Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 22


__ADS_3

🍃Perjuangan Arka🍃


Arka sudah kembali keBandung dengan berbagai syarat dari Papinya.Saat dia tiba diBandung yang ada di dalam pikirannya adalah bertemu Aluna,tekad dia sudah kuat untuk berjuang lebih keras mendapatkan Aluna.


Dia datang ke kampus Aluna,namun kata Sindy Aluna tidak ke kampus katanya ada acara dirumahnya,Aluna mau dilamar seseorang.


Deg


Hati Arka mencelos sakit,mendengarnya saja sudah sangat sakit hati,Aluna akan dilamar !!Apakah perjuangannya cukup sampai disini !!


Lantas dia langsung bergegas pergi kerumah Aluna dengan mobilnya,hatinya gelisah,hatinya was was bagaimana kalau Aluna menerimanya.


Dirumah Aluna


Keluarga sedang berkumpul disana,hari ini memang sedang ada acara lamaran khusus buat Aluna,Sebenarnya Aluna dan keluarga tidak tahu menahu soal ini.


Adimas teman kecil Aluna sewaktu SD menyukai Aluna,dia memang tidak pernah menampakan dirinya,dia menyukai Aluna secara diam diam,dia selalu mengikuti kemana Aluna pergi dan Aluna tak pernah tau itu.


Hari itu dia datang dengan membawa kedua orang tuanya ,Orang tuanya dan orang tua Aluna sedikit kenal.


"Maksud kedatangan kami kemari ini,ingin melamar Putri Pak Ardi dan Bu Naura,Anak saya Adimas sudah menyukai Aluna sejak kecil,hanya baru sekarang punya keberanian datang kesini"


"Iya Om,Tante kedatangan saya tulus ingin meminang Aluna putri Om dan Tante"Jelas Adimas.


"Maaf Pak,Bu ini terlalu mendadak "Ucap Ardi.


"Tidak apa apa,kami memang sengaja datang kesini secara dadakan,tak usah repot repot menyiapkan sesuatu"


"Maaf Bu,tapi ini keputusan ada di anak saya,biar kita tanya dulu pendapatnya bagaimana,kàrena jujur ini terlalu tiba tiba,Aluna juga tidak pernah cerita kalau punya pacar" Jelas Naura


"Baiklah,silahkan tanyakan Aluna dulu Bu"


"Lun,bagaimana pendapat kamu ?" Tanya Naura.


Dia sungguh dibuat bingung,secara tiba tiba ada orang yang datang melamarnya,deket aja gak sama sekali hanya sempat kenal saja.


"Om,Tante sebelum nya saya minta maaf bukan saya tidak sopan,tapi saya tidak bisa menerima lamaran ini,saya tidak pantas jadi menantu kalian,saya sudah kotor" Jelas Aluna dan dia mendapatkan tatapan dari Ardi dan Naura.


Apa yang ada dipikiran Aluna sampai harus bilang seperti itu,itu adalah rahasia.Namun tidak buat Aluna,kalau pun ada yang mau menikahinya suatu saat nanti maka orang itu harus tau baik buruknya dia ,dari pada sesudah menikah.


Kedua orang tua Adimas saling tatap mereka mengerti apa arti kata kotor dari Aluna.


"Kamu mau menikah dengan dia yang sudah tidak gadis Dim !!Papa gak habis pikir ,dia memang cantik,tapi kalau sudah seperti itu perlu diragukan" Jelas Papa Adimas.


"Iya kaya yang gak ada perempuan lain saja,mau maunya sama dia"

__ADS_1


Deg


Hati Aluna merasa sakit saat Papa dan Mama Adimas mengatakan itu, tapi itulah kenyataannya yang harus dia terima.


"Maaf Pak,Bu anak saya memang tidak sempurna,tapi saya beruntung memilikinya,dia sangat berharga untuk saya,kalau menurut anda dia tidak baik untuk anak anda,maka dia juga tidak baik untuk anak saya" Tegas Ardi.


"Uuhhhh,ayo Adimas pergi saja dari sini,nyesel Mama sudah datang kesini"


"Kalian punya mulut gak disaring banget" Sentak Arsyil


"Syil..Silahkan pintu masih terbuka lebar"Ucap Ardi lagi .


***


Setelah kepergian mereka,Aluna menangis terisak dipelukan sang Bunda .


"Aku gak mau menikah Bun,sampai kapan pun gak mau menikah,tidak akan ada orang yang mau menerima keadaan aku seperti ini" Lirihnya dengan air mata yang mengalir .


"Aluna sayang jangan bicara seperti itu nak,sayang denger Bunda,suatu nanti pasti akan ada yang mau menerima kamu dengan tulus Nak,jangan bicara seperti itu"


Arka sudah ada di depan rumah Aluna,dari awal sampai akhir dia mendengarkan percakapan yang ada dirumah Aluna,maka saat itu dia masuk kerumah Aluna.


"Aku yang akan menikahi kamu Luna" Sentak Arka di depan Ardi,Naura ,Aluna,dan Arsyil


Aluna beranjak dan menatap Arka,dia dibuat terkejut dengan kedatangan Arka kerumahnya.


Lantas dia langsung bersimpuh dikedua kaki Ardi,sontak Ardi terkejut,begitupun semua yang ada disana.


"Maafkan saya Om karena saya hidup Aluna hancur,karena saya dia menderita,karena saya juga dia harus kehilangan hidupnya,Maafkan saya Om saya laki laki yang sudah merenggut kesucian Aluna,saya orangnya"


Sontak Ardi tambah terkejut mendengar pernyataan Arka,tangannya mengepal erat,dia tarik bahu Arka dicengkramnya kaos yang Arka pakai.


"Jadi kamu laki laki itu" Dan pukulan pun mendarat diwajah Arka.


"Ayah....!!!" Teriak Naura,Aluna,dan Arsyil.


Arka terhuyung ke lantai ,Aluna menghampiri Arka dan Naura menghampiri Ardi.


"Istigfar Mas,istigfar" Ucap Naura meredamkan amarah Ardi.


"Yah,jangan pukul Arka lagi"Jelas Aluna tanpa sadar sambil memegang tangan Arka.


"Kemana kamu selama ini,kenapa kamu datang sekarang Hah!!"


"Mas,duduk dulu kita bisa bicara baik baik " Ajak Naura.

__ADS_1


Dan mereka pun sudah duduk disofa masing masing.Tatapan Ardi masih menghunus ke arah Arka,amarahnya masih banyak.


"Nak Arka,kenapa kamu lakuin itu sama anak Tante,apa salah anak Tante ?" Tanya Naura,dia menahan tangisnya.


"Maafkan saya tante,saya memang sangat salah,saya tidak mencari tau dahulu kebenarannya,dan hanya melihat dengan sebelah mata saja,Maafkan saya juga tante karena baru datang sekarang"Jelas Arka sambil menunduk.


"Jelas kamu salah,kalau kamu tidak pengecut,seharusnya saat itu kamu tidak pergi meninggalkan anak saya sendiri dengan segala penderitaannya"


"Maka dari itu Om,saya datang kesini untuk bertanggung jawab dan akan menikahi Aluna" Tegas Arka,dari sorot matanya tidak ada kata main main sungguh Arka sungguh tulus.


"Bawa orang tua kamu kesini,baru saya akan setuju kamu menikahi anak saya"


Bahu Arka merosot hal sulit lainnya akan dihadapi nanti,bagaimana caranya dia bisa membujuk kedua orang tuanya,baiklah itu urusan nanti,sekarang saat ini ada hati dan restu yang harus dia perjuangkan.


"Baik Om saya akan membawa kedua orang tua saya kesini menemui kalian,ijinkan saya menebus dosa dosa saya Om,Tante sekali lagi maafkan saya"Jelas Arka lagi.


Ardi cukup lega sekalipun dia masih menahan amarah,namun dia lega setidaknya orang yang sudah menghancurkan hidup anaknya itu mau bertanggung jawab.Sekarang hanya tinggal jawaban dari Aluna.


"Kamu jangan senang dulu,Anak saya belum menjawab apa apa " Terang Ardi.


Lantas semua menatap Aluna,Aluna menatap Arka dan kedua mata itu bertemu,Arka tersenyum membuat Aluna menjadi malu.


"Aku gak bisa"Jawab Aluna.


Arka merapatkan lagi senyumnya,bahkan sampai dia seperti itu pun Aluna masih belum bisa menerimanya.


"Aku gak bisa kalau harus jadi orang ketiga"Jawaban Aluna membuat Ketiga wajah menatap Arka.


"Aku akan menyelesaikan soal itu Aluna,setidaknya jika kamu setuju aku akan lebih berjuang lagi"


"Maaf Om,Tante saya memang sudah dijodohkan kedua orang tua saya,namun saya akan menyelesaikannya, itu bukan keinginan saya, saya hanya dipaksa"


"Kamu yakin kamu bisa menyelesaikannya?"


"Saya yakin,beri aku kekuatan Lun"


Aluna benar benar melihat kesungguhan Arka,maka yang dia lakukan menganggukan kepalanya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2