
***
Nayla Syafira Putri
Naura Azalea putri
Ardiansyah Wijaya
Aluna Shakira Wijaya
Gemesin banget gak sih
Arsyil Putra Wijaya nya masih bayi ya
Randi dan Lista
Bella (Pelakor gak jadi)
__ADS_1
**
Keluarga besar Ardi dan Naura masih berkumpul dikediaman Ardi. Rumah Ardi pun terlihat penuh dan berisik ,namun kehangatan pun terasa saat itu.
"Kamu istirahat dulu Ra,Arsyil udah Bunda tidurin dibox nya..Oh iya ada yang kita bahas soal Aluna.." Tutur Bunda
"Aluna bakalan tetep tinggal disini ko Bunda,Insya Allah Naura tidak akan membeda beda kan mereka,Aluna juga anak Naura.."Naura yang mengerti akan kemana arah percakapan itu.
"Bunda tau ko,tapi nanti kamu bakalan kerepotan nak,kalau kamu mau Aluna tetap disini,bagaimana kalau Bi Lastri tinggal disini aja,buat ngasuh dan ngejaga Aluna ?.."
"Bunda,Naura butuh istirahat nanti kita bicarain lagi ya.."
"Oh iya,maaf ya Sayang,istirahat lah.." Bunda pun pergi berlalu keluar kamar.
"Mas ,kayanya apa kata Bunda benar,aku setuju aja apa kata Bunda Mas.."
"Iya Mas.."
Naura tidak bisa ikut berbincang bincang dengan keluarganya,karena masih merasa lemas.Semua keluarga pun berpamitan pulang setelah waktu sudah sore. Tinggal Mamah Erin disana ,karena sengaja menginap untuk menjaga Aluna dan bergiliran menjaga Arsyil,karena Mamah juga tahu ini yang pertama untuk Naura.
Di usianya yang masih terbilang muda,Naura harus melewati masa masa itu,dimana dia harus merawat dua orang anak yang satu masih Balita dan satunya masih Bayi.
Namun Naura tak pernah mengeluh akan hal itu,dan di saat Aluna sedikit rewel dan manja ingin dimanjakan Naura,Naura pun melakukannya dengan sabar. Untungnya Bunda meyarankan adanya Bi Lastri Asisten rumah tangga dirumah Bunda,untuk tinggal disana,sedikitnya bisa bergantian menjaga kedua buah hatinya .
Aluna memang bukan anak kandungnya,Namun rasa sayang nya melebihi dari apa pun. Waktu berjalan sebagaimana mestinya.
Naura juga sekarang disibukan mengasuh mereka,sedangkan Ardi mencari nafkah untuk kelangsungan hidup Istri dan anak anaknya.
__ADS_1
"Mas ,tolong gendong dulu Arsyil,Aluna dari tadi nangis pengen aku gendong.."
"Sini ,Baby Boy Ayah biar Ayah gendong.." Dengan telaten Ardi mengge dong Arsyil,untungnya Arsyil bukan bayi yang rewel.
"Sini Bunda peluk sayang.."Ujar Naura sambil menggendong Aluna.
"Kamu irikah sama adik kamu hem !! kasih sayang Bunda ,tidak akan dibedakan sayang,jadi jangan iri yah..!!" Celoteh Naura pada Aluna .
"Nda,umm..(Bunda cium)"
Usia Aluna sekarang 2 tahun lebih,saat saat sekarang dia belajar Berbicara.
"Sini,Muaachhhhh.." Naura mencium pipi Aluna dengan gemas.
Naura pun mengajak Aluna bermain selain bermain juga ,Naura mengajarkan bicara dan bernyanyi,biasanya anak usia dibawah 5 tahun itu,otak nya lebih cepat mencerna sesuatu.
Oleh karena itu Naura selalu memperlihatkan hal yang baik ,saat berada di dekat Aluna.
***
"Makasih ya Ra.." Ardi mengecup kening Naura dengan lama.
"Untuk ?" Naura memicingkan matanya,mencari tau apa maksud Ardi.
"Ya,untuk semuanya,dari kamu mau menerima aku dan menunggu kamu,kamu menjaga Aluna dan kamu melahirkan Arsyil ,menambah kebahagian ku semakin banyak.." Ardi memeluk Naura dengan erat,dia sangat sangat bersyukur saat ini .
"Terima kasih engkau hadirkan dia hidupku saat ini Ya Allah,dia dan dua malaikat kecilku adalah sumber bahagiaku,aku mencintainya sungguh mencintainya.." Batin Ardi
"Mas itu sudah tugas ku,aku juga ucapkan terima kasih banyak sudah mau menerima aku,kamu dan anak anak kebahagian ku juga."
__ADS_1
Mereka saling memeluk satu sama lain,mencurahkan isi hati mereka.
***