
Saat ini Ardi dan Naura sudah berada di Bali sesuai dengan rencana mereka sebelumnya. Pagi ini setelah melaksanakan shalat shubuh bareng Naura pergi ke balkon depan menikmati udara pagi yang segar dengan pantai yang jadi pusat perhatiannya.
Ini memang pertama kalinya dia datang kesana,selama 3 hari disana dia akan berusaha untuk menikmatinya.Sambil ditemani teh hangat dia benar benar suka suasana disana,hingga tiba tiba dia dikagetkan dengan tangan yang melingkar diperutnya,siapa lagi kalau bukan Ardi.
"Ya ampun ka ,kamu buat aku kaget aja deh..!!"
"Heheh,gimna kamu suka tempatnya ..?" Ucap Ardi masih sambil memeluk Naura dari belakang dan menelungkupkan kepalanya dibahu Naura.
"Iya suka banget ka,makasih ya udah ajak aku kesini ka .."
"Sama sama Ra,hari ini mau jalan jalan kemana ?"
"Aku pengen ke pantai dulu ka,setelah itu nyari souvenir buat oleh oleh,boleh kan ?"
"Ya tentu boleh dong.."
"Ra.."
"Iya ka.."
"Boleh gak kakak belajar buat mencintai kamu..?"
Deg
Jantung Naura berdetak tidak karuan,dia juga menjadi salah tingkah,tapi dia berusaha menetralkan itu semua.
"Ya boleh lah ka,Naura juga mau belajar ko.."
"Kakak harap kamu mau lebih bersabar lagi ya,kita sama sama berusaha,karena saat ini kakak sudah merasa nyaman sama kamu.."
"Iya ka,udah yuk aku pengen ke pantai..".
Naura tampak sedikit manja seperti anak kecil,dan itu terlihat sangat menggemaskan dimata Ardi. Ardi tidak menjawab pernyataan Naura dia membalikan tubuh Naura,hingga kini mereka saling berhadapan,tanpa menunggu lama Ardi mendaratkan bibirnya dengan bibir Naura.
Ciuman pagi itu mengawali hari mereka,mereka sudah sama sama sedikit terbiasa dan saling memenuhi satu sama lain.
Seperti keinginan Naura mereka pergi menuju pantai Kuta yang terkenal di Bali,Naura menikmati liburan nya dengan riang,seperti anak kecil dia berlarian mengejar ombak,Ardi yang melihat nya sungguh ikut bahagia juga.
"Nay,ijinkan aku untuk mencintainya,saat ini aku membutuhkannya Nay,aku juga ingin membuktikan kepada Papah kalau aku bisa membahagiakan nya seperti aku membahagiakanmu Nay. Aku mencintaimu,dan aku juga mencintainya.Maafkan aku Nay.."Batin Ardi
"Kakak,,ayo kesini..!!!" Teriak Naura dari kejauhan dan sambil melambai lambaikan tangannya ke arah Ardi.
Ardi pun berlari kecil dan menghampiri Naura,dia memeluk Naura dengan erat,seakan tidak mau kehilangannya.
"Kakak lepas,malu dilihat orang.."ucap Naura
"Kenapa harus malu,kitakan suami istri udah sah pula..".
"Iya,tapi tetep aja ka malu.."
"Kamu gemesin banget sih.."Ucap Ardi sambil menarik hidung mancung Naura.
__ADS_1
Pagi itu mereka menikmati nya dipantai setelah dirasa lelah mereka memutuskan untuk sarapan pagi,karena hari juga sudah mau menjelang siang.
Setelah sarapan Ardi dan Naura jalan jalan menyusuri tempat penjual berbagai souvenir,yang akan dia bawa buat oleh oleh keluarga.
******
Di tempat Lain
"Ta,aku masih penasaran soal waktu kita pertama bertemu itu,waktu kamu nangis yang aku kira karena mau tabrak,itu kamu kenapa sih ?"
"Hah,bukannya kita pertama bertemu dicafe itu ya ka..?"
Ya saat ini Randi dan Lista sedang berada di sebuah cafe,mereka kembali janjian untuk sekedar makan siang.
Lista memang belum tau Kalau Randi yang sempat mau menabraknya waktu itu,karena saat itu memang Lista sedang patah hati kn..
"Gak,pertama aku ketemu kamu waktu kamu nangis dan aku hampir menabrak kamu,apa kamu tidak ingat ..?"
"Ahh,aku ingat jadi kakak yang mau nabrak aku waktu itu,keterlaluan banget sih.."
"Yeh,itukan salah kamu yang lewat tanpa lihat lihat kan..!!"
"Kakak yang salah ,masa gak lihat ada aku disana.."
"Ya,,ya aku yang salah deh,sekarang aku mau tau kenapa waktu itu kamu nangis ..?"
"Emang harus cerita ya ..?"
"Gak penting lah ka,aku males ceritanya juga.."
"Pasti karena cowo kan,kamu patah hati kan waktu itu ..?"
"Ihh,asal nebak aja deh kamu ka.."
Mereka masih berdebat soal itu,itu awal mereka untuk saling dekat,bagaimana pun Randi sudah tertarik kepada Lista sejak pertemuan pertama mereka itu.
Dan Randi sudah memantapkan hatinya untuk memilih Lista,bertahun tahun dia belum bisa move on dari mantan kekasihnya dulu,hingga akhirnya dia bertemu Lista,dan Lista yang mampu menghapus itu semua.
Dia bakalan mencari waktu yang tepat untuk melamarnya,bukan lagi untuk mengajaknya pacaran,dia sudah ingin menikah. Semoga niat baiknya itu diterima oleh Lista.
****
Ardi dan Naura sudah berbelanja banyak oleh oleh,Ardi terlihat kelelahan yang harus mengikuti Naura berbelanja.
"Kakak pasti lelah banget ya,maaf ya ka.."
"Kakak ga mau tau kamu harus membayarnya.."
"Hah,membayar apa maksudnya ka ?"
"Ya membayar kelelahan kakak ini.."
__ADS_1
"Mana ada aku uang ka.."
"Hahahah,aku minta bayaran nanti malam,dan kamu harus siap ok ,,cup.." Ucap Ardi sambil melengos pergi dan mencium pipi Naura.
Naura membulatkan matanya,dia mengerti apa yang Ardi maksud,pipinya bersemu merah semerah tomat,apalagi Ardi mencium pipinya begitu saja.
Malam pun tiba,Ardi membawa Naura ke sebuah restoran yang mempunyai pemandangan yang indah,Ardi sengaja membawa Naura kesana ,karena saat ini suasananya sungguh romantis.
Saat sudah selesai makan malam ,mereka sedikit jalan jalan kecil dan setelah puas,mereka bergegas pulang.
Ardi dan Naura sudah sama sama berganti pakaian dengan piyama masing masing. Naura merebahkan tubuh nya ditempat tidur,di susul oleh Ardi.
Suasana saat itu sedikit sunyi,mereka sama sama saling diam,entah masih saling canggung,atau saling gugup karena detak jantung mereka yang sama sama berirama tidak teratur.
"Ra.."Ardi mencoba memecahkan keheningan diantara mereka.
"Ya ka.."
"Kamu belum tidur ?"
"Belum ka,aku tidak bisa tidur.."
"Kakak juga,sini Ra.."Ardi memeluk tubuh Naura dan menenggelamkan wajahnya didada bidangnya.
Keheningan pun kembali tercipta,entah karena suasananya Ardi bergerak dan menatap wajah Naura hingga mata mereka saling bertemu,desiran hangat menyapa mereka berdua.
Ardi mengeluskan tangannya diwajah Naura,dan berhenti dibibir Naura. Naura semakin salah tingkah,tiba tiba tubuhnya merasa panas padahal Ac diruangnya menyala.
Hingga Ardi mendekatkan wajahnya ke wajah Naura,Naura merasakan desiran hangat nafas Ardi menerpa wajahnya ,dia memejamkan mata seakan terhanyut suasana.Ardi menyatukan bibirnya ke bibir Naura,menciumanya,me****tnya dalam dan semakin dalam,hingga lidah mereka saling bertautan didalam sana.
Tangan kiri Ardi berada ditengkuk leher Naura,dan tangan satunya berada dipinggang Naura,sedangkan Kedua tangan Naura disematkan dileher Ardi.
Keduanya sama sama terhanyut sampai ciuman itu semakin panas,Ardi sempat melepaskan ciuman mereka.
"Ra,kakak ingin melengkapi rumah tangga kita,tapi kakak gakkan memaksa,kalau kamu belum siap ga papa .."
"Ka,Naura berhak atas diri kakak,siap gak siap Naura harus siap,karena itu kewajiban Naura sebagai istri,lakukanlah ka.."Ucap Naura dengan malu malu,sebenarnya Naura belum siap dia masih merasa takut,tapi dia tau itu kewajibannya sebagai seorang istri,walaupun belum sama sama saling mencintai,tapi dia yakin itu cara mereka untuk saling belajar.
Ardi tersenyum simpul dia mendaratkan bibirnya lagi ke bibir Naura,dia melakukannya dengan lembut dan lambat laun dia membuka satu persatu piyama yang dipakai Naura.
Setelah puas dibibir Naura turunlah dia menuju tengkuk leher Naura dan memberikan tanda kepemilikannya.
Ardi melepaskan kedua pakaiannya juga,setelah mereka sama sama tanpa busana,mereka melakukannya.
Ardi melakukannya dengan lembut dan hati hati karena dia tau itu pertama kalinya buat Naura.
Ardi melakukannya beberapa kali pada malam itu ,malam yang sempat tertunda sebelumnya.
Sekarang Ardi sudah tidak terbelenggu dengan masa lalu.Dan malam itu menjadi malam yang indah untuk mereka berdua dan menjadi awal penyatuan hati mereka untuk kedepannya.
***
__ADS_1