Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ SP 10


__ADS_3

"Aku akan menjadi Ayah...."Teriaknya masih dalam ruangan kantornya,semua karyawan yang mendengar teriakan Arsyil,jelas langsung melihat dan mengintip ada apa !!


"Makasih Sayang..makasih.."Ucapnya sambil terus mencium seluruh wajah Raisa.


"Hari ini kita makan siang direstoran depan,semua gratis.." Teriaknya lagi kemudian pada semua karyawannya.


"Yess......."Seru semua karyawannya dan mereka bergiliran mengucapkan selamat pada Bossnyaitu.


Hari itu Arsyil memang sangat sangat bahagia,dia akan punya anak.


***


Dan kabar kehamilan Raisa sudah terdengar pada keluarga besarnya tentu mereka merasa bahagia,apalagi untuk Randi dan Lista yang sangat menantikan seorang Bayi.


Kehamilan Raisa sudah menginjak 8 minggu,sekitar 2 bulan berarti,Awalnya Raisa memang tak mengira itu hamil,karena dia tidak merasakan morning sicknes,hanya rasa mual saja yang dia rasakan namun badanya memang selalu terasa lemas dan rasanya hanya ingin tiduran saja.


Arsyil juga tidak terlalu curiga akan hal itu,apalagi dia tidak tau tanda tanda orang hamil,begitupun dengan Raisa.Raisa hanya tau saat dia teringat sudah telat datang bulan.


Maka hari itu dia membeli Testpack dan ternyata hasilnya dua garis,dia sengaja tidak memberi tahu dulu Arsyil,dia langsung ke Rs untuk mengecek lebih detail,ternyata Dokter menegaskan Raisa hamil 8 minggu.


Hari ini hari weekend,mereka merencanakan untuk berkumpul dirumah Arkà dan Aluna karena rumah mereka memiliki taman belakang yang luas.


Semua keluarga berkumpul disana untuk merayakan kehamilan nya Raisa dan namun bukan kabar bahagia dari Raisa saja ternyata Aluna jùga sedang hamil anak ketiganya yang baru 5 minggu ,hanya beda 3 minggu dengan Raisa.


Tentu semua keluarga merasa sangat senang,Terutama Ardi dan Naura yang akan mempunyai cucu lagi cucu ketiga dan ke empat.


Arka dan Aluna memang sengaja memprogram lagi,katanya biar rumah tambah ramai adanya anak anak,meskipun sering kewalahan juga dengan adanya Arsenio dan ShaQueena.


"Yess..yes..aku mau punya adik bayi.." Seru Queena ditengah tengah mereka.


"Adik bayinya laki laki kan Ayah ?" Tanya Nio saat ini Nio sudah berumur 8 tahun sedang sekolah kelas 3 SD dan ShaQueena 4 Tahun.


"Gak,adik bayinya pelempuan ya Bunda.." Seru Quenna lagi


"Laki laki,pokoknya harus laki laki"Tukas Nio


"Nak aja,,pokoknya harus pelempuan,bial Queen ada temen..weee...."


Ya begitu lah mereka berdua tidak pernah mau saling mengalah.


***


"Ibu senang akhirnya Ibu mau punya cucu,sehat sehat ya Sayang,kamu jangan terlalu cape,banyak istirahat,kalau sekiranya ada yang gak bisa kamu lakuin,jangan kamu lakukan ya" Nasihat Lista.


"Iya Ibu,do'ain aja ya Bu..ini juga berkat do'a dari Ibu dan Papah"

__ADS_1


"Jaga calon cucu Papah Sa.." Randi yang baru datang langsung duduk dan mengelus perut datar Raisa.


"Iya Opa tenang aja Ibu pasti jagain aku.."Ucap Raisa


Randi memeluk Raisa erat,tiada kebahagian lain selain melihat anak tercinta nya bahagia juga.


Acara hari itu mereka adakan syukuran kecil kecil untuk mengucap rasa syukur akan adanya kehadiran keluarga baru nantinya dan supaya Raisa juga Aluna diberi kesehatan.


Kehamilan Aluna kali ini agak lemah kata Dokter,jadi Aluna harus benar benar Bedrest tidak boleh melakukan hal hal yang berat sedangkan Raisa justru kebalikannya,kehamilam pertamanya itu tidak begitu ribet muntah juga hanya beberapa kali,hanya lemas iya kadang dia rasakan.


Setelah selesai syukuran pengajian, mereka langsung mengadakan acara barbequean dihalaman taman belakang rumah Arka,semua keluarga akan menginap malam itu disana.


Mami dan Papi juga datang langsung dari Malang,jad hari itu suasana rumah sangat ramai sekali.


"Kamu istirahat aja,kan kata Dokter juga gak boleh cape cape Bunda,nanti makanannya aku bawa kesini ya" Tutur Arka,mereka saat ini sedang berada dikamar Aluna ,karena tadi Aluna mengeluh lemas tubuhnya.


"Iya Ayah..Bunda istirahat dulu ya"


Dan dapat anggukan dari Arka ,tak lama datang ShaQueena.. "Bunda..bunda tidur ya.."


Sebenarnya Aluna merasa bersalah pada Queena,perhatiannya jadi terabaikan karena kandungannya yang lemah itu,hingga harus menunggu beberapa bulan lagi supaya kuat.


"Queen Sayang..ada apa Nak ?" Aluna terbangun lagi karena mendengar suara anak perempuannya.


Aluna tersenyum "Sayang,apa pun nanti jenis kelaminnya,mau perempuan atau laki laki ,Queen harus tetap sayang ya sama adiknya,jangan nanti pilih kasih"


"Tapi Queen gak mau punya adik laki laki,nakal kaya kak Nio,ngeselin.."Cebiknya dengan menampilkan wajah so imutnya itu


Aluna terkekeh "Insya Allah,berdo'a aja ya supaya Bunda dan adik bayinya sehat sehat" Tutur Aluna.


"Amin..ya udah Bunda istilahat ya,Queen mau ikut kebawah lagi,dadah Bunda.." Ucapnya sambil memberi kecupan di pipi Aluna.


***


"Sayang,,kamu gak cape ?mau istirahat aja dikamar ?"Tanya Arsyil yang dari tadi melihat Raisa mengobrol sana sini.


"Gak Syil..aku masih pengen disini,disini seru..lagian debaynya gak rewel juga tuh,malah suka disini"Ujarnya kemudian.


"Ya sudah,kalau cape bilang ya.."Arsyil membelai rambut Raisa.


"Siyap Sayang.."Raisa tersenyum manis pada Arsyil.


Suasana dirumah Arka terasa hangat akan kehadiran semua keluarga disana.


***

__ADS_1


Hari pun semakin berlalu begitu cepat kehamilan Raisa sudah masuk mendekati HPL,Arsyil sudah memperiapkan segala kebutuhan sang Istri dan beberapa baju bayi untuk dia bawa ke Rumah Sakit.


Perlengkapan bayi juga sudah mereka beli dan persiapkan membuat kamar disebelahnya untuk menjadi kamar anaknya kelak,jenis kelaminya sudah mereka ketahui,yaitu Laki laki.


Jelas Randi dan Lista sangat senang,karena yang dia punya anak perempuan ,maka sangat senang saat akan memmpunyai cucu laki laki.


Meskipun tubuh belum sehat benar ,Lista sangat antusias menemani Raisa membeli perlengkapan calon cucunya itu,semua sengaja bernuansa Biru dan putih ,karena anak laki laki beridentik warna biru.


Hari ini Raisa sudah diRumah Sakit kata Dokter masih pembukaan dua ,dan masih harus menunggu beberapa jam lagi,rasa mulas memang sudah ada beberapa menit sekali.


Arsyil dengan sigap dan siaga menjaga Raisa,dia mengalihkan perusahaannya pada Risa sekertaris sekaligus asistennya.


"Sabar ya,kamu kuat kok Sayang.." Tutur Arsyil setiap melihat Raisa kesakitan karena rasa mulas itu


Randi dan Lista juga ikut disana menemani anak perempuan satu satunya itu,untuk berjuang melahirkan sang buah hati.


Detik waktu semakin berlalu pembukaan sudah penuh dan Raisa sudah dipindahkan keruangan bersalin,beruntung saat dicek semua terlihat normal tidak ada masalah,jadi Raisa bisa melahirkan secara normal.


Dokter memberikan arahan pada Raisa untuk menarik nafas dan mengejan perlahan,Arsyil dibelakang Raisa terus memberinya kekuatan dan tak lama lahir lah anak pertama mereka.


Dokter membawa nya untuk dibersihkan dulu,lalu membawanya pada Arsyil dan Arsyil mengadzani anak nya itu.


Lahir normal berat badan 3.1 tinggi badan 52 cm,Raisa sudah dipindahkan keruang rawat inap,disana sudah ada keluarga yang lain menunggu Raisa dan Baby Boynya.


Satu persatu masuk keruangan dimana Raisa dirawat untuk pemulihan,Arsyil tak henti hentinya bersyukur pada Allah atas semua yang terjadi padanya.


"Sudah dikasih nama belum Syil..?" Tanya Aluna yang sudah ada disana,dengan membawa perut buncitnya itu,yang sebentar lagi juga akan menyusul.


"Sudah dong kak,,kita sudah sepakat ,iya kan Sa ?" Sahut Arsyil


"Iya Kak,namanya * Daffin Satria Wijaya*.."


Randi dan Lista setuju saja apa pun nama cucu nya itu,yang penting sehat.


***


Guys..sudah diujung episode nih,karena janjinya ngasih Spesial Partnya gak banyak.


Oh iya mau dibikin Season 3 gak nih ,kisah anak anak mereka nantinya ?kalau pada mau sih🤭


boleh minta vote terbanyak ?


Mau dibuku baru apa masih Stay disini ?aku akan hitung vote terbanyak.


Ditunggu ya😉

__ADS_1


__ADS_2