Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 24


__ADS_3

🍃 Perjuangan Arka 🍃


3 hari sebelum ke Surabaya


"Sayang.."Dengan tiba tiba Nisa datang ke ruangan nya Arka sambil memeluk Arka begitu saja.


Arka kaget hingga dengan repleks dia melepaskan pelukan Nisa .


"Ngapain kamu ada disini ?" Terang Arka dengan nada jengkel,kehadiran Nisa disini membuatnya tak nyaman,apalagi dia masih di kantor ada Aluna disekitar sana.


"Aku kangen kamu,masa gak boleh nemuin calon suami" Manjanya.


"Aku kan udah pernah bilang,aku gak mau nikah sama kamu,tolong mengertilah Nis,jangan paksa aku"


"Gak bisa Arka,Mami dan Papi sudah bulat dengan keputusannya,sekali pun kamu membawa wanita pujaan hati kamu itu ke hadapan mereka ,mereka tetap memilih aku,karena aku wanita yang paling berpengaruh untuk keluarga kalian" Jelasnya dengan nada sombong.


Arka mendengus,wanita ini sungguh licik dengan kekuasaan yang orang tuanya punya,bisa berbuat seperti itu,Ck ingin rasanya memukul mulut itu.


"Kembalilah ke Surabaya Nis" Titah Arka.


"Aku mau kembali kalau bersama kamu sayang" Manjanya lagi sambil bergelayut ditangan Arka.


Sejurus kemudian Aluna masuk ke dalam ruangan Arka,karena disuruh meminta tanda tangan berkas kepada Arka.


Tok..tok..tok


"Masuk..Lepasin Nis !!"Titah Arka namun Nisa tak mau melepasnya malah dia lebih menempel pada Arka biarin katanya biar orang tau Arka miliknya.


Aluna masuk "Permisi Pak,ini ada yang harus Bapak tanda tanganni" Aluna berucap tanpa melihat ke arah Arka sebelumnya,lantas sedetik kemudian dia mendongkakkan wajahnya.


Deg..


Ada rasa cemburu disana "Aluna..!!" Arka yang menyadari kedatangan Aluna ,lantas langsung menepis tangan Nisa,dia beranjak berdiri.


"Maaf pak saya menganggu,tolong tanda tangani ,saya permisi" Ucap Aluna,hatinya tidak bisa dibohongi ada rasa panas dihatinya.


"Tunggu Aluna !!" Arka berdiri dan meghampiri Aluna dia pegang kedua bahunya.


"Tolong jangan salah paham ya.." Jelas Arka.


"Oh jadi ini wanita yang kamu pertahanin,sampai menentang kedua orang tua kamu Arka !!" Omel Nisa ,dia menghampiri Arka dan Aluna.


"Kamu jangan berharap banyak Arka itu milik aku,sampai kapan pun kamu gak bisa milikin dia sebentar lagi kami akan menikah" Celoteh Nisa lagi sambil bergelayut lagi ditangan Arka.


Aluna menatap sendu Arka,ada rasa sakit disana .


"Lepasin,gak Aluna seperti yang pernah aku bilang sebelumnya,tolong percaya dan tunggu aku ya" Terang Arka.


"Gak Arka,kamu tetap akan menikah dengan aku,ngapain sih wanita rendahan kaya gitu kamu pilih,dimana harga diri kamu Ka "


"Aku permisi dulu" Aluna pamitan keluar ruangan,hatinya kembali sakit,dia tau perbedaan seperti apa antara dirinya dan Arka.


"Aluna tunggu ..!! Arka mencoba mengejar Aluna,tapi Nisa menarik tangan Arka.


"Kamu mau kemana "Cerca Nisa


Arka mendengus kasar,dia kesal dengan Nisa.


Aluna beranjak ke kamar mandi,ujian apa lagi yang akan dia hadapi nanti,dia baru ketemu calon yang akan dijadikan istri untuk Arka saja dia sudah dapat penghinaan seperti itu,apalagi bertemu kedua orang tuanya !!Apa kah dia bisa bersatu dengan Arka !!.


Dia memejamkan matanya,seraya menahan sesak di dadanya,ingin dia menangis namun dia tahan karena dia sadar saat ini dia masih berada dikantor.


Hingga sampai pulang Arka tidak menghubungi Aluna,bahkan menemui nya tidak.


"Aluna..!! "


Aluna menoleh pada sumber suara,dia berharap Arka yang memanggilnya,namun salah itu Fadil.


"Fadil..kamu lagi apa disini ?" Tanya Aluna.


"Jemput kamu dong Aluna ,,Ayo aku mau ngajak kamu kesuatu tempat" Ajak Fadil.


"Mau kemana emang ?"


"Rahasia dong,kalau aku masih tau dulu gak seru"


Mereka pun bergegas pergi ke tempat yang Fadil rencanakan.

__ADS_1


*Diruangan kantor.


"Kamu apa apain sih Nis,sini kembaliin Handphone aku"


"Gak ya,aku tau kamu bakalan ngehubungi wanita itu,dan aku gak akan ngebiarin gitu aja"


"Kamu jangan ikut campur urusan aku Nisa"


"Bukan urusan aku kamu bilang !!ini jelas urusan aku,kamu itu calon suami aku,dan kamu dengan tega nya sudah selingkuh dari aku"


"Denger ya Nisa,dari awal sampai saat ini hanya kamu yang menganggap aku begitu,aku sama sekali tidak,aku kan sudah bilang aku menolak ini semua,tapi kalian yang maksa aku,maka silahkan kalian nikmati sendiri" Tegas Arka.


"Wah tempatnya bagus banget Dil"


"Kamu suka ?"


"Iya,aku suka ..kamu tau tempat ini dari mana ?"


"Ada yang merekomendasiin sama aku,lagian tempat ini kan udah terkenal"


Fadil membawa Aluna ke sebuah bukit yang terkenal diBandung,dari atas sana mereka bisa melihat kota bandung.


"Lun,duduk dulu sambil ada yang mau aku bicarain sama kamu"


Dan mereka pun duduk disalah satu bangku sambil menunggu makanan datang.


"Apa yang mau kamu bicarain Dil ?"


"Sebelumnya aku minta maaf,tapi aku tidak bisa menyimpan nya lagi,aku suka sama kamu Lun"


Aluna terperanjat mendengar pernyataan Fadil,dia pikir selama ini Fadil menganggapnya teman,dan tak punya perasaan apa apa padanya.


"Maksud kamu apa Dil ?"


"Iya dari sejak SMA,aku udah sama kamu Lun,walau aku tau yang kamu sukai itu Arka,tapi sampai saat ini aku masih mencintai kamu"


"Dil.."


"Aku tau,kamu tak perlu menjawabnya sekarang"


Ya saat itu hati Fadil terasa tertusuk belati tajam,tapi mau bagaimana lagi Aluna harus jujur tentang hal ini,dan Fadil harus tau.


"Maafkan aku Dil,tak aku pungkiri aku berterima kasih banyak sama kamu,karena selama ini juga kamu sudah menemani aku,tapi Maaf aku hanya menganggapmu sebagai teman saja"Terang Aluna.


"Baiklah tak apa Lun,aku doakan semoga bahagia dengan Arka,tapi tunggu Lun kenapa tiba tiba dia datang dan melamarmu ?"


Aluna dibuat bungkam akan hal itu,"Ada sesuatu hal yang gak bisa aku ceritakan Dil,ini hal pribadi" Jelas Aluna.


"Ok,aku tidak akan memaksa,semoga kamu bahagia,tapi jika dia tidak membahagiakan kamu,maka aku akan ambil kamu darinya Lun" Tegas Fadil.


"Maaf Dil.."


"Sudah tak usah dipikirin lagi Lun,lupakan apa yang aku katakan tadi"Terang Fadil lagi .


"Sekali lagi Maaf Dil dan terima kasih"


***🍂🍂


Satu minggu lebih sudah Arka tidak ada menghubungi Aluna, membuat Aluna merasa sedih bahkan dikantor pun Arka sudah tidak ada, yang katanya dia sudah pulang ke Malang.


Ada rasa takut menghampirinya,selama itu hatinya gelisah,hatinya merasa was was.


"Sayang,kamu lagi apa ?"Naura datang kelantai atas dan melihat Aluna sedang berada dibalkon.


"Eh Bunda,Luna lagi cari angin aja Bunda" Ujar Aluna.


"Kamu bohong Lun,ada yang sedang kamu pikirin kan ?"


Aluna langsung memeluk Naura," Bun,Kak Arka sudah satu minggu ini tidak ada kabar,bahkan katanya dia sudah pulang ke Malang,aku takut Bunda"


"Apa yang kamu takutkan Nak ?takut Arka pergi lagi ninggalin kamu ?takut Arka tidak jadi menikahi kamu ?,Sayang denger Bunda memang tidak tau apa yang sedang Arka lakukan disana,tapi Bunda yakin sangat yakin,kalau Arka sedang memperjuangkan kamu"


"Mungkin Arka sedang sibuk,berpositif lah sayang"


"Tapi Aluna takut Bun,Aluna tau Kak Arka berasal dari mana"


"Sayang,percayalah sama dia,dia sedang memperjuangkan kamu disana,Bunda yakin itu"

__ADS_1


Kata kata Bunda mampu membangkitkan rasa percayanya lagi pada Arka,dia harus yakin Kalau Arka pasti sedang berjuang untuknya.


** Di Surabaya


Saat itu handphone Arka masih dikendalikan oleh Nisa, dan saat itu juga Mami dan Papi menyuruh Arka segera pulang ke Surabaya bersama Nisa.


"Besok kamu harus pulang ke Surabaya,Mami gak mau tau ya Arka,kamu sudah membuat Nisa menangis" Telepon dari Mami saat Malam itu sebelum besoknya dia pulang ke Surabaya.


Arka benar benar merasa terpenjara oleh Nisa,handphone nya dia sita,tiap dia mau pergi Nisa tiba tiba menangis,Arka tidak bisa melihat wanita menangis apalagi karena dirinya.


Maka sejak saat itu dia tahan akan rindunya pada Aluna,dia tau pasti Aluna banyak berpikiran buruk padanya.


*Arka dan Nisa sudah diSurabaya,tentu disambut baik oleh Papi dan Mami keduanya.


Maminya Arka sempet ngomel ngomel karena sudah membuat Nisa menangis.Setelah Nisa dan kedua orang tuannya pulang ,Mami pun mengomel mengomel lagi pada Arka.


"Kamu ini bagaimana sih,Nisa tuh jauh jauh dari Surabaya cuma pengen ketemu sama kamu,kamunya malah nyakitin dia,wanita seperti apa sih yang kamj sampe banggain gitu,inget ya Arka kamu harus tetap menikah dengan Nisa." Omel Mami


"Mi,mami gak bisa maksain aku terus,Mami gak pengen aku bahagia ?"


"Justru karena Mami pengen kamu bahagia Arka,makanya kamu nikahkan dengan Nisa"


"Mi,Arka sudah besar ,Arka sudah punya pilihan sendiri,Mami jangan paksa Arka seperti anak kecil lagi,yang harus nurut sama Mami"


"Kamu berani melawan Mami Arka !!"


"Gak Arka gak berani melawan Mami,tapi Mami pernah mengajarkan Arka sedari kecil,kalau Arka harus jadi lelaki yang bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan,maka saat ini yang Arka lakukan untuk mempertanggung jawaban itu Mi"


"Maksud Kamu ?"


"Arka mau bicara sama Mami dan Papi"


"Apa yang mau kamu bicarakan Arka ?cepet katakan !!" Sentak Mami.


"Arka ingin ada Papi juga Mi.."


"Baiklah sebentar"


Dan Mami memanggil Papi,Mereka sudah berkumpul diruang keluarga.


"Kamu mau ngomong apa lagi Arka ?masih mau membahas soal pembatalan pernikahan kamu ?jangan harap Arka,kecuali kamu mau kehilangan semuanya"


"Lebih baik Arka kehilangan semua itu Pi"


"Maksud kamu,jadi kamu lebih memilih hidup tanpa fasilitas dari Papi Arka ?dimana pikiran kamu itu ?apa yang membuat kamu mengorbankan itu semua ?" Sentak Papi lagi.


"Pi,Papi pernah bilang kalau jadi laki laki itu harus punya tanggung jawab yang penuh,lelaki yang bertanggung jawab itu hidupnya akan damai,maka ini yang Arka lalui"


Sejurus kemudian Arka bersimpuh dikaki kedua orang tuanya .


"Mi,Pi Maafkan Arka tidak menjadi anak yang kalian harapkan,maafkan Arka yang sudah mengecewakan kalian,Arka selalu berbuat ulah,selalu membuat kalian pusing,Arka tidak menyalahkan kalian,karena dulu kalian jarang ada buat Arka,namun ini sepenuhnya salah Arka"


"Maafin Arka juga kalau Arka tidak setuju dengan pernikahan pilihan kalian,Arka sudah berjanji pada seseorang untuk menikahinya"


"Gak bisa Arka,kamu harus tetap menikah dengan Nisa"


"Mi dengerin Arka dulu" Sergah Arka.


"Semua bermula dari kesalahan Arka Lima tahun yang lalu,Arka sudah memperkosa wanita itu Mi,Pi" Jelasnya lagi.


Mami dan Papinya tentu terperangah kaget,apalagi sang Mami rasanya seperti tertusuk benda tajam.


"Maksud kamu apa Ka?" Desak Mami sambil mengguncang guncangkan bahu Arka.


"Maaf Mi,Lima tahun lalu Arka sudah merusaknya, lima tahun lalu juga Arka membuatnya menderita,sekarang Arka ingin menembusnya karena dulu Arka tidak bisa maka sekarang saat ini,dan Arka mencintainya Mi ,Pi"


Papi beranjak berdiri,dipukulnya Arka olehnya membuat Mami menangis histeris .


"Dasar anak tidak tau diuntung,tidak tau diri" Papi Arka murka ,amarahnya sudah di ubun ubun.


"Pi,lepasin Pi,jangan pukul Arka lagi Pi" Mami masih menangis histeris,hingga dia tak sadarkan diri.


Dan mereka membawa Mami kerumah sakit,kata dokter Mami syok,hampir saja beliau akan terkena serangan jantung.


Saat itu Arka begitu sangat terpukul melihat sang Mami terbaring lemah,karena ulahnya.


***

__ADS_1


__ADS_2