Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ SP 8


__ADS_3

Arsyil mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi,pikirannya sungguh kalut saat itu,Raisa sudah membantahnya,dia jadi merasa gagal menjadi Suami.


Dia menghentikan motornya di kantornya,pak Satpam yang sedang bertugas disana,terhenyak melihat atasannya ada disana malam malam.


"Pak,tolong buka pintunya.." Titah Arsyil.


"Ba..baik pak.." Pak Satpam membuka pintu gerbangnya,masuk lah Arsyil kesana.


Dia lantas melangkah masuk ke dalam kantornya dan menuju ruanganya,dan merebahkan dirinya ditempat tidur yang ada diruangan kantornya,beruntung Arsyil membuat sediikit ruangan itu menjadi kamar pribadinya sesaat dia merasa lelah.


Arsyil menutup matanya dengan tangannya dan tertidur dengan pikiran yang masih kalut.


Sedangkan Raisa masih menangis ,dia menyesal sudah membantah Arsyil,dia sungguh tidak berguna menjadi seorang Istri.


"Syil...Maafkan aku" Raisa mencoba menghubungi Arsyil,namun No nya tidak aktif.


Waktu sudah menunjukan pukul satu dini hari,Raisa belum bisa tertidur,dia masih menunggu Arsyil pulang,namun Arsyil tak kunjung pulang,hingga sampai pagi saat dia terbangun.


"Bi Nia..Arsyil semalam tidak pulang ?"


"Tidak Non,Den Arsyil tidak pulang"


Raisa terduduk dimeja makan dia melamun,hari itu dia meminta ijin datang siang..


"Bi,,apa Arsyil suka mengeluh ke Bibik ?" Tanya Raisa.


"Tidak Non,Den Arsyil tidak pernah mengeluh,tapi maaf nih Non,bukan maksud Bibik ikut campur,tapi selama ini Den Arsyil tidak pernah semangat kalau sarapan pagi,dia mengharapkan adanya kehadiran Non dimeja makan ini,begitupun makan malam,Den Arsyil juga makan selalu sedikit Non"


Bi Nia menjelaskan panjang lebar.


Raisa menghela nafasnya,dia kembali menangis dimeja makan.Dia sudah buruk dan gagal menjadi seorang Istri.


"Maafkan aku.." Lirihnya.


Dan semenjak pertengkaran pertamanya dengan Arsyil itu,Raisa jadi tidak semangat dalam bekerja,dia kembali meminta ijin untuk pulang lebih awal lagi,meskipun dia di tegur karenanya lalai akan tanggung jawab,tapi dia lebih memilih untuk menyelesaikan masalahnya dengan Arsyil.


***


Arsyil terbangun dari tidurnya,dia sadar sudah tidur ditempat lain,Arsyil mandi dan mengganti pakaian yang tersedia disana,ada beberapa pasang baju juga disana.


"Syil..tumben sudah datang jam segini ?"Sapa Risa yang sudah masuk keruangan Arsyil.


"Iya pengen nyubuhan aja.."Kilahnya dan Risa hanya manggut manggut saja.


Sore hari Raisa sudah pulang,Bi Nia pun kaget melihat Raisa sudah dirumah.Raisa memang sengaja pulang sore dia ingin memperbaiki masalahnya dengan Arsyil.


Sore itu Raisa masak untuk makan malam mereka,mungkin semalam kemarin Arsyil tidak pulang,tapi malam ini pasti pulang.


"Non Raisa gak lembur lagi Non..?"


"Gak Bik,aku udah salah selama ini sudah gila kerja dan mengabaikan Suami sendiri,aku akan berusaha merubahnya sedikit sedikit" Jelas Raisa.


Sebenarnya Raisa tidak mau saat pengangkatan jabatannya,karena itu semua waktunya jadi terkuras,Arsyil yang terabaikan dan tugas tugasnya sebagai seorang istri jadi dia lewatkan,dia menyesal.

__ADS_1


Dia juga ada diposisi bingung,satu hal dia masih ingin bekerja karena harus membantu pengobatan sang Ibu,disisi hal dia juga harus tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri,namun setelah naik jabatan dia malah banyak melewatkannya.


Malam sudah datang mentari sore sudah menenggelamkan dirinya,waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam,Belum terlihat Arsyil pulang,masakan juga sudah dingin.


Tik tok tik tok


Waktu semakin berlalu,dan sudah menunjukan pukul sebelas malam,Raisa mendesah saat Arsyil tak kunjung pulang,ditelepon pun ponselnya tidak aktif,dia duduk di meja makan dia menatap nanar masakannya.


"Ini mungkin yang Arsyil rasakan tiap malam,,maafkan aku Syil..pulanglah" lirihnya.


Raisa teringang akan perkataan Arsyil kemarin malam kalau dia akan berubah,Raisa kembali menangis,menangisi penyesalannya.


***


Sore itu Arsyil sudah selesai dengan segala pekerjaannya,namun dia tidak beranjak dari kursi kantornya,dia masih menatap luas ke arah jendela.


Pikirannya masih sangat kalut,dia terlalu takut untuk pulang,takut tidaķ bisa mengendalikan emosinya,maka malam itu dia memilih untuk tidak pulang lagi.


Dia akan bermalam dikantor nya lagi,dia butuh waktu untuk sendiri dulu,dia juga merenung saat dia sudah gagal menjadi seorang Suami.


Saat malam tiba,Arsyil keluar dari kantor setelah berganti pakaian ,dia akan mencari makan malam,hingga berhentilah dia sebuah restoran yang tidak jauh dari sana.


Setelah satu jam disana,Arsyil pergi kesuatu tempat,tempat tongkrongan anak muda zaman now,disana banyak yang sedang pacaran,Arsyil hanya menatap nanar saja pada mereka.


Dengan ditemani minuman soda dia melamun dan banyak memikirkan banyak hal,suara riuh piuh disekitaran terdengar ditelinga,namun mata dan pikirannya entah tertuju dimana.


"Arsyil..." Seru seseorang yang melihat adanya Arsyil disana.


"Seina.." Arsyil tersenyum sesaat melihat Seina ada disana.


"Aku baik,lagi cari angin saja Na,duduk sini" Titah Arsyil.


Seina pun duduk di depan Arsyil "Raisa apa kabar Syil ?kok gak sama dia kamu ?"


Arsyil tersenyum getir,"Dia dirumah,aku lagi ingin cari angin saja" Kilahnya


Mereka pun larut dalam obrolan masing masing,Seina sudah menikah tapi Suaminya seorang Tni maka dia sering ditinggal pergi pergian.


"Aku pamit ya Syil,,,udah malam juga" Ujarnya setelah puas mengobrol banyak hal.


"Mau kemana ?Duduk lah dulu,temani aku disini" Ujar Arsyil,Seina menatap Arsyil dengan raut yang tak terbaca.


"Pulanglah,kasihan Istri mu dirumah,sudah cukup cari anginnya" Titah Seina.


"Aku masih ingin disini,temani aku dulu ngobrol Na.."


"Syil..aku tidak tau kamu kenapa dan ada apa,tapi masalah itu bukan untuk dihindari tapi hadapi walaupun kita tidak tau hasilnya akan seperti apa,dan kamu harus tau aku tidak mau ada kesalah paham lagi kalau aku masih duduk disini,dengarkan itu Syil..aku pamit ya" Ucap Seina berpamitan pada Arsyil.


Arsyil hanya menatap kepergian Seina dengan tersungging senyum kecil,dia kembali mengingat kata kata Seina,namun dia tetap tidak ingin pulang kerumahnya.


Tak lama " Hay,kamu butuh teman aku siap menjadi teman kamu"Ucap seorang wanita yang berpenampilan sexy,yang mempertontonkan lekuk tubuhnya.


Arsyil memicingkan matanya,arti dia tidak suka akan kehadiran wanita itu."Maaf,aku sedang ingin sendiri"Kilahnya kemudian.

__ADS_1


"Jangan bohong,aku denger kamu butuh teman,aku siap kok mendengarkan kamu,apalagi menemani kamu malam ini"Ucapnya lagi sambil mendekat pada Arsyil.


Arsyil berdiri,dia bisa saja melampiaskan kegelisahan hatinya pada wanita,tapi tidak bisa dia lakukan hanya karena bertengkar dengan Raisa,itu bukan jalan dari satu masalah justru menambah masalah.


Arsyil pergi dari tempat itu,dan mengendarai motornya ke kantornya kembali,Pak Satpam yang melihat itu hanya diam tidak banyak bertanya.


"Pak,diamlah jangan ada yang tau aku disini"Tutur Arsyil.


"Siyap Pak"Ucap Pak Satpam.


***


Raisa masih menangis saat melihat jarum jam sudah menunjukan pukul dua dini hari,tatkala Arsyil tidak kunjung pulang juga.


Hingga dia terlelap dengan rasa bersalahnya,dan dia bangun dari tidurnya dengan tidak semangat,dia bahkan tidak bersiap siap untuk bekerja.,namun tanggung jawab sudah menantinya.


"Bik,Arsyil tidak pulang lagi kah ?" Tanya pada Raisa.


"Emmm,tidak Non.." Jawab Bi Nia.


Raisa semakin gelisah sudah dua malam Arsyil tidak pulang ke rumahnya,Arsyil benar benar marah padanya.Raisa berangkat kerja dengan tidak semangat,dia tidak tau Arsyil ada dimana dan tidur dimana,rasa takut juga mulai menghampirinya.


Dan Malam ini Arsyil akan berniat untuk pulang saja,dia akan mencoba menghadapi masalahnya, namun dia tetap akan meminta Raisa untuk berhenti bekerja,dan kalau Raisa kembali menolak,Fix dia sungguh tidak menghargainya sebagai Suami.


Dan pukul sembilan malam Arsyil tiba dirumah,Raisa yang sudah pulang dari sore dan dia sudah memasak makanan untuk Arsyil itu langsung menghampiri Arsyil ke luar.


"Syil..kamu pulang Sayang.." Seru Raisa. namun hanya deheman yang Raisa dengar.


"Syil,,makan malam yuk,aku sudah masakin makanan kesukaan kamu" Raisa mencoba berbicara lagi pada Arsyil.


Walaupun Jawaban Arsyil melukai hatinya "Aku sudah makan.." Saat ini mereka sedang berada dikamar.


Raisa menghela nafas,dia tidak memaksa lagi Arsyil "Maafkan aku" Ucap Raisa sambil memeluk Arsyil dari belakang yang hendak menuju ke kamar mandi.


Langkahnya terhenti dan dia sempat terdiam,dia langsung berbalik,dia menatap Raisa dengan masih merasa sangat kesal dan marah.


Dengan gerakan kasar dia mencium dan mencumbu Raisa,bahkan Arsyil memaksa Raisa dengan kasar,membuka bajunya Raisa dengan paksa dan mencumbunya dengan kasar penuh amarah,seperti seseorang yang hendak memperkosa.


Raisa menangis akan sikap Arsyil yang malam itu memperlakukannya dengan kasar itu,tapi Raisa tidak menolak dia tau selama ini dia yang Salah, dan dia tetap melayani Arsyil walaupun tidak ada kelembutan disana.


Dan setelah puas mencumbu tubuh Raisa tanpa kata kata Arsyil beranjak meninggalkan Raisa diranjangnya,dia lantas pergi ke kamar sebelah dan tidur disana,


Namun dilubuk hatinya dia merasa sedih akan perlakuan dirinya sendiri terutama pada Istrinya,dia menangis dalam diamnya.


***


Dan hari hari berikutnya mereka masih belum saling sapa satu sama lain,entah membalas atau apa,Arsyil selalu pergi ke kantornya saat Raisa belum bangun,dan pulang saat Raisa sudah tertidur.


Entah lah Arsyil masih merasa sangat kesal ,dia masih belum mau bertatap muka dengan Raisa,dia takut amarahnya kembali memuncak seperti saat malam itu.


Raisa mulai semakin merasakan kehampaan dan kesepian,kini dia merasakan apa yang Arsyil rasakan,dan selama itu Arsyil tidak pernah mengeluh,hingga saatnya dimana Arsyil sudah tidak tahan baru dia mengutarakan nya ,namun Raisa malah semakin memancing emosinya dan membuat mereka bertengkar juga semakin menjauh.


Tiap malam Raisa menangis,menangisi penyesalannya.

__ADS_1


***


__ADS_2