Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 3^Part 2


__ADS_3

Ar,mau bareng ayah ?" Seru Arka saat mereka hendak mau berangkat ke sekolah.


Queen dan Syila akan diantar supir pribadi,bersama Aluna karena Aluna akan mengantar Syila dan menunggunya,karena akan ada rapat sekolah.


"Baiklah ,tapi jangan diturunin di depan gerbang sekolah ya !!"Sahut Arsen.


Arsen memang tidak mau menunjukan jati dirinya kalau dia anak dari Arka seorang pengusaha yang sudah terkenal dikota nya itu.


Arsen hanya ingin tampil apa adanya,bahkan sebelumnya Arsen selalu minta diantar oleh Pak Agus selaku tukang kebun rumahnya,dibonceng pakai motor saja,dan beberapa kali juga Arsen selalu pakai angkutan umum.


Begitulah Arsen,sifat baiknya menurun dari Aluna,tapi untuk hari ini  dia ikut saja Arka.


"Bunda..kita berangkat dulu,gak apa Luna tinggal dulu sebentar?" Pamit Aluna pada Naura.


Naura yang memakai kursi roda,karena ia juga sedang sakit,dan ada perawat khusus yang merawatnya.


"Tak apa Sayang,pergilah dulu..hati hati ya cucu cucu Oma"Pekiknya pada anak anak Aluna.


"Iya Oma..kami berangkat sekolah dulu,Assalamualaikum" Seru semuanya


"Waalaikum salam.." Sahut Naura.


Perjalanan ke sekolah Asyila hanya memakan waktu 15 menit,Aluna turun duluan bersama Syila,dan Queen masih melanjutkan perjalanannya sekitar 20 menitan lagi.


"Om,Arsyil..."Pekik Syila memanggil Om nya yang mengantar Daffin karena Daffin dan Syila satu sekolah


"Hay,ponakan Om yang cantik.."Sambut Arsyil.


"Papah nanti Daffin pulang nya kerumah Bunda Luna dulu ya,pengen ketemu Oma" Pinta Daffin ,Daffin memang memanggil Aluna dengan sebutan Bunda,baginya Aluna Bunda kedua setelah Raisa.


"Ya udah,Daffin nanti ikut pulang aja sama Bunda Luna sama Syila juga ya ,nanti pulang kerja Papah jemput Daffin kesana" Tukas Arsyil.


"Ok,Papah..Papah hati hati ya"


"Iya Sayang,semangat belajarnya dan jangan nakal,Kak nitip Daffin ya ,nitip juga kalau ada informasi,Raisa tidak bisa ikut Baby Bila lagi demam,,Arsyil pergi ke kantor dulu ya kak" Pamit Arsyil pada Aluna. Dan Aluna mengiyakan.


***


"Sen.." Pekik Dani teman satu sekolah Arsenio yang tau rahasia Nio kalau dirinya anak orang kaya.


"Hay,Dan.."


"Tumben diantar pakai mobil,biasanya juga tidak mau" Ujarnya sambil merangkul bahu Arsen.


"Ya,lagi mau aja bareng Ayah..besok besok gak lagi ,,takut ketahuan"Sahutnya sambil tertawa.


Dari saat dia masuk sekolah menengah atas itu,Arsen tidak terlalu banyak teman hanya beberapa saja,karena tau Arsen yang selalu naek bis kota ke sekolahnya dan tak sebanding dengan mereka.Arsen tau sekolah itu kebanyakan hanya orang orang kalangan atas.


Makanya Arsen tidak mau terlalu mencolok dia anak orang kaya,karena pasti saling memanfaatkan dirinya,jadi dia memilih jadi orang apa adanya saja,tapi walaupun begitu pesonanya tidak mampu membohongi dirinya ,tetap saja dia akan terlihat tampan dengan penampilan apa adanya pun.


Anak perempuan disekolah itu tentu terpesona padanya,bahkan banyak yang mendekatinya termasuk geng anak cewe yang terkenal akan gaya dan penampilannya yang mencolok.


Mereka terdiri dari Angel (ketua geng,dan yang tercantik),Dini,dan Fitri,mereka anak dari kalangan pengusaha juga tentu pada sombong.

__ADS_1


Angel sudah menyukai Arsen dari sejak pertama kali bertemu dengannya.Angel juga tau selama ini Arsen hanya menutupi dirinya saja .Makanya Angel tak gentar mendekatinya.


"Bebh,Arsen..sudah datang, ke kelas bareng yuk " Ajakanya pada Arsen sambil memeluk lengannya.


Arsen jelas merasa risih " Lepas Ngel.." Pekik Arsen


"Bebh ,kok kamu gitu sih,,jangan abaikan aku dong,"Angel masih tidak tau diri ,masih saja bergelayut manja dilengan Arsen.


Dani yang disamping Arsen,menatap jenggah pada Angel,dan tak suka akan perlakuan nya pada Arsen.


Dini dan Fitri hanya mengikuti mereka dari belakang,sambil menatap iri pada Angel karena bisa mendekati Arsen.


Sampai dikelas,Mata Arsen langsung tertuju pada perempuan cantik yang beberapa waktu ini mengisi pikirannya ya gadis cantik yang dia sukai itu.


* Alya Zaskia Putri *


Anak perempuan yang terlahir dengan garis wajah yang cantik,pintar dan terlihat pendiam.Sebenarnya dia hanya anak perempuan biasa yang bisa sekolah disana karena otak pintarnya,dan mendapatkan beasiswa disana.


Tentu membanggakan,dia juga tidak banyak bergaul dengan yang ada disana,dia cuma punya satu teman yang setia padanya,dan tau seluk beluknya kehidupannya.


***


Pertemuan pertama sejak kelas dua dan awal Arsen menyukainya.


Tiap istirahat Arsen selalu menghabiskan waktunya diperpustakaan membaca baca dan mempelajari tentang dunia bisnis.


Walaupun Arka tidak memaksa Arsen untuk menggantinya kelak,tapi entah Jiwa Arsen ingin mengenal akan dunia bisnis Ayahnya.


Kala itu dia melihat anak perempuan yang tak lain Alya yang sedang susah payah ingin meraih sebuah buku dirak atas,Arsen melihatnya dan merasa kasihan akhirnya dia bantu.


Hingga kini posisi nya Alya ada diatas tubuh Arsen,mereka saling menatap beberapa menit,dari sana Arsen menilik wajah Alya,wajah polos tanpa polesan apa pun,mata yang bulat,bibir yang tipis ,membuatnya terpesona saat itu.


Dan semenjak itu,Arsen diam diam selalu mengikuti Alya,melihatnya dari jauh. Tak lama cinta itu hadir hanya dengan menatap wajahñya dan melihat senyum indah dari Alya.


Arsen juga sudah menyelidiki asal usul Alya,dia sudah tau kalau Alya sekolah disana karena beasiswanya,maka dari itu dia semakin menyukai Alya.


Alya yang dia kenal saat pertama kali sangat ramah,dia bahkan mau berkenalan dengan Arsen,dan mereka juga sempat beberapa kali mengobrol.


Tapi lama kelamaan,sikapnya menjadi berubah pada dirinya,Alya selalu berusaha menghindar darinya,setiap dia menyapanya Alya langsung pergi begitu saja.


Walaupun Alya selalu menolak keberadaanya itu,dan segala cara Alya lakukan untuk menjauhi Arsen.Tapi Arsen tak mau menyerah begitu saja.


"Hay,Al.." Sapanya pada Alya dan duduk di kursinya,kursinya tepat ada di depan Alya.Karena mereka kini sudah satu kelas .


Alya yang merasa terpanggil hanya menyambutnya dengan anggukan kepala dan senyumnya.


Deg


Setiap melihat Alya tersenyum,jantung Arsen bergemuruh cepat.


Angel yang melihat Arsen yang selalu perhatian pada Alya bahkan sampai tersenyum pada Alya ,terlihat marah dia mengepalkan tangannya merasa geram.


Sekeras apapun Arsen mendekati Alya,nampaknya tidak bisa,karena Alya selalu menghindarinya,Alya begitu karena dirinya merasa tidak pantas di dekati seorang Arsen.

__ADS_1


***


"Queen.." Sapa Naya sahabat Queen disekolahnya.


"Hay,Nay.." Sapa balik Queen dan mereka cipika cipiki


Disusul datangnya Desi,Meli,dan Anggun sahabat Queen juga yang sebenarnya mereka hanya memanfaatkan nya saja.


"Eh,Queen..nanti siang ke Mall yuk,ada diskon loh disana,kita lihat lihat yuk" Ajak Anggun 


"Wah,serius ditoko apa ?ayo pulang sekolah kita kesana,tapi aku mau ijin dulu sama Bunda" 


"Gak usah ijin lah,cuma bentaran aja kok Queen" Sahut Desi 


"Gak bisa gitu,kamu harus ijin dulu Queen" Sahut Naya,Naya bisa membaca raut wajah mereka yang punya niat jahat pada Queen.


Tapi Queen tidak pernah menyadari itu,dia selalu termakan omongan mereka,padahal Naya sering kali mengingatkannya.


"Ya ,udàh deh tapi bentaran aja ya,jangan lama lama" Tuh kan itulah Queen.


Desi,meli dan Anggun tersenyum licik,mereka behasil merayu Queen.Naya hanya menghela nafas saja.


"Hay,Queen cantik," Sapa Dion anak laki laki yang terkenal disekolahnya ,dia kakak kelas Queen.


"Hay,kak Dion.."Sapa balik Queen dengan malu malu.


"Kamu makin cantik aja sih.."Godanya dan membuat rona merah dipipi Queen muncul.


Naya yang melihat itu,semakin merasa jengah pada mereka yang selalu berpura pura itu,lantas dia langsung menarik lengan Queen dan menjauh dari sana.


"Queen,ayo sebentar lagi bel masuk berbunyi" Pekiknya supaya Queen menjauh dari mereka.


"Tunggu Nay,aku kan lagi bicara sama Kak Dion" Sahut Queen.


"Aduh Queen,jangan percaya sama dia deh,dia itu playboy tau gak !!jangan kemakan rayuan nya" Decak Naya.


Tapi Queen tetap tak percaya ,dia mau memaki Naya tapi bel sudah berbunyi jadi tertunda.


***


Dirumah


Daffin ikut dengan Aluna,Saat sudah sampai rumah Daffin langsung berlari ke kamar yang Naura tempati bersama Syila juga,terus mereka ganti baju,lalu makan siang dan bermain bersama Naura.


"Oma..Daffin kangen sama Oma.." Serunya sambil memeluk Naura.


"Oma,juga kangen Daffin..baru pulang sekolah ya !!"


"Iya Oma,,kita main yuk Oma disini aja mainnya,sama Syla juga"Ajak Daffin


Dan mereka bermain dikasur ,karena Naura sedang berada dikasur.Mereka nampak senang sekali.


Sudah menjadi kebiasaan mereka,karena Naura Oma satu satunya mereka juga,Oma dari Arka juga sudah meninggal,jadi hanya tingga Naura.

__ADS_1


Aluna melihat keadaan itu,membuat Aluna tersenyum bahagia.


***


__ADS_2