Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 3^ Part 53


__ADS_3

Dikediaman Arka 


"Queen,,kok kamu belum tidur nak ?masih ada kerjaan kah ?" Ujar Aluna.


Seperti biasa tugas malam Aluna melihat keadaan anak anaknya dulu. 


"Eh,Bunda..gak kok Bun,ini juga mau tidur kok"Kilah Queen. 


Padahal Queen lagi risau,sudah dua hari Ervan tak ada kabar,udah gitu mereka juga tidak bertemu. 


"Bohong,ada apa nak ?"Aluna tau Queen sedang berbohong. 


"Bunda,,kalau pendapat Bunda soal Ervano gimana sih ?" 


"Ervano ?Bunda suka sama anak itu,dari waktu Bunda dengar cerita Ayahmu,Bunda sudah tau Ervan itu anak yang baik,dia juga sopan tiap mau bawa kamu pergi pasti ijin dulu,kenapa sayang ?"  


"Bunda,,kalau Ervano serius sama Queen ,apa Ayah bakalan setuju ?mungkin sekarang Ayah setuju karena mengira kita berteman,kalau seandainya lebih ?" 


"Kok kamu nanyanya gitu ?Ayah juga suka sama Ervano Kok,malah Ayah selalu memuja muji dirinya" 


"Bunda,yang Queen tanyakan itu,Apa Ayah akan benar benar setuju kalau nanti Ervan benar benar serius dan ingin memikat Queen,sedangkan Ayah dan Bunda tau bagaimana keluarga nya Vano,Vano sempat minder akan hal itu Bunda" 


"Jadi kamu takut kalau Ayah malah gak setuju gitu karena perbedaan sosial keluarganya ?Queen,asalkan Ervano benar benar serius sama kamu,dan bisa membahagiakan kamu, Bunda sama Ayah tidak akan melarang kalian untuk tidak bersama,harta bisa dicari sayang,yang penting kamu bahagia.Lagian Bunda juga lihat Ervano itu anaknya pintar,mau berusaha.Bunda yakin dia bisa sukses" 


"Itu pendapat Bunda,kalau Ayah kan belum tentu Bunda..apalagi Queen kan anak perempuan,pasti Ayah ingin Queen bisa bahagia,dan dapat pasangan yang sama sederajat dengan keluarga kita" 


"Hey,Queen jangan menilai sesuatu yang belum tentu itu benar,Bunda tau Ayah bukan orang seperti itu Nak yang Hanya memandang orang dari status sosial saja ,tidak sayang..ya sudah kalau kamu ragu ,nanti Bunda coba bicara sama Ayah ya.Sekarang kamu istirahat,sudah malam sayang". 


Queen memeluk Bunda "Makasih Bunda.."Lirihnya. 


"Kamu bahagia kan ?"Tanya Bunda. 


"Iya aku Bahagia  Bunda.." 


Aluna tersenyum dan mengecup kening Queen,lalu menidurkan anak gadisnya itu dan menyelimutinya 


**** 


Besoknya di kampus Queen 


Queen dan Ervan sudah lulus dari kampusnya,dengan masing masing sudah mendapatkan nilai sempurna. 


Queen masih mengembangkan Cafenya dan Ervan masih meneruskan bekerja dikantor Arsen,sudah banyak perubahan pada dirinya. 


"Ervan kemana ya ?akhir akhir ini kok tidak ada kabarnya ?"Dengus Queen saat sudah hampir satu minggu Ervan tak ada kabar padanya. 


Lalu Queen pun berinisiatif datang kekantor Arsen,meminta Naya menemaninya,dan Naya pun mau. 


"Lagi sibuk mungkin Queen,si Ervan makannya gak ngehubungi kamu"Ujar Naya mencoba menenangkan Queen. 


Tapi Queen masih bersikukuh untuk menemui Ervan dikantornya,dengan memakai cara sang kakak ,Queen pun bisa bertemu Ervan dan pas saat makan siang. 


"Ervano.."Seru Queen melambaikan tangannya saat melihat Ervan sudah datang. 


"Queen.."Sahut Ervan,Ervan langsung duduk di depan Queen,Naya agak sedikit menjauh. 


"Kamu kok gak pernah balas chat aku sih Van ?kamu kemana saja beberapa hari ini ?"Tanyanya beruntun. 

__ADS_1


"Queen,,maaf ya..aku mau ngomong sesuatu sama kamu"Ucap Ervan dengan serius. 


"Apa Van ?serius amat !!"Decak Queen. 


"Queen,sepertinya kita berteman aja ya !!"Ujar Ervan. 


Deg 


Queen diam membisu dan mematung,pernyataan Ervan masih belum dia mengerti. 


"Ma..maksudnya apa Van ?kenapa seperti ini ?" 


"Maaf Queen,aku sudah tidak bisa bersama kamu,maafkan aku"Ucapnya lagi. 


"Kenapa ?kenapa tiba tiba Van ?Dengus Queen. 


"Maaf Queen,,aku pergi dulu ya,jadi jangan berharap banyak padaku !!" Desis Ervan lalu melangkah begitu saja. 


Queen masih terdiam,hatinya sakit..seperti duri yang menusuknya.Tak terasa air matanya mengalir. 


Naya yang mendengarnya pun,merasa kasihan pada Queen,Naya mencoba menenangkan Queen. 


*** 


Hingga sore hari Queen jadi banyak diam,dia sungguh tak mengerti kenapa tiba tiba Ervano memutuskannya secara sepihak begitu,dia kembali menangis dipelukannya Naya  


"Udah Queen jangan nangis lagi"Naya mencoba meredakan Queen. 


"Apa salah aku padanya Nay,sampai Ervan memutuskan aku begitu saja,ini sudah perjalanan kita selama kurang lebih 3 tahun,aku setia saat di masih biasa sampai detik ini,tapi.."Ucapan Queen tertahan kala rasa sesak dirasakannya.


Naya pun kembali menghibur Queen ,hingga sampai Queen mereda dan dia meminta Naya untuk mengantarnya ke Cafe,di Cafe terlihat sudah ada Ervano bersama seorang wanita  


Plakkk 


Satu tamparan mendarat dipipi Ervan,Queen manatap Emosi pada Ervan,pada laki laki yang selama ini selalu melindunginya,tapi apa !! 


"Queen.."Lirih Ervan


Queen pun tak banyak bicara lagi,dia langsung berlari keruangan kantornya dan kembali menangis lagi disana. 


Sungguh dia sangat terluka saat itu,dia sudah salah menilai Ervano. 


*** 


Malam hari Naya masih ada disana menemani Queen,sampai Naya juga mengantarkan Queen kerumahnya,didalam rumah terlihat gelap gulita.  


Queen dan Naya pun sudah mengucapkan salam,tapi tak ada jawaban dari dalam rumah, 


"Kenapa Gelap gini sih Nay,orang orang pada kemna ?aku jadi takut"Lirih Queen. 


Naya hanya diam,lalu perlahan lepasan tangan Naya mengendur,dan Naya sudah tidak ada disna. 


"Nay,kamu kemana ?"Queen mencari cari Naya. 


"Ayah,Bunda,Syila,Bi Ane,Bi Lastri kalian pada kemana sih ?"Ujar Queen ,masih dalam mode ketakutan.Dan masih belum ada jawaban dari dalam rumah. 


Lalu secara perlahan lampu satu persatu menyala,Queen sempat terkejut,lalu ada sebuah balon yang berisi sebuah kertas kertas yang menyembur diatas Queen.Dan lalu di depan ada tulis Happy Brithday ShaQueena Kirana Adtmaja.  

__ADS_1


Queen menutup mulutnya,dia baru teringat hari ini hari kelahirannnya,lampu semakin menyala,lalu Syila dan Bila membawa sebuah kue ditangannya,dan yang lain bernyanyi selamat ulang tahun untuk Queen. 


Semua keluarga nampak disana,Arsen dan Alya pun ikut kesana untuk merayakan hari jadinya sang adik.Queen begitu terharu,dia menangis. 


"Selamat ulamg tahun Sayang,doa terbaik untuk kamu"Ucap Arka dan Aluna sambil memeluk Queen. 


Usia Queen kini sudah 26 tahun,dan seharusnya usia segini sudah siap untuk menikah,tapi !! 


Syila dan Bila menyuruh Queen untuk meniup lilin yang ada dikue,tapi sebelumnya dia menyuruh Queen berdoa dahulu. 


Setelah selesai ,Acara potong kuepun terjadi,teman teman Queen juga nampak disana,hanya satu yang tak ada yaitu Ervano.Queen kembali sedih. 


Tapi sesaat Mereka saling bersuapan kue ,ada sebuah suara menggema ,suara nyanyian lagu dari slank,menggema disana. 


Queen awalnya itu mengira Daffin,tapi saat orang itu berkata. 


"ShaQueena Kirana Atmadja,selamat ulang tahun,dan ShaQueena maukah kamu menikah dengan ku ?"Ucap orang itu yang tak lain adalah Ervano. 


Queen kembali menutup mulutnya tak percaya,apa yang sudah dia dengar itu, benarkah itu Ervan,dan apa yang tadi dia katakan ? 


Ervan sudah menampakan dirinya,dengan senyum yang mampu membuat hati wanita terpesona padanya,dia semakin mendekat pada Queen lalu berjongkok 


"ShaQueena maukah kamu menikah denganku ?"Tanyanya lagi sambil menampilkan sebuah cincin. 


Queen begitu bingung,tadi siang Ervan sudah menyakitinya,bahkan sudah terus terang sudah berkhianat padanya. 


"Kamu apa apain sih ?"Sarkasnya. 


Ervan hanya semakin tersenyum,"Jawab dulu,baru aku akan menjelaskannya lagi"Tutur Ervan. 


"Terima..terima Kak,kasihan tuh kaki Ka Ervan sudah pegal tau"Seru Syila. 


"Diam kamu anak kecil !!"Decak Queen. 


"Sayang..Ervano sudah serius sama kamu,soal tadi siang dan sore itu hanya sebagian dari rencana kita,paling utama sih rencananya Syila dan Bila"Ujar Aluna dengan terkekeh.


"Iyakah Bunda ?benar itu Van ?"Tanyannya 


"Iya Queen,mana mungkin aku bisa berpaling dari kamu,wanita secantik kamu tidak akan aku biarin pergi"Celoteh Ervan. 


"Gombal.kamu !!"Decaknya lagi. 


"Jadi bagaimana ?will you marry me ?"Ketiga kalinya Ervan bertanya. 


Queen awalnya masih tidak percaya tapi dia tersenyum "Yes"Jawabnya. 


Suara riuh piuh terdengar disana,Arka sudah memberikan restu pada Ervano. 


Selama dua tahun ini Ervan sudah mampu membuktikannya kalau dia bisa sukses,buktinya dia sudah bisa membangun rumah untuk kedua orang tuanya,sudah membangun rumah juga dirinya dan Queen nanti. 


Lalu sudah membeli mobil,untuk orang tuanya belanja dan untuk dirinya sendiri,dan juga sudah bisa menyekolahkan adiknya. 


Arka bangga pada kerja kerasnya Ervan,jadi dia sudah merestui Ervan bersama Queen. 


Dan malam itu acara kembali berlangsung,selain acara ulang tahun ditambah juga acara lamarannya Ervano. 


Diacara itu juga,membuat sedikit pengalihan pada Alya,setidaknya disana Alya bisa tersnyum dan sedikit melupakan masalahnya . 

__ADS_1


*** 


__ADS_2