
Ardiansyah Wijaya
Ardi anak pertama dari dua saudara,dia mempunyai satu adik perempuan yang masih Kuliah,dia seorang Manager disebuah perusahan percetakan di Bandung. Dia termasuk orang yang intovert,bermuka dingin,dia juga cuek dan terlihat sombong dimata orang yang tidak mengenalnya dengan baik. Padahal sebenarnya dia baik,bahkan penyayang terutama terhadap keluarga.Hanya sifat itu saja yang diĆ tunjukan ke orang yang belum mengenalnya. Dia mengenal Nayla saat mereka sama-sama kuliah ditempat yang sama.Mereka saling jatuh cinta,dan berakhir dengan menikah,bahkan mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang cantik,lucu dan gemesin bernama Aluna.
******
#POV Naura
Aku bingung dengan permintaannya Kak Nayla ,bagaimana bisa kakak meminta aku menikah dengan ka Ardi kakak iparku sendiri.Dan kak Nayla juga tau aku punya kekasih yang aku cintai,bagaimana nanti dengan kita,Aku dan kevin.
Agrhhhhhh...Rasa nya pusing juga bingung,ini permintaan pertama ka Nayla,bagaimana ini sedangkan selama ini ka Nayla selalu memenuhi keinginan aku sedikitpun tak terlewat,dan sekarang ka Nayla meminta itu ,tapi permintaan terlalu sulit untuk aku,bukan..bukan untuk aku saja ,mungkin untuk ka Ardi juga..
******
#POV Ardi
Aku masih tak mengerti dengan jalan pikirannya Nayla,bagaimana dia bisa berfikir begitu,dengan gampangnya meminta aku menikah bahkan dengan adiknya sendiri,adik iparku sendiri. Seharusnya dia yakin dia pasti sembuh,sekalipun Tuhan mengambilnya kembali,itu mungkin sudah takdir. Walaupun sedih tapi aku harus terima kenyataan dan takdir itu,dan sekalipun itu terjadi aku gakkan menikah lagi,aku ingin bertemu dengannya disurgaNya.
Aku yakin aku bisa menjaga Aluna sendiri,tapi saat ini aku yakin Nayla pasti sembuh. Kita pasti bisa bersama-sama kembali.
__ADS_1
***
# POV Author
Setelah Naura keluar dari ruangan, Nayla menyuruh Naura untuk memanggil Mamah,Papah,Ayah dan Bunda untuk masuk ke ruangan. Setelahnya Naura memilih pergi dari rumah sakit,banyak hal yang dia pikirkan tentunya soal permintaannya Nayla.
"Ada pa nak kata Naura ada yang mau kamu omongin sama kita ..?"Tanya Papah setelah berada didalam ruangan Nayla.
"Mam,Pah .. Nayla minta maaf selama ini Nayla belum membahagiakan Mamah dan Papah,Selama ini Nayla banyak salah dengan kalian,kalian segalanya buat Nayla. Nayla sayang Mamah dan Papah.."
"Nay,kenapa bicara seperti itu,selama ini kamu kebanggaan Mamah dan Papah,kamu anak yang penurut,baik. Kami juga sayang sama kamu Nay,jangan bicara seperti itu lagi ya sayang.."Ucap Mamah,dengan memeluk dan merengkuh tubuh Nayla.
"Ayah,Bunda..Nayla juga minta maaf selama ini Nayla punya salah dengan kalian,Nayla belum baik jadi menantu kalian.."Ucap Nayla lagi setelah melepas pelukannya dari Mamah.
"Nay,kamu gak punya salah, justru kamu menantu terbaik Bunda sayang.."Ucap Bunda
"Iya nak,sebaiknya kamu istirahat saja,jangan banyak bicara yang aneh ya.."kata Ayah sambil mengusap kepala Nayla.
Nayla menggelengkan kepala,pertanda masih ada yang mau dia bicara kn kepada mereka.
__ADS_1
"Mamah,Papah,Ayah,Bunda.. Kalau Nayla sudah pergi, Nayla titip Aluna juga Mas Ardi, Nayla juga mau minta sesuatu sama kalian.."
Mamah,Papah,Ayah dan Bunda kaget mendengar pernyataan Nayla, mereka membulatkan matanya saking kaget dengan itu.
"Mah,Pah ,Ayah ,Bunda ..Nayla sudah gak kuat, jika memang Nayla harus kembali ke sisiNya, kalian jangan sedih ya,Nayla gak mau lihat Kalian sedih. Nayla juga minta satu hal saja, tolong bujuk Mas Ardi dan Naura supaya mereka menikah,supaya Aluna ada yang menjaga, Nayla hanya percaya dengan Naura ,kalau dia mampu menjaga Aluna dan Mas Ardi,kalian mau kan ngabulin permintaan Nayla ini.
Mereka semakin membulatkan matanya mendengar Nayla berbicara seperti itu lagi.
"Nay,kamu jangan bicara yang Aneh-aneh kaya gitu, kamu pasti sembuh sayang,kamu pasti sembuh.."kata Mamah lagi
Ayah dan Bunda hanya bisa diam tanpa mau menanggapi pernyataannya Nayla, Mereka merasa itu sungguh konyol.
"Ayah, Bunda kalian mau kan nerima Naura untuk jadi menantu kalian, Naura itu baik Bunda .Nayla yakin dia mampu jadi menantu yang baik juga untuk kalian, Nayla hanya percaya Naura Bunda, bagaimana nanti Aluna kalau aku pergi Bunda.."Nayla terus memohon kepada mereka,dia merasa dia sudah tak lama lagi di dunia.
Bunda tidak menjawab ,dia hanya menangis terisak dipelukan ayah .Bunda pikir bagaimana bisa menggantikan Nayla dengan Naura sebagai menantunya,walaupun mereka kakak adik,tapi tidak punya sifat yang samakan,sekalipun kembar juga.
"Nay,sudah kamu jangan banyak bicara,permintaan mu sungguh konyol,bagaimana bisa seperti itu.."ujar Papah,walaupun papah berpikir itu konyol,tpi sedikitnya papah juga merasa takut,bagaimana kalau seandainya itu terjadi,bagaimana kalau Nayla benar-benar pergi.
Mamah juga Bunda masih terisak ,mereka sama-sama merasa takut,takut hal itu terjadi,takut Nayla pergi. Mereka semakin terisak ,saat melihat raut wajah Nayla yang semakin pucat.
__ADS_1
***