
⚘ Cinta Bersemi⚘**
Setelah dapat lampu hijau dari kedua orang tua Aluna,Arka pamitan pada Ardi dan Naura.
"Aku pulang ya"Ucap Arka pada Aluna.
Aluna menyunggingkan senyumnya."Iya Hati hati Kak"
"Jangan bersedih lagi,dan jangan takut aku akan menyelesaikan soal itu"Jelas Arka dengan yakin.
Aluna hanya menganggukan kepalanya.Arka sudah pulang dan saatnya Aluna di intrograsi oleh Ardi dan Naura
"Sini sayang Bunda mau bicara"Ucap Naura menyuruh Aluna duduk disampingnya.
"Iya Bunda"
"Sayang,Bunda mau tanya kenapa selama ini kamu menyembunyikan semua nya dari kita,kenapa selama ini kamu tidak mau bicara pada kita Nak !!" Ucap Naura.
"Maaf Ayah,maaf Bunda Aluna hanya takut" Jawab Aluna.
"Apa yang kamu takutkan Nak ?takut dia tak bertanggung jawab sama kamu ?" Tanya Ardi.
"Iya Ayah,keluarga Kak Arka bukan keluarga yang biasa,Orang tuanya punya kekuasaan besar,percuma kalau dulu Aluna melaporkannya dia akan terbebas begitu saja Yah"Terang Aluna.
"Ya Allah sayang"Naura memeluk Aluna.
"Ayah bisa melihat kesungguhan dari Arka tadi,mudah mudahan dia bisa membahagiakan kamu Sayang"Ujar Ardi.
"Ayah,Aluna masih belum mau pisah sama Ayah dan Bunda"Aluna menangis menikah muda bukan keinginannya.
"Sayang,Arka sudah mau bertanggung jawab dengan menikahi kamu,lambat laun juga kamu akan menikah Nak,ini mungkin takdir kamu,tapi jika kamu tidak mau cepat cepat menikah tak apa,asalkan Bunda berharap Arka masih mau menunggu,dan tak berubah".
Benar apa kata Bunda,lambat laun juga dia akan menikah,mungkin ini takdir yang Allah tunjukkan padanya.
***
Ke esokan paginya
Setelah selesai sarapan,Aluna sudah bersiap siap akan pergi,namun Arka datang pagi itu.
"Assalammualaikum"Salamnya,selama ini itu pertama kalinya Arka mengucap salam,Aluna benar benar membawa perubahan untuk Arka.
"Waalaikum salam" Arsyil yang membuka pintu.
"Kamu ?ngapain kesini?" Entah Arsyil masih saja emosi kalau melihat Arka.
"Siapa Syil ?" Tanya Naura.
"Aku mau jemput Kakak kamu " Jelas Arka.
Aluna menghampiri Arsyil dan Arka "Kak Arka ngapain disini ?"
"Assalamualaikum Om"Arka tidak menjawab pertanyaan Aluna karena ada Ardi dibelakang maka dia mengucapkan salam pada Ardi.
"Waalaikum salam"Jawab Ardi
"Kalau Om mengijinkan aku mau ngajak Aluna pergi bekerja bareng" Ajak Arka.
"Boleh,tapi jangan dibawa kabur dulu anak saya"Kelakar Ardi .
"Ayah.." Tegur Aluna
"Makasih Om,kami berangkat dulu.."Pamit Arka.
"Tunggu !!Teriak Adeva tiba tiba.
"Ada apa Deva ?" Tanya Naura yang sudah ikut gabung disana.
"Aku ikut.." Rengek Adeva
"Eh anak bau kencur jangan ganggu orang yang mau pacaran,sini kamu kakak aja yang antar"Ajak Arsyil.
"Gak mau,mau naek mobil bagus itu" Celetuk Adeva
"Eh,kecil kecil udah kelihatan matrenya" Celetuk Arsyil lagi.
"Udah..udah nanti kalian kesiangan,Adeva sama Ayah aja " Ucap Ardi.
Dan Arka juga Aluna pergi untuk bekerja,di dalam mobil mereka hanya diam diaman saja,namun dihati mereka saling gugup.
"Lun.."Arka memulai pembicaraan.
"Iya Kak"
"Kamu mau kan bersabar,aku akan bawa orang tuaku kesini dan menemui orang tua kamu" Jelas Arka.
"Tidak usah terburu buru Kak, biar semua berjalan apa adanya"Jawab Aluna.
"Aku ingin memperjuangkan kamu Lun "
__ADS_1
"Kenapa ?"
"Karena aku ingin memiliki kamu" jujur Arka
Jantung Aluna berdegub sangat kencang,hatinya senang saat Arka mengatakan itu.
"Makasih ya Lun"
"Untuk ?"
"Mau menerima maaf aku dan mau menerima pinangan aku"Jelas Arka lagi.
"Kak,aku pernah bilang kalau kakak menikahi aku karena rasa bersalah saja lebih baik jangan"
"Gak Lun sungguh ada hal lain selain rasa bersalah"
"Apa ?"
"Aku mencintai kamu"
Desiran hangat terasa dihati Aluna,apa yang Arka bilang dia mencintainya,bukan hanya gombalan saja kah !!bukan rayuan saja kah !!sejak kapan Arka mencintainya ??
Banyak pertanyaan yang bersarang dipikiran Aluna,Arka memegang tangan Aluna.
"Kamu masih ragu sama aku Lun?Gak apa apa aku akan terus berjuang meyakinkan kamu,sampai kamu tidak ragu lagi sama aku" Jelas Arka.
Aluna tersenyum simpul,hatinya senang sangat senang,Dulu dia menyukai Arka ,tapi dia tidak berharap banyak karena itu mustahil,namun kini Arka menyatakan perasaannya secara langsung.
***
Ditempat lain
"Tuh anak kemana sih udah tiga hari ini gak keliatan batang hidungnya,ditelepon juga gak diangkat angkat"Omel Arsyil.
Sudah tiga hari Raisa tidak ada kabar,yang biasanya dia yang paling gencar menghubungi Arsyil,namun tiga hari itu tidak ada.
** Tiga hari sebelumnya ,Saat Arsyil dan teman temannya sedang nongkrong,Arsyil dan mereka sedang berbincang bincang.
"Syil,gimana loe sama Raisa ?Tanya salah satu temannya.
"Bagaimana apanya ?"
"Loe kan deket banget sama dia kaya pasangan aja tau gak ?masa ga ada perkembangan sama sekali sih,kasihan tuh dia nunggu loe lama banget"
"Yeh,gue gak minta dia buat deketin gue,dianya aja sendiri yang terus ngejar ngejar gue,dari awal gue gak suka sama dia,gue cuma anggap dia sebagai adik gue,selamanya seperti itu" Ujar Arsyil
"Wah ,parah loe..loe udah kasih harapan banyak dia bro,kasihan dia"
Tanpa mereka sadari ,Raisa ada dibalik pintu,hatinya sakit,jadi selama ini memang dia yang salah terlalu berharap pada sesuatu yang tidak mungkin,orang yang dia sukai bahkan tidak pernah meliriknya.
Maka saat hari itu dia bertekad tidak akan bergantung lagi pada Arsyil,dia akan menjauhi Arsyil dia akan melupakan hatinya pernah menyukai Arsyil.Dia akan buka hatinya untuk orang lain.**
"Raisa...!!!" Panggil Arsyil yang melihat Raisa sudah datang ke kampus,tapi perhatiannya teralihkan pada sosok seorang laki laki yang ikut turun dari mobil yang Raisa tumpangi.
Raisa menengok ke arah suara itu ,saat tau siapa yang memanggil maka yang dia lakukan berpaling dari darinya.
"Kak Aldo makasih ya" Ucap Raisa.
"Dia memanggil kamu Sa" Tunjuknya pada Arsyil.
"Aku masuk dulu ya Kak,nanti jadi jemput lagi aku kan ?" Tanyanya pada Aldo
"Iya jadi,semangat ya"Ucap Aldo sambil mengusak rambut Raisa.
Aldo mengepalkan tangannya ,rahangnya mengeras,hatinya tiba tiba panas.
Raisa tidak menanggapi sautan Arsyil ,dia melangkah tanpa melihat ke arah Arsyil.
"Raisa tunggu" Teriak Arsyil sambil dia memegang tangan Raisa.
"Lepas Syil.." Tangkis Raisa.
"Kamu kemana aja ?aku teleponin gak diangkat angkat"
"Maaf Kak aku sibuk,," Jawab Raisa,sambil mau melangkah.
"Sibuk dengan laki laki tadi !!" pernyataan Arsyil membuat Raisa marah
"Terus kenapa kalau aku sibuk sama dia,apa hak kamu ?kamu bukan siapa siapa aku !!"Jelas Raisa.
Deg
Hati Arsyil mencelos ,kata kata Raisa membuatnya sedikit sedih,ada rasa yang tak mau Raisa jauh,tapi dia masih belum mengerti.
"Ya aku memang bukan siapa siapa kamu,"
Hati Raisa merasa sakit,sudah dia tidak mau berharap lebih lagi,maka saat itu juga dia akhiri perasaannya.
"Tapi aku akan menjadi apa apa buat kamu" Dengan cepat Arsyil memalingkan wajah Raisa dan mencium bibir Raisa.
__ADS_1
Raisa tentu saja kaget,matanya membulat jantungnya bergetar hebat.Walaupun hanya mengecupnya tapi mampu membuat Raisa berbunga bunga.
Arsyil melepaskan tautannya,"Mungkin ini memang masih belum jelas,tapi kamu mau kan tunggu aku lagi ?jangan berpaling" Jelasnya membuat Pipi Raisa merona
Raisa hanya menganggukan kepalanya .
***
Jam sudah menunjukan pukul empat sore ,saatnya jam pulang kantor.Sebelum pulang Arka menyuruh Aluna keruangannya .
Tok..tok..tok
"Masuk" Titah Arka
Aluna masuk ke dalam,"Ada perlu apa Pak?" Tanyanya sopan.
Arka berdiri ditempat duduknya,dia menghampiri Aluna lalu memegang tanganya dan mengajaknya duduk dikursi.
Aluna tersipu malu ,saat Arka tak melepaskan tautan tangannya."Lun,bisa tunggu aku sebentar kan !!Nanti kita pulang bareng"Jelas Arka.
"Maaf Kak sepertinya gak bisa,soalnya aku ada janji sama Seva"Terang Aluna.
"Oh,ya sudah kalau gitu kalau nanti malam kita makan bersama kamu mau ?"
"Aku yang ijin sama Om dan Tante"Selang Arka lagi saat Aluna hanya diam.
"Baiklah,aku pulang dulu Kak,Seva udah nungguin" Ujar Aluna.
"Ok,hati hati ya"Ucap Arka sambil mengusak rambut Aluna.
Aluna makin merasa tersipu,
dia hanya menganggukan kepalanya.
**Malam harinya
Aluna sudah siap siap ,Arsyil dibawah udah teriak menyuruh Aluna ke bawah.
"Kakak..Kata Bunda makan dulu"
"Iya sebentar"Teriak Aluna.
Aluna turun ke bawah,dan ternyata Arka sudah datang."Kamu sudah siap,Bunda baru mau panggil,kenapa gak bilang kalau mau makan malam diluar ?" Jelas Naura.
"Ini baru mau ngomong"Aluna memandang Ardi,dan Ardi menganggukan kepalanya.
"Ar,kembalikan anak Om secara utuh ya"Kelakar Ardi dan dia dapat pukulan kecil dari Naura.
** Arka membawa Aluna ke sebuah tempat makan yang tempatnya sederhana,tadinya dia berniat membawa Aluna kerestoran yang mewah,namun mengingat bagaimana Aluna dia urungkan.
Mereka memesan makanan dan sambil menunggu makanan datang Arka memulai pembicaraan.
"Lun,,minggu depan aku mau pulang ke Malang,aku ingin mencari restu dari kedua orang tua aku"
"Kamu mau nunggu kan ?atau kamu mau ikut kesana ?" Ajak Arka .
"Tidak,biar aku berjuang sendiri saja,kamu tunggu aku disini,ok !!aku pulang dengan membawa kedua orang tua aku" Jelas Arka lagi.
"Kak,makasih" Ucap Aluna.
"Untuk ?"
"Sudah datang kembali"
"Kamu sangat berharap aku datang ?"Arka menggoda Aluna.
"Apaan sih,gak gitu juga Kak,pokoknya makasih"
Arka memegang tangan Aluna,membawanya ke dadanya Arka."Aku yang harusnya bilang terima kasih sama kamu,karena kamu mau memaafkan aku,karena kamu mau menerima aku "
"Kak,Arka beda banget ya sama dulu"
"Bedanya?"
"Dulu tuh ka Arka sombong,gak punya hati"
"Sekarang?"
"Ya beda aja lah pokoknya" °Aluna terlihat malu malu
"Kamu yang merubah aku Lun ,kamu yang membawa aku kejalan yang lebih baik,kamu yang menyadarkan aku kalau kesombongan tidak akan abadi,justru bisa membuat malapetaka untuk dirisendiri."
"Kenapa aku !!"
"Ya kamu,kamu datang ke kehidupan aku,walaupun karena kesalahan aku,tapi aku bersyukur adanya kamu,You Are My Destiny"
.
.
__ADS_1
.
.