Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ SP 6


__ADS_3

Hari berganti hari bulan berganti bulan,pernikahan Arsyil dan Raisa sudah berjalan 8 bulan,mereka berdua sama sama disibukkan oleh kegiatannya masing masing.


Arsyil dengan perusahaanya dan Raisa dengan kantor,semenjak sudah menikah Raisa dipromosikan untuk naik jabatan ,maka sejak saat itu dia sungguh disibukkan dengan pekerjaanya.


Arsyil memang tidak pernah banyak menuntut apapun pada Raisa,dia tidak melarang Raisa untuk bekerja asalkan dia tidak lupa akan kewajibannya sebagai seorang istri,dari menyiapkan segala keperluan Arsyil,menyiapkan Sarapan ,dan makan malam untuk Arsyil.


Tiga bulan pertama mungkin Raisa masih menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri ,namun setelah nya Raisa sudah lupa akan kewajibannya itu.


Pergi saat masih pagi,pulang saat sudah larut malam,dirumah memang sudah ada asisten rumah tangga yang bernama Bi Nia,dan Bi Nia yang menyiapkan semuanya tatkala Raisa tidak bisa melayani suaminya itu.


Mungkin awal awal Arsyil tidak keberatan akan hal itu,tapi lama kelamaan dia merasa jemu dan kesal pada Raisa.


"Kamu baru pulang lagi ?apa tiap hari harus pulang jam segini ?"Tegur Arsyil saat Raisa baru saja pulang pukul 10 malam.


Tiap malam dia selalu melewati makan malam sendiri tanpa ada sang istri.


"Iya kamu juga tau kan jabatan aku sudah naik,dan kerjaan juga tanggung jawab aku semakin bànyak,aku istirahat dulu ya"


Arsyil hanya mendesah lagi lagi dia mencoba untuk mengalah pada Raisa,sebenarnya dia ingin bilang padanya untuk berhenti kerja saja,toh dia masih mampu menghidupi dirinya ,keluarganya dan juga keluarga Raisa.


Semenjak itu hubungan mereka agak jadi sedikit menjauh,dan itu semua karena Raisa sendiri yang lebih memilih menyibukan dirinya tanpa dia sadari ada sang Suami yang butuh perhatian darinya.


***


Pagi harinya mereka sudah bangun dan sama sama melaksanakan Ibadah wajibnya,lalu Raisa berdandan akan pergi ke kantornya,sedangkan Arsyil dia mandi dulu karena memang belum mandi.


Waktu sudah menunjukan pukul setengah 7 pagi,Raisa sudah siap dengan segala perlengkapan kerjanya,dia sedang menunggu Arsyil untuk pamitan pergi,tapi Arsyil tak kunjung keluar.


"Uuhhhh,Arsyil lama sekali sih,aku harus segera pergi ini.."Gerutunya sebal.


" Udah ah ,aku pergi duluan saja..Syil aku pergi ya.." Serunya dari luar kamar mandi.


Arsyil tidak mendengarnya karena suara kran air menyala,tak lama dia keluar dan akan masuk ke dalam kamar,dilihatnya kamar sudah kosong.


Setelahnya dia sudah siap siap akan pergi tapi sebelumnya sarapan dulu.


"Raisa sudah pergi Bi ?" Tanyanya pada Bi Nia.


"Eh iya Den ,Non Raisa tadi pamitan duluan pergi"


Arsyil menghela menatapa sarapan paginya yangl lagi lagi dibuatkan Bi Nia bukan Raisa,dan lagi lagi dia melewatkan sarapan paginya sendirian lagi tanpa pendamping.


Sungguh dia merasa hampa dan kesepian,dia serasa tinggal sendiri saja,dia melewatkan sarapannya dengan tanpa semangat.

__ADS_1


"Bi,nanti tidak usah masak buat makan malam ya,aku mau makan dluar,masak buat Bibi aja ya,gak apa kan nanti aku pulang telat Bi .."Terang Arsyil.


"Iya gak apa apa kok Den,"


"Aku pergi ya Bi.."pamitnya pada Bi Nia.


"Iya Den hati hati.."


Arsyil tersenyum getir,diperjalanan pun dia merenung ini sudah sangat keterlaluan untuk Raisa.


"Muka mu kusut gitu Syil pagi pagi gini !!gak dikasih jatah sama Raisa ?"Ledek Risa sang sepupu plus sekertaris Arsyil.


Arsyil hanya tersenyum kecut menanggapinya "Jam berapa kita bertemu dengan klien baru kita ?" Tanyanya


"Sudah makan siang Syil.."


"Baiklah ,nanti kamu siapkan dulu segalanya yang harus dibawa dan nanti kasih tau aku lagi kalau mau berangkat"


"Asyiap Boss..."Seru Risa.


***


Sore haŕinya pukul 5 sore Arsyil sudah selesai dengan segala pekerjaannya,para karyawannya juga sudah pulang karena memang sudah waktunya.


"Ris,di jemput gak ?mau aku antar"


"Aku jemput Syil,kebetulan suami aku sudah pulang kok"


"Oh..ya sudah aku duluan ya,terima kasih untuk hari ini Ris.."


"Ok,hati hati Big Boss.."


Arsyil hanya tersenyum melihat kelakuan sepupunya itu.Arsyil tidak pulang kerumah ,dia pulang kerumah Naura,bukan alasan apa karena dia tau Raisa pasti pulang malam dan dia akan melewati makan malam sendiri lagi.Jadi mending dia kerumah Bundanya saja,sekalian dia rindu akan masakan sang Bunda.


"Assalamualaikum.."Sapanya.


"Waalaikum salam.." Sahut Naura yang sedang berada di dapur mau masak untuk makan malam.


"Asyil,kamu dari kantor ?Sendiri ?Raisa mana ?" Tanya Bunda beruntun.


"Iya Bun,Arsyil.dari kantor langsung kesini Bun,Arsyil rindu masakan Bunda,boleh ya Arsyil makan malam disini" Arsyil berhambur kepelukan sang Bunda.


"Ya boleh dong Syil,kenapa harus gak boleh coba,tapi Raisa mana dan bagaimana ?"

__ADS_1


"Oh,Raisa hari ini lembur Bun,makanya Arsyil kesini juga"


"Emmm,ya sudah istirahat dulu sana,nanti kalau pas makan malam Bunďa panggil ya.." Seru Bunda sambil mengelus elus punggung Arsyil.


"Iya Bunda.."Asryil menghela nafas ,dia terpaksa berbohong untuk menutupi aib sang istri,dia juga menatap nanar kepergian sang Bunda.


Di dalam hatinya dia berkata,andai Raisa seperti Bunda yang begitu setia melayani Suami juga keluarganya.


Makan malam berlangsung,Ardi juga menanyakan hal yang sama pada Arsyil ,kemana Raisa dan jawaban Arsyil sama seperti jawabannya pada Bunda Naura.


Setelah makan malam selesai pukul 9 malam Arsyil pulang kerumah,tapi belum nampak kepulangan Raisa,amarahnya sudah memuncak,kali ini dia harus bisa tegas,bagaimana pun juga dia kepala keluarga di rumahnya ini,dia sudah tidak mau mengalah lagi.


Dirumah Ardi


"Bun,Arsyil kok agak kurusan ya,samà raut wajahnya juga agak kusut gitu " Seru Ardi yang memang bisa melihat itu.


"Itu juga yang mau Bunda tanyakan Yah,Ah..mungkin Arsyil lagi banyak kerjaan dikantornya Yah.."Sahut Naura berusaha berpikir positif saja.


"Iya mungkin saja Bun,tidur yuk udah malam nih"Ajaknya pada Naura.


***


Malam harinya Arsyil menunggu kedatangan Raisa namun tetiba dia merasa lelah,seluruh tubuhnya menggigil merasakan panas dingin,sehingga dia tertidur dengan sendirinya.


Keesokannya Raisa kembali pergi,dia tidak sempat pamitan karena dia mengira Arsyil masih tidur,tanpa dia sadari dan dia tau,kalau Arsyil sedang merasakan sakit badannya terasa panas dingin lagi.


Bi Nia yang curiga tak melihat Arsyil keluar dari kamar,dia pun berinisiatif masuk ke dalam kamar,terlihat Arsyil masih berada ditempat tidur dengan keringat banyak memenuhi dahinya.


Bi Nia kaget saat dia menyentuh dahinya Arsyil,terasa panas..Bi Nia kebingungan harus bagaimana sehingga yang dia lakukan mengompres dahi Arsyil,lalu menghubungi Naura.


"Syil,,kamu udah enakan ?"Seru Bunda Naura saat melihat Arsyil sudah bangun dari tidurnya.


Saat ditelepon Bi Nia tadi ,Naura langsung meluncur kerumah Arsyil bersama Ardi.Naura langsung memberi Arsyil makan dan meminumkan obat padanya.


"Bunda,.maaf Arsyil merepotkan Bunda .." Ujar Arsyil.


"Kamu ini ngomong apa,Kamu itu masih anak Bunda Sayang..Raisa tau kamu sakit Syil ?"


"Kayanya gak Bun,gak apa apa Bun,Arsyil gak mau ganggu pekerjaannya Raisa"


Naura tidak mau banyak bertanya lagi apalagi sampai ikut campur urusan rumah tangga anaknya,bagaimana pun mereka sudah besar bisa menyelesaikan masalahnya sendiri sendiri.


***

__ADS_1


__ADS_2