut bahagia sayang,"Aluna pun membalas pelukan Alya,lalu mencium kening Alya. 


"Hey,kenapa kamu menangis Sayang..?" Ujar Aluna panik dengan menangkup wajah Alya. 


"Aku terharu aja Tante,aku juga bahagia sekali,dengan kehadiran Arsen dan juga Tante juga Om Arka,membuat Alya bahagia" Lirih Alya lagi. 


Aluna mengerti apa yang Alya maksud,sudah tidak adanya kedua orang tuanya membuatnya sedih. 


"Alya,mulai hari ini kamu panggil Tante dengan sebutan Bunda ya,,anggap Bunda,Bundanya kamu,Bunda dengan senang hari menganggap kamu juga Putri Bunda.." Ujar Aluna. 


Alya pun tambah menangis,"Udah sayang,ini hari bahagia kamu dan juga Arsen ya,jangan menangis lagi" Ujar Aluna lagi. 


"Aku hanya menangis terharu Tan,,eh Bunda.." Desisnya. 


Aluna terkekeh "Ya udah,riasan kamu dibenerin dulu,baru kita kebawah ya" 


Alya pun dimake up lagi oleh MUA panggilan Aluna,setelah selesai mereka turun kebawah yang semua keluarga sudah terkumpul. 


Arsen nampak menganga melihat kecantikan Alya dibalik baju kebayanya,begitu nampak cantik mempesona,kalau hari ini hari pernikahannya ,ingin rasanya membawa Alya langsung ke kamarnya. 


Acara pertukaran cincin pun berlangsung,senyum cerah nampak dari keduanya. 


"Alya I Love You.." Ucapnya sebelum menyematkan cincin dijari manisnya Alya. 


Alya pun membalas "I Love You too so much". 


Satu persatu keluarga mengucapkan selamat pada Alya,mereka ikut bahagia pada keduanya. 


Setelahnya mereka berfoto,lalu diisusul berfoto bersama keluarga,lalu ke acara selanjutnya pembicaraan soal tanggal ,dah hari pernikahan mereka. 

__ADS_1


Dan keluarga semua sepakat akan melaksanakan acara pernikahan itu tiga bulan ke depan,mereka juga berencana akan mengadakan acaranya dirumah saja,mengingat mereka punya halaman belakang yang luas. 


Acara kembali berlangsung dengan adanya musik dan game keluarga,Alya merasa bahagia ada ditengah tengah mereka,dia jadi merindukan Alm Ayah dan Ibunya. 


Kini Arka dan Aluna sudah dia anggap sebagai orang tua nya,segala kerumitan yang dia sudah jalani dulu,kini sudah tidak ada,terganti dengan kebahagian,dan semoga selamanya. 


*** 


Hubungan Ervan dan Queen pun juga semakin membaik,Queen sudah pernah dibawa ke rumahnya Ervan.


Ervan sempat kembali minder mengingat dirinya hanya punya rumah berukuran kecil dibanding rumahnya Queen.


Tapi Ervan tak melihat adanya perasaan risih ataupun tak nyaman pada Queen,justru Queen bisa menikmati waktunya selama disana,mengobrol bersama Ayah dan Ibunya lalu bermain bersama adiknya Ervan.


Ervan semakin yakin,akan menjaga dan mengikat Queen lebih dalam lagi,dan dia akan berjuang untuk sukses,dia yakin dia bisa !!.


Demi Orang tua ..demi Cintanya dia akan berjuang,Insya Allah Niat Baik ,hasilnya akan baik juga.


"Senang deh akhirnya Kak Arsen dapatkan pasangannya juga,tadinya aku sempat takut.Tapi kini tidak lagi,aku bahagia Van" Ujar Queen.


Saat ini mereka sedang berdua,duduk diteras rumah. "Semua sudah ada pasangannya masing masing Queen,hanya kita memang tidak tau takdir kita nanti akan seperti apa,karena semuanya ada ditangan Allah.Queen kamu bahagia bersama aku ?"


Queen menoleh ke Ervan,dia tatap Ervan penuh harap "Tentu saja aku bahagia,aku minta kamu jangan lagi merasa minder Van.."


"Insya Allah Queen..kalau kamu berkenan,kamu mau menunggu aku kan ?Aku sudah punya niat ingin mengikatmu ,tapi sebelum itu aku ingin membuktikan dulu pada kamu untuk sukses dan membawa kamu pada kebahagiaan" Ujar Ervan menggebu.


Queen tersipu malu,dia tau Ervan orang baik,"Van,kenapa gak kita berjuang bersama sama saja,aku mau menemani kamu dari Nol,dan kita berjuang bersama "


"Terima kasih Queen,mau menerima aku apa adanya,tapi jika kamu berkenan,dan masih mau menunggu aku,maka tunggulah aku "


"Iya Insya Allah aku akan menunggu Kamu Van,,"


Ervan mengusak rambut Queen,dan mereka saling bertatap muka saling memberi senyum satu sama lain.


***


Dua hari setelah acara pertunangan Arsen membawa Alya kesuatu tempat,tempat yang memang harusnya Arsen datangi untuk meminta restu mengikat Alya. 


"Al ,makan siang dulu ya,baru nanti kita ke makan Orang tua kamu" Ujar Arsen. 


"Iya Ars,makasih ya udah ingat pada Orang tua aku " Sahut Alya. 


Arsen hanya menganggukan kepalanya,lalu dia menggandeng tangan Alya,disepanjang jalan menuju ke basement untuk mengambil mobil,kali ini Aldi tidak di ikut sertakan,karena kasihan selalu jadi nyamuk. 


Arsen dan Alya memilih makan direstoran yang tempatnya tak jauh dari letak makam kedua Orang tua Alya. 


"Ars,kalau kita sudah menikah nanti,apa aku masih boleh bekerja ?" Tanya Alya ragu ragu,takut Arsen tak setuju. 

__ADS_1


Arsen nampak terdiam "Kalau aku boleh minta kamu untuk diam dirumah,apa kamu setuju Al ?". 


"Kalau itu yang kamu mau,ya aku mau bilang apa,Insya Allah aku akan turuti kamu" 


Arsen tersenyum "Untuk sekarang itu hak kamu Al ,masih mau bekerja apa tidak juga,tapi saat aku meminta kamu untuk berhenti,maka kamu mau kan berhenti ?" 


"Iya Ars aku mau.." Ya sebisa mungkin Alya akan menuruti Arsen,karena bagaimana pun kelak Arsen adalah pemimpin rumah tangga. 


"Ars,boleh aku bertanya sesuatu ?" 


"Boleh kok,Apa ?" 


"Kenapa dulu kamu bisa menyukai aku ?sampai kamu tidak kenal lelah untuk menemui aku ?" Tanya Alya. 


"Masih menanyakan kenapa Al ?karena itu kamu Alya..gadis polos yang aku kenal,itulah kenapa aku menyukai kamu,kamu apa adanya Al,tidak neko neko,andai aku bisa kembali ke masa lalu,harusnya saat itu aku mencari tau kenapa kamu berubah,dan andai dimasa sekarang aku bertemu Angel aku ingin dia mempertanggung jawabkan kesalahannya" Jelas Arsen. 


"Kamu masih dendam pada Angel ?padahal dia sangat menyukai kamu loh Ars,makanya dia sampai melakukan hal itu !!" 


"Itu hanya obsesi Alya,kalau dia sungguh menyukai aku,harusnya dia bisa bersaing sama kamu,bukan dengan cara licik seperti itu,memperdaya kamu yang lemah." Decak Arsen. 


"Iya kamu benar,andai saja dulu aku tidak lemah,andai saja dulu aku punya kekuatan,aku tidak akan mau mengikuti drama konyol nya itu,yang membuat kamu membenci aku dulu"Sahut Alya  


"Al,semua sudah berlalu..itu hanya masa lalu kita,mungkin tidak dengan cara itu,aku tidak akan punya perasaan yang banyak untuk kamu Sayang.." 


Alya selalu merasa gugup saat Arsen memanggilnya Sayang,jantungnya pun berdegub tak karuan. 


"Makasih ya Ars,masih menyimpan nama aku dihati kamu,"Ujar Alya. 


Arsen mengusak rambut Alya gemas,ya masa lalu justru membuat cintanya pada Alya semakin kuat,kini dia tidak akan melepaskan Alya selamanya. 


*** 


"Assalamualaikum,Ayah,Ibu ..Alya datang,maaf kalau Alya jarang kesini.Ayah,Ibu ..Alya datang bersama calon suami Alya,sekarang Alya sudah bahagia ,kalian bisa lebih tenang disana"Lirih Alya sambil mengusap batu nisan Ayah dan Ibunya . 


"Alya rindu kalian.." Lirihnya lagi,Arsen yang melihat itu merangkul bahu Alya dan memberi elusan pada bahu dan kepala Alya.Alya pun tak bisa menahan air matanya yang menetes perlahan.


Di sini Alya sudah tidak punya keluarga,dia tidak lunya saudara kandung,keluarga Ayah dan Ibunya dia tidak tau ada dimana.Karena memang selama hidup,tidak ada yang pernah datang mengatakan kalau mereka saudar Ayah atau pun Ibunya.


Hidupnya sudah dibuat rumit oleh Ibu dan adik tirinya,semenjak mereka di usir Alya.Mereka memang tidak pernah muncul lagi,tapi tanpa Alya sadari Ibunya itu sedang berulah kembali.


Arsen terus mengelus punggung Alya,setelah beberapa menit,dia pun reda.Lalu kini giliran Arsen yang berbicara pada intinya.


"Assalamualaikum,Ayah,Ibu..Saya Arsenio,yang Insya Allah akan menikahi anak gadis kalian Alya,Insya Allah juga saya akan menjaga dan membahagiakanya seumur hidupnya.Saya meminta restu Ayah dan Ibu,untuk merestui kami" Tuturnya. 


"Ayah,Ibu dengar kan..Insya Allah pilihan Alya tepat untuk Alya,Alya akan hidup baik baik saja,dan bahagia Ayah,Ibu" 


Arsen tersenyum dan semakin erat merangkul Alya

__ADS_1


Lalu mereka mengakhirinya dengan mengirim sebuah do'a bagi keduanya. 


***


__ADS_2