
⚘Wedding⚘
Waktu semakin beranjak maju,Segala persiapan juga sudah rampung,semua sudah 99.9% siap,dan Tentu dari pihak laki laki yang menyediakan itu semua.
Arka dan Aluna tak masalah soal itu,karena dia mengerti Alya sudah tidak ada orang tua,juga saudara dari kedua orang tuanya.
Selama satu mingguan Arsen dan Alya dipinggit Oleh Aluna,meskipun satu rumah tapi Aluna terus berusaha menjauhkan mereka supaya tidak bertemu.
Arsen sempat kesal.pada adat yang ada,tapi tak urung dia menerimanya juga.Acara yang dilaksanakan tempatnya dirumah besar Arka dan Aluna tepatnya dihalaman belakang yang super luas,untuk acara ijab kabulnya akan dilaksanakan didalam rumah saat minggu pagi.
Dan resepsi akan diadakan pada malam hari setelah Shalat Isya.
***
Saat ini Alya sedang dihias oleh MUA yang Aluna pilih lagi,dirias dikamar tamu yang Alya tempati,disana ada Aluna yang menemaninya.
Dengan kebaya berwarna putih,yang sangat cocok ditubuh langsingnya Alya,dia terlihat sangat anggun dan cantik sekali.
Aluna pun terpana pada kecantikan yang Alya punya.Dia mendekat dan memeluk Alya dengan Sayang.
"Menantu Bunda ini cantik banget sih !!"Ujar Aluna dalam pelukan Alya.
Alya tersenyum "Makasih Bunda.."Lirih Alya terharu dia pun meneteskan air matanya.
"Ayah,Ibu andai kalian ada disini,lihatlah sebentar lagi Alya sudah menjadi istri seseorang"Gumamnya dalam hati.
"Hey,Kenapa kamu nangis sih,udah jangan nangis ada Ayah,Bunda juga yang lainnya yang akan selalu bersama kamu.Bunda yakin,Alm Ayah dan Ibu kamu senang saat ini"Tutur Aluna mengelus wajah Alya.
Alya tersenyum dan kembali memeluk Aluna,lalu tak lama masuk Queen dan Syila kekamar itu.Mereka berseru heboh melihat penampilan Alya,sehingga menjadi ramai kamar itu.
***
Acara ijab kabul akan segera dimulai,Arsen sudah siap dengan jas putihnya juga couple dengan Alya,dengan memakai Wali hakim,semua juga siap pada posisi masing masing.
Acara ijab kabul juga hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat terdekat saja,keluarga dari Arka dan dari Aluna juga,Naura ikut serta disana.
Dan dalam satu hentakan, Arsen mengucapkan janji suci itu,Kata SAH dari keluarga terucap,dengan ucap syukur Arsen panjatkan.
Di dalam kamarpun Alya sama berucap syukur,kini statusnya sudah menjadi istri Arsenio,dia sudah menjadi keluarga Atmadja.
Aluna dan Alya saling berpelukan,lalu Aluna dan Raisa yang ikut disana memapah Alya untuk ketempat ijab kabul dilaksanakan.Selama satu minggu tak bertemu rasa rindu itu menggebu,jantung keduanya berdegub kencang dan saat Alya sudah hampir mendekat.
Arsen melongo melihat kecantikannya Alya,sungguh Alya sangat cantik,ingin rasanya dia peluk erat erat.Begitupun dengan Alya yang merasa terpesona pada ketampanannya Arsenio,ahh dia jatuh cinta kembali.
Alya sudah ikut duduk dikursi yang sudah disediakan,bukan hanya Arsen yang terpesona pada kecantikan Alya,tapi semua orang yang ada disana juga.
Setelahnya pak penghulu dan pihak dari KUAmenyuruh keduanya untuk berdo'a lalu Alya mencium punggung tangan Arsen ,disusul Arsen yang mencium kening Alya,Suara riuh piuh terdengar disana,tubuh keduanya sudah bergetar hebat,merasakan gelayar yang aneh disana.
__ADS_1
Mereka saling tatap "Kamu cantik Al,aku sudah jadi milikku ,siapkan nanti malam"Lirihnya ditelinga Alya.
Alya memukul ringan Arsen,dia merasa malu saat itu,apalagi dengan jangtung yang dari tadi tak bisa diam sama sekali.
Selanjutnya acara sesi foto berdua lalu keluarga,dan acara makan makan keluarga,saling berbincang dan bercanda dan tentu meledek Arsen yang akan malam pertama hari ini.
***
Siang harinya karena Alya merasa lelah,dia ijin untuk beristirahat dikamar tamunya,Aluna mendampingi Alya hingga ke kamar dan membantu membuka kebaya yang membalut tubuhnya itu dan menggantinya dengan pakaian santai.
Setelah selesai "Istirahatlah dulu Al,untuk mempersiapkan nanti malam,nanti sore setelah shalat magrib,MUA akan kesini lagi."Tutur Aluna.
"Iya Bunda..terima kasih Bun,Bunda yang sudah di repotkan selama ini"Ujar Alya memeluk Aluna lagi.
"Iya Sayang,itu tugas Bunda..Arsen itu anak pertama Bunda,jadi wajar Bunďa banyak melakukan hal yang seperti ini,berbahagialah kalian ya"Tutur Aluna memeluk dan mengecup kening Alya.
Alya mengangguk dan dia mengistirahatkan dirinya,Lalu Aluna keluar dari sana.
"Bun,Ars boleh masuk tidak ?"Tanya Arsen di depan pintu saat Aluna sudah keluar.
"Ars,kamu menganggetkan Bunda aja,boleh lah kamu kan usah Sah sama dia,tapi ingat jangan dia apaapain dulu,masih ada acara nanti malam"Kelakar Aluna.
"Ya gak lah Bunda,aku cuma mau ikut istirahat aja disana"Ujar Arsen.
Aluna pun mengijinkan Arsen masuk,dan beliau melangkah keruang tamu,sebagian keluarga ada yang memilih pulang dulu,ada yang memilih untuk istirahat dirumah Arka karena masih ada beberapa kamar tamu yang kosong.
Ah,Alyanya kini sudah menjadi miliknya,dan akan tetap menjadi miliknya,sebisa mungkin dia akan beri kebahagian untuknya.
Dia kecup kening Alya dengan Sayang,lalu memeluk Alya dan ikut tertidur.
Saat adzan Ashar berkumandang,Alya mengerjapkan matanya,mencari cahaya dan membukanya perlahan,saat hendak akan bangun,dia merasa berat pada perutnya.
Dan dilihatnya ada tangan kekar yang sedang memeluknya,"Arsen.."Lirihnya,dia tersenyum malu.
Perlahan dia ingin melepaskan tangan itu dari tubuhnya ,karena akan mengambil air wudhu untuk beribadah.
Tapi Arsen menahannya "Kamu mau kemana Sayang,disini dulu"Lirihnya masih dengan mata terpejam ."Ars,udah sore,udah adzan Ashar juga,ayo shalat dulu"Ujar Alya.
Arsen membuka matanya ssmpurna "Ah,udah lama juga kita tertidur"Ujarnya masih sambil memeluk Alya,lalu dia bergeser sedikit dan menatap Alya dari atasnya
Alya nampak gugup saat Arsen ada di atasnya,"Lagi tidur aja kamu tuh cantik,apalagi lagi bangun gini,"Ujar Arsen.
"Memang aku cantik,baru sadar ya"Sahut Alya.
Arsen terkekeh "Kamu sudah siapkan nanti malam ?"Tanyanya.
"Siap untuk apa ?acara nanti malam ?ya siap dong"Ujar Alya ,pura pura tak mengerti.
__ADS_1
Arsen menjewer hidung mancung Alya "Bukan itu saja,tapi MP kita"Goda Arsen ditelinga Alya
Alya memejamkan matanya,lagi desiran hangat menyerang tubuhnya,saat hembusan nafas Arsen terasa ditelinganya.
Arsen tersenyum melihat kegugupannya Alyanya itu,dengan perlahan dia elus wajah mulus Alya,Alya membuka matanya.
"Ars,apa setelah ini kita akan tinggal disini ?"Tanya Alya disela sela kegugupannya.
Arsen nampak berpikir "Maafkan aku tak sempat memikirkan untuk membeli rumah,tapi kalau kamu mau ayo kita pilih rumah dan membelinya,tapi untuk saat ini kita tinggal dulu disini ya,gak apa kan ?"Tutur Arsen.
Karena masalah kemarin ,Arsen jadi belum mempersiapkan sebuah rumah untuk mereka tinggal bersama anak anaknya kelak disana.
"Iya gak apa aku hanya bertanya saja,Ars kalau nanti ada waktu luang,kita kemakam Orang tua aku ya"Ujar Alya.
"Iya dong harus,tadinya aku memang mau mengajak kamu Sayang,Al.."
"Makasih Sayang..apa Ars"Sahut Alya.
Tatapan mereka bertemu saling mendamba,saling menginginkan satu sama lain,
"Boleh gak aku cium kamu,dari tadi bibir kamu sudah menggoda aku"Celetuknya.
Alya menatap geli pada Arsen dan malu "Kenapa harus ijin dulu,kan kita sudah sah,tapi untuk lebih nanti malam Ok !!" Ujar Alya.
"Okay.."Tanpa menunggu lama Arsen mendekatkan bibirnya pada bibir Alya.
Bibir keduanya sudah bersentuhan,perlahan Arsen memanggutnya lembut dengan lembut,Alya begitu tersentuh dia lingkarkan tangannya dileher Arsen.
Ciuman itu semakin dalam dan semakin membalas satu sama lain,memberikan kehangatan pada keduanya dan mengutarakan perasaan mereka masing masing.
Bunyi decapan terdengar disela sela kamar ,mereka masih saling memanggut,walau sempat berhenti tapi mereka menyambung kembali
***
Setelah shalat magrib bersama Alya kembali di dandani untuk acara resepsi nanti malam.
Malam ini Alya akan memakai gaun pernikahan berwarna Rose Gold diperpadukan dengan mutiara mutiara kecil disekitar gaun,gaun panjang yang menjuntai dengan lengan pendek begitu indah.
Tambah indah saat dikenakan oleh Alya,dengan rambut yang hanya diikat tengah dan bawahnya yang diCurly ditambah mahkota kecil diatasnya,menambah aura kecantikan yang terpancar dari Alya.
Arsen pun mengenakan jas dan kemeja warna yang sama warna Rose Gold,begitu pas ditubuh kekarnya,diruangan yang sama.
Arsen lagi lagi terpana melihat Alya,matanya tidak berkedip,bahkan terlihat mau keluar dari tempatnya.
Alya tersenyum dipandangi begitu oleh Arsen dari pantulan cermin mereka saling pandang satu sama lain.
MUA yang ada disana pun ikut tersenyum geli melihat keduanya seperti itu.
__ADS_1
***