Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 3^ Part 42


__ADS_3

Taman belakang rumah Arka dan Aluna yang luas itu sudah disulap menjadi tempat  weddingnya Arsenio dan Alya. 


Arsenio anak pertama dari Arka dan Aluna,anak laki laki juga satu satunya,tentu pesta itu di adakan dengan sangat meriah,kenapa mereka tak memilih dihotel atau tempat lain yang lebih mewah,alasannya karena supaya keamanan lebih terjaga. 


Saat Arka mengumumkan Arsenio yang akan mengganti dirinya kelak,tentu banyak musuh yang tak terlihat disekitar mereka yang menatap tak suka pada keputusan itu,sehingga kadang selalu ada kejadian yang hampir mencelakai Arsen atau membuat Arsen menjadi tidak becus dalam pekerjaannya. 


Dengan dekor berwarna putih dan gold menyatu jadi satu ,banyak kursi kursi khusus untuk para pengusaha yang menjadi rekanan mereka. 


Arsen dan Alya sudah siap ,mereka akan melangkah ketempat singgasana mereka dengan diiringi Queen dan Daffin disamping samping mereka. 


Alya tersenyum cerah melihat ada beberapa teman SMA nya datang yang sempat dekat dengan dia dan teman masa kuliahnya dulu pun datang. 


Walau tidak adanya keluarganya sendiri,tapi dia masih tetap merasa bahagia dengan adanya keluarga dari Arsen yang menyambutnya suka cita. 


"Ya ampun..Kak Alya cantik banget ya Bil"Seru Syila saat ini sedang bersama Bila. 


"Iya,aku kalau nikah nanti ,mau kaya gini ah acaranya ..mau minta sama Bunda Aluna dibikin yang kaya gini"Celetuk Bila. 


Sekonyong konyong Syila menoyor kepala Bila "Hey,aku duluan tau sebelum kamu juga"Cetusnya. 


"Iihhh,siapa tau aku yang duluan wee"Sahut Bila tak mau kalah. 


Akhirnya perdebatan pun terjadi pada keduanya.



Arsen dan Alya sudah duduk dikursi singgasananya,semua tamu yang sudah datang tak sabar untuk mengucapkan selamat pada kedua mempelai itu yang saat ini menjadi Raja dan Ratu sehari. 


Satu persatu kerabat dan tamu yang datang mengucapkan selamat pada keduanya.Antrian begitu panjang,karena saking banyaknya tamu yang datang. 


Sehingga teman teman dekat mereka masih menunggu waktu yang senggang untuk sampai disana. 


Dirasa sudah tenang baru teman teman dari keduanya yang  naik,ada Sinta dan pasangan ,ada Dani juga dengan pasangan,dan ada teman teman lainnya. 


"Alya,selamat Sayang,gak nyangka ya kamu berjodoh juga dengan Arsenio" Seloroh Sinta,Alya hanya tertawa kecil. 


"Makasih Sinta,alhamdulillah takdir" celetuknya dan mereka saling terkekeh.


Dani pun tak urung menggoda Arsen "Selamat bro,akhirnya dapat juga Alya,gak nyangka gue suer !!" Ujarnya dan membuat teman yang lainnya juga ikut menggoda dan meledek Arsen. 

__ADS_1


Setelahnya mereka minta berfoto bareng,lalu mencicipi lagi makanan yang ada. 


Lalu ada Aldi juga yang datang bersama Ara,hubungan mereka tentu semakin lengket,walaupun harus LDRan,tapi tak mengubah cinta mereka. 


"Selamat Nio,selamat Alya..berbahagia selalu ya" Ujarnya menyelamati mereka berdua. 


"Makasih loh Ara udah datang jauh jauh.."Ujar Alya setelah melepas rindu. 


"Gak apa Sayang,lagian kan kesini juga ada tujuannya ketemu yayang Aldi,iya kan Ra ?" Goda Arsen. 


"Hah,kalian udah jadian ?kok aku gak tau"Ujar Alya cemberut,karena memang belum tau soal Ara dan Aldi. 


"Baru satu bulan ini kok Al,belum lama"Ucap Ara sambil malu malu. 


"Wah,selamat loh..semoga langgeng ya"Ujar Alya mengucapkan selamat pada Ara dan Aldi. 


"Udah ,,udah disini kan kita yang menikah Sayang,kok jadi kamu yang mengucapkan selamat pada mereka"Seloroh Arsen dan dapat pukulan kecil dari Alya. 


Aldi pun mencebik kesal pada Arsen ,tapi tak urung mengucapkan selamat pada Arsen dan mendoakan yang terbaik bagi kedua mempelai. 


*** 


Dan saatnya acara Dansa berlangsung,Alya sudah berganti baju dengan gaun yang simple berwarna maroon ,dan Arsenpun sama. 


Arsen dan Alya pun diminta untuk berdansa,suara riuh piuh mengisi halaman belakang rumah mereka melihat Pengantin berdansa,dan pasangan yang lain pun ikut berdansa. 


Queen dan Ervan ikut disana,disusul Aldi dan Ara,Arka dan Aluna juga ikutan begitu pula Arsyil dan Raisa. 


Kebahagiaan begitu terpancar bukan hanya dari pengantin ,tapi dari keluarga juga semua yang datang. 


*** 


Waktupun tak terasa semakin malam,para tamu juga menyepi hanya tinggal keluarga yang masih tersisa. 


Arsen dan Alya sudah merasa sangat lelah,dari tadi mereka berdiri menyambut tamu yang datang,Alya sungguh tak menyangka tamu yang datang akan sebanyak itu


"Aku lelah sekali Ars.."Keluhnya saat sudah didalam kamar Arsen ,yang sudah dihias layaknya kamar pengantin. 


"Aku juga lelah Sayang.."Sahut Arsen ,ikut duduk dipinggir tempat tidur. 

__ADS_1


Alya menatap kesekeliling kamar Arsen."Ars,kamar kamu luas sekali gak takut tidur ditempat seluas ini ?"Tanya Alya ,sambil menelusuri kamar Arsen. 


"Gak kok,ini gak seberapa dengan kamar milik Ayah dan Bunda.."Ujarnya sambil memeluk Alya dari belakang,dia bisa mencium aroma tubuh Alya dibalik bahunya. 


Alya sedikit terhenyak dan kaget saat Arsen memeluknya dari belakang itu "Ars,bikin kaget aja kamu iih !!iyakah kamar Ayah dan Bunda lebih besar dari ini ?"Tanya Alya lagi  


"Iya..kalau mau lihat,lihat aja kesana,,ganti baju dulu yuk gerah nih"Ujar Arsen. 


"Iya gerah,ya udah kamu keluar dulu aku mau ganti baju"Ujar Alya. 


"Kenapa aku harus keluar ?kan ini kamar aku,lagian kita kan udah Sah ,kamu istri aku sekarang"Ujar Arsen lagi masih memeluk Alya dari belakang. 


Alya langsung berbalik dan kini mata mereka saling bertemu "Tapi aku malu"Lirih Alya dengan sudah pipinya yang merona. 


Arsen semakin gemas,dan semakin ingin menggoda Alya "Kenapa harus malu ,kan kamu sudah janji dan bilang iya,malam ini kita mau apa". 


Alya semakin gugup dan malu,bagaimana pun ini pertama kalinya untuk dirinya,tentu saja sangat gugup. 


"Ta..tapi Ars.."Ucap Alya ,tapi Arsen tidak menjawab lagi,justru dia sudah mencium bibir Alya yang tadi sudah menggodanya ,dan membuatnya tidak tahan. 


Dia mengecap,dan memanggut bibir Alya itu dengan penuh cinta,masih lembut dan belum banyak menuntut,setelah agak lama baru Arsen melepaskan panggutan itu. 


Alya semakin dibuat malu dan pipinya tambah merona merah,lalu dia menelusupkan wajahnya di dada Arsen ,Arsen tersenyum dan membalas pelukan Alya. 


"Kamu sudah siap kan malam ini ?tapi kalau kamu cape,kita tunda saja sampai besok"Tutur Arsen,masih dengan memeluk Alya. 


Alya mendongkak,"Tidak Ars,ini kewajiban aku dan ini hak kamu,aku gak mau berdosa,lakukanlah Ars"Ujar Alya ,tapi dengan malu malu,dirinya memang belum siap,tapi dia tau itu kewajiban bagi dirinya. 


Arsen tersenyum,"Makasih Sayang,Ganti baju aja dulu Al,ini dari Tante Raisa katanya nyuruh kamu pakai ini"Ujar Arsen setelah melepaskan pelukan mereka dan mengambil kado yang tadi Raisa beri. 


"Apa ya ,,"Tanya Alya "Gak tau,coba aja dulu  buka dan pakai" Saran Arsen. 


Alya pun membukanya dan kaget melihat itu,lalu dia menutup kembali,supaya Arsen tak lihat dan dia langsung berlari ke kamar mandi. 


Jantungnya berdegub kencang dia membuka lagi kadonya yang berisi sebuah lingeri berwarna hitam yang sungguh transparan. 


Alya sempat berpikir keras apa iya dia harus memakai itu ? 


*** 

__ADS_1


__ADS_2