
"Jam Makan siang kumpul kan semua karyawan di aula"Tegas Arka menyuruh staffnya.
Setelah Aluna keluar dari ruangannya dia bergegas menemui Kakak sepupunya Erfan
"Kak,boleh aku minta waktunya buat semua karyawan disini,aku mau ngadain pengumuman, masih saja ada orang yang membicarakan Aluna dibelakang,mereka bahkan tidak tau ceritanya ,tapi masih bergosip yang tidak benar"
"Siapa ya berani begitu ?baiklah silahkan saja Ar"
"Entahlah,Aluna tidak mau bilang siapa itu,makasih Kak "
Setelah jam makan siang semua karyawan sudah berkumpul di aula perusahaan ,yang sering dipakai bila ada acara.
"Saya selaku anak dari Bpk Andri Atmadja,bukan saya bermaksud sombong atau apalah karena kita semua sama ,disini saya hanya ingin menyampaikan satu hal tentang Istri saya"
"Saya tidak minta kalian membeda bedakan dia karena dia istri saya,namun saya hanya meminta tolong kalian jangan hanya melihat dari sebelah mata saja,apa yang kalian dengar saja ,karena apa yang kalian dengar dan kalian lihat itu belum tentu benar"
"Saya mengenal Istri saya sudah sejak lama ,sejak saya masih dimasa usia labil dengan masih memakai seragam sekolah putih abu,dia dulu aku benci ,tapi sekarang aku cinta ,dan untuk Nisa dia memang sahabat kecil saya,jujur dia memang sudah menemani saya dimasa sulit saya,namun karena keadaan itu Orang tua saya yang memaksa aku untuk bertunangan dengannya.,"
,"Jadi diantara kita tidak ada hubungan khusus selain hanya seorang sahabat,dan hanya paksaan dari kedua orang tua,dari awal aku tidak pernah setuju,maka jangan mengkaitkan kehadiran Aluna menjadi penghancur hubungan aku dengan Nisa"
"Ingat sekali lagi aku menikahi Aluna karena aku cinta dia" (Baper)
Aluna jelas saja terharu mendengar penyataan Arka tadi ,Arka juga bilang ,kalau ada yang berani membicarkan Aluna dibelakang,maka dia harua terima sanksi nya.
***
"Kak,makasih.."Ucapnya setelah berada dirumah.
"Sama sama Sayang,itu tugas aku untuk melindungi kamu,hal apa pun nantinya kamu akan tetap aku lindungi"
Aluna memeluk Arka dengan sayang,tak dipungkiri hatinya begitu senang.
"I Love you.."
"I Love You too My girls"
Harapan mereka masih sama,mereka ingin selalu seperti ini,penuh kebahagiaan pastinya.Ketukan di pintu membuyarkan pelukan mereka.
"Den Arka,Dek Luna makan malamnya sudah siap"Seru Bi Sumi.
"Iya Bi,sebentar lagi kita turun" Teriak Aluna karena Arka masih belum melepaskan pelukan mereka,Arka justru malam menciumi seluruh wajah Aluna.
"Kak,ayo makan dulu iih,belum Shalat Isya juga" Ujar Aluna.
"Ah iya,ya udah kita makan dulu yuk"
***
Ke esokan paginya seperti biasa Aluna melakukan tugasnya sebagai seorang istri,menyiapkan makanan,menyiapkan pakaian dll.
__ADS_1
Dan saat dikantor pun,sudah tidak ada lagi yang membicarakannnya dibelakang,namun memang mereka jadi lebih segan pada Aluna.
Sebenarnya Aluna merasa risih akan itu,dia ingin semua biasa saja,dan menganggap dia biasa juga.Namun begitulah jadinya kalau menikah dengan anak yang berpengaruh banyak diperusahaan.
Hari hari mereka pun lalui bersama,penuh tawa dan canda dan kemesraan tentunya.Arka seperti bayinya Aluna saja dia sangat sangat manja sekali.
Tiap Malam pasti minta dikeloni,dan bila tidak dia senang bermain dikedua benda ditubuh Aluna.
Seperti malam ini,karena Aluna sedang datang bulan,maka Arka hanya bermain dengan dua gundukan itu,wajahnya dia dusel duselkan pada itu,Aluna tentu saja dibuat geli.
"Duh bayi besar aku.."Ucap Aluna sambil mengelus ngelus rambut Arka.
"Yank,berapa lama lagi sih ?"Tanyanya soal datang bulan itu.
"Baru juga dua hari Kak,masih ada enam hari lagi"Ujar Aluna sambil terkekeh.
"Yah lama banget sih Yank,ah libur lagi enam hari"Keluhnya masih sambil memainkan tangannya di dada Aluna.
"Udah iih Kak,geli tau" Decak Aluna.
"Abis aku suka ,Yank besok Agung ngajak ketemuan ,kamu ikut ya ketemuannya pas makan siang"
"Oh,emang gak akan ganggu gitu ?kali aja kan takut ada perlu gitu berdua aja sama Kakak"
"Gak tau juga sih,kamu ikut aja yah"
"Iya deh iya,udah yuk tidur Kak,perutnya udah kerasa kram lagi nih" Keluh Aluna.
Hingga Aluna terlelap tidur,Arka menciumi wajah Aluna tak lupa di bibir juga.Dan dia juga ikut memejamkan matanya dan tidur.
***
Seperti yang sudah dijanjikan Agung minta ketemu sama Arka disebuah restoran yang tak jauh dari kantor Arka.
"Hai Bro,apa kabar ?"Seru Arka yang sudah melihat Agung.
"Baik ,loe ?"
"Baik juga,,ada perlu apa nih?"
"Hai ,Luna gimna kabarnya ?gimana udah isi belum?" Tanya Agung yang baru melihat Aluna.
"Baik Kak,belum doain aja " Ujar Aluna,ya sebenarnya Aluna sudah mempasrahkan kalau memang sudah waktunya ya sudah pikirnya.
"Aku pasti doa in kok,buat kebahagian kalian tentunya"
"Amin.." Jawab Aluna dan Arka.
"Oh iya ada apa Gung ,kaya ada yang penting"
__ADS_1
"Emmmm,iya penting ,tapi ada Aluna"Bisiknya ditelinga Arka.
"Emang kenapa kalau ada dia ?"
"Ini mengenai Vina " Masih berbisik bisik.
Aluna menatap curiga,sehingga dia memilih untuk tak ikut disana saja pikirnya,mungkin kehadirannya membuat mereka tak nyaman.
"Kak,aku duduk disana aja ya,kalian ngobrol aja dulu" Seru Aluna.
"Gak yank,kamu disini aja" Tegur Arka.
"Gung bicarain aja,gue gak mau ada yang ditutupi didepan istri gue.."
"Tapi.."Agung menggantung bicaranya ,karena ada seseorang yang memanggil Aluna.
"Aluna.." Teriak Seva,ternyata itu seva yang datang.
"Seva.." Aluna lantas berdiri dan memeluk Seva sahabatnya
"Kangen.." Seru Seva.
"Sama,ikut duduk sini,eh jangan deh kita disana aja ngobrolnya" Ajak Aluna.
"Kak,aku disana aja ya sama Seva"
"Ya udah," Jawab Arka
Aluna sudah sedikit menjauh dari Arka dan Agung. Namun mata Agung masih melihat ke arah Seva.
"Woi,liatin apa sih loe ?"Tegur Arka.
"Gak papa"Ucap Agung
"Loe suka sama Seva ?"
"Apaan loe,jangan asal nebak,apa suka sama cewe judes gitu"Kilahnya,padahal gak tau dalam hatinya.
"Ya kali aja loe suka,mau gue jodohin gitu,Udah ke topik utama loe mau ngomong apa ?"
"Kemarin Vina chat gue,dia bilang dia gak akan ngebuat hidup loe sama Aluna tenang,"
"Apa masalah gue sama dia sih,perasaan dulu gue selesai sama dia secara baik baik dan atas persetujuan masing masing juga."
"Gue juga kagak ngerti Ar,loe waspada aja mungkin aja dia nekat Ar"
"Bisa jadi sih,thanks infonya"
"Loe jagain tuh si Luna,takut juga Vina mengusik dia juga"
__ADS_1
"Insya Allah gue bakalan menjaganya"
***