Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 3^ Part 25


__ADS_3

Senin pagi yang sibuk


"Di,aku titip disini .."Ujar Arsen saat dia sudah siap untuk ke Surabaya bersama Alya.  


Perusahaan yang di Surabaya sedang colaps,saat ini membutuhkan dirinya atau Arka,tapi dirinya yang memilih pergi.  


"Siyap Pak..semoga lancar disana,dan hati kalian juga dilancarkan" celetuk Aldi.  


Arsen langsung menatap tajam pada Aldi "kamu mau saya---"Belum selesai bicara ,Aldi sudah memotongnya.  


"Mohon maaf Pak,pesawat akan segera berangkat" Ucapnya.  


Arsen hanya menggeram kesal pada Aldi,dan Alya hanya menundukan kepalanya merasa gugup.  


Arsen dan Alya sudah tiba dipesawat yang akan membawa mereka ke Malang,selama perjalanan tak ada percakapan apapun antara mereka.Entah saling gugup atau entah kenapa.  


Beberapa waktu kemudian mereka sampai diSurabaya,diBandara Arsen sudah dijemput supir dari rumah Oma ,Opa nya yang berada disana,dan mereka juga akan istirahat disana.  


"Ar.."Alya memulai pembicaraan ,saat mereka sudah dimobil.  


"Iya Al,ada apa ?"  


"Maaf,kalau aku bicara unformal sama kamu,aku hanya ingin bertanya,apa kamu membenci aku ?"   


"Benci kamu ?sejak kejadian itu,aku berusaha ingin membenci kamu,tapi aku tak bisa..tapi jujur hatiku terluka Al"  


"Maafkan aku Ar,aku memang bodoh,aku menyesali semuanya,seharusnya aku tak melakukan hal itu padamu"  


"Sudahlah Al,semua sudah berlalu,itu hanya masa lalu kita.Sekarang aku yang ingin bertanya sama kamu,apakah selama ini kamu hidup dengan baik ?"  


"Aku baik baik saja Kok Ar,"  


"Serius ?apakah saat ini kamu membutuhkan bantuan aku ?"  


Alya sempat terdiam,memang saat ini dirinya sedang membutuhkan bantuannya,tapi dia masih sedikit gengsi.  


"Tidak Ar,aku baik baik saja kok"  


"Sikap angkuhmu masih saja ada,terus aja berpura pura Al,kamu memang pintar"Gumam Arsen dalam hati.  


"Baiklah.."jawab Arsen singkat.  


"Emmm,Ar..boleh tanya lagi ?"  


"Apa ?"  


"Emmm,apa kamu sudah ,me..menikah ?"  


Arsen menautkan kedua alisnya "Menikah ? Iya aku sudah menikah"  


Deg  


Rasanya jantung Alya seperti akan copot pada tempatnya,ada rasa yang tak terima disana.  


Arsen menyeringai tipis "Kenapa Al ?kalau aku belum menikah,kamu mau sama aku ?" Ucap Arsen ,sambil dia mendekati Alya.  


Repleks Alya memundurkan wajahnya,karena saat ini wajah Arsen tepat ada di depannya,hanya berjarak beberapa cm.  


"En..enggak begitu Ar,ya syukur kalau kamu sudah menikah,aku ikut bahagia"Ucapnya gugup,tangannya sudah meremas rok spamnya.  


"Hahah,lanjutkanlah apa yang ada dipikiranmu Al"Ucap Arsen,lalu kembali menegakkan tubuhnya.  


Alya terhenyak,tak mengerti apa yang Arsen bilang tadi.  


Mereka sampai dirumah besar keluarga Arka,setelah Oma ,Opanya meninggal rumah itu hanya ditinggali oleh pelayan pribadinya mereka,masih dirawat dengan rapi.  


Alya menganga melihat bangunan besar dan mewah ini .  Pelayan Oma,Opa menyapa Arsen dan Alya dengan ramah.  


"Selamat datang Den Arsen ,dulu kesini udah lama banget,sekarang sudah gede lagi,ganteng lagi"Ucap Bi Narsih dan Pak Bambang pelayan dan orang yang dipercaya untuk merawat rumah itu.  


"Iya Bi..bibi sama paman apa kabar nya ,?"  


"Kita baik Den,ini sama siapa ?calon aden kah ?"Tanya Bi Narsih.  


Membuat Arsen dan Alya menjadi gugup."Bukan Bi,ini sekretaris Arsen"  


"Oh,kirain..kalian cocok sih,ayo masuk..Bibi udah beresin kamar yang akan ditempati"  


"Baik,terima kasih Bibi,paman"  


Mereka berdua melangkah kelantai atas menuju kamar ,Arsen akan tidur dikamar utama,dan Alya dikamar tamu sebelahnya.  


"Kamu istirahat dulu aja disana Al,nanti siangan  kita baru berangkat lagi"  


"Iya,Pak.."  


Alya merebahkan dirinya ditempat tidur,dia mencoba memejamkan matanya ,namun tidak bisa,akhirnya dia memilih jalan jalan saja sekitar rumah itu. 


"Non Alya sedang apa ?tidak istirahat ?" Tanya Bi Narsih. 

__ADS_1


"Gak bisa Bi,duduk disini Bi"Ajak Alya ,saat ini mereka sedang ditaman belakang. 


"Bi,kalau boleh tau ,ini rumah siapa ya ?"Tanya Alya penasaran. 


"Ini rumah Oma,Opanya Den Arsen Non,mereka sudah meninggal lama,dan mereka menitipkan rumah ini pada Bibi dan keluarga" 


"Oh ..begitu pantas saja Bi" 


"Iya Non..mereka itu orang baik Non ,sudah memberi tempat buat Bibi sekeluarga,padahal ini rumah besar sekali kan Non,," 


"Iya Bi,Bi..jangan panggil Non dong..yang lain aja ya ?geli rasanya" 


"Panggil apa dong Non,gimana Neng aja  ya" 


"Nah,boleh tuh Bi " 


"Neng, udah lama kerja bersama Den Arsen ?" 


"Belum Bi,baru juga 2 minggu ini,masih tahap belajar ini juga,tapi sudah diajak langsung buat mendampingi Pak Bos" 


"Berarti Neng udah dipercaya sama Den Arsen Neng,,dulu terakhir Bibi melihat Den Arsen waktu Oma,Opa nya meninggal mereka kesini" 


Mereka masih bercakap cakap seru,sehingga tak menyadari adanya Arsen disana. 


"Senyum kamu tetap Sama Al.."lirihnya. 


"Ehemmm"Arsen mengangetkan Bi Narsih dan Alya. 


"Eh,Den Arsen..butuh apa Den biar Bibi siapin ?" Tanya Bi Narsih seraya berdiri. 


"Tidak Bi,aku mau bawa Alya dulu ya Bi"Ujarnya sambil menarik tangan Alya.Dan Bi Narsih hanya tersenyum. 


"Kita mau kemana Pak ?" Tanya Alya. 


"Ikuti saja aku Al.."Titahnya. 


Arsen pun menyuruh supir untuk mengambil mobilnya ,lalu dia masuk ke pintu kemudi tapi sebelum itu membuka pintu sebelahnya untuk Alya,Alya pun menurut. 


Arsen mengendarai mobilnya tanpa supir ,membelah jalanan kota Malang,Dia sengaja ingin membawa Alya kesuatu tempat,hingga sampai disebuah taman yang ada danau kecil disana. 


"Turun Al.."Titah Arsen. 


Alya yang tidak mengerti hanya mengikuti apa yang Arsen perintahkan.Arsen langsung menggenggam tangan Alya dan membawanya ke tengah tengah taman itu,disana banyak anak anak yang sedang bermain. 


Ada yang bersepeda,main layangan ,lari larian,begitu juga banyak muda mudi yang pacaran. 


Anak anak yang ada disana tiba tiba menghampiri Alya,lalu menariknya meminta nya untuk menemani bermain balon gelembung,dengan senang hati Alya mau,hingga tawa riang dan renyah nampak dibibirnya. 


Membuat Arsen ikut tersenyum ,setelahnya mereka jalan jalan berdua menelusuri taman itu mendekati danau,disana sudah tidak ada anak anak. 


Alya menatap indah pada danau itu,rasanya hatinya merasa tenang dan damai.Entah ada angin apa Arsen mendekat ke Alya. 


"Ar,apa yang kamu lakukan ..lepas"Desisnya saat Arsen memeluk Alya dari belakang. 


"Diamlah,dan tetap seperti ini sebentar saja"Lirih Arsen di bahu Alya. 


Alya pun menjadi diam "Aku rindu kamu Al.."Lirihnya lagi. 


Alya membulatkan matanya namun tak urung dia tersenyum. 


"Ars,jangan begini"Alya melepaskan pelukan Arsen dan menjauh darinya.


Arsen pun tak memaksa Alya lagi,kini mereka berjalan dengan saling canggung,dan saling gugup pastinya.


*** 


Keesokannya. 


"Bagaimana ini,kenapa bisa sampai terjadi hal ini !!sampai saya harus datang kesini !!"Sentak Arsen pada orang yang sudah dipercaya Arka untuk mengurus perusahaan disini. 


"Mohon maaf Pak,saya akan segera menyelesaikannya," Ujar Pak Jaka.


"Cepat jadwal dan aturkan rapat hari ini ,seluruh yang berkaitan harus hadir !!"Sentaknya lagi. 


Setelah pusing dengan perusahaan itu,hingga sampai sore.Arsen dan Alya memilih makan malam diluar,karena waktu juga sudah mepet ke jam makan malam,jadi tidak akan sempat sampai ke rumah. 


"Kamu mau makan apa Al ?"Tanya Arsen. 


"Samakan saja Pak .." 


"Al,kita sudah gak dijam kerja,berlakulah sebagai teman" 


Alya tersenyum malu ,setelah memesan makanan mereka sempat mengobrol ngobrol sebentar.Tak lama datang seseorang. 


"Arsen..!!" Seru orang itu yang seorang wanita cantik,tinggi,putih.


"Rania ..?"Pekik Arsen ,wanita yang bernama Rania itu langsung berhambur ke Arsen dan mencium pipi kanan dan kiri Arsen. 


"Apa kabar ?kangen tau "Serunya lagi. 

__ADS_1


"Baik..baik..kamu bagaimana ?kapan pulang ?" 


"Baik juga Kok,lima bulan yang lalu Ar..kamu lagi apa diMalang ?" 


"Lagi mengurus perusahaan yang disini ,sedang terguncang" 


"Ohh,,eh,itu siapa ?pacar kamu ?cantik juga tuh !!"Bisiknya pada Arsen. 


"Bukan,sekretaris aku..Al, kenalkan ini Rania" 


"Alya .."Ucap Alya.. "Alya !!" Gumamnya Rania,lalu dia menyeringai  


"Hay,aku Rania pacarnya Arsen" Ucap Rania,dan Alya membulatkan matanya. 


Arsen menatap tajam pada Rania,dan Rania hanya cekikikan ,lalu "Pak,saya permisi ke toilet dulu ya"Ucap Alya. 


"Ran,kamu apa apain sih !!" Decak Arsen tak suka. 


"Hahaha,aku tau siapa wanita itu ,bukannya dia Alya ?kalian kok bisa bersama ?terus tadi kamu bilang dia sekretaris kamu ?" 


"Ya itu dia,ternyata takdir mempertemukan kita lagi,justru itu kita bisa bertemu lagi,karena dia menjadi sekretaris aku" 


"Wah,jodoh itu Ar !!terus ,terus gimana  perasaan kamu ketemu lagi dia ?aku tau betul kamu gak berharap mau bertemu lagi dengannya !!" 


"Banyak hal yang gak aku tau Ran,ternyata dulu dia hanya dijadikan robot oleh teman satu sekolah kita,supaya menjauhi aku" 


"Iyakah !!wah..nanti kamu harus cerita banyak padaku Ar,sekarang aku harus pergi dulu,oh iya insya Allah .,aku mau merried sama Ramon,nanti aku kabarin lagi ya,iya bagaimana kabar Aldi ?"


"Aldi baik,syukurlah kalian jadi juga menikah,semoga dilancarkan Ran,,"


"Ok makasih ya,salamin aja buat Alya mu itu ya"Ucap Rania.


Rania pergi begitu saja,Rania itu teman masa kuliahnya dulu di Inggris. 


Alya sudah kembali "Eh,pacar Bapak kemana ?"Tanya Alya. 


"Kamu percaya dia pacar aku ?" 


"Eh,,tadikan dia bilang gitu " 


"Kenapa kamu cemburu pada dia ?" 


"Hah !!maksudnya ?" 


Arsen hendak mau membalas Alya,tapi ponselnya berdering ,nama Syila manja terpangpang..Dia kembali senyum menyeringai,dia ingin tau gimana reaksi Alya. 


"Hallo,waalaikum salam..ada apa My Baby ,my sweety Honey,sayangku "Jawab Arsen. 


"....." 


"Baru mau makan malam,masih nunggu makanan nya Sayang,kamu mau apa nanti aku belikan ?" 


"....." 


"Ok,Baby...sudah ya mau makan dulu,bye bye sayang,muach" 


Terlihat Alya yang meremas sendok dan garpu dikedua tangannya,Arsen bisa melihat itu. 


"Pasti itu istrinya ?"..batinnya dalam hati. "Aishh,apa sih yang aku pikirkan,itukan hak mereka,kenapa aku harus marah"sekarang gumamnya. 


Arsen mencoba menahan tawanya,melihat raut wajah Alya yang sedikit kesal itu. 


"Jangan percaya apa yang kamu lihat dan kamu dengar Al..karena semua tidak seperti itu !!" Desis Arsen ditelinga Alya. 


Alya masih mematung,apa maksudnya Arsen itu. 


*** 


Di Bandung 


"Kamu kenapa dek !!"  


Syila mematung sambil menatap ponselnya itu,dan Queen tiba tiba lewat .. 


"Kak Queen..kok Kak Arsen aneh ya ?" 


"Aneh kenapa ?" 


"Kok,kau merasa geli tadi ya,Kak Arsen bilang Baby,Sayang,honey,terus diakhiri dengan muach.." 


"Masa !!" 


"Iihh..iya bener Kak Queen,masa gak percaya,Kenapa ya !!" 


"Kamu aja yang salah dengar" 


"Gak iih..kak Queen tunggu !!" 


*** 

__ADS_1


__ADS_2