Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^ Season 2^ Eps .2


__ADS_3

"Sayang.."Peluk Ardi dari belakang saat Naura sedang merapikan tempat tidur.


"Apa Mas,lepas geli iih.."


"Kangen.."Ardi membalikan tubuh Naura dan saat ini mereka saling tatap.


Perlahan Ardi mendekat dan akan men***m Naura ,namun sebelum penyatuan terjadi ,suara pintu kamar terbuka .


"Ayah,,Bunda..!!!"Teriak Aluna ,namun dia memalingkan mukanya melihat itu.


"Astagfirllah Luna,bisa tidak ketuk pintu dulu sebelum masuk. ?" Omel Ardi


Aluna yang diomeli menyengir kuda. "Lagian Ayah sama Bunda kesempatan aja kalau Adeva sudah tidur."


Ardi menatap masam pada Aluna.Sedangkan Naura hanya cekikikan lagi lagi aksinya Ardi gagal.


"Ada apa Luna?.."Naura menghampiri Aluna.


"Aku mau minta bantuan Bunda,Bunda mau bantu aku gak ?"


"Bantu apa sayang ?"


"Ayo dikamar Luna aja."


"Huh,gak yang kecil gak yang besar mengganggu saja.." Gerutu Ardi setelah Naura dan Aluna keluar dari kamar.


Sudah sekitar satu bulan, birahinya tidak tersalurkan, setiap mau melakukannya selalu ada gangguan dari ketiga anaknya itu.Dan sekarang pun juga diganggu lagi oleh Aluna.


Naura sudah dikamar Aluna membantunya membuat kerajinan yang ditugaskan dari sekolah.


Sedangkan kedua pria dirumah itu sedang Maen PS,Ardi keluar dari kamar dan melihat Arsyil yang sedang bermain PS,dia pun menjadi ikut ikutan.


"Ayah,jangan curang dong.."


"Ayah gak curang,kamunya aja yang lambat.."


"Gak ah Ayah curang.."


Mereka bermain PS tapi sambil banyak bicara dan suasana di ruang keluarga menjadi rame karena mereka.


"Ya ampun Ayah,Arsyil kalian berisik,nanti Adeva bangun." Omel Naura,saat dia turun dari lantai atas.


"Syil,udah kamu jangan main PS aja,sudah tidur sana.. !!"


"Kamu lagi Mas,bukannya ngelarang malah ikut ikutan main.." Ibu negara masih terus mengomel dan bergerutu.


Ardi hanya tersenyum,dia suka kalau melihat Naura yang marah marah seperti itu.


"Kamu masuk kamar Arsyil,dan tidur.." Tegas Naura


"Iya Bunda.." Arsyil berkata sambil membereskan PS nya.


"Ya udah yuk kita ke kamar juga,lanjut yang tadi.." Ucapnya dan tak segan segan Naura memukul ringan lengan Ardi.


***


Mentari pagi telah menampakan sinarnya,menuntut mereka untuk bangun dan melakukan berbagai aktivitas.


Seperti pagi sebelumnya rumah itu selalu ramai dan berisik akan tingkah laku ke dua adik kakak itu,selalu ada saja yang dipermasalahkan.

__ADS_1


"Asyillllllllllll......!!!!!!!" Suara Aluna menggema dirumah itu.


"Aluna,hey berisik ini masih pagi,ya ampun" Ibu negara sudah terlihat kesal


"Syil,kamu buat ulah apalagi sih pagi pagi udah berisik gini..!!" Omel Ardi.


"Tau tuh ka Aluna Ayah.."


"Arsyil balikin gak bukunya,sini balikin.."


"Kau yang ku tunggu dan kau yang ku nanti aku mencintaimu"


Arsyil masih menjahili Aluna dengan membacakan puisi yang Aluna tulia dibuku diarinya.


"Arsyil,balikin gak ?jangan dibacain ,cepet balikin Arsyil.."


"Bunda,tolong .."Mohonnya pada Naura


Naura hanya tersenyum geli dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua kakak beradik itu.


"Arsyil,udah balikin jangan ganggu terus kakak kamu,itu juga privasi Aluna,gak boleh gitu Syil gak baik.." Tutur Naura.


"Nih..!!" Arsyil pun mengalah.


"Lagian nih kakak masih sekolah juga sudah cinta cintaan,belajar kak belajar"


"Eh,tiap hari kamu maen PS aja itu namanya apa? kamu juga gak pernah belajar.." Jawabnya tak mau kalah.


"Gak belajar udah pinter aku.." Sombongnya kumat


"Cih..!!"


"Kamu anak kecil jangan ikut ikutan" Jawab Aluna


"Udah,udah sarapan dulu,nanti kesiangan."Ucap Ardi


***


"Eh,cewe kampungan..!!"


"Kakak panggil aku ?"


"Iya,sini Loe..!!" Dengan unjuk jari dia menyuruh Aluna menghampirinya.


"Ada apa kak ?"


"Pesenin kita makanan disono,kita lapar.."Titahnya pada Aluna.


"Tapi kak.."Belum sempat Aluna menjawab sudah disambar oleh cewe itu.


"Udah sana cepet pesenin,laper nih gue.." Perintah lagi.


Aluna pun tidak bisa berbuat banyak,dia menuruti perintah anak perempuan itu.


"Beb,pulang nanti anterin aku ke sana dulu ya.." Ucapnya dengan manja.


"Hmmmm.." Ucap anak laki laki disebelahnya.


Perempuan itu masih bergelayut manja dilengan anak laki laki itu.

__ADS_1


"Ini kak makanannya" Aluna yang sudah selesai membawa nampan berisi pesanan makanan para anak perempuan dan laki laki yang terkenal disekolahnya itu.


"Oh ,thanks" Ucap salah satu perempuan diantara mereka .


Aluna berbalik dan akan melangkah pergi,namun tiba tiba dia terjatuh menyenggol kaki salah satu daru mereka,dan tentu itu disengaja.


Aluna ditertawai oleh anak anak yang sedang berada dikantin,namun sejurus kemudian datang Fadil teman sekelasnya yang membantunya bangun.


Fadil berniat untuk melawan mereka,namun Aluna menghentikannya.Aluna langsung menarik lengan Fadil dan menjauh dari sana.


"Kamu gak apa Lun ?" Tanya Fadil.


"Gak apa ko Dil,udah biasa.." Aluna tidak pernah menangis,perlakuan mereka sudah biasa baginya,perlakuan mereka juga bukan hanya padanya namun pada anak lainnya.


Arka dan Vina adalah pasangan muda mudi yang cukup terkenal disekolahnya. Arka dan Vina terlahir dari keluarga kaya raya,Orang tuannya sama sama seorang pengusaha.


Namun kekurangan mereka selalu membuat onar disekolah,karena kesombongannya yang merajarela,dan mereka selalu berfikir segalanya bisa dilakukan dengan Uang .


"Aluna ..!! Teriak Seva ,yang baru mengetahui Aluna dikerjai oleh mereka.


"Kamu dikerjai mereka lagi ?Aduh nyesel gue gak nemenin loe tadi,tau gitu gue ikut.."


"Terus kalau ikut emang loe bisa melawan mereka hem..?" Kelakar Fadil.


"Ya gak sih,tapi kan setidaknya bisa bantu dia biar ga dikerjain.."


"Udah,udah ah kita masuk lagi ke kelas aja yuk"Ajak Aluna.


Mereka pun bergegas masuk ke kelas dan melanjutkan belajar nya.


***


"Syil.. !!"Panggil Raisa


"Apa ?" Jawabnya dingin


"Pulang bareng ya,aku mau kerumah Tante Naura.."


"Maaf,aku gak bisa mau ke rumah Revan dulu."Tolaknya halus.


Raisa cemberut,kesempataƱ untuk dekat dengan Arsyil tidak pernah ada,anak laki laki itu selalu bersikap dingin.


"Oh,ya sudah gak apa " Jawabnya


Arsyil pergi berlalu meninggalkan Raisa disana.Raisa mendesah kecil.


"Perasaan ka Aluna gak kaya gitu orangnya,kak Aluna itu periang juga cerewet ,tapi ko Arsyil dingin begitu ya.." Raisa dengan segala pemikirannya.


"Sa,loe lagi apa ?" Tanya salah satu temannya.


"Abis ketemu Arsyil,tapi dia masih kaya gitu aja,cuek "


"Lah dia emang gitu kali Sa,napa sih loe suka sama laki macam dia,lagian nih ya kita masih SMP loe udah maen suka sukaan,belajar woi belajar.." Celoteh Rani teman Raisa.


"Cuma rasa suka Rani,udah ayo ah.."


***


Selamat Membaca😊

__ADS_1


__ADS_2