
Dikamar Alya nampak terlelap tidur saat sesudah banyak menangis.
Arsen menggedor gedor pintu,tapi tak ada sahutan dari Alya.
Arsenpun semakin merasa resah saat itu,begitu juga dengan Aluna,mereka takut ada apa apa pada Alya ,atau kemungkinan Alya bisa melakukan hal yang aneh aneh.
"Ini ada apa Bun ?"Tanya Arka ,saat dia juga baru pulang dari kantornya
"Ayah.."lirih Aluna dipelukan Arka.
"Kenapa Bunda ?Arsen ?"Tanyanya lagi.
Aluna pun menceritakan juga kejadian tadi pada Arka dan ada Syila disana juga.Mereka juga menggeram marah pada teman teman Aluna.
"Kan Ayah juga bilang,jangan berteman dengannya ,suaminya aja ngomongnya gak pernah difilter,apalagi istrinya itu,mereka berdua sama saja !!"Sungut Arka menahan Marah.
Aluna pun menunduk merasa bersalah "Iya Maaf Yah"Tuturnya.
"Iisshhhh,nyebelin banget emang Tante Mila itu !!"Sungut Syila menambahi.
"Sudah didobrak aja Ars.."Seru Arka. Bisa saja pakai kunci cadangan ,tapi pasti Alya menguncinya di dalam,dan itu akan sulit,Arsen pun mengiyakan.
Dengan sekali tendangan kaki Arsen ,pintu langsung terbuka,Arsen langsung berlari dan melihat Alya masih terlelap tidur.
Arsen menghela nafas lega,dan dia berlutut lalu tersenyum,Alya kalau tidur memang seperti beruang,yang berisik saja dia tidak bisa mendengarnya.
Arka,Aluna dan Syilapun sama bisa bernafas lega saat itu. Lalu mereka turun dan membiarkan Arsen disana,untuk menenangkan Alya.
Arsen pun membersihkan dirinya dan mengganti pakaian yang masih ada sisa disana.
***
__ADS_1
Alya sudah terbangun dari tidurnya dan melihat ada Arsen di depannya yang sedang tersenyum padanya.
Alya langsung berhambur kepelukan Arsen ,Arsen pun membalas pelukan Alya,dia tau saat ini hati Alya sedang terluka.
Arsen mengelus elus punggung Alya "Ars ,maafkan aku masih belum bisa kasih kamu anak"Lirihnya.
"Ssttttt,No Alya..jangan membahas soal itu Ok,kita makan dulu yuk,kata Bunda kamu belum makan siang,nanti kamu sakit Sayang"Sahut Arsen dan mengajaknya untuk makan siang,padahal hari sore mau mahrig
"Nanti aja Ars,sekalian makan malam,Ars kenapa aku belum hamil ya ?apa benar yang dikatakan Tante Mila kalau aku itu man..."Alya belum selesai bicara karena Arsen langsung memotongnya.
"No Alya..jangan bahas soal ini ya,jangan diambil hati omongan Tante Mila,dia hanya iri saja pada kita"Ujar Arsen menenangkan Alya.
"Gak Ars,aku belum kasih kesempurnaan buat kamu.Aku takut nanti kamu akan meninggalkan aku"Lirih Alya dan dia kembali menangis.
Arsen kembali memeluk Alya,dia juga terus berusaha menenangkan Alya supaya tidak bersedih lagi,dan membujuknya untuk makan setelah menyelesaikan Ibadah.
Makan malam pun sudah siap ,semua sudah hadir disana,Queen juga sudah pulang,karena tau ada Alya disana.
Diruang makan pun mereka tidak membicarakan lagi soal itu,mereka hanya fokus pada makan saja,Arka dan Aluna tau masalah itu sangat sensitif,takutnya malah menjadi mengganggu ke kesehatannya Alya.
Setelah makan malam selesai,Arsen dan Alya pamitan diri untuk pulang kerumah mereka,Dan selama itu Alya tidak banyak bicara,dia lebih banyak diam,saat diperjalanan pulang pun Alya hanya diam.
***
Bukan hanya malam itu saja,perubahan itu terjadi dihari hari berikutnya,Sungguh Alya lebih banyak diam.
"Ars,sarapannya sudah siap,turun ya"Ujar Alya seperti biasa rutinitas pagi hari.
Arsen menatap wajah Alya,yang sangat tidak berseri itu,dia elus wajah itu lalu dia tarik pinggang Alya.
"Al,honeymoon kedua yuk,kamu deh yang rekomendasiin tempatnya,kemana pun kamu mau aku siap bawa kamu"Ajak Arsen.
__ADS_1
Alya masih terdiam "Bukan waktunya membahas itu,nanti masakannya keburu dingin"Ujarnya.
Arsen menghela nafasnya "Sayang,please jangan begini,mana Alya yang ceria,mana Alya yang cerewet,jangan berubah jadi orang lain Al ,aku merasa kehilangan sosok kamu sesungguhnya"
Ujar Arsen yang merasa Alya memang sudah sangat berubah,dia rindu Alyanya yang cerewet itu.
"Kamu suka aneh aneh aja kalau bicara,udah ayo katanya ada meeting"Alya pun menarik tangn Arsen hingga keruang makan.
Alya masih seperti biasa melayani Arsen,tapi yang berbeda adalah perubahan dirinya menjadi lebih banyak diam.
"Al,mau kerumah Bunda ?"Tanya arsen di sela sela makannya.
Alya menggeleng kan kepalanya,setelah selesai Alya mengantar Arsen sampai teras rumah,Arsen sudah bersiap untuk pergi kerja
"Kalau gitu,ikut aku ke kantor yuk !!"Ajak Arsen lagi.
"Gak Ars,aku hanya ingin dirumah,udah sana pergi ,nanti telat loh"Ujar Alya meraih tangan Arsen dan mencium punggung tangannya.
Arsen pun tak banyak bicara lagi hanya bisa menghela nafasnya lagi ,lalu dia kecup kening Alya ,lalu ke bibir dan sedikit memanggutnya sebentar.
"Ingat Al,aku mencintai kamu,sampai kapan pun aku mencintai kamu"Lirih Arsen sebelum pada akhirnya dia melangkah pergi dan masuk ke dalam mobil.
Alya melambaikan tangannya pada Arsen,setelah Arsen tak terlihat,dia kembali menangis,batinnya sungguh sudah terganggu perkataan Tante Mila masih teriang ditelinganya .
Dan seharian itu Alya hanya berdiam diri di dalam kamar,hanya menatap kosong pada apa yng dilihatnya.
Arsen pun yang dikantor merasa sangat bingung,harus berbuat apa lagi,dia yakin sangat yakin,Alya masih sedang memikirkan soal itu.
Soal belum adanya anak didalam rumah mereka,padahal Arsen sudah sangat tidak menuntut hal itu,meskipun beberapa tahun kemudian mereka masih belum dipercaya punya anak ,Arsen akan tetap setia pada Alyanya.
Toh dia masih bisa mengadopsi anak,yang terpenting dia masih bisa bersama Alyanya itu.
__ADS_1
***