
",Bunda..Syila mau belajar kelompok disini" Seru Syia saat dia baru pulang dari sekolah.
"Oh,iya boleh dong Sayang,ayo Daffin,Rifki,Nadia masuk Nak" Tutur Aluna menyuruh teman teman Syila masuk.
Syila menyuruh mereka menunggu di taman belakang,selain tempat nya luas,disana juga bisa sambil menatap pemandangan Indah.
Halaman Taman belakang rumah Arka memang sangat luas,selain adanya kolam renang,disana juga terdapat taman kecil yang di isi berbagai bunga bunga,juga beberap pohon pohon kecil,terdapat juga kolam ikan kecil.
Syila,Daffin,Rifki dan Nadia sudah duduk disana,dan akan memulai belajar kelompok bersama,Rifki itu tetangga Syila rumahnya tak jauh dari sana,Rifki juga orang yang disukai Syila.
Mereka sudah dekat dari sejak kecil,karena mereka memang bertetangga,jadi mereka sering bermain bersama ,dan sekarang mereka satu sekolah yang sama.
***
"Alya.."Teriak Arsen ,yang melihat Alya mau keluar dari gerbang.
Alya tak menghiraukan Arsen,dia terus melangkah menjauh dari Arsen,Tetapi Arsen menarik tangan Alya hingga dia terjerembab dipelukan Arsen,tubuhnya bersentuhan dengan Arsen,mata mereka saling menatap,sama sama saling merasakan gelenyaran aneh ditubuh dan hati mereka.
Tapi Alya langsung menghindar dan menjauhkan dirinya dari Arsen.."Ada apa ?apa masih belum puas kamu ?aku kan sudah bilang,jangan dekati aku,kalau kamu tidak mau berurusan dengan Erik !!" Sentak Alya.
Sorot mata Arsen yang memabukkan mampu membuat Alya terhanyut sebentar,rasanya Arsen ingin memeluk perempuan di depannya ini,membawanya ke dalam dekapannya dan tak akan melepaskannya lagi.
Tapi terurung kala ada Angel menghampiri mereka " Heh ,wanita ular..wanita munafik ngapain deket deketin lelaki gue,pergi sana !!"Sentak Angel dengan mendorong bahu Alya,hingga Alya hampir terjatuh.
Arsen yang dengan sigap menangkap Alya,membuat Angel terbakar cemburu dan Amarah,dia menarik tangan Arsen.
"Pergi kamu dari sini !!" Sentak Angel lagi .
Alya langsung berlari dari sana,Arsen hendak mau mengejarnya tapi tertahan oleh Angel " Bebh,ngapain kamu mengerjar ngejar dia sih !!apa istimewanya coba !!" Gerutu Angel.
"Angel,denger ya kamu jangan kaya gini,jangan panggil panggil aku Bebh,Bebh apalah itu..Kita tidak ada hubungan sedekat itu,berhenti mengejar aku dan menjauhlah" Decak Arsen pada Angel.
"Ar,aku tuh suka sama kamu,,apa sih yang kamu lihat dari wanita ular itu ?"
"Dengar,jangan bilang dia wanita ular,dia sangat spesial bagi aku" Desis Arsen.
"Arsen ,,kamu tau sendiri kan bagaimana dia ,dia itu munafik ,so polos ,padahal dia tidak jauh seperti j*l*ng..!!"
"Diam !!jangan berkata sembarangan..lepas !!" Arsen menyentakan tangan Angel dan pergi dari sana.
Angel mengepalkan tangannya,amarahnya memuncak ,dia tidak terima diperlakukan seperti itu.
__ADS_1
***
Hari ini hari pekan Arka dan keluarga sedang berkumpul dihalaman belakang seperti biasa,mereka juga kedatangan Arsyil dan Raisa beserta kedua anaknya.
Mereka sengaja ingin menghabiskan waktu pekannya dirumah Aluna,biar ramai katanya.Dan tentu suasana rumah Arka dan Aluna dipenuhi mereka,canda tawa menggema disana.
Makan bersama menikmati waktu senggang mereka,dan bercengkrama berbagai hal.Namun tiba tiba Arsen mendapat sebuah chat dari nomor yang tidak dikenal.
"Arsen,maafkan aku..tolong ,sekarang aku butuh bantuan kamu,kamu datang lah ke lokasi ini,sungguh aku butuh bantuan kamu,Alya" Isi chat itu.
Arsen mengernyitkan matanya,dia mencoba mengerti isi chat itu,semakin diselidiki dia semakin mengerti ,itu benar benar chat dari Alya,Alya membutuhkan bantuannya.
Tapi aneh kenapa tiba tiba,tanpa banyak kata Arsen pamit pada Kedua Orang tuanya untuk pergi kesuatu tempat.
"Ar,jangan pulang terlalu petang Sayang,kan mau makan malam bersama"Pekik Aluna.
"Iya Bunda Sayang,sebentar aja Kok,aku pamit sebentar ya"Sahutnya sambil menyalami Aluna,Arka,juga Arsyil dan Raisa.
"Abang Arsen kok terburu buru gitu Bun..?" Tanya Queen.
"Iya gak tau,mau kemana .."Jawab Aluna,tapi pikirannya dan hati tiba tiba merasa tak enak akan Arsen.
***
Arsen sempat mengernyit melihat keadaan sekitar,dia kembali menatap ponselnya dan membaca kembali isi Chat yang katanya dari Alya,dia sudah tanya tanya alamat yang yang tercantum disana,dan katanya ini.
Dia mencoba menelepon Nomor itu tapi tidak aktif,lalu tiba tiba dia mendengar suara jeritan seorang perempuan di dalam rumah kosong itu,yang sangat memekik ditelinganya itu.
Arsen langsung berlari dan mencari sumber suara itu ,mencari ke seluruh penjuru ruangan mencari asal suara itu,tapi tidak dapat dia temukan.
Hening
Itulah suasana di dalam sana,Hingga terdengar suara seseorang yang menggema disana.
"Ck..ck..ck..Tikus sudah masuk perangkap" Desis orang itu yang tak lain Erik.
Arsen menatap tajam pada Erik "Dimana Alya ?" Sentak nya pada Erik,tapi Erik hanya tertawa sarkas.
"Hahaha,kamu mencari siapa ?Alya ?Sayang keluar lah ada yang mencarimu" Teriaknya.
Arsen menatap kearah Seseorang perempuan yang sudah mengisi hatinya ini sedang berjalan ke arah mereka masih dengan keadaan tidak apa apa,bahkan Alya sedang tersenyum mengejek pada Arsen.
__ADS_1
Senyum itu bukan senyum polos dan indah yang sering Arsen lihat,tapi senyum yang membuatnya menjadi tak paham dan sedikit marah.
"Alya,kamu tidak apa apa ?"Seru Arsen yang hendak mendekati Alya.
"Stop !!berani mendekat,aku tidak akan tinggal diam..dan kamu begitu bodoh Arsen,percaya dengan isi Chat itu ?Ck,ck,ck bagaimana bisa aku hidup dengan orang bodoh seperti kamu !!" Decak Alya dengan tatapan tajamnya.
Arsen terhenyak menatap mata itu,mata polos itu sudah tidak ada.Itu seperti bukan Alya yang dia kenal.
"Kenapa ?kamu menyesal sudah menyukai aku ?kamu sudah tau aslinya aku seperti apa ?dan kamu tau ini jebakan yang aku buat untuk kamu !!Kenapa ?karena kamu sudah membangunkan singa tertidur,,karena perlakuan kamu kemarin,membuat Erik ku marah,dan kamu harus dapat balasannya" Decak nya lagi ,sambil mendekat ke Erik dan memeluk nya.
"Good Girls..loe lihat kan ,gue marah saat loe memegang tubuh kekasih gue kemarin !!dan loe harus dapatkan balasannya"Pekik Erik dengan tatapan menyala menahan Amarah.
Arsen hanya bisa diam membatu melihat adegan itu,dia tersenyum getir pada Alya,dia tidak menyangka Alya nya yang polos mampu melakukan hal ini.Tapi tidak dia tidak akan kalah begitu saja.
"Aku tidak akan menyerah Alya,aku akan tetap mengejar dan mendapatkan hati kamu,terserah sekarang kamu memperlakukan aku seperti apa ,aku tidak peduli,sekalipun kamu sakitin aku" Decak Arsen.
Alya terhenyak,kini dia tidak mampu menyembunyikan rasa harunya pada Arsen,dan Arseb bisa melihat di mata polos itu.
"Berani ,beraninya kamu !!"Pekik Erik,sudah menarik kaos Arsen dan menghentakannya ke tembok dengan keras,hingga terdengar pekikkan dari mulut Arsen.
"Sayang..apa yang harus aku lakuin pada orang ini ?" Desis Erik .
"Aku merasa risih Sayang,lakukan yang membuat dia kapok supaya tidak mengejar aku lagi,aku hanya milikmu Sayang.."Ujar Alya .
Erik tersenyum lantas dia memberikan pukulan bertubi tubi pada Arsen "Apakah seperti ini Sayang ?" Tanyanya pada Alya.
"Ya,lakukanlah Sayang,,sampai dia benar benar kapok,katakan padanya jangan mengusik hidupku lagi".
"Ok,Sayang.."Erik kembali memukul Arsen ,dan Arsen tak mampu melawan dia hanya diam.
Hingga dia sudah tersungkur lemas di lantai,dengan darah yang sudah bercucuran dilantai.
"Selain bodoh ,ternyata kamu lemah "Seru Alya.
"Bagaimana Sayang,kamu puas ?" Erik merangkul pinggang Alya
"Sebentar Sayang.."Alya berjongkok sehingga mampu menatap mata Arsen ,, "Cukup sudah jangan mengusik ku lagi,sayangi tubuhmu,sampai kapan pun aku tak akan membuka hati aku buat kamu lelaki bodoh dan lemah"Ucapnya ditelinga Arsen,tapi Arsen bisa melihat jelas mata Alya yang sedang memohonya dan penuh iba.
Alya berdiri dan mendekat pada Erik ,Erik menarik pinggang Alya lagi dan merapatkan tubuh mereka,lalu mencium bibir Alya di depan Arsen.
"Kamu hanya milik aku" Desisnya dan lalu pergi meninggalkan Arsen yang terkulai lemas disana sendiri.
__ADS_1
Arsen menatap kepergiaan Alya dengan air mata yang meleleh dipipinya.
***