Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 3^ Part 36


__ADS_3

Ars..."Lirih Alya dipangkuan Arsen 


"Iya Sayang,bertahanlah..sebentar lagi kita sampai Okay !!" Desis Arsen masih dengan memeluk Alya,dia mencoba menekan perut Alya agar darahnya tidak semakin keluar. 


"Kamu ja..jangan ter..luka lagi Sa..yang" Lirihnya lagi sambil memegang wajah Arsen. 


Arsen semakin menangis "Sayang please jangan berkata seperti itu,kamu yang jangan terluka" Sahut Arsen. 


Arsen masih menekan perut Alya,"Ars..a..aku Sayang ka..kamu" Alya masih berucap dan setelahnya tak sadarkan diri. 


"Alya,bertahanlah Sayang..aku mohon"Rintih Arsen selama diperjalanan. Air matanya mengalir deras. 


"Di Cepat..!!!" 


Aldi sudah mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi,darah dari perutnya sudah banyak yang keluar. 


Ibu Dina sudah diamankan oleh pengawal Arsen,atas perintah Aldi,begitupun dengan Edwar,Aldi sudah menelepon pihak berwajib,untuk mengutus tuntas masalah itu. 


Selama perjalanan Arsen terus memeluk Alya dan berdoa,semoga Alya baik baik saja. 


*** 


Sampai dirumah sakit,Alya langsung dilarikan ke IGD ,dan segera ditangani oleh Dokter. 


Arsen menatap gelisah dan khawatir pada Alya,baru saja ingin memulai sebuah kebahagian bersama Alya,hal ini harus terjadi. 


Bajunya acak acakan,sudah berlumuran darah,rambut juga sudah tak karuan,jangan ditanya wajahnya,jelas gelisah,khawatir,takut ada dibenaknya. 


Sumpah,kata seandainya melayang dipikirannya,Seandainya dirinya saja yang terkena tusukan nya itu,seandainya dia menemani Alya nya saat itu. 


"Arkh..." Teriaknya getir.Dia tidak mau kehilangan Alyanya lagi. 


Aldi yang berada disana,ikut gelisah dan sedih juga,dia tau betul bagaimana mereka berjuang dan bisa bersama lagi,dia juga sudah cukup dekat berteman dengan Alya. 


Dia pun melangkah meninggalkan Arsen,dan menghubungi pihak rumah untuk memberi tahu kabar tentang Alya.Tentu saja mereka kaget,syok,dengan segera Arka,Aluna,dan Syila yang dari rumah segera pergi ke Rumah Sakit,begitupun Queen dari cafe bersama Ervan. 


"Ars,bagaimana Alya ?" Tanya Bunda Aluna,sesaat baru sampai,pertanyaan yang sama Syila lontarkan. 


"Bunda.." Arsen memeluk Aluna,dia kembali tergugu sedih,tubuhnya lemah. 


"Tenang Sayang,Alya pasti baik baik saja,dia pasti kuat Sayang" Desis Aluna. 


Aluna tau bagaimana perasaannya Arsen,dia membalas memeluknya dan memberikan elusan halus dipunggung Arsen. 


*** 


Alya sudah selesai ditangani oleh dokter,sudah dilakukan operasi ,beruntung Alya bisa cepat dibawa kerumah Sakit,kalau tidak Alya akan kritis karena kehilangan banyak darah diarea perutnya. 


Alya juga sudah dipindahkan ke ruang rawat inap,namun masih belum sadarkan diri. 

__ADS_1


"Ars,ganti baju dulu nak.." Titah Aluna. 


Arka dan Queen,Syla juga Ervan sudah ikut ada disana,mereka juga sama khawatirnya seperti Arsen,dan mempertanyakan apa yang terjadi pada Alya. 


Dan Aldi yang menjelaskannya pada semua,Arka pun ikut geram calon menantunya diperlakukan seperti itu.Aluna menangis dipelukan Arka,Alya sudah dia anggap sebagai anaknya. 


Arsen menganggukan kepalanya dan lantas lalu pergi ke kamar mandi yang ada disana,berganti pakaian yang Aluna bawa tadi. 


"Bunda,Queen sama Syila pulang dulu ya,Bunda mau ikut pulang ?" Ujar Queen. 


Karena waktu sudah malam,Queen dan Syila mau pulang,Alya juga belum sadarkan diri. 


"Kalian pulang saja duluan ,Syila pulang sama supir ya,,Bunda sama Ayah kayanya masih mau disini,kalian hati hati dijalan juga dirumah ya" Tutur Aluna. 


"Dirumah sudah ada pengawal yang akan menjaga kalian ada Bi Ane,Bi Lastri dan Mbak Susi juga,kalian jangan takut Ok,dan tolong jaga juga Oma Naura !!" Arka menambahi. 


"Iya Bunda..iya Ayah,kita pulang dulu" 


"Iya hati hati ya Sayang" 


"Om,Tante Ervan juga pamit pulang"Ujar Ervan. 


"Iya hati hati juga Van.."Sahut Arka dan Aluna. 



"Van,aku naik mobil sama Syila saja ya,aku mau menemani dia kamu gak apa apa sendiri ?" Ujar Queen ,saat ini mereka sedang diparkiran. 


"Iya Honey.." Ervan tersenyum dan mengusak rambut Queen. 


"Kak,ayo cepat naik iih udah malam..Ngantuk aku !!" Ketus Syila di dalam mobil. 


Ervan dan Queen terkekeh "Iya..iya.." Sahut Queen. 


"Naiklah,dan jangan takut Kak Alya pasti baik baik saja,berdo'a saja yang terbaik" Ujar Ervan lagi. 


Queen mengangguk dan segera naik ke mobil lalu melambaikan tangannya pada Ervan dan Ervan membalasnya. 


*** 


"Alya..bangun Sayang,ini aku ada disini "Lirih Arsen dengan menggenggam tangan Alya. 


Waktu sudah beranjak malam,Alya masih belum sadarkan diri,Queen dan Syila sudah pamit pulang,sedangkan Arka dan Aluna masih setia ada disana. 


Aluna ikut mendudukan dirinya disamping Arsen dan menguatkan Arsen. 


"Bunda,,bunda pulang saja,biar Arsen yang disini" Ujar Arsen. 


"Gak Sayang,Bunda ingin nemenin kamu disini,kalau Bunda dirumah..Bunda tidak akan tenang kalau Alya belum sadar" Sahut Aluna. 

__ADS_1


Arsen pun tidak berkutik lagi,Arka pun tak memaksa Aluna untuk pulang,dia juga ikut menunggu disana. 


Arsen tidur disebelah ranjang Alya dengan kepala tertunduk dan tangan masih menggenggam tangan Alya. 


*** 


Hingga saat tengah malam menuju subuh. 


"Ars..." Suara kecil Alya merintih,dia terbangun dengan perlahan membuka matanya mencari cahaya disekitarnya,dan dia melihat ada Arsen si sampingnya. 


Arsen yang belum benar benar tertidur langsung menoleh pada Alya. 


"Alya..kamu sadar sayang ..?" Desisnya kemudian,lalu dia peluk pelan Alya. 


Alya menganggukan kepalanya "Ha..haus.." Lirihnya kembali. 


Arsen segera mengambilkan air minum untuknya dengan perlahan. 


"Jangan banyak bergerak dulu,aku takut Al,makasih sudah sadar kembali ,dan seharusnya aku saja yang terkena itu,kenapa kamu membahayakan diri kamu sendiri" Ucap Arsen sambil terus menggenggam tangan Alya. 


Alya tersenyum kecil,dan mencoba meraih wajah Arsen"Jangan takut ,aku masih ada disini,aku kan wanita kuat" Ujar Alya terbat bata. "Dan aku tak mau kamu terluka lagi karena aku,aku juga ingin merasakan bagaimana luka kamu dulu Ars" Tambahnya lagi. 


Arsen menatap tak percaya dan terharu,iya kecup kening Alya yang masih terbaring lemah diatas brangkar rumah sakit. 


"Kamu tak perlu berbuat seperti itu Sayang.." Lirih Arsen ,bagaimana bisa Alya punya pikiran seperti itu . 


Aluna terbangun dan mendapati Alya yang sudah sadar "Kamu sudah sadar Sayang.. "Serunya pada Alya. 


Alya tersenyum "Bunda..maaf Alya merepotkan "lirihnya. 


"Hey,kamu ngomong apa sih ,siapa yang merepotkan ,jangan bicara macam macan Sayang," Ujar Aluna. 


Alya pun kembali tertidur saat sudah diberi obat 


Oleh dokter,setelah sebelumnya diperiksa akan lukanya. 


*** 


Ditempat lain disebuah gudang. 


"Lepaskan Saya..!!!"Pekik Bu Dina. 


Saat ini dirinya sedang berada dikekuasaan nya anak buahnya Arka dan Arsen,semua terjadi karena Bu Dina sendiri,dia yang sudah membawa Alya sampai ketempat itu,dan bahkan dirinya sengaja . 


"Diam  !!!"Cetus Pengawal yang berjaga disana. 


Bu Dina saat ini statusnya masih sebagai saksi,setelah kemarin seharian dikantor polisi,dia bebas tanpa syarat,tapi dia diamankan oleh pengawal Arsen. 


Bu Dina mencoba berontak untuk melepaskan dirinya.Itu akibatnya sendiri kan !!berani beraninya bermain dengan milik Arsen. 

__ADS_1


*** 


__ADS_2