Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 3^ Part 43


__ADS_3

Alya masih berdiam diri dikamar mandi,sedangkan Arsen sudah memilih untuk membersihkan dirinya dikamar mandi yang ada diluar. 


"Al..masih di dalam,kenapa lama ?"Ujar Arsen mengetuk pintu kamar mandi. 


Alya yang kaget langsung menjawab "Eh,iya Ars aku belum selesai"Selorohnya. 


Alya pun memulai membersihkan dirinya,lalu dia bingung,apa yang harus dia pakai,dan karena dia ingin dapat pahala,maka dia memakai lingeri seksi itu,dengan jantung yang berdegub kencang dan gugup yang banyak,dia keluar kamar mandi tapi dia menutupinya dengan bathrobe putih. 


Arsen yang mendengar suara pintu dibukapun menoleh pada sumbernya,dan melihat Alya keluar dengan memakai bathrobe.Arsen sedikit menahan nafasnya,dan menelan salivanya dengan kasar,pikiran mesumnya sudah berkelana apa yang ada dibalik bathrobenya Alya itu. 


"Al,aku kira kamu ketiduran di dalam,lumayan lama kamu disana"Desis Arsen,sambil berjalan dan menghampiri Alya. 


Alya tersenyum "Gak kok,tadi aku keasyikan saja berendamnya,habisnya enak badan juga jadi segar"Kilahnya. 


"Ya sudah ganti baju dulu gih"Titahnya,padahal dia pengennya sudah langsung menerkam Alya. 


Alya terdiam,dia masih bingung dan terutama masih gugup,Alya pun bergerak dan berbalik membelakangi Arsen,Arsen lalu duduk kembali ditepi ranjang,sambil menunggu Alya ganti baju diruangan tempat ganti baju. 


Alya masih terdiam,jantungnya kembali berdegub kencang,dirinya merasa seperti wanita penghibur saat itu,tapi dia menepisnya seketika.Lalu dia perlahan membuka tali bathrobenya dan langsung berbalik ke arah Arsen. 


"Ars.."Panggilnya pada Arsen,Arsen pun mengadah dan menatap Alya. 


Matanya membulat sempurna,jantungnya berdegub kencang juga,adik kecilnya tiba tiba menyesak saat melihat tubuh Alya yang begitu terlihat sempurna dibalik lingerinya. 


"Al..kamu"Desisnya dengan menelan salivanya. 


Alya pun mendekat dan melepas sempurna Bathrobenya "Ars,aku merasa malu..ini tadi hadiah yang dari Tante Raisa,aku.."Belum selesai Alya berbicara,Arsen langsung menarik tangan Alya dan kini berada dipangkuan Arsen. 


"Kamu mau menggodaku hem.."Ujar Arsen,Alya semakin gugup,tubuhnya sudah bergetar hebat menahan gugupnya itu. 


"Ti..tidak tadi kan kamu menyuruh untuk ganti baju"Tuturnya. 


Arsen tersenyum misteri sungguh dia sangat tergoda pada Alya saat ini. 


"Kamu yakin sudah siap malam ini ?"Tanyanya lagi pada Alya. 


Alya menunduk "Aku harus siap Ars,tadikan aku bilang ini kewajiban aku"Tutur Alya lagi. 


"Baiklah,malam ini dan seterusnya kamu akan menjadi milik aku seutuhnya,jangan menyesal Okay !!"Lalu Arsen membenahi posisi Alya yang masih dipangkuannya menjadi Alya yang menghadap padanya. 


"Tapi,Ars pelan pelan ya..kata orang MP itu sakit"Lirihnya malu malu. 

__ADS_1


"Kamu tenang saja,ini juga pertama kali buat aku,jadi nikmati saja apa yang aku lakukan malam ini"Ujar Arsen. 


*** 


Dengan perlahan Arsen menekuk tekuk Alya dengan tangannya lalu menyatukan bibirnya dengan bibir Alya,dan kini sudah menyatu,tangan satunya memegang pinggang Alya. 


Kedua tangan Alya sudah melingkar dileher Arsen,dia menikmati cumbuan dari bibir Arsen dibibirnya,ciuman itu awalnya lembut tapi lama lama kelamaan,saling berbalas dan mengecap lalu saling menuntut. 


Setelah puas dibibir,ciumannya turun keleher jenjang Alya,Alya menggeliat geli merasakan sentuhan itu,Arsen terus  menciuminya dan memberi tanda kepemilikan disana. 


Alya mendesah kecil "Ars..arghhh"Desahnya. 


Membuat tubuh Arsen semakin terbakar kabut nafsu,perlahan dia merebahkan tubuh Alya,mata mereka saling berpandang,lalu Arsen kembali memanggut bibir Alya dan tangannya sudah tidak bisa dikondisikan dia raba raba tubuh Alya dibalik lingeri itu,mengelus perut meraba bekas jahitan akan lukanya waktu itu.


"Ini Sakit gak ?"Tanya Arsen ditengah tengah itu.."Gak kok Ars"Jawab Alya malu malu lagi.


Arsen tersenyum dia melanjutkan memanggut bibir Alya dan meraba lagi perut datar Alya lalu naik ke kedua buah dadanya Alya dan sedikit bermain disana. 


Meremas dan memilin nya sedikit,semakin membuat Alya menggelinjang hebat,dan mendesah lagi. 


Tapi disela sela itu. 


Alya yang mendengar suara Aluna disana "Ars,itu Bunda,buka dulu kali aja ada yang penting"Ujar alya. 


"Tanggung Al,biarin ajalah..Lagian Bunda ngapain sih ,lupa apa ini malam apa"Rutuknya kesal pada Aluna. 


Aluna yang masih ada disana,kembali mengetuk pintu tapi tak ada sahutan dari dalam "Bunda,lagi apa didepan kamar Arsen ?"Tanya Arka yang mencari Aluna. 


"Ya Bunda mau lihat saja,udah tidur apa belum dia,kan udah rutinitas tiap malam Ayah"Sahut Aluna. 


Arka menepuk jidatnya,apa mungkin Aluna lupa "Bunda,Bunda lupa apa..kan hari tadi kita sudah melangsungkan acara pernikahannya Arsen dan Alya dan mulai malam ini Arsen sudah tidur dengan Alya ,dan malam ini juga MP mereka Bunda"Tutur Arka perlahan. 


"Astagfirllah Ayah,,kok Bunda bisa lupa ya ?"Ujarnya sambil tertawa malu pada Arka. 


Arka hanya menggelengkan kepalanya,dan menarik Aluna untuk ke kamar mereka. 


*** 


Di dalam kamar. 


Arsen dan Alya kembali saling memberi kehangatan pada masing masing,dan tak memperdulikan pada suara dibalik pintu tadi. 

__ADS_1


Setelah puas pemanasan,perlahan Arsen membuka paksa lingeri itu,hingga nampak tubuh indah Alya lalu dia membuka pakaian dalam Alya,hingga terpangpang sudah tubuh polos Alya yang indah dimata Arsen. 


Arsen semakin menelan salivanya,sedangkan Alya menutup dadanya dengan kedua tangannya malu ,dan dengan gerak cepat Arsen pun membuka pakaiannya hingga sama sama polos,Alya menutup matanya saat melihat adik Arsen yang sudah berdiri tegak. 


Alya bergidik ngeri saat melihat itu,tiba tiba perasaan takut menyelimutinya,Tapi Arsen langsung memberi sentuhan lagi pada tubuh Alya,sehingga membuat Alya kembali terpancing dan mendesah merdu. 


Saat sudah sama sama saling mengingkan "Aku lakukan ya Al,kamu siapkan ?"Tanyanya pada Alya. 


Alya hanya mengangguk malu ,hingga Arsen pun menyatukan miliknya di milik Alya.Alya menjerit kesakitan ,dia sempat menangis dan meminta Arsen berhenti. 


"Ars..sakit,,berhenti saja ya"Tuturnya. 


"Sedikit lagi Sayang,tenang aku akan pelan pelan"Ujar Arsen menyakinkan Alya. 


Dan sekali hentakan lagi Arsen berhasil menerobos masuk ,dan kehangatan tiba tiba terasa.Meskipun Alya masih meringis kesakitan ,tapi Arsen tak berhenti dia mencoba mengalihkan dengan mencium bibir Alya. 


Dan segala kesakitan itu berubah menjadi kenikmatan ,suara desahan dan erangan menyeruak dikamar itu. 


Saat sama sama diujung kenikmatan,mereka sama sama berteriak saat pelepasan terjadi. 


"Arghhhh..Arsen.." 


"Alya..."Arsen memeluk Alya dan mengecup kening Alya. 


"Makasih Sayang ,dan maaf kalau sakit"Ujarnya selanjutnya. Lalu Arsen merebahkan tubuhnya disamping Alya.


Alya menenggelamkan wajahnya didada Arsen dengan tubuh yang masih sama sama polos"Iya sakit banget Ars,kamu jahat iih..disuruh pelan juga"Rutuknya pada Arsen. 


Arsen terkekeh"Ya Maaf,abis nanggung..tapi udahnya enakkan ?"Kelakarnya. 


"Aisshh ...kamu ini ya"Cetusnya lagi. 


Arsen kembali terkekeh "Tapi ni Ya,katanya kalau gak sakit,harus melakukannya lagi ,katanya gitu"Kelakarnya lagi. 


Dan Alya melotot tajam pada Arsen ,tapi ditanggapi dengan senyum yang penuh misteri dari Arsen. 


Dan benar saja Arsen langsung mencium Alya kembali dan menyatukan tubuh mereka kembali.


Malam itu menjadi malam panjang bagi keduanya yang baru pertama kali bagi keduanya merasakan surga dunia. 


***

__ADS_1


__ADS_2