Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 3^ Part 24


__ADS_3

Di Cafe Queen


"Ini pesanan kamu Van,oh iya tadi ke kampus gak ?aku nyari nyari kamu,,tapi gak ada"Ujar Queen pada Ervano. 


"Makasih ya,ke kampus Kok cuma sebentar ..emang kenapa ?kangen ya !!"  Selorohnya.


Wajah Queen sudah terlihat memerah "Kangen apaan,ngapain juga harus kangen sama kamu !!" Desisnya jutek. 


Ervan hanya terkekeh "Terus ada apa ?" 


"Ini mau ngasih ini,kemarin kan minta" 


"Oh iya,makasih ya Queen"Ervan tersenyum manis,menampilan lesung pipitnya. 


Deg 


Jantung Queen lagi lagi berdebug tak karuan kalau melihat senyumnya Ervan seperti itu,wajahnya sudah semerah tomat lagi. 


Queen dan Ervano sudah semakin dekat,Ervan sudah sering ke cafenya Queen dan dikampuspun mereka sering berbincang bincang,Queen juga sudah menjadi dirinya sendiri kembali,teman kampusnya tentu merasa kagum melihat Queen yang sebenarnya. 


Benar apa kata Ervan,tetaplah jadi diri sendiri,selamanya kita tidak akan dalam kesulitan,tapi bagaimana cara kita menyikapi mereka yang ingin menjadi teman kita,dan kita tetap harus waspada saja. 


Ervan terlihat gemas melihat wajah Queen yang memerah itu,jantungnya pun sama berdegub kencang. 


"Queen.."panggilnya lembut. 


"Ah..iya Van,ada apa ? 


"Besok ada acara gak ?kalau free,aku mau ajak kamu jalan jalan" 


"Hah,jalan jalan !!!besok kayanya sih Free" 


"Iya aku mau ngajak kamu jalan jalan ,kalau kamu mau,kamu suka alam gak ?" 


"Alam ?suka kok..tapi aku ijin dulu Ayah dan Bunda ya,soalnya aku jarang sekali jalan jalan gitu" 


"Biar aku yang ijin pada Ayah kamu,sekalian aku ingin bertemu dengannya," 


"Hah ..!!kamu mau bertemu sama Ayah ?kenapa ?emang kamu kenal sama Ayah aku ?" 


"Iya,aku kenal kok,makanya aku ingin ketemu,Ok besok aku jemput kamu jam 10 pagi ya,aku permisi dulu,ada sesuatu"Ervan pamitan pada Queen,sebelumnya dia mengusak kepala Queen. 


Queen yang diperlakukan seperti itu,merasa gugup dan wajahnya kembali memerah,dia pegang dadanya ,yang dari tadi sudah berdisco,ini pertama kalinya merasakan jantung yang berdebar seperti itu. 


"Ah..Ervan.."lirihnya. 


*** 


Keesokan paginya ,seperti janjinya Ervan,dia menjemput Queen kerumah nya langsung. 


"Neng Queen ada tamu Neng.." Ucap Bi Ane memberi tahu akan kedatangan Ervan 

__ADS_1


Queen dan keluarga sedang berkumpul biasa di taman belakang. 


"Oh,iya Bi.."Queen berhambur ke depan,dan menyambut Ervan. 


"Kamu datang juga Van,ayo duduk " 


Ervan duduk di sofa itu dan Queen memanggil Arka dan Aluna. 


"Ini Ayah,teman Queen yang mau ketemu Ayah,katanya udah pernah kenal,dia teman SMP Queen"Ujar Queen. 


"Pagi Om ,,apa kabar nya ?pagi Tante " Sapa Ervan sopan sambil menyalimi tangan keduanya.  


Arka sempat aneh dan bertanya tanya ,siapa anak ini ,tapi memang pernah bertemu. 


"Pagi juga,Om Baik ..temen Queen ya ?"Balas Arka dan Aluna pun sama membalasnya. 


"Iya Om ,Saya Ervano Om.."Ujar Ervan mengenalkan dirinya.sedangkan Arka sempat berpikir,pernah mengenal nama anak ini. 


"Hay,Van..kamu kesini ,apa kabar ?" Arka yang sedang berpikir  menjadi buyar akan kedatangan Arsen disana. 


"Eh,Kak Arsen ada dirumah?iya Kak,mau bertemu sama Om Arka dan Tante Aluna,juga nanti mau minta ijin buat ngajak Queen jalan."Jelasnya. 


"Hah ..!!kamu mau ngajak anak rese ini jalan ?gak salah Van ..jangan mau deh "Candanya. 


"Eh,enak aja ya bilang aku rese,kakak aja yang rese"Jawab Queen kesal. 


"Oh,kamu Ervano yang itu !!" Suara Arka menganggetkan Semua yang ada disana. 


"Ayah inget ?"Tanya Aluna. 


"Ervan baik Om..Ervan kesini mau ucapkan terima kasih yang dulu belum sempat Ervan ucapin,terima kasih banyak Om dan Tante juga" 


"Kami yang berterima kasih banyak sama kamu,karena kamu Queen baik baik saja"Ujar Arka. 


"Tunggu Ayah dan Bunda kok kenal sama Ervano ?" 


"Iya,saat menyelesaikan masalah kamu,Ayah bertemu dengannya,Ayah juga yang membayar Spp nya sampai dia lulus,karena Ayah tau bagaimana kehidupannya dulu."Jelas Arka. 


"Sekarang kamu lagi kuliah ?"Tanya Aluna. 


"Iya Tante,aku masih kuliah ditempat yang sama dengan Queen," 


Ervano kehidupan dulunya memang sangat sederhana,tapi berkat kegigihannya,Ervan bisa membangun warung Ayah dan Ibunya menjadi toko atau grosir besar. 


Dan dia punya cita cita bisa menjadi seorang arsitek,maka saat ini dirinya sedang belajar dengan lebih giat lagi. 


"Alhamdulillah.."Ucap mereka. 


"Oh,iya Om ,Tante..saya boleh minta ijjn untuk membawa Queen jalan jalan ?" 


"Oh ,boleh sekali,pergilah..Om percayakan Queen pada kamu Van"Ujar Arka. 

__ADS_1


Ervano dan Queen pagi itu pergi untuk jalan jalan,tanpa adanya pengawal ,karena Arka sudah percaya pada Ervan. 


*** 


"Wah..ini indah sekali Van ,,kamu sering kesini ?" 


Saat ini mereka sedang berada di sebuah taman wisata yang ada diKotanya,Queen menatap takjub akan keindahan Kota Bandung ,dan dia bisa lihat dari atas bukit ini. 


"Dibilang sering gak,cuma kesini kalau lagi cari insipirasi aja,enak tempatnya buat ngadem juga. 



"Iya kamu benar,ini tempatnya enak buat ngadem" 


Queen masih terus menatap takjub keindahan Kotanya itu,begitu indah ciptaanNya.Dengan udara yang enak dihirup ,membuatnya begitu rileks,ini pertama kalinya ,dia diajak jalan jalan sejauh ini oleh seorang laki laki lagi. 


"Van..aku boleh nanya sesuatu gak sama kamu ?" 


"Boleh,tanyakan saja apa yang mau kamu tanyakan" 


"Kenapa dulu waktu di SMP penampilan kamu seperti itu ?" 


"Kenapa ?karena aku memang seperti itu Queen,aku hanya menjadi diri aku apa adanya saja,karena keterbatasan juga mungkin aku jadi sosok itu,kenapa kamu tidak suka ?" 


"Eh..Bu,,bukan begitu..kamu lucu aja dulu"Ucap queen dengan cekikikan. 


"Aku suka kamu tersenyum seperti itu Queen,,tetaplah selalu tersenyum seperti itu" 


Blushh 


Pipinya sudah merona merah ,,duh laki laki ini sungguh sudah membuat jantungnya terus berdegub kencang,bisa jadi lama lama dia kena serangan jantung. 


"Emmm,Van ..kenapa kamu bisa suka sama aku ?" 


"Emang aku ada pernah bilang suka sama kamu Queen" 


Jlebb 


Tiba tiba raut wajahnya terlihat masam..kesel,,dan malu jelas terlihat. 


Ervan cekikikan melihar raut wajah Queen "Karena itu kamu "Jawabnya kemudian. 


"Udah ..pulang yuk "Queen merajuk akhirnya. 


Baru saja melangkah tangannya sudah ditarik Ervan,dan kini mereka sedang bertatap muka. 


"Kamu marah ?aku memang suka sama kamu,tapi aku tak akan memaksa kamu untuk segera menjawab,dan membalas menyukai aku" 


"Van.." 


"Yuk,kita pulang.."Ajaknya kemudian,sambil mengusak rambut Queen. 

__ADS_1


Mereka pun memilih pulang 


*** 


__ADS_2