Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^Eps 55


__ADS_3

Beberapa Bulan kemudian


"Pagi Kesayangan .." Ucap Arka saat baru bangun dari tidurnya dan Aluna sudah ada di depannya.


"Pagi juga kesayangan" Balas Aluna.


Semalam mereka baru saja bertempur diatas ranjang,Aluna tidak bisa menolak kemauan Arka,karena Arka pasti akan memaksanya juga.


Maka malam tadi dia memberikan kewajibannya,dan malam tadi juga malam penuh peluh untuk keduanya.


"Bangun yuk Shalat dulu.." Ajak Aluna.


"Mandi dulu Yank,lupa apa semalam kita abis ngapain,atau mau dilanjut"


Aluna langsung menarik selimutnya "Gak ya semalem udah aku kasih , tau"


"Iih biar cepet ada dede Bayinya Yank" Ucapnya sambil mengusap usap perut Aluna.


Aluna sempat diam,ini sudah jalan bulan ke 5 pernikahannya hampir mau 6 bulan,tapi belum ada nampak tanda tanda kehamilan.


"Yank ko cemberut sih ?" Tanya Arka.


"Gak apa apa Kak ,ayo Mandi ah keburu habis waktu subuhnya"


Aluna turun dengan masih memakai selimutnya dan di ikuti Arka dari belakang "Mandi bareng ya biar cepat" Aluna hanya mencebik saja.


Setelah selesai mereka bergegas turun ke lantai bawah,saat baru menginjak tangga ke tiga ,ada suara teriakan dibawah.


"Arghhhhhhhh..."


Tentu Arka dan Aluna terperanjat dan berlari ke arah suara itu "Ada apa Bi ?" Tanyanya pada Bi Sumi dan yang tadi teriak itu pelayan yang akan membersihkan lantai depan.


"Itu Den,lagi lagi binatang seperti kemarin"


"Kak.." Aluna mengeratkan pelukan tangannya ditangan Arka.


"Tenang Sayang,kamu tunggu dulu disini sama Bi Sumi ya" Ucap Arka menenangkan Aluna.


Ya selama satu bulan itu mereka masih diteror oleh hal hal seperti itu,bukan hanya mereka ,Papi dan Mami juga sama ,dan juga ke kediaman Ardi.


Papi merasa jengkel akan itu,dia pernah berniat menanyakan hal itu pada Papinya Nisa,namun dia tidak bisa ditemui,bahkan rumahnya pun sudah kosong.


Teror itu semakin menjadi,Arka juga sempat kesal ,mereka juga sudah lapor polisi,polisi masih mencoba melacak ,dan padahal Arka sudah menyewa seorang penjaga ,untuk menjaga rumahnya itu,namun entah selalu kecolongan.


Selama satu bulan itu juga mereka tidak tenang,bahkan Arka sudah melarang Aluna untuk tidak keluar rumah alhasil dia harus keluar kerja saja.


Pernah terakhir kali Aluna sedang mau menuju pulang kerumah,saat itu Arka tidak bisa mengantarnya ,jadi Arka menyuruh supirnya yang mengantar Aluna pulang.


Disaat perjalanan,awalnya baik baik saja ,namun tiba tiba ada yang menyerempet mobil mereka,hingga sempat terbanting karena terlalu keras,


Dan sejak saat itu Arka jadi Overprotektif pada Aluna,dia dilarang keluar rumah,sekali pun keluar harus dengan Arka.


***


"Aku berangkat kerja dulu,kamu tenang aja selama dirumah kamu pasti baik baik saja" Tutur Arka setelah dia membereskan yang di depan tadi.


"Tapi,kamu bisa gak ,gak berangkat kerja aja,aku justru takut terjadi apa apa sama kamu Kak" Aluna sudah berderai air mata.


"Hey..hey jangan nangis,kalau kamu nangis jelek tau gak ,tuh lihat ingus nya" Aluna memukul pelan dada Arka

__ADS_1


"Aku gak bercanda Kak,kakak jangan pergi ya" Pinta nya lagi


"Yank,kalau kamu mau nanti malam aku kasih ,tapi gak sekarang," Kelakarnya lagi dan kali ini dapat cubitan dari Aluna.


"Iih kakak aku serius.."


"Aku juga serius Yank,kalau aku gak kerja siapa yang menafkahi kamu coba ?" Sebenarnya dia juga merasa takut,namun dia sebagai laki laki dan Suami mencoba sedikit tenang,dia tidak mau menunjukan kalau dia juga takut.


"Aku harus pergi Yank,ada meeting yang harus aku hadiri,kamu jangan takut ya,aku pasti baik baik aja kok" Ujarnya lagi.


Aluna menatap Arka "Kabarin aku segera kalau ada apa apa" Pinta Aluna.


"Iya Sayang pasti,aku berangkat ya" Ucap Arka sambil mengecup kening Aluna.


Aluna terpaksa membiarkan Arka pergi,walaupun tidak ingin.Biasanya dirumah dia hanya melakukan aktivitas,makan ,nonton tv,atau berbincang bincang dengan Bi Sumi atau dengan pelayan lain.


Tapi hari ini dia merasa lelah,setelah mengantar Arka pergi dia langsung ke kamar karena merasa pusing,dan dia memilih istirahat kan diri dikamar.


***


"Paket itu hampir tiap hari datang Ar,seperti nya kamu harus segera bertindak Ar,sebelum semakin menjadi" Ujar Kak Erfan.


"Tapi kan kita sudah melaporkan nya pada polisi Kak,polisi aja gak tau mereka dimana ,apalagi kita Kak "


Polisi memang sudah tau siapa pelaku peneror itu,namun mereka terlalu rapi dalam bersembunyi, jadi sampai hari itu mereka belum menemukan nya.


"Seperti nya yang dia mau kamu Ar"


"Terus aku harus mengalah dan menyanggupi permintaan konyol nya dia !! gak mungkin lah Kak,aku yakin punya cara lain"


Arka sudah kembali keruanganya,dan untung nya hari itu dia disibuk kan dengan kerjaannya,jadi tidak terlalu kepikiran dengan hal hal itu.


Arka mengernyit tempat tukang ayam itu kan lumayan jauh,aneh sekali Aluna pengen makan itu,pikirnya.


Namun tak urung dia menuruti apa yang Aluna mau,walaupun jauh demi cinta akan dia kunjungi.


"Assalamualaikum.." Sapanya setelah baru saja sampai dirumah.


"Waalaikum salam .." Dijawab Bi Sumi


"Aluna dimana Bi ?" Tanyanya setelah menyimpan sepatunya .


"Ada dikamar Den,dari tadi dikamar terus katanya pusing sama lelah,bilang sama Bibi mah".


Arka lantas langsung berlari kelantai atas dan menuju kamar Aluna.


"Yank.."


"Kak Arka udah pulang" Terlihat Aluna sedang duduk di sofa sambil membaca buku.


"Kamu gak apa apa ?kata Bi Sumi seharian ini kamu dikamar aja,terus pusing dan lemas katanya"


"Kak tenang dulu napa,itu sampai terengah engah gitu"


"Abis denger kamu kaya gitu dari Bi Sumi aku kaget Yank"


Aluna terkekeh " Sayang seharian ini aku memang diam dikamar,memang Bi Sumi benar aku pusing terus,sama badannya terasa lelah terus"


"Tuh kan,ke dokter aja yuk"

__ADS_1


"Gak ah,besok juga sembuh,aku pengen berduaan aja sama kamu Kak"


Arka tersenyum " Kamu bisa aja kalau menggoda aku" Dia capit hidung Aluna .


"Nih ayam bakar yang kamu pinta" Arka memberikan bungkusan itu pada Aluna.


"Wah..makasih Kak.." Ucapnya sambil mengecup pioi Arka.


Arka tersenyum geli melihat istrinya sesenang itu,lantas mereka keluar menuju meja makan,dan Aluna melahap Ayam itu dengan rakusnya,sampai Arka menggeleng geleng kan kepalanya.


"Pelan pelan Yank,kamu kaya baru nemu yang gitu aja" Gerutu Arka


"Abis ini yang aku mau Kak,dari tadi udah ngiler tau"


"Kenapa tiba tiba pengen itu,lihat disosmed ada pasang itu ?"


"Gak,tiba tiba aja ada dibenak dan pikiran aku"


"Kamu ini,makan nya pelan pelan ,gak akan aku habiskan kok"


Aluna hanya menyengir kuda.Tapi Arka senang melihat Aluna tertawa ceria begitu.Tidak ada hal lain yang membuatnya bahagia selain bersama Istrinya itu .


***


Dikamar


Aluna masih saja mengdusel duselkan hidung nya di dada Arka ,padahal Arka belum mengganti bajunya,Katanya dia suka wanginya itu.


"Yank ,aku gerah nanti lanjut lagi ya,aku ganti baju dulu"


"Gak mau masih mau gini"


"Kamu aneh banget sih Yank"


"Aneh gimana !!"


"Iya ini kan badan aku penuh keringat Yank"


"Iya tapi aku suka Kakak"


Dan setelah beberapa menit kemudian,akhirnya Aluna melepaskan juga Arka,Arka menghela nafas lega,pasalnya dia sudah merasa sangat gerah.


Dia mandi ,dan setelah mandi dia menghampiri Aluna yang sedang meringkuk ditempat tidur.


"Kamu kenapa lagi Yank,pusing lagi ?".


"Iya Kak.." Keluhnya.


"Sini aku pijat,pokoknya besok harus ke dokter ya ,"


"Tapi.."


"Gak ada tapi tapian Yank,harus ke dokter" Tegas Arka.


Aluna tidak bisa berkutik lagi,dipijitlah kepalanya oleh Arka.Setelah Aluna merasa tenang dan terlelap tidur juga.


Arka tersenyum ,dia mengecup kening Aluna lama,dan berbisik.


"Aku akan menjagamu sebisa ku Sayang"

__ADS_1


***


__ADS_2