Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
Extra Part 2


__ADS_3

***


Di usia muda nya Naura bukan hal yang gampang dimana dia harus dituntut menikah,dan terlebih dia harus menikah dengan Kakak Iparnya sendiri.


Awal pernikahan Naura tak merasakan bahagia,dan terlebih dia tak dianggap istri sepenuhnya,dia sering berpikir kalau dia hanya Ibu sambung untuk Aluna,Namun berkat ketabahan dan kesabarannya ,dia pun menuai hasilnya.


Seiring berjalannya waktu Ardi mampu menerima Naura dengan tulus,dan terlebih sekarang dia sudah merasakan cinta pada Naura.


Dia kubur jauh jauh semua kenangannya bersama Alm Nayla,karena baginya sekarang dia hanya masa lalu,semua sudah berbeda. Semua menyangkut tentang Alm Nayla dia kubur dalam dalam,termasuk beberapa foto yang dulu dia pajang,dan sekarang sudah terganti dengan Foto pernikahannya dengan Naura.


Sekarang dia selalu berdoa semoga selalu ada kebahagian pada rumah tangganya,dan mereka sama sama bisa melewatinya setiap masalah yang datang.


"I Love You.."


"I Love you to Mas.." Kata cinta yang sedikit simple namun sangat bermakna dan mempunyai arti yang sangat berarti,ingin selalu Naura dengar.


***


"Lihat sibayi sudah bergerak gerak,alhamdulillah semuanya terlihat normal ,kalian pasti ingin tau jenis kelamin apa anak kalian nanti kan ?" Tutur Dokter kandungan yang menangani Naura.


"Apakah sudah terlihat Dok ?" Kata Ardi yang terlihat sangat antusias.


"Iya sangat terlihat,anak kalian berjenis kelamin laki laki selamat ya.."


Binar bahagia terpancar di raut wajah Ardi,bagaimana tidak itu keinginannya,dan rasa bahagia menyelimutinya.


"Ini vitaminnya ,masih diminum tiap hari hari Bu,masih tetap Ibu jangan kecapean,jangan banyak bawa beban,untuk sekarang semuanya baik baik saja bu.."


Usia kehamilan Naura sekarang sudah menginjak 7 bulan,bayi dalam kandungan sudah bergerak dengan aktif.


"Makasih dok.."


Setelah selesai kontrol,Ardi dan Naura memutuskan untuk pergi ke mall dan membeli beberapa keperluan bayi,karena Naura sudah begitu sangat tak sabar .


"Mas lihat ini lucu kan ?" Saat Naura melihat beberapa pasang baju bayi ,karena anak yang Naura kandung laki laki,maka yang dia beli semua berwarn biru.


"Kalau kamu suka ambil aja kita beli sayang.." Ujar Ardi,dia sangat bahagia melihat Naura juga bahagia.


"Iya Mas ,aku mau yang ini ya.."


Mereka pun berkeliling mencari yang lainnya,namun Naura keburu lelah,akhirnya mereka memutuskan untuk pulang saja.


Namun mereka melaju ke rumah Mamah untuk menjemput Aluna disana.


"Ya ampun Ra,kamu belanja sebanyak ini ? kan ada beberapa bekas Aluna yang masih belum terpakai.." Mamah yang menasehati itu.

__ADS_1


"Oh iya aku lupa Mah,abisnya pada lucu mah jadi aku gelap mata deh,lagian kata Mas Ardi juga gak apa apa.." Naura hanya menyengir kuda


"Ma-mamama.." Ucap Aluna yang sudah berjalan menghampiri Naura.


Naura menggendong Aluna dan menciumi pipinya yang semakin gembul aja.


"Bunda sayang,panggilnya Bunda.."


"Daddadada.." Hehe Aluna mengikuti apa kata Naura,dia makin terlihat sangat lucu dan menggemaskan.


"Sayang,Aluna sudah berat loh jangan sering menggendongnya.." Tutur Ardi yang merasa khawatir melihat Naura yang menggendong Aluna.


"Gak sering ini kan Mas.." Naura masih ngeyel


Naura dan Ardi pun memutuskan makan siang dirumah Mamah Erin karena waktu sudah siang.


***


Malam hari


"Aluna sudah tidur sayang ?"


"Sudah Mas,baru aja terlelap sekarang gak susah buat Aluna tidur ,cuma dibacain dongeng udah tidur aja,gemesin banget sih anak kita Mas.."


"Tapi Mas,kalau aku lahiran nanti,Aluna sama siapa,aku penginnya dia tetap disini,aku akan berusaha adil pada keduanya Mas.."


"Kamu gak usah mikirin dulu hal itu Ra,Aluna masih bisa dititip Bunda kalau gak Mamah kan.."


"Tapi aku pengin dia disini aja Mas.."


"Kamu bakalan kerepotan Ra,kita bahas nanti sama Bunda dan Mamah aja ya.."


"Iih.."


"Jangan cemberut gitu sayang,aku jadi gemes lihatnya.."


Naura memalingkan mukanya,hormon kehamilan membuatnya jadi sangan manja.


"Ra.."


"Hmmm"


"Boleh gak kalau junior nengok dede bayi ?"


"Hah..!!"

__ADS_1


Naura mencoba mencerna apa yang Ardi maksud,dan saat dia sadar apa yang Ardi mau,dia menatap Ardi dengan tajam.


"Lagi gini sempet sempetnya kamu Mas.."


"Yah,udah lama kan Ra gak nengokkin dede bayi,kata dokter juga kan harus sering ditengokkin apalagi sebelum lahiran.."


"Aishh,itu mah kepengin kamu aja Mas.."


"Iya,aku memang lagi pengen Ra.." Dengan menampilkan wajah memelasnya.


"Boleh gak ?"


"Hmmmm.." Naura berdehem dan menganggukan kepalanya malu malu,pertanda dia setuju. semenjak hamil juga nalurinya selalu menginginkan sentuhan dari suaminya itu.


"Tapi pelan pelan Mas.."


"Iya pasti sayang.."


Perlahan Ardi menyatukan bibir nya dan bibir Naura,Naura mengalungkan tangannya dileher Ardi,dan Ardi merebahkan tubuh Naura ditempat tidur dengan perlahan,tangannya mengusap perut Naura yang sudah membuncit,dia melepaskan ci***an itu lalu kepalanya berada diperut Naura dan berkata.


"Ayah tengok ya.." Ucapnya sambil mencium perut buncit Naura.


Dan adegan orang dewasa pun terjadi.Peluh keringat membasahi keduanya,sama sama menginginkan ,sama sama mebutuhkan. Tubuh Naura menjadi candu untuk Ardi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


..


likenya ya🤩

__ADS_1


__ADS_2