Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^ Season 2 ^


__ADS_3

"Bunda.."


"Apa Sayang.."


"Lihat aku sudah cantik kan ?" Aluna sudah bersiap akan pergi sekolah.


Aluna tumbuh menjadi gadis cantik,periang dan tentu cerewet. Usianya saat ini menginjak 15 tahun,baru memasuki SMA, dan Arsyil berusia 13 menginjak kelas 2 SMP.


Aluna yang periang ,berbeda hal nya dengan Arsyil dia punya sifat yang dingin seperti Ardi ayahnya,namun dibalik itu dia punya rasa penyayang terutama untuk keluarga.Selain itu dia sedikit punya sifat jahil terutama pada Aluna,berbeda kalau sudah diluar rumah,sikap dingin nya akan muncul,namun tak dipungkiri dia punya wajah yang tampan.


"Cantik sayang,kamu selalu cantik dan selalu yang tercantik.." Tutur Naura sambil mencubit pipi Aluna dengan gemas.


"Cantik apaan !! menor gitu .."Celetuk Arsyil yang sudah ikut duduk dimeja makan.


"Heh,adik durjana sembarangan aja kalau ngomong,Bunda aja bilang aku cantik ,iya kan Bunda.."


"Iya sayang.."


"Tuh kan ,,ble.."


"Gak ya dimata aku kakak ga ada cantik cantiknya.." Arsyil masih bersikeras pada pendirian.


"Terserahlah yang penting Bunda bilang aku cantik.."


"Sudah ,sudah diruang makan jangan banyak bicara,aya sarapan dulu kalian.."Ujar Ardi yang sudah datang ke dapur,namun dia tidak ikut sarapan karena kebiasaannya dari dulu tidak biasa sarapan pagi.


"Iya Ayah..."Jawab mereka barengan.


"Nda,mam.." Ucap Adeva anak ke tiga Ardi dan Naura.


Ya sewaktu Aluna berusia 12 tahun,Naura melahirkan anak keduanya berjenis kelamin perempuan yang tentunya cantik seperti Naura,Baby cantik itu bernama Adeva Putri Wijaya,dan sekarang usianya menginjak 3 tahun.


"Iya nih,makan yang banyak ya biar sehat.." Adeva menganggukan kepalanya


***


"Ayah,Aluna masuk dulu ya,Ayah hati hati.." Ucap Aluna dengan riang.


"Iya belajar yang rajin Lun.."


"Siap,Assalamualaikum.." Ucapnya sambil mencium tangan Ardi.


"Woi,kak sama aku gak salaman ..!!" Celetuk Arsyil


"Yang ada juga kamu ke aku adik durjana.." Ucapnya dengan nada kesal dan selanjutnya tak memperdulikan lagi adiknya itu.


"Syil,kamu ini gak dirumah ga dimana tetap aja gangguin kakak kamu.."


"Kalau gak gitu gak seru Ayah.."Kelakar sambil tertawa.


Ardi hanya bisa menggelengkan kepalanya,Bagaimana tidak mereka selalu berdebat ,Arsyil yang selalu terus mengganggu Aluna dan Aluna juga yang tak mau kalah,sehingga mereka selalu berdebat.


Namun mereka tetap saling menyayangi dengan cara mereka sendiri,Dan meskipun mereka juģa sudah saling tahu kalau mereka berbeda Bunda,namun tidak merubah kasih sayang mereka satu sama lain.


"Arsyil,masuk dulu Yah.." Ucap Arsyil setelah sampai disekolahnya,jarak sekolahnya dengan sekolah Aluna memang tidak terlalu jauh.


Ardi selalu menyempatkan untuk mengantar kan kedua anaknya itu.


"Iya,yang rajin jangan nakal Arsyil.."


"Sejak kapan Arsyil nakal,punya teman saja cuma atu,si Revan aja.."


"Ya lagian kamu terlalu menutup diri,jangan begitulah Syil.."Saran Sang Ayah.

__ADS_1


"Ini juga gen siapa coba.."Arsyil menimpali omongan Ardi,Begitulah Arsyil


"Aish anak satu ini ya.."


***


"Seva,," Panggil Aluna pada sahabat karibnya selama sekolah disana.


"Luna,,yuk masuk.." Seva menggandeng tangan Aluna dan menggiringnya masuk ke dalam kelas.


"*Eh..eh lihat deh pasangan satu itu,bikin iri aja ya.."


"Iya,iya pasangan yang cocok,yang satu tampan dan yang satunya cantik.."


"Namun sayang mereka sombong*.."


Ucap teman teman Aluna yang senang bergosip ria,mengosipkan pasangan paling fenomenal disekolah itu.


"Uuhh ,,males banget lihat mereka,sombongnya minta ampun,rasanya pengen tabok aja tu muka mereka berdua.."


"Sttttt... kamu itu kalau ngomong jangan sembarang,kalau mereka denger gimana ?"


"Biarin lah,syukur syukur denger.."Celoteh Seva.


"Udah ah,jangan peduliin orang lain gak baik tahu.."


Aluna terkenal sebagai gadis periang dan baik hati disekolahnya,selain itu dia juga cantik dan punya otak yang cerdas,terkadang beberapa temannya selalu meminta bantuan padanya.


Dan Aluna tidak keberatan akan hal itu ,Ilmu yang dia punya tak seharusnya dia simpan sendiri,maka itu dia selalu berbagi ilmu pada teman temannya.


***


"Arsyil....!!!" Teriak Raisa (anak Randi dan Lista)


"Apaan..?"Dengan nada judesnya


"Dari Tante Lista ? bilangin makasih.."Jawabnya datar


"Iya itu dari Ibu.." Padahal dia berbohong,itu cara dia untuk bisa dekat dengan Arsyil.


Dia menyukai Arsyil dari sejak kecil ,Naura dan Lista tentu sering bertemu dan sering membawa anak anaknya pergi bermain,dan tentu mereka pun menjadi dekat.


Meskipun Arsyil selalu cuek dan dingin padanya, namun Raisa gak gentar untuk mencari perhatiannya .


"Syil tunggu..!!" Teriak Raisa lagi.


"Apaan lagi ?"


"Kata Ibu nanti maen kerumah.."


"Mau ngapain ?"


"Ya kata Ibu maen aja kesana,udah lama gak kesana !!"


"Bilangin ke Tante,kalau aku gak sibuk aku kesana.." Jawabnya sambil pergi berlalu.


Raisa mendesah kecil,Arsyil selalu begitu padanya, dia selalu cuek.


***


"Assalamualaikum,Bunda aku pulang.." Sapa Aluna saat sudah berada dirumah .


"Waalaikum salam,kamu pasti cape Nak,ganti baju terus makan siang ya .."Tutur Aluna lembut

__ADS_1


"Iya Bunda,bun Arsyil mana ?"


"Ga ada ditanyain,kalau ada di usir terus.."


"Abisnya sepi kalau gak ada dia,tapi kalau ada juga nyebelin.."


Naura tersenyum geli mendengar itu.


"Arsyil kerumah Oma Erin dulu mau ambil PSnya yang kemarin ketinggalan.."


"Ooooo..." Aluna hanya beroh Ria


"Deva sayangnya kakak.."Aluna datang memeluk dan mencium adiknya itu.


"Tangan kamu kotor,sana ganti baju dulu,cuci tangan dulu sebelum meluk Adeva Luna.. "Omel Naura.


Aluna menyengir kuda..dan langsung berlari ke dalam kamarnya.


"Ahhhhh,enaknya ketemu tempat tidur juga.."


Bukannya ganti baju seperti perintah Naura ,dia malah rebahan cantik dikasurnya.


Hingga tak sadar dia tertidur saat itu.


"Ya ampun anak ini,disuruh ganti baju ,malah tidur.."


Setelah setengah jam Naura tak melihat Aluna keluar dia memutuskan untuk melihat Aluna ke dalam kamarnya diatas,namun yang dia lihat Aluna sedang tertidur pulas.


"Bunda sayang kamu Lun,jadilah anak yang baik ya.." Naura mengecup kening Aluna namun sejurus kemudian dia membangunkan Aluna.


Karena harus segera makan siang,Aluna seperti dirinya punya penyakit Maag yang kapan saja bisa kambuh,maka dari itu Naura selalu berusaha mencegah supaya Aluna tidak telat makan.


"Luna,bangun Nak,kamu makan siang dulu.."


"Hmmmmm.."


" Luna,ayo bangun,gak bangun Bunda siran air nih.."


"Jangan Bunda,nanti baju aku basah.." Ujarnya setelah tiba tiba bangun karena mendengar ancaman Bundanya.


"Ya kamu,Bunda kan suruh kamu ganti baju terus makan siang,bukab tidur Luna.."


"Iya,iya Bunda Maaf ketiduran.."Kelakarnya


"Ya udah sana ganti baju,terus kebawah makan siang.."


"Siap komandan.."


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Hay,ketemu lagi disini,ketemu lagi sama Bunda Naura dan Ayah Ardi juga sama Aluna dan Arsyil.


Minta Likenya ya buat keluarga kecil mereka,,


__ADS_2