Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
#Bab 45 "Aku MencintaiMu"


__ADS_3

Satu minggu sudah Naura berada diRumah sakit ,tapi belum ada tanda tanda dia akan sadarkan diri.Keadaannya memang sudah melewati masa kritis dan sudah di pindahkan ke ruang rawat Inap.


"Dok,gimana keadaan anak saya..?"Tanya Mamah


"Anak ibu sudah melalui masa kritisnya,dia sudah sedikit stabil,kita tunggu beberapa hari lagi,mudah mudahan dia segera sadar,ajaklah dia mengobrol.."


"Iya Dok,terima kasih.."


Doktèr pun keluar tinggalah Mamah dan Papah diruangan tersebut.


"Bangunlah nak kita semua menungguMu.."Ucap Mamah sambil terisak menangis.


"Pah,salah apa yang kita perbuat dimasa lalu hingga anak anak kita seperti ini,Nayla yang lebih dulu meninggalkan kita,dan sekarang Naura yang terbujur lemas seperti ini pah.."


"Sabar mah kita berdoa untuk kesembuhan Naura ya,Papah yakin Naura itu kuat.."


"Iya mah ,mamah jangan bersedih lagi.."Ucap Viko yang juga ada disana.


Tak lama kemudian datanglah Ardi.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikum salam.."Ucap mereka serempak.Ardi pun menyalami mereka satu persatu


"Gimana Naura Mah,Pah,ka ?.."


"Kata dokter Keadaannya sudah stabil kita hanya menunggu dia sadar Ar.."Ucap Viko


"Ar,maafin Mamah ya sudah berburuk sangka ke kamu kemarin.."Ucap Mamah sambil memegang tangan Ardi.


"Gak papa mah,wajar ko Mamah bisa berpikir seperti itu,kita sekarang berdoa untuk kesembuhan Naura ya.."


"Mah,pah Viko pamit pulang besok ada meeting yang harus Viko hadiri,kalau sempat besok Viko kesini lagi.."Ucap Viko


"Iya Nak,hati hati dijalan.."Jawab Mamah sambil memeluk anak laki laki satu satunya itu.


"Ar,aku pulang dulu titip mereka ya.."


"Iya ka,hati hati.."


Viko pun berlalu pergi keluar.


"Mah,Pah sebaiknya kalian juga pulang,istirahatlah dirumah,biar Ardi yang jagain Naura disini.."


"Gak Ar,Mamah masih ingin disini.."


"Mah,mamah juga harua jaga kesehatan,kalau nanti Naura sudah sadar tapi tiba tiba mamah sakit,Naura akan sedih Mah.."Tutur Ardi.


"Benar mah kata Ardi,kita sebaiknya istirahat dulu dirumah,besok kita kesini lagi,Sekarang ada Ardi disini.."


Mamah pun akhirnya setuju setelah dibujuk Papah,mereka bergegas untuk pergi.

__ADS_1


"Ar,kalau ada apa apa hubungi Mamah ya.."


"Iya mah pasti .."


***


Ditempat Lain


"Maafin Bella Bu,tidak bisa jadi anak yang baik untik Ibu..hiks..hiks.."


Ya Bella sudah mengakui semua keselahannya,dia dan Sandi pun dimasukan ke dalam penjara.Mereka berdua harua terima hukuman atas perbuatan mereka sendiri.


Untuk Sandi dia terbukti sebagai pembunuh bayaran,sehingga dia pun ikut terjerat hukum.


"Minta ampunlah pada ALLAH nak,dia maha pengampun,sekarang kamu harua jalani hukuman mu,Ibu tidak bisa membela anak ibu yang salah,,"


"Ibu Bella menyesal bu,Bella nyesal.."


Merek saling menangis satu sama lain,Bella harus terima hukuman atas perbuatannya itu,dia harus mendekam dipenjara seumur hidupnya.


Karena Obsesi tingginya membuat dia harus seperti ini,menyesal pun percuma semua sudah terjadi.


****


#Pov Ardi


Hari ini tepat satu minggu Naura berad dirumah sakit,Dokter bilang keadaannya sudah stabil tinggal menunggu dia sadar.


Aku selalu dan terus berdoa semoga Naura bisa cepar sadar kembali,aku ingin melihat senyumnya lagi,memeluk nya erat.


Setelah mengantar Mamah dan Papah pulang,aku kembali ke ruangan Inap Naura,aku melihat wajah pucatnya dengan selang oksigen yang masih menempel dihidung nya,perban putih melingkari kepalanya.Rasanya aku ingin minta kenapa tidak aku saja yang disana,kenapa harus Naura.


Aku menangis ,aku genggam tangannya erat,aku bisikan kata ditelinganya.


"Sayang ayo cepat bangun,aku dan Aluna menunggu kamu disini,kamu tahu aku merindukan kamu dan kamu tahu "AKU MENCINTAIMU NAURA"..


Ya perasaan yang selama ini aku rasakan kepadanya sudah ada jawabannya,kalau aku mencintainya sungguh aku mencintai bukan sebagai adik ipar atau status dia sebagai ibu sambung,tapi aku mencintainya sebagai wanita,seperti aku mencintai Nayla.


Aku masih memegang tangannya erat saat aku bisikab kata kataku tadi,rasanya aku merasa tanganya bergerak,bahkan aku melihat cairan bening jatuh dipipinya.


Aku kaget dan tentu bahagia,itu artinya dia mendengarkan apa yang aku bicarakan tadi.Lantas aku bergerak memencet tombol disebelah tempat tidur Naura untuk memanggil dokter.


Tak lama dokter pun datang..


"Kenapa Pak,ada apa..?Tanya dokter tersebut dengan nada panik.


"Itu tadi dok tanganya sedikit bergerak,dan aku lihat ada air mata yang jatuh dipipinya.."Ujar ku dengan menjelaskan apa yang terjadi


"Ok tunggu,saya periksa.."


Dokter itu pun memeriksa Naura.

__ADS_1


"Alhamdulillah pak keadaan Ny.Naura sudah semakin stabil,dia sudah mampu merespon ucapan Kamu,jikalau dia membuka matanya,Bapak tidak usah panik itu artinya keadaanya sudah benar benar membaik.."


Aku senang mendengar kabar itu,"Naura sayang kita akan bersama sama lagi kan,aku akan menunggu mu,gumam ku.."


"Ajaklah dia terus berbicara,saya yakin dia sedang mendengarkan kita saat ini..kekuatan doa adalah obat yang paling mujarab pak.."Ucap dokter itu padaku.


"Baiklah dokter,terima kasih"


Dokter itu pun pamit untuk pergi setelah memeriksa keadaan Naura,aku lantas duduk kembali dikursi yang tadi dan menggenggam tangannya lagi .


"Sayang kamu dengar aku kan..!!Sayang kalau kamu sudah sadar ayo kita pergi berlibur lagi,kamu mau ke korea kan..?Ayo kita kesana,kita berlibur ke Negeri ginseng itu seperti yang kamu mau,maka ayo sadarlah sayang.."


Malam pun tiba semakin larut,Aku tak kuat menahan kantuk,aku pun memejamkan matanya dengan tangan masih menggenggam tangannya.


Saat baru beberapa menit terlelap aku merasakan ada yang bergerak,ya tangan yang aku genggam itu bergerak,aku terperanjat bangun aku melihat mata Naura terbuka.


"Sayang.."Ucapku padanya.


"Air.."Kata itu yang aku dengar darinya


Lantas aku berdiri dan mengambil air diteko sebelah tempat tidur Naura,aku memberikannya perlahan.


"Apa kamu baik baik saja sayang,apa yang sakit ?perlu aku panggilkan dokter ..?"Tanya ku panjang lebar.


Naura menggeleng ,dia menarik tangan ku.,dia bilang dia ingin bangun,aku memutarkan alat untuk meninggikan tempat tidur Naura,hingga dia dalam posisi terduduk.


"Aku panggilkan dulu dokter ya.."Ucap lagi,tapi lagi lagi dia menarik lenganku,dia menggelengkan kepalanya.


"Aku udah gak papa ka,aku ingin disini sama kakak.."Ucapnya ,membuat aku ingin memeluknya.


Tanla pikir panjang aku memeluknya erat,membenamkan wajahnya didadaku.


Tapi dia terperanjat bangun dan melepaskan pelukan aku ,lantas dia memegang perutnya itu,aku bingung bagaimana cara menjelaskan padanya soal calon anak kita yang tidak bisa diselamatkan.


"Ka,aku mau mau ketemu dokter,aku mau memeriksakan ,kata Lista kemungkinan aku hamil ka.."Ucapnya girang,rasa sedih kembali menyelimuti ku.


"Iya Ra,kamu hamil.."Ucap ku


"Alhamdulillah ka.."Ucapnya lagi dengan girang


"Tapi ko kakak sedih gitu,apa kakak gak seneng aku hamil..?"Tiba tiba saja dia berkata seperti itu,membuat aku semakin sedih.


"Ra,bukan kakak gak seneng,malahan kakak seneng banget,tapi maaf kita harus kehilangannya.."


"Maksudnya ka..?"Tanya nya panik


"Kecelakaan kemarin membuat calon anak kita tidak bisa bertahan disana .."Ucapku hati hati,aku melihat raut wajahnya yang sendu,bahkan terpancar kesedihan.


"Gak,ka gak mungkin ka..aku bahkan belum mengeceknya,masa dia harus pergi begitu saja ka.."Dia menangis ,aku memeluknya memberi kekuatan padanya.


"Ini gak mungkin ka,ini gak mungkin.."

__ADS_1


Aku tidak bisa berkata kata lagi,aku tahu dia sangat terluka,walaupun aku merasakan hal yang sama terkukanya dengan dia,tapi aku mencoba kuat didepannya.


***


__ADS_2