
Pagi menjelang ,cahaya matahari sudah menembus kedalam kamar,namun tidak membangunkan kedua insan yang baru saja terlelap kembali setelah semalam dia terbangun karena tangisan Baby Arsen,dan lebih parahnya Baby Arsen tidak mau lepas dari Aluna.
Saat Aluna mau menidurkannya dia malah menangis làgi dan terus seperti itu hingga subuh menjelang,saat Bunda bergiliran dan mengambil alih Baby Arsen dari Aluna.
Dan setelah menunaikan kewajibannya mereka baru terlelap lagi,tentu Bunda mengerti.
Waktu sudah menunjukan pukul 8 siang,mereka masih belum terbangun,namun Bunda terpaksa membangunkan Aluna karena Baby Arsen kehausan,saat air susunya habis.
"Luna Sayang bangun nak,Baby Arsen mau mimi ini" Ujar Naura.
"Hmmmm,Astagfirllah ini jam berpa Bun ?"Tanyanya
"Pukul 8 .." Jawab Naura
"Ah,maaf Bun ,sini Baby Boy sama Bunda" Ucap Aluna sambil mengambil alih Baby Arsen .
"Maaf Bunda yang sudah membangunkan kamu,tadi air susunya habis,dia juga baru terbangun dari tidurnya,tapi kayanya masih lapar" Jelas Bunda
"Makasih Bunda,maaf ngerepotin Bunda terus"
"Gak apa apa Sayang,Bunda senang kok melakukannya,Baby Arsen udah Bunda mandiin juga,hari ini Bunda mau pulang dulu ya,Arsyil kan mau ke Jepang lagi,Bunda mau nyiapin beberapa bekal buat dia nanti"
"Oh iya,jam berapa Bun dia berangkatnya ?"
"Pukul 3 sore katanya,gak apa apa kan Bunda tinggal dulu"
"Gak apa apa kok Bun ,kan masih ada Mami disini" Ucap Aluna.
"Ya udah Bunda pulang dulu ya,nanti sore Bunda kesini dulu,Baby Arsen baik baik ya sama Bunda Luna,Oma mau pulang dulu" Ujar Naura sambil menatap gemas Baby Arsen.
"Iya Oma ,hati hati".
***
Arka dan Aluna sudah bersiap siap untuk sarapan pagi ,walaupun sudah agak terlewat juga.
"Sini Baby Arsen sama Mami dulu,kalian sarapan dulu gih" Titah Mami .
"Iya Mi.."Jawab mereka berdua.
"Sayang kamu mau sama apa ?" Tanya Aluna pada Arka.
"Apa aja Yank.." Jawabnya ,Aluna dengan cekatan mengisi piring Arka dan memberikannya pada Arka.
__ADS_1
"Sayang nanti jam 3 ,Arsyil sudah mau kembali ke Jepang"
"Oh iya,cepat sekali ya dia disini,ya udah nanti aku ikut deh mengantarkan dia sampai bandara"
Aluna dan Arka melangsungkan sarapan paginya.
***
Hari ini memang jadwal kembalinya Arsyil ke Negeri sakura itu lagi,jadwal keberangkatannya pukul 3 sore.
Masih ada beberapa waktu sedikit untuk menemui Raisa dan memperjelas akan hubungannya dengan Raisa.
Maka saat ini dia berangkat ke rumah Raisa dan akan mengajaknya bicara.Namun hasilnya nihil Raisa tidak ada dirumahnya.Dia tau Raisa sedang menghindar darinya.
"Assalamualaikum.." Sapanya dirumah Raisa.
"Waalaikum Salam.." Jawab Lista.Lalu Arsyil mengecup punggung tangan Lista
"Tante,Raisanya ada ?"
Lista terlihat mendesah kecil ,dia tau Raisa dan Arsyil sedang bertengkar
"Raisa lagi keluar Syil,tadi gak bilang sama Tante mau kemananya"
"Keluar ? Udah lama Tante ?"Tanyanya.
"Ya sudah Tante saya permisi dulu.."
"Syil,hari ini keberangkatan kamu lagi ke Jepang kan ?maaf Tante gak bisa ikut nganterin kamu,Tante gak enak badan,nanti Tante coba telepon Raisa ya supaya ngehubungi kamu" Jelas Lista merasa tak enak pada Arsyil.
"Iya gak apa apa kok Tante,salam ya buat Om Randi Tante"
"Iya Nanti Tante bilangin Syil".
Arsyil berpamitan pada Lista,dia melangkah dengan langkah gontai.Apakah mungkin kisah cinta nya harus berakhir dengan Raisa.
Dia melajukan motornya ketempat cafe salah satu teman SMAnya ,di tempat itu memilih diam,hati dan pikirannya sedang berkecamuk memikirkan hubungannya dengan Raisa.
Dia mencoba menghubungi Raisa namun tidak ada jawaban sama sekali darinya,chatnya juga tidak dia baca sama sekali.
Arsyil mencoba mengingat ingat kemana saja tempat yang mungkin akan Raisa kunjungi.Maka dengan cepat dia menelusuri tempat itu.
Beberapa tempat yang mungkin akan Raisa kunjungi,namun hasilnya tetap nihil . Arsyil tidak menemukan titik terang akan adanya Raisa.
__ADS_1
Dia menangkup rambutnya dengan kasar,dia luapkan kekesalannya itu,betapa merasa bersalahnya dia saat itu.
***
Jam sudah menunjukan pukul 2 siang dengan hati berat Arsyil sudah siap siap akan berangkat menuju bandara dengan diantar oleh Bunda Naura,Ayah Ardi,Adeva ,Randi dan juga Arka.
Aluna tidak bisa ikut,karena harus jaga Baby Arsen,belum 40 hari jadi Aluna belum berani membawa Baby Arsen keluar.
Namun Aluna masih sempat bertemu Arsyil,karena tadi Aluna memaksa Arsyil untuk kerumahnya.
"Baby Nio,Om harus pergi,Om janji bakalan sering VC kamu ya"
"Iih Arsyil Baby Arsen,bukan Nio"Cerca Aluna.
Arsyil tidak menanggapi dia hanya menyengir kuda.
"Udah ah,aku pamit dulu kak,nanti kalau aku sempat aku pulang lagi kesini ya"
"Iya hati hati Syil,jaga diri kamu baik baik disana,jaga sikap dan hati kamu juga,jangan buat Raisa kecewa lagi sama kamu".
Aluna tidak tau saja kalau Arsyil dan Raisa sedang bertengkar dan mungkin sudah berpisah,namun Arsyil meyakinkan diri kalau mereka masih berhubungan karena itu hanya disebelah pihak saja,dia belum memberi jawaban.
"Iya Kak,Insya Allah..kakak juga sehat sehat disini ya" Ucap Arsyil sambil memeluk kakak tercintanya itu.
Dia pamitan pada orang yang dirumah termasuk Papi dan Mami yang masih ada disana.Lalu dia pergi menuju ke Bandara .
Dia berharap Raisa datang ,namun hingga detik keberangkatannya Raisa tidak ada disana.
Randi juga sempat menggerutu dan menanyakan kemana anaknya itu pergi,dia coba telepon juga gak diangkat angkat.
Arsyil sudah berpamitan pada kedua Orang tuanya,pada Randi dan Arka kakak iparnya.
Semua memberikan wejangan lagi pada Arsyil ,seperti pertama dia berangkat ,terutama tentu Naura .Naura juga membekali Arsyil banyak makanan yang dia masak tadi ,katanya buat stok beberapa hari disana.
Naura masih saja sedih akan keberangkatannya Arsyil,anak laki laki satu satunya itu.Namun dengan berat juga dia harus melepaskannya.
Arsyil sudah berada didalam pesawatnya,dia merasa kecewa hari ini sama sekali tidak bertemu dengan Raisa,dia meneteskan air matanya ,mengingat bagaimana dulu Raisa yang mengejar ejar dia,padahal dia cuekin.
Bagaimana Raisa yang dulu selalu memberikan perhatian padanya,mengekori dirinya kemanapun dia pergi,bagaimana saat dia mengutarakan perasaannya.Dia ingat saat saat itu,dia ingin berjuang juga untuk mendapatkan Raisa kembali,tapi dia harus kembali ke Jepang,mengingat dia masih ada kontrak disana.
"Maafkan aku Sa," lirihnya
Tanpa dia sadari sebenarnya Raisa ada disana ,hanya saja dia berada jauh,dia hanya menatap kepergiaan Arsyil dengan tatapan nanar.
__ADS_1
Dia juga menangis "Maafkan aku Syil,kalau kita berjodoh kamu pasti kembali padaku,aku hanya ingin membuat kamu berpikir,dan tidak menilai karena selama ini aku yang selalu berharap banyak pada kamu,perjuangkan aku kalau kamu mencintai aku Syil"Lirih Raisa sambil meneteskan air matanya.
***