Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 28


__ADS_3

⚘⚘⚘


Siang hari


Seperti janji Arka dia akan membawa Aluna jalan jalan sekitar Surabaya.Aluna meminta Arka untuk naek motor,Arka sempat menolak,namun Aluna memaksa dengan memberikan senyum termanisnya



"Please..." Rayu Aluna.


"Iya,iya deh kalah aku kalau kamu kaya gtu !!"


Dan mereka pun bergegas pergi,Arka membawa Aluna jalan jalan disekitaran sana,Karena Arka juga tidak terlalu tau daerah sana.


Hingga mereka berhenti disebuah taman,disana sudah ramai ,banyak anak anak yang bermain.Aluna tampak bahagia .


Arka menuntun Aluna,hingga mereka menemukan sebuah kursi,dan mereka duduk disana.


"Ya ampun anak itu lucu banget" Seru Aluna saat melihat anak kecil.


"Kalau kita punya anak,nanti bakalan selucu dia"Kelakar Arka sambil menunjuk anak kecil itu.


"Iihhh,apaaan sih udah mikir sejauh itu kamu Kak"


"Iya gak salah dong,sebentar lagi kita kan akan menikah"


"Kata siapa ?kamu aja yang berharap banyak"


"Oh,jadi kamu gak mau menikah sama aku ?"


"Kalau iya gimana ?" Dan detik itu Aluna berlari dari sana karena Arka sudah akan menerkamnya.


"Awas ya,kalau nanti kamu memohon sama aku"Dan mereka saling mengejar.


"Aluna awas iya kamu,habis nanti !!" Seru Arka sambil mengejar Aluna.


Alun terus berlari mengelilingi taman,hingga akhirnya di tertangkap Arka,Arka menggelitikan tubuh Aluna,membuat dia tak kuat untuk tertawa.


"Ampun kak ampun,lepasin..hahahahah"


Arka melepaskan hingga mereka terduduk disebuah rumput tempat bermain anak.Aluna mengatur nafasnya ,karena lelah.


Dan sedetik kemudian mereka saling bertatap muka,mata mereka bertatapan.


"Kamu cantik !!"Seru Arka sambil menyingkirkan helai rambutnya yang menghalangi matanya.


"Baru sadar ,kalau aku cantik,kemana ajja ?" Aluna masih bercandain Arka.


"Nyesel aku kenapa gak dari dulu miliki kamu"


Aluna tersipu malu,cinta dalam diamnya saat sekolah dulu akhirnya terbalas,walaupun cara mereka yang salah.


"Kak ?"


"Hem ..."


"Gak apa apa"


"Apaan kamu geje ?"


"Heheh,gak nyangka aja bisa begini sama Kamu Kak"


"Tuh kan berarti dulu kamu berharap banyak kan sama aku,iya kan ?"


"Gak iih gak gitu Kak,jangan GR deh"


"Luna.."


"Iya Kak "Arka tiba tiba menjadi serius dan mengajak Aluna berdiri.


Digenggamnya tangan Aluna,"Aluna aku tidak akan berjanji banyak hal ,namun aku akan berusaha membuat kamu bahagia,bahagia hidup bersama ku,Maafkan kesalahan aku yang dulu,ijinkan aku menebus semua itu mulai dari hari ini sampai selamanya"


"Aluna,maukah kamu menjadi istriku ?" Aluna nampak terkejut,dia tidak pernah mengira Arka akan melakukannya.


"Kak.."

__ADS_1


"Sekarang aku tidak bawa apa apa,tapi nanti aku akan memberikan yang special untuk kamu "


"Ya ampun Kak,bangun iih lihat orang pada lihatin kita"


"Aishhh,kamu merusak suasana banget sih Lun"keluh Arka ,dia cemberut padahal dia sudah belajar dan menahan malu.


"Hei Kak jangan cemberut gitu"


"Kamu gak akan menjawab itu ?" Cerca Arka.


Aluna hanya diam "Kamu masih ragu sama aku ?atau kamu masih belum siap untuk menikah"


"Kak.."


"Baiklah aku udah tau jawaban kamu,aku gak akan maksa kamu,anggap aja itu tadi latihan"


"Kak tunggu bukan gitu "


Arka yang tadinya hendak mau berjalan namun dicegah Aluna dan tangannya ditarik Aluna.


"Jangan ngambek gitu dong,Aku mau ko Kak "


"Mau apa ?"


"Iya Mau"


"Iya mau apa ?"


"Iihhhh Kak Arka.."


"Hahahah,,kalau kamu memang belum siap,jangan maksain Lun,seperti yang pernah aku bilang,aku akan tetap menunggu"


"Aku mau kok Kak,Insya Allah"


"Serius ?"


" Iya" Senyum senang terkembang dibibir keduanya.


Tadinya Aluna memang tidak mau menikah muda,usianya benar benar masih terlampau jauh untuk segera menikah. Namun bila takdir sudah berkata seperti itu,mau bagaimana lagi.


"Tapi Kak Arka,ko aku merasa tak enak ya sama Kak Nisa,aku serasa benar jadi orang ketiga antara kalian."


"Aku gak tau Kak,omongan orang lain itu sangat berbahaya,pasti mereka bakalan berpikir seperti itu,


apa sebaiknya kita tidak terlalu terburu buru juga Kak,tunggu sampai masalah ini mereda dulu"Jelas Aluna yang merasa khawatir.


"Kamu gak usah dengerin apa kata Orang Lun,yang menjalani nya kan kita,tapi kamu ada benarnya juga,aku janji aku akan menyelesaikan masalah ini dulu,aku akan bicara sama Papi.


Ya Arka memang harus menyelesaikan dulu masalahnya dengan Nisa dan keluarganya,apalagi kabar soal mereka pernah bertunangan dan kabar menikah juga hampir sudah tersebar ,yang dia takutkan kalau dia segera menikah dengan Aluna juga,takut orang akan menyalahkan Aluna.


**⚘⚘⚘**


Satu Bulan kemudian


Seperti yang dijanjikan kedua orang tua Arka ,tepatnya dihari minggu mereka akan datang kerumah Aluna ,menunjukan itikad baik mereka untuk meminang Aluna kepada orang tuanya.


"Bunda.."Teriak Aluna memanggil Naura.


"Apa sayang,jangan teriak teriak napa,kamu itu " Omel Naura.


"Bunda,Orang tuanya Kak Arka udah ada diBandung,mereka akan kerumah hari minggu besok"Tutur Aluna.


"Ya ampun ,berarti harus segera menyiapkannya,Bunda mau ngehubungi dulu Tante Lista supaya membantu disini"Ucap Naura.


Selama satu minggu itu Aluna dan keluarga disibukan membuat berbagai makanan dibantu juga oleh Lista dan juga Raisa tentunya.


"Duh gak kerasa ya Aluna sudah mau menikah lagi"Celetuk Lista saat mereka sedang berada didapur.


"Husshh masih belum Ta,belum ditentuin juga kan kapan waktunya"


"Untung ya dia (Arka)mau bertanggung jawab,kalau gak ,gak tau nasib Aluna bagaimana"Tutur Lista lagi,yang bisa membayangkannya bila tidak ada yang tulus menerimanya.


"Eh ngomong ngomong kapan kita besanannya"Celetuk Lista lagi.


"Ya ampun Ta,masih inget aja kamu itu,jangan paksa mereka kenapa sih"

__ADS_1


"Gak ya aku gak paksa mereka,kamu gak tau sih tuh si Arsyil sama si Raisa udah pacaran"


Sontak Naura kaget "Kamu yakin ?"


"Iyalah yakin,udah keliatan dari cara mereka mengobrol juga,,nih ya si Arsyil itu banyak gengsinya dia,so cool kaya laki kamu dulu tuh"


"Heheh,namanya anak Ta,ya pasti ada gen yang sama"


"Beneran mereka udah jadian ?"


"Iya,tanya aja sama mereka"


Mereka memang tidak memaksa kedua anaknya, walaupun Lista sering berkata seperti itu,namun itu hanya candaan dan jikalau memang terjadi ya itu takdir mereka akan menjadi Besan.


***


Dirumah di Bandung.



Arka sudah siap dengan memakai baju merah maroon ,terlihat sekali aura tampannya,dia sedang menunggu Maminya karena belum siap.


"Aduh Mami dandan aja ko lama banget,ayo nanti telat dari jam yang sudah dijanjikan."Gerutu Arka yang melihat Maminya berdandan lama.


"Iya,,iya kamu bawel banget sih,gak sabaran banget juga"


"Iyalah ,udah kangen ini" kelakar Arka.


"Dasar anak siapa sih kamu ini"


"Iya anak Mami dan Papi lah".


Setelah menunggu beberapa menit ,akhirnya Mami selesai berdandan.


"Yuk berangkat Pi,ni anak Papi gak sabaran banget dia" Celoteh Mami.


Mereka berangkat menaiki mobil,mereka tidak hanya bertiga,Arka sengaja mengajak Bi Lastri.


***


"Kakak cantik,sini Deva foto dulu Kak"Pinta Adeva,Aluna juga cantik dengan rambut digerai dia memakai dress berwarna putih ,sangat cocok di tubuhnya.



Aura cantiknya juga terpancar dari wajahnya,dia gugup menunggu hari itu,padahal hanya temu keluarga saja ,namun membuatnya begitu gugup.


"Kakak.." Cerca Arsyil yang sudah tiba dikamar Aluna.


"Apa dek !!"


"Cie...yang udah mau dipinang" Celetuk Arsyil.


"Apa sih Syil.."


"Kakak cantik "Seru Arsyil "Kak,kalau Kak Arka menyakiti Kakak ,tolong langsung bilang sama Arsyil ya,biar Arsyil yang memberinya hukuman"Celoteh Arsyil.


"Iya,iya deh nanti Kakak lapor kamu"


Dan suara mobil terdengar itu artinya Keluarga Arka sudah datang,jantungnya berdegub kencang,tangannya sudah basah karena keringat.


"Kak ayo ke bawah.."Ajak Arsyil.


Dan Aluna pun turun kebawah bersama Arsyil sudah terdengar suara salam.


"Assalamualaikum"Sapa Mami dan Papi Arka.


Arka terpesona melihat Aluna yang begitu cantik ,begitu juga Aluna yang melihat Arka begitu tampan.


"Waalaikum salam"Jawab Ayah Ardi dan Bunda Naura.


"Ardi ,Randi !!"


"Andri !!" Seru mereka berdua


Semua yang ada disana saling melihat satu sama lain,begitu juga dengan kedua pasangan yang sedang dimabuk asmara itu.

__ADS_1


Arka menautkan alisnya kearah Aluna,namun Aluna menjawab dengan menggidikan bahunya.


***


__ADS_2