Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
#Bab 41 "Kecelakaan"


__ADS_3

"Naura.. !!!" panggil Lista. Ya saat ini mereka ada dikampus,setelah lima hari kejadian itu,Naura melakukan aktivitas seperti biasanya.


"Iya Ta..gak usah teriak teriak gitu juga kali..!!"


"Kamu baik baik aja kan..? Ka Randi sudah menceritakannya sama aku,kenapa kamu gak cerita sama aku Ra..?"


"Bukan gak mau cerita Lista,aku pikir ini masalah aku dan ka Ardi,dan lagian kita baru ketemu lagi kan.."


"Iya juga sih,sabar ya Ra aku tahu perasaan kamu sekarang.."


"Iya Ta,saat ini aku hanya mencoba percaya sama Ka Ardi Ta.."


"Aku masih penasaran apa iya sampai terobsesinya dia ingin miliki ka Ardi sampai lakukan itu ,dimana ya harga dirinya itu.."


"Sttttt kamu gak boleh ngomong gitu Ta,kita tunggu saja,kebenaran akan terbukti ko.."


"Ahhhhh sifat kamu yang gini nih yang bikin aku kesal,udah jelas jelas melihat dengan mata kepala sendiri,sekarang seakan akan tidak terjadi apa apa .."


"Bukan gitu Ta,hati aku memang sakit Ta,tapi entah aku melihat kejujuran dari mata Ka Ardi,dan setelah mendengarkan penjelasan Bunda dan Ayah soal Ka Bella,aku merasa Ka Ardi benar sedang dijebak olehnya.."


"Walaupun nih ya aku belum lama dengan ka Ardi,tapi aku yakin dia gak mungkin kaya gitu Ta,dan walaupun dia masih belum nerima aku,aku sangat sangat yakin Ka Ardi gakkan berbuat hal yang sangat dibenci ALLAH SWT.."


"Kamu hebat Ra.."Ucap Lista sambil memeluk Naura,betapa bangganya dia punya sahabat seperti Naura.


"Ke cafe yuk,lapar nih..".


"Yuk..."


Dan disanalah saat ini mereka,di cafe depan kampus mereka,tempat favorit mereka.


"Ra,makan kamu ko banyak gitu,yakin tuh abis,biasanya gak pernah pesan makanan sebanyak ini.."Ujar Lista yang merasa heran melihat porsi makan Naura,ditambah beberapa makanan yang lainnya.


"Aku lapar banget Ta,lagian ini semua sangat menggoda.."Ucap Naura sambil mengunyah memakan makanan yang ada dimeja.


Sedangkan Lista,mengernyitkan alisnya,merasa aneh dengan sikap Naura,dia tahu betul Naura gak pernah makan sebanyak itu.


"Apa mungkin dia hamil ya,makannya banyak gitu,apa mungkin iya..wah gue bakalan punya ponakan nih.."gumamnya.


"Ra.."


"Hmmmm"Yang masih mengunyah makanan

__ADS_1


"Kamu ngerasa ada yang aneh gak ditubuh kamu..."


"Maksud kamu..?"


"Maksud aku beberapa waktu ini kamu merasa ada yang aneh gak ditubuh kamu,atau merasakan apa gitu..?"


"Beberapa hari ini aku hanya merasa sering lelah aja,kadang pusing dan mual ,tapi nih ya kebanyakan aku sering banget lapar,padahal dirumah aku udah sarapan tapi lapar lagi.."


"Kamu kapan terakhir datang bulan..?"


"Datang bulan..?Seingat aku udah lewat 3 minggu ini aku belum datang bulan,Astagfirllah.."Naura menutup mulutnya saat dia sadar dia sudah lewat dari datang bulan.


"Nah kan,tebakan aku benar..coba kamu perikskan sama dokter Ra.."


"Apa mungkin iya Ta aku hamil...?"


"Mungkin saja Ra,makanya ayo kita cek ke dokter kandungan,atau paling tidak ditest pack aja dulu Ra.."


Naura hanya diam,ini seharusnya menjadi kabar yang membahagiakan untuk Naura,tapi dari raut wajahnya sangat terlihat kegelisahan,rasa takut menyelimutinya,pikiran pikiran negatif kembali berkeliaran diotaknya.


"Ra,aku tahu kegelisahan kamu,sabar ya.."Lista yang mengerti akan itu memeluk Naura,dan disana Naura menangis sejadi jadinya.


"Tenang Ra,seperti yang kamu bilang tadi,kita serahkan semua pada ALLAH SWT ya.."


Tangisan Naura reda,dan tiba tiba ada panggilan telepon masuk dari Ardi..


"*Assalamualikum Ra,masih dikampus ?"


"Waalaikum salam Ka,iya ka lagi dicafe depan sama Lista.."


"Oh..kakak jemput ya,kakak sudah selesai ko pekerjaannya,sambil kakak mau bawa kamu ke suatu tempat*.."


Mereka pun mengakhiri percakapan ditelepon tadi,Naura menunggu Ardi dicafe tersebut .


****


Ardi sudah sampai disana,dia bergegas menemui Naura dan mengajak Naura pergi kesuatu tempat yang tadi dia sudah janjikan.


"Kita mau kemana ka.."


"Pokoknya ke suatu tempat,ayo.."

__ADS_1


Mereka berjalan beringingan menuju tempat parkir mobil,sedangkan Lista pergi kembali ke dalam Kampus.


Ardi memarkirkan mobil dilapangan sebelah kampus Naura,mereka akan menyebrang sambil bergandengan tangan,tapi ada mobil yang tiba tiba melaju kencang.


Brukkkkkk


Tubuh Naura terpental dan terjatuh keaspal,darah bercucuran disekitar kepala dan tubuh Naura.


"Naura...!!!!"Ardi berteriak histeris melihat tubuh istrinya tergeletak diatas aspal.


"Tolong,tolong panggilkan ambulan,aku mohon tolong.."Masih terisak menangis dan memeluk tubuh Naura dengan erat.


Disisi lain seorang wanita terlihat pingsan setelah terbentur setir mobilnya sendiri dan mobil dalam keadaan menabrak pohon.


Ya wanita itu adalah Bella,Bella sudah ada disekitaran sana dan melihat Ardi dan Naura,dia marah bagaimana tidak,dia pikir Ardi dan Naura sedang marahan,tapi tidak apa yang dia lihat saat itu.


"Sialan,,ok Ardi kalau gue gak milikin loe,maka orang lain pun tidak bisa.."Gumamnya


Hingga saat mereka menyebrang ,Bella melajukan mobilnya ke arah mereka berdua,pikirannya benar benar sudah hilang akal,hingga niat jahat meliputinya.


Tapi Naura yang sadar adanya mobil yang melaju kencang dia mendorong Ardi secepat kilat kepinggir jalan dan Alhasil dia sendiri yang tertabrak mobil Bella.


***


Naura dibawa ke rumah sakit,dia segera dibawa ke UGD..Ardi menelepon kedua Orang tuannya dan Mertuanya.


Perasaannya sungguh sangat kalut,rasa takut,khawatir,jelas dia rasakan.Seharusnya dia saja yang tertabrak tadi,seharusnya dia saja yang ada dibrangkar rumah sakit itu,kenapa Naura.


Perasaan takut kehilangan menyelimutinya,seperti rasa kehilangan Alm Nayla.Dia menangis dlterduduk diatas lantai,betapa rapuhnya dia,dia bahkan belum membuktikan kalau dia tidak salah.


Hentakan kaki terdengar menggema dilorong rumah sakit,Bunda dan Ayah sudah tiba disana.


"Ardi apa yang terjadi dengan Naura nak,,kenapa dengan Naura..?"


Ardi masih terdiam menangis,lidah nya kelu saat akan menceritakan kejadian tadi,tapi berhubung ada saksi yang ikut mengantarkan Naura kesana,dia pun menceritakannya pada Bunda dan Ayah.


"Astagfirllah Aladzim..Naura..!!"


Bunda menangis tersedu sedu dan memeluk tubuh Ardi memberinya kekuatan.


***

__ADS_1


__ADS_2