Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 74


__ADS_3

Hari ini rencananya Arka dan Aluna akan kedatangan teman teman dan para kerabat terdekat,Arka masih mengambil liburnya dan urusan kantor dia serahkan pada asisten dan sekretarisnya.


Beruntung dia punya asisten yang cekatan yang sesuai dengan kemampuannya,maka dia hanya meninjau pekerjaannya lewat laptop dirumahnya saja.


Karena masih ada Bunda Naura dan Mami jadi mereka yang akan mempersiapkan makanan untuk para tamu yang akan datang.


Mami dan Bunda sedang disibukan di dapur kedua besan itu nampak akur dan beruntung tidak ada yang berselisih paham.


Arka dan Aluna sedang menjemur Baby Arsen dibantu oleh Bi Sumi ditaman belakang.


"Duh Baby Arsen gantengnya udah dari lahir ya,gemesin banget.sih " Seru Bi Sumi yang sedang menggendong Baby Arsen.


"Iya dong Bi siapa dulu Ayahnya" Bangga Arka.


"Eh,gak ya sekarang lebih ganteng Baby Arsen tau" Cebik Aluna.


"Kok gitu Yank,aku udah gak ganteng lagi dong ?"Tanyanya


"Gak,udah kalah sama Baby Arsen,Bi menurut Bibi dia mirip siapa sih ?"


"Kalau kata Bibi ,mata,hidung,bibir mirip ke Dek Luna,tapi parasnya lebih ke Den Arka."


"Tuh kan Baby Arsen itu mewarisi wajah tampan aku ini,dia pasti banyak dipuja para wanita nanti Yank".


Aluna sedikit mendengus kesal.


"Gak ya walaupun dia mirip sama kamu Yank,tapi jangan sampai sikapnya yang mirip kamu,kamu kan nakal waktu sekolah Yank"


"Insya Allah gak Sayang,nanti aku sekolahkan dia disekolah favorit aja,yang notabenenya anak pintar semua,dijamin gak ada anak nakal." Jelas Arka.


"Tapi kita jangan terlalu memanjakan dia juga Yank,aku gak mau dia tumbuh jadi anak yang manja,yang selalu bisa dia minta apa pun sama kita ,karena adanya uang,aku ingin dia belajar jadi orang yang sederhana saja" Ujar Aluna sambil mengambil alih Baby Arsen dari Bi Sumi.


"Iya Sayang,kita pasti bisa mendidiknya seperti itu, aku tidak akan memanjakannya dengan uang,aku belajar dari sendiri kesalahan dimasa lalu"


"Insya Allah Yank kita sama sama belajar ya"


Setelah selesai berjemur mereka masuk ke dalam kamar dan akan memakaikan baju,walaupun masih dibantu Bi Sumi.


***


Ayah Ardi sudah lebih dulu pergi ke rumah Arka dan Aluna bersama Randi dan Lista. Sedangkan Arsyil dan Raisa mereka masih ada dirumah Raisa,karena Raisa yang masih berdandan.


"Bebh lama sekali sih dandannya gak perlu dandan lah kamu udah cantik ini" Seru Arsyil dibalik pintu kamar tidur Raisa.


Namun tidak ada jawaban dari Raisa,beberapa menit kemudian Raisa baru keluar.


"Udah yuk,segitu aja ngomel ngomel Syil" Gerutu Raisa

__ADS_1


"Bentar,aku jadi pengen buang air kecil dulu,tunggu sebentar".


Raisa menunggu Arsyil diruang tamunya,tak lama dia mendengar suara ponsel berbunyi,itu pertanda chat masuk ke ponsel Arsyil.


Terpangpang nama Seina disana.


"Syil kamu jadi kan jemput aku ?" Isi chat itu,membuat Raisa cemberut seketika


"Arsyil menjanjikan buat jemput Seina ?kok dia gak bilang sama aku ?terus jadi selama ini mereka sering kontekan juga ?" Gumam Raisa.


Ada rasa yang tak nyaman dihatinya dan tentu rasa takut apalagi situasi nanti dia yang akan kembali berjauhan dengan Arsyil lagi.


"Yuk Bebh berangkat" Ajak Arsyil yang baru saja kelar dari kamar mandinya.


Raisa masih diam,hatinya masih berkecamuk.


"Sa,ayo kok malah diam ?" Ajak Arsyil lagi ,dia hendak melangkah keluar rumah namun


"Aku naik taksi aja Syil,kamu jemput Seina aja" Ujar Raisa sambil berdiri dan keluar rumah lalu mengunci pintu rumahnya.


Arsyil menarik tangan Raisa "Maksud kamu apa ?aku datang kesini untuk jemput kamu Sa"


Raisa menepis tangan Arsyil " Gak perlu,aku masih ada taksi kok,tuh dia sedang nunggu kamu buat dijemput" Raisa melengos kesal dia berpaling dari Arsyil.


Arsyil meraup wajahnya dengan kasar. "Sa,jangan begini lah,waktu kita cuma sebentar disini,besok aku harus segera kembali ke Jepang,apakah kita akan menghabiskan waktu dengan bertengkar ?" Tutur Arsyil.


"Kamu sendiri yang buat aku kesal Syil,kamu tau sendiri kan aku cemburu sama Seina,apalagi nanti diJepang dia yang paling banyak menghabiskan waktu sama kamu !!" Sentak Raisa.


"Kamu tuh dari dulu emang gak pernah peka ya sama hati aku," Desis Raisa.


"Sa..tiap kali kamu yang seperti ini,kamu selalu cemburu sama aku ,dan kamu tidak percaya sama aku,aku cape Sa kamu seperti itu terus" Ujar Arsyil membuat Raisa semakin terluka.


"Kamu cape Syil ?kamu cape sama aku ?Ok,kalau itu yang kamu mau,aku akan pergi dari hidup kamu,kamu bisa tenang belajar diJepang ,tanpa ada gangguan dari aku.Ya memang selama ini aku yang selalu mengganggu kamu,maka dari itu mulai sekarang tidak akan lagi".Raisa melangkah keluar gerbang dengan air mata sudah akan tumpah Arsyil segera mengejarnya.


"Naik Sa.."Titah Arsyil namun Raisa tidak mau dia malah tambah ingin menepis tangan Arsyil dari lengannya


"Aku bilang naik Sa.." Ada nada yang sedikit menyentak disana.Hingga Raisa sedikit berjinjit.


Akhirnya dia memilih naik ke atas motor,selama perjalanan tidak ada obrolan diantara keduanya,Raisa juga tidak berpegangan pada Arsyil,hatinya masih kesal dan terluka.


Sedangkan Arsyil dia diam,karena dia sudah salah berucap tadi.


***


Pukul 11 siang teman teman Arka sudah datang yang tak lain Agung ,Beni dan Rangga dan tentu dengan pasangan masing masing.Seva juga turut hadir,Fadil juga sama pasangan nya.


Baby Arsen di tidurkan di ruang keluarga supaya mereka yang mau menengok nampak leluasa.

__ADS_1


"Wah,tampan sekali anakmu Ar" Celetuk Agung.


"Iya dong bibit unggul itu" Kelakarnya pada teman temannya


"Ck,jangan sampai sifat dan sikap mirip loe Ar,lebih baik mirip Aluna aja,bisa bahaya mirip loe" Seru Rangga.


"Si alan loe,emang gue buruk banget ya?"


"Iya lah semua orang juga tau sebagaimana buruknya loe !!" Seru Beni.


"Kam***t emang kalian itu" Decak Arka.


"Dikasih nama siapa Ar ?" Tanya Agung


"Arsenio Raditya Atmadja"


"Wih nama yang bagus..tumben loe bener mau ngasih nama anak loe Ar" Seru Rangga.


"Ya lah nama anak itu harus yang terbaik Bro !!"


"Kerenlah sesuai wajahnya yang tampan,tapi Dek nanti kalau udah besar jangan kaya Ayah kamu ya,kamu harus tumbuh jadi anak yang baik dan berguna bagi nusa dan bangsa"Tutur Rangga .


"Nah benar itu" Beni menyambungkan.


Setelah puas melihat Baby Arsen mereka bergegas menyantap makanan yang sudah disediakan oleh Mami dan Bunda.


Tentu mereka sangat antusias kalau menemukan makanan.Namun Seva masih bersama Aluna.


"Lun,gimana rasanya jadi ibu muda ?" Tanya Seva.


"Iya beginilah Sev,masih harus menyesuaikan diri dulu,lagian juga baru dua hari ini kok". Jelas Aluna.


"Seru kayanya ya,jadi pengen cepet cepet juga" Seru Seva.


"Ya makanya cepetan nikah dong Sev,emang Kak Agung masih belum melamar kamu Sev ?"


Seva terlihat sedikit merenung "Orang tuanya Kak Agung gak setuju aku sama dia,karena sebuah status,aku udah meminta Kak Agung buat menyerah,tapi dia menolaknya malah dia akan memperjuangkan aku sampai kita dapat restu dari mereka" Seva menceritakan kisahnya dengan nada sendu.


Orang tua Agung memang tidak menyetujuinya karena sebuah status mereka yang berbeda.Tapi Agung masih bersikeras untuk mempertahankan Seva,dia bilang dia tidak akan menikah kalau tidak dengan Seva.


Aluna merangkul Seva "Ini Ujian buat kalian,semoga kalian bisa ya melalui semua itu,percaya lah kalau kalian berjodoh kalian pasti akan bersatu" Aluna mencoba menenangkan Seva.


Semoga Seva bisa meluluhkan kedua Orang Tuanya Agung dan mereka bisa bersatu.


Semua orang yang disana nampak bahagia dan penuh tawa,saling bercakap cakap satu sama lain.Tapi tidak dengan pasangan yang baru saja bertengkar.


Mereka masih sama sama berdiam diaman,malah berjauh jauhan,masih mengikuti ego masing masing.

__ADS_1


***


Likenya jangan lupa🤗


__ADS_2