
"Di..panggilkan Mitha dan dia " Perintahnya pada Aldi tanpa menyebut nama Alya.
"Baik pak..tapi mohon maaf dia punya nama pak,namanya Alya"Ujar Aldi.
"Di..kamu mau saya turunkan jabatannya !!" Decak Arsen pada sang asistenya itu,dan Aldi hanya menyengir.
Aldi kadang sudah tau sifat dan sikap sikapnya Arsen,kadang mereka seperti teman ,kadang seperti atasan dan asisten juga.
Mitha dan Alya sudah diruangan Arsen,Arsen menatap keduanya,tapi tatapan tajam hanya tertuju pada Alya.
"Mitha,ajarkan dia semua tanpa ada yang terlewat,aku tidak mau ada kesalahan sedikit pun,yang katanya dia cocok jadi pengganti kamu" Ujar Arsen.
"Baiķ pak,akan saya ajarkan dia semua yang sudah aku pelajari ,Bapak tenang saja..tadi sejak awal aku mengenal nya,aku rasa dia orang yang sangat bekerja keras dan gampang mengerti."Jelas Mitha.
"Ok,lakukan tugasmu..sekali lagi aku tekankan ,jangan ada kesalahan sedikitpun"Ujarnya lagi dengan Tegas.
"Baik pak,ada lagi ?kalau tidak ada,kami permisi"Ucap Mitha.
"Tunggu..kamu dan Aldi saja yang keluar,biarkan dia disini,aku harus memberi dia sesuatu dan mengetesnya"Ucapnya dengan senyum sinis.
Mitha dan Aldi saling menatap,"Apa lagi yang kalian tunggu !!"Decaknya pada mereka berdua
Mereka pun keluar dari ruanganya Arsen,Alya masih mematung dengan masih menunduk.Arsen berjalan menghampiri Alya,saat sudah agak dekat,Alya mendongkakkan kepalanya lalu perlahan dia mundur dan mundur,Arsen semakin mendekat.
Hingga sampai Alya mentok dipintu,Tangan Arsen sebelah kiri menyentuh pintu dan tangan kanannya hendak menyentuh wajah Alya,Alya menutup matanya saat Arsen membelai wajahnya dengan lembut.
Lalu tangannya turun ke dagu lancipnya Alya,desiran hangat menyeruak diseluruh tubuh mereka,jangan ditanya soal jantung,sudah berdisco sejak tadi.
"Buka matamu.."Ujar Arsen selanjutnya dengan masih memegang dagu Alya,dan tatapan mata mereka .beradu.
Tatapan itu saling menyiratkan kalau mereka saling merindukan satu sama lain.
Arsen menunduk,dan wajahnya bergeser kebelakang lalu dia berbisik"Alya Zaskia Putri,masih ingatkah siapa aku ?" Desisnya tepat ditelinga Alya.
Alya merasa semakin merinding dibuatnya,Arsen sudah kembali ke depan wajahnya "Arsenio.." Ucapnya gugup
"Ya,,aku Arsenio orang yang sudah kamu lukai tubuhku,,oh..bukan hanya tubuh tapi hatiku juga,,"
"Maaf..maafkan aku Sen,sungguh semua bukan rencanaku,maaf"lirih Alya.
__ADS_1
Tangan Arsen mencengkram dagu Alya ,masih sedikit lembut namun membuat wajah Alya mendongkak.
"Ahhhh..."Desis Alya.."Kamu bilang Maaf,segitu gampangkah kamu mengucapkan kata itu Alya !!"
"Maaf Sen,maafkan aku."lirih Alya kembali,air matanya sudah lolos dikedua pipi Alya.
"Sekarang kamu sengaja datang kesini ,ingin mendekati aku dan menghancurkan apa yang aku punya lagi Alya ?" Sentaknya kembali.
"Ti..tidak Sen,aku tidak melakukannya,sungguh aku butuh pekerjaan ini Arsenio dan aku tidak tau kamu pemilik perusahaan ini "Air matanya terus berderai ,Arsen masih mencengkram dagunya kini sudah agak keras.
Arsen melihat air mata Alya,lalu dia hempaskan wajah Alya dan melepaskan cengkramannya.Alya memegang dagu yang tadi dicengkram Arsen,masih sambil terisak.
"Hahahhah,seorang Alya membutuhkan pekerjaan ?tidak salah aku dengar ?mana mobil mewah yang membawa kamu,mana rumah mewah yang kamu tempati Nona Alya ?" Masih dengan nada dingin Arsen terus berucap.
Alya mendongkak,dia menatap Arsen yang kali ini sedang membelakanginya "I..itu semua buk.."
Sebelum Alya meneruskan Arsen sudah berkata lagi "Apa keluarga kamu sudah bangkrut ?sehingga datang kesini,atau memang atas niat lain untuk menyakiti aku lagi"
"Ti..tidak sungguh Sen tidak,itu tidak benar sama sekali,tolong jangan berpikiran begitu,maafkan aku yang dulu"Lirih Alya.
"Alya......!!!!!" Teriak Arsen ,kini Arsen menatap kembali Alya.
"Iya aku mengerti"Ucap Alya.
"Hapus air mata palsu mu itu dan keluar !!"Sungut Arsen.
Alya menatap Arsen ,bertahun tahun tidak bertemu sudah merubah sikap Arsen,dan itu juga karena dirinya sendiri,dulu Arsennya yang mengejar dirinya,mengatakan dia suka padanya.
Kini dia menjauh,bahkan sudah tidak ada lagi kelembutan pada sikapnya itu.
***
Alya keluar dalam ruangan ,disana masih ada Aldi dan Mitha yang sedang menunggu dan ingin tahu ada apa.
"Kamu habis menangis Al ,?mata kamu sembab gitu ?apa yang Pak Arsen lakuin sama kamu ?"Tanya Mitha beruntun ,Aldi pun tak urung melihat mata sembab Alya.
Padahal Alya belum saja bekerja sama sekali,Arsen sudah maen membuatnya menangis saja.
"Ah..tidak apa apa Mbak,bisa kita mulai mbak"Ujarnya,Mitha dan aldi kembali saling tatap.
__ADS_1
"Apakah kalian pernah saling kenal dimasa lalu Al ?" Celetuk Aldi,dan Alya langsung menatap Aldi ,tapi tidak lama.
"Emmm,tidak ada Pak.."jawab Alya.
Aldi akhirnya masuk ke ruangan Arsen,setelah beberapa detik lalu dia memanggilnya,dan Alya mulai mempelajari apa yang harus dia kerjakan.
Kini dia mau tau harus menghadapi Arsen,karena dia membutuhkan pekerjaan ini,ini memang sulit ,tapi mau bagaimana lagi.
***
Satu minggu sudah Alya bekerja disana,karena dari orok sudah punya otak cerdas maka Mitha tak begitu sulit dalam mengajarkan Alya,selama satu minggu juga Arsen dan Alya bersikap propesional ,walaupun Arsen begitu dingin padanya.
Dan entah karena hari ini Alya sedang banyak pikiran,soal hutang ibunya itu,karena pihak mereka meminta keputusan setelah satu minggu kemudian,Alya merasa takut,dia harus bagaimana,rumah itu satu satu nya hal yang berharga untuk dirinya.Maka hari itu pikirannya begitu kalut,jadi ada beberapa pekerjaan yang kacau yang dia lakukan.
"Kamu tau apa yang sudah kamu lakukan hari ini Alya !!kamu buat kacau agenda Saya !!dan kamu tau berapa kerugian kamu sebabkan !!" Sungut Arsen tak segan segan membentak Alya.
Wanita yanh dulu dia puja puja,yanh dulu dia kejar kejar,rasa kesal dan egonya masih tinggi .
Alya menunduk "Maafkan saya pak.."Ucapnya menyesal.
"Maaf..selalu kata itu yang kamu ucapkan !!kamu baru satu minggu disini Alya !!"
"Pak Arsen mohon maaf,ini juga kesalahan Saya,karena bagaimana pun dia masih anak buah saya,jadi kalau Bapak mau marah pada Saya saja pak" Mitha menyahut,bagaimana pun Alya masih pegangan dirinya,walaupun saat itu dirinya sedang ada kegiatan lain.
"Mitha,kamu tidak usah membela dirinya,karena dia disini yang salah,jadi kamu diam !!dan dia yang harus menanggung semuanya !!"Sentak arsen lagi.
Aldi yang ikut berada disana,hanya diam menatap Arsen ,ya begitulah kalau sesuatu yang karyawannya kerjakan tidak beres,ujung ujung pasti dia yang kena imbasnya.
"Mitha kamu beri dia pekerjaan yang banyak,atau bisa biarkan dia lembur sampai malam !!" Tegasnya
"Dan kamu Aldi,segera tuntaskan apa yang terjadi saat ini,selesaikan segera masalah ini !!" Tuhkan apa,baru saja di kira kira..sudah kena aja dirinya,batinnya berkata.
"Baik pak.."Ucap Mitha dan Aldi serempak.
"Keluar kalian semua" Usirnya pada mereka
Selepas mereka keluar,Arsen memijit keningnya ,merasa jengah memang hari itu Alya sudah membuat masalah.
***
__ADS_1