Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 14


__ADS_3

🍂🍂🍂


Malam kejadian


"Jangan laporkan aku,kalau kamu tidak mau lebih menderita dari ini !!,aku bisa membuat lebih dari ini sama kamu" Ancam Arka pada Aluna sebelum dia pergi meninggalkan Aluna sendiri.


Malam itu setelah Arka meninggalkan rumah dan Aluna sendiri disana,perasaan bersalah dan takut menyelimutinya.


Rasanya dia sungguh takut,dia tidak tau harus berbuat apa,usianya masih muda dan pikirannya masih labil,yang ada dibenaknya saat itu adalah kabur dari sana dan menjauh.


Bukan dia tidak mau bertanggung jawab,dia hanya takut ,takut akan Papinya ,mungkin dia tidak terlalu takut dengan proses hukum karena dia tau sang Papi akan membantunya dengan kekuasaan yang dia punya yaitu uang namun ada hal yang lebih dia takutkan, takut pada kenyataan kalau dia pasti harus menikahi Aluna,karena itu bentuk pertanggung jawabannya yang benar.


Dia belum ada pemikiran sampai kesana bagaimana masa remajanya masa iya dia harus menikah di usia muda,pikirannya berkecamuk seperti itu.


Arka melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,pilihan terakhirnya dia datang ke apartement Agung,ya hanya tempat itu yang bisa membuatnya tenang.


Ting tong ting tong


Agung yang merasa terganggu akan suara bel berbunyi pun dia terpaksa bangun,dibukalah pintu apartement nya,terlihat Arka disana.


"Eh,busyet dah ngapain loe malam malam kesini,ganggu gue tidur aja " Omel Agung sambil mengucek ngucek matanya.


"Gue ikut tidur " Seru Arka sambil menyelonong masuk ke kamar Agung.


"Ya ampun punya teman kaya loe bikin gue darting" Kelakar Agung.


Arka tak mendengar ocehan Agung dia rebahan ditempat tidur itu dengan mata terpejam namun pikirannya entah kemana.


"Ka,loe ko bisa bisanya berbuat mesum disekolah,kan ada tempat lain selain disekolah Ka "Agung memulai percakapan.


"Nafsu gue " Jawab Arka masih dengan mata terpejam.


"Ya kali tahan dulu,sekarang loe kena imbasnya kan,gue heran siapa yang ngerekam loe dan menyebarkannya !!"


"Udah gak usah bahas itu malas gue bikin emosi,gue udah tau siapa itu" Ocehnya yang padahal dia tidak benar benar tau.


"Serius loe udah tau?loe gak bertindak Ka ?"


"Iya gue udah tau,udah gue balas membuat dia menderita seumur hidupnya" Mulutnya berkata begitu,namun direlung hatinya paling dalam hatinya berkecamuk merasa bersalah yang teramat dalam.


***

__ADS_1


"Dari mana aja kamu semalam ?"Tanya Papinya Arka


"Uhhh saat saat sekarang aja pada dirumah,kemarin kemana aja"Batin Arka.


"Nginep dirumah teman Pap" Jawab Arka.


"Kamu tidak berbuat ulah lagi kan ?" Tanya Papi


Deg


Dia ingat semalam dia meninggalkan Aluna dirumah itu sendiri,dan terlebih dia juga sudah menodai Aluna merenggut paksa kesuciannya.


Hatinya kembali berkecamuk,ingin rasanya dia kembali kesana dan meminta maaf ,namun rasa gengsinya terlalu besar.


"Beresin semua barang barang kamu,besok pindah ke Surabaya tinggal disana dengan Bibi kamu,ingat jangan bikin ulah lagi"


Arka hanya menganggukan kepalanya ,dan bergegas pergi ke kamarnya mengemas barang yang akan dia bawa pergi besok.


Hati dan pikirannya masih tertuju pada Aluna,dia lantas menelepon seseorang yaitu penjaga rumah itu.


"Hallo,pak apakah perempuan itu masih disana?" Tanya Arka pada penjaga itu.


"Iya hallo tuan,tadi pagi saya datang kesini namun sudah tidak ada siapa siapa tuan,kemungkinan dia sudah pergi"Jelas penjaga itu.


"Kemana dia pergi,ah sudahlah aku tak peduli,lagian tidak sampai dalam" Gerutunya.


Dia memang merasa takut,dia sudah siap jikalau nanti Aluna melaporkannya pada pihak hukum,namun dia tau akan kekuasaan Papinya. Biarlah itu urusan nanti pikirnya.


Ke esokan harinya Arka akan pergi meninggalkan kota kelahirannya dan pergi ke Ke tempat Bibinya berada.


***


Sedangkan untuk Aluna ,dia masih melewati hari harinya diam dirumah ,melakukan home schooling dia masih belum siap untuk keluar rumah,dia terlalu takut untuk itu .


Ardi dan Naura masih berusaha mencari tau titik temu masalah Aluna dan siapa pelakunya itu,namun sekeras apa pun mereka lakukan tetap belum ada titik terang sebelum Aluna sendiri yang memberi kesaksian pada pihak hukum.


Aluna masih bungkam,dia terlalu takut untuk bicara,karena dia tau Arka seperti apa meskipun dia melaporkannya pada pihak berwajib,mereka tidak akan menahannya lama,karena dia tau kekuasaan apa yang keluarganya punya.


Jadi dia memilih diam,dia pasrahkan hidupnya pada Allah SWT ,dia yakin akan ada hal indah suatu saat nanti.


"Ayah,Bunda kalian jangan bersedih lagi,Luna juga sudah tidak bersedih,Luna sudah baik baik saja ko" Ucap Luna setelah berbulan bulan lamanya dia mau berbicara banyak seperti ini.

__ADS_1


"Sayang,maafin Bunda ya" Naura memeluk Aluna dengan erat.


"Bunda tidak salah kenapa Bunda yang meminta maaf,Insya Allah Bunda Luna bakalan ikhlas menjalankan kehidupan Aluna selanjutnya"Tutur Aluna.


"Lun,kamu masih belum mau kasih tau siapa yang melakukan ini pada kamu?" Tanya Ardi


Aluna menatap Ardi dengan mata sendu,hatinya kembali berkecamuk sakit.


"Gak Ayah,sekali pun Luna melaporkannya dia akan terbebas kembali,biarlah hukuman buat dia adalah rasa bersalah yang tak akan pernah hilang seumur hidupnya" Itu doa Aluna,Biarlah Allah yang membalas perbuatannya,dimana pun dia (Arka)berada dia akan terus terbayang dengan rasa bersalah,itu hukuman yang pantas buatnya.


Ardi membawa Aluna kedalam pelukannya,dia memberikan kekuatan pada Aluna.


***


"Assalamualaikum,ka Nay apa kabar ,ka Nayla maafkan aku sungguh aku berdosa ,aku sudah lalai menjaga amanah dari mu,aku berjanji akan menjaga Aluna ,namun aku sudah lalai saat ini Kak,apa yang harus aku lakukan Kak,Maafkan aku,hiks..hiks..hiks"


Naura sedang berada di depan makam Alm Nayla,hatinya tidak pernah tenang selama itu,kehidupan Aluna hancur,masa remajanya hilang direnggut orang yang bertanggung jawab.


"Sayang,maafkan aku juga tidak menjaga anak kita dengan baik,hukum aku yang sudah lalai menjaganya,maafkan aku Nayla" Ucap Ardi yang tiba tiba ikut datang ke makam Alm Nayla.


"Mas.." Ucap Naura.


Mereka saling berpelukan ,menumpahkan segala isi hati mereka dengan menangis.


"Kita pasti bisa melewati ini semua Ra,kita kekuatan untuk Aluna,maka kita juga harus kuat "Ucap Ardi.


Setelah beberapa mereka disana dan setelah berdoa mereka pun bergegas pergi dari sana.


"Kak Nay,aku pamit"Ucap Naura


Hati orang tua mana yang tak sakit melihat anaknya kesayangannya harus menerima takdir seperti itu,bagaimana kehidupan selanjutnya anaknya itu,namun mereka pasrahkan kepada Allah SWT.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2