
Hari hari yang Alya lewati selanjutnya dirumah itu tanpa ada keluarga Arsen,Alya masih menyesuaikan dirinya untuk tinggal disana.
Masih ada perasaan takut ,karena suasananya masih berbeda dengan suasana dirumah Orang tua Arsen.
"Pagi Bi Siti.."Sapa Alya pada Art yang usianya sudah diatas 40tahun itu
"Pagi juga Non Alya,duh Non Alya makin cantik aja deh"Kelakar Bi Siti.
"Bibi bisa aja deh."Sahut Alya terkekeh.."Mau masak apa Bi ,aku bantu ya"Serunya selanjutnya.
Dan Alya pun membantu Bi Siti untuk memasak Sarapan untuk Arsen,setelah tadi selesai Ibadah Alya baru turun.
Setelah selesai menyiapkan sarapan untuk Arsen,Alya pun kembali ke atas untuk melihat dan menyuruh Arsen kebawah.
"Ars,sudah selesai ?"Tanya Alya saat baru masuk ke kamar dan terlihat Arsen sedang didepan cermin.Arsen mengangguk
Rutinitas tiap paginya Alya menyiapkan segala kebutuhannya Arsen "Sini aku pasangin"Alya langsung mengambil dasi yang dipegang Arsen.
"Kamu cantik Al,mau kemana ?"Tanya Arsen.
Alya mendongkak sebentar "Oh iya aku lupa bilang,boleh gak hari ini aku mau keluar,bosan dirumah aja,aku mau keluar sama Sinta,katanya dia minta antar untuk cari baju bayi"Tutur Alya.
Alya sudah selesai memasangkan dasinya Arsen ,lalu memakaikan jas pada tubuh Arsen dan menepuk nepuk bahu Arsen "Suami ku ganteng banget sih !!"Celetuknya.
Arsen tersenyum,lalu menarik pinggang Alya dan kini mereka sedang berdekatan "Perginya kemana ?"Tanyanya lagi.
"Paling ke Mall yang deket aja,aku sama Pak Yufi kok,boleh ya"Ujar Alya memelas sambil melingkarkan tangannya dileher Arsen.
"Ya udah boleh,tapi ingat jangan terlalu capai ya.."
"Iya Sayang.."Alya mengecup bibir Arsen singkat,tapi Arsen langsung menyambar bibir Alya dan memanggutnya agak lama,hingga terdengar decapan dari kedua bibir itu.
"Udah ah..nanti kamu malah gak mau ke kantor lagi,ayo kita turun"Ujar Alya,sambil melepaskan tautan bibir mereka.
Arsen terkekeh,"Memang penginnya aku gak pergi hari ini"Ucapnya menyeleneh dan dapat cubitan dari Alya.
"Iihh,,udah ah jangan mesum aja,ayo sarapan dulu ,aku masak yang spesial untuk kamu"Alya menarik tangan Arsen dan Arsen mengikutinya
Mereka pun melangsungkan acara makan malam mereka dengan canda tawa,kemesraan selalu mereka lakukan,supaya tidak jenuh dalam hubungan mereka,Arsen juga selalu meluangkan waktu untuk pulang cepat biar bisa berduan.
Pernikahana mereka memang masih sangat singkat,baru berjalan Empat bulan ini,dan walaupun belum adanya kehadiran Baby diantar mereka,tapi tidak merubah untuk saling menyayangi satu sama lain.
***
Siang hari Alya pergi bersama Sinta teman masa SMAnya dulu,yang kini sedang mengandung anak pertamanya usianya sudah tujuh Bulan.
Dengan diantar supir Alya berangkat untuk menjemput Sinta dirumahnya,lalu pergi ke Mall bersama sama.
"Hay,Al..apa kabar ?kamu makin cantik aja Al"Ujar Sinta saat baru memasuki mobil.
__ADS_1
"Kamu orang yang sekian yang bilang aku cantik,kalian memuji atau meledek sih !!"Desis Alya.
Sinta terkekeh "Bener kok kamu makin kinclong,ya lah secara istri anak sultan"Selorohnya sambil terkikik.
"Aisshh..kamu ini ,aku baik Ta..kamu bagaimana ?perut kamu makin buncit aja Ta,kamu juga jadi gemuk"Ledeknya pada Sinta,tapi dalam hatinya dia sedih.
"Aku juga baik,babynya juga baik Al..kamu masih belum isi Al ?"Tanya Sinta.
Alya menunduk dan terdiam,ada rasa yang tak ia mengerti.Sinta yang melihat itu,jadi tak enak.
"Maaf Al.."Lirihnya.."Eh,gak apa Ta,aku memang masih belum isi,soalnya aku masih ingin pacaran"Seloroh Alya mengalihkan rasa sedihnya.
Sinta pun ikut tertawa,tak lama mereka sampai diMall yang akan dituju,tujuan mereka adalah masuk ketoko peralatan bayi.
Sinta dan Alya begitu terpana saat melihat baju baju Bayi yang terlihat lucu lucu itu,Alya pun jadi sedih dan ingin merasakan hal itu,juga membayangkannya kalau nanti sudah punya anak bersama Arsenio.
Hingga dua jam setelah puas membeli ini itu,mereka pun mengobrol ngobrol dulu disebuah cafe diMall itu.
Waktu masih menunjukan pukul 3 sore ,Sinta dan Alya pun bergegas pulang,tapi Alya tak langsung pulang setelah mengantar Sinta pulang,Alya berniat untuk ke kantornya Arsen.
Sampai di depan kantor,Alya pun disapa hangat oleh karyawan Arsen,Alyapun menyapa hangat balik mereka.
Alya memasuki lift khusus orang penting,tanpa memberitahu Arsen kalau dirinya akan kesana,Di depan pintu ruangan Arsen,tak terlihat ada sekretarisnya ,dan Aldi pun tak terlihat disana.
Alya langsung masuk saja keruangan Arsen,tanpa mengetuk pintu itu.
Ceklek
"Kalian sedang apa ?"Sarkas Alya.
Arsen yang sedang duduk dan di sampingnya ada sekretaris pengganti Alya dulu sedang memegang dada Arsen.Arsen pun langsung berdiri.
"Al.."Serunya lalu menghampiri Alya.
Alya masih mematung,dan mencerna apa yang dia lihat tadi "Kalian sedang apa ?"Tanyanya lagi penasaran dengan hati yang berselimut panas.
"Al,tenang dulu Sayang..ayo duduk dulu"Aja Arsen
Sekretaris pengganti Alya yang bernama Rani itu,menghampiri Alya dan Arsen.
"Maaf Pak,Bu.."Ucapnya sambil menunduk
"Keluar kamu !!"Decak Arsen menyuruhnya keluar,dan dia pun keluar.
Alya duduk disofa itu,masih dengan cemberut "Kamu apa apain sih Ars ?kamu mau main dibelakang aku ?"Decak Alya kesal.
"Tidak Al,tidak begitu Sayang..kamu salah menduga,lihat ini kemeja aku ,tadi dia menumpahkan air ke meja aku sampai kebaju aku,dan tadi yang kamu lihat itu Rani sedang membersihkannya dengan tisu,kamu salah paham"Tutur Arsen menjelaskan.
Alya masih memberengut kesal "Kamu bohong,kamu bosan sama akukan Ars,karena aku masih belum bisa kasih kamu anak !!"Sungutnya kesal.
__ADS_1
Air matanya sudah menggenang dipelupuk matanya,sekali berkedip sudah akan terjun bebas.
Arsen mengusap wajahnya kasar "Al,kenapa kamu bawa bawa itu,aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu Al,aku Sayang kamu,dan hanya kamu yang aku Sayang,sampai kapan pun,kamu salah paham Alya"
Alya masih terdiam,Arsen langsung menarik tangan Alya ke meja kantornya dan lalu memperlihatkan cctv yang terpasang disana.
Disana menunjukan apa yang terjadi,dan benar apa yang dikatakan Arsen tadi,Alya menunduk malu,dia sudah berburuk sangka pada Arsen.
Alya langsung memeluk Arsen "Maaf.."lirihnya di dalam pelukan Arsen.
"Hati aku tidak akan berubah,wanita yang tercantik hanya kamu dan tetap hanya kamu,kamu tidak akan tergantikan oleh apapun dan oleh siapapun,dan satu hal aku pinta jangan bahas soal anak,mari kita berusaha lagi,dan aku tidak memaksakan itu semua harus segera"Tutur Arsen.
Alya pun menangis dan menumpahkan air matanya disana,sungguh dia sudah sangat terlalu sudah berburuk sangka pada Arsen,padahal cinta Arsen lebih besar darinya.
"Alya,cinta aku hanya untuk kamu,kamu selamanya cintanya aku,satu satunya wanita dihati aku"Tutur Arsen lagi.
Alya mendongkak "iya aku percaya,maaf kan aku"
Arsen pun tersenyum lalu memanggut bibir ranum Alya,memanggutnya lembut,menyesap dan mencumbunya,lama lama ciuman itu semakin menuntut
Tangan Arsen pun sudah masuk kedalam dress yang Alya pakai,meremas kedua bukit kembar Alya.
"Emmmhhhh,Ars.."Desah Alya.
Arsen sudah menaikan dressnya Alya,lalu semakin instens meremas dan menyesap dada Alya.
"Arghhh..Ars,ini dikantor ,nanti ada yang masuk"Disela sela desahan Alya.
Arsen mendongkak,lalu memencet tombol kunci otomatis pada ruangnnya "Sudah tidak akan ada yang masuk lagi,sudah aku kunci,coba disini yuk,kan belum pernah coba dikantor "Selorohnya.
Alya mencebik "Kamu jangan gila Ars,masa dikantor " Decaknya sambil sedikit memukul dada Arsen.
Arsen sudah membuka jasnya,lalu kemejanya..gairahnya sudah diubun ubun saat itu.
"Gak apa Sayang ,aku sudah gak kuat"Arsen pun kembali memanggut bibir Alya.
Menjelajah seluruh tubuh Alya,mereka pun melakukannya diatas meja kerja Arsen,lalu beralih ke sofa ,dengan beberapa gaya yang baru mereka temukan,mereka lakukan disana.
Kembali saling memberi kenikmatan yang tiada tara,desahan itu menggema didalam ruangan kantornya Arsen,beruntung tempat itu kedap suara.
Mereka masih belum saling puas,lalu mereka melanjutnya diatas ranjang yang ada diruanganya itu,yang Arsen sediakan untuk beristirahat.
*
Aldi yang diluar pun paham apa yang dilakukan kedua temannya itu di dalam sana,Tadi Aldi sedang ada rapat dengan beberapa Staf,makannya dia baru kembali.
"Dasar dua sejoli,tidak mengenal tempat"Rutuknya.
sedangkan Rani,dia sangat merasa bersalah,dia takut Arsen dan Istrinya bertengkar karena dirinya,padahal dia sungguh sungguh tidak sengaja.
__ADS_1
***