
Info :
Setelah aku pikir jungkir balik tujuh keliling,akhirnya aku putuskan cerita ini lanjut ya Teman teman,alasannya Novel ini novel pertama aku dan hanya satu Novel itu yang Viewnya banyak,maka dari itu aku ingin menambah Views diNovel ini,jadi jika ini lanjut tolong likenya ya,dan karena Novel ini lumayan menjanjikan,kalian tau apalah yang aku maksud,karena aku hanya manusia biasa yang pasti membutuhkan itu,dan aku tak munafik sebagai penulis juga butuh sesuatu😄.
Jadi untuk itu aku lanjut ,tapi tetap part ya bukan season 4 atau apapun,dicerita selanjutnya juga aku gak bisa membawa banyak orang seperti disebelumnya,ternyata pusing😄😅,jadi aku fokus ke peran utama saja ke si kembar Yhara dan Rafa aja ya,jadi jangan tanya kemana ini thor kemàna itu thor,mungkin aku hanya sekilas akan menceritakan salah satunya gak terlalu detail seperti si kembar.
Arkana masih aku hadirkan juga juga nanti,pastinya yang selalu kalian rindukan iya kan ?😁..
Ok maaf banyak sekali notenya,kita lanjut yok,jangan lupa likenya ya,bantu aku Ok😘😘..
Selamat membaca,semoga suka🥰🥰
***
.
.
.
.
.
***
Seperti pasangan Arka dan Aluna,Arsenio dan Alya menginginkan itu terjadi,bisa langgeng sampai tua,menua bersama sama bersama ketiga anaknya Yhara,Rafadhan dan Shaka tentunya.
Walaupun dalam rumah tangga,tidak akan selalu mulus seperti biasanya,akan selalu ada belokan,tanjakan yang akan kita ataupun mereka lalui,tapi kembali lagi pada mereka bagaimana cara menyingkapi masalah tersebut.
Komunikasi yang lancar tentunya yang akan menjadi solusi tepat bagi keduanya,saling pengertian dan salah satupun harus bisa ada yang mengalah dan tentu juga saling mengingatkan jika salah satu ada salah.
Begitu pun perjalanan yang Arka dan Aluna lalui,mereka selalu memberi ultimatum kepada ketiga anaknya,kalau rumah tangga itu seperti itu,dan Arsen menjalankannya sesuai yang kedua orang tuanya ajarkan.
Hingga Arsen dan Alya mempunyai ketiga putra dan putrinya yang masih perlu mereka didik dengan benar,memberikan yang terbaik bagi ketiganya,apalagi mempunyai anak kembar tidak segampang yang dikira.
Moment selama diMaldives tak akan mereka lupakan,Arka dan Aluna adalah orang tua yang hebat yang Arsen,Queen dan Syila punya,mereka tentu selalu berdoa akan kesehatan mereka,semoga panjang umur juga.
Setelah menghabiskan beberapa waktu di Maldives,mereka pun kembali pada rutinitas seperti biasanya,kembali pada rumah masing masing.
Arka dan Aluna kembali kerumah besarnya,kini mereka hanya berdua karena ketiga anaknya sudah berkeluarga dan mempunyai tempat masing masing,namun begitu mereka tetap tak lupa untuk berkunjung kesana.
__ADS_1
Arsen sudah menyarankan Arka dan Aluna untuk tinggal dirumahnya saja,namun mereka menolak alasannya mereka ingin menikmati moment berdua lagi sebelum ketiga anaknya hadir.
.
.
.
.
"Assalamualaikum,Ibu Qila pulang"
Teriak putri cantik yang cantiknya seperti Alya itu berteriak menggema dirumah besar itu,iya dialah yang tak lain Yhara anak kembar yang pertama lahir,dia sering kali memanggil dirinya Qila,itu yang dia mau dibanding Ara,katanya kaya tante Ara istri Aldi.
"Waalaikum Salam,,anak cantik Ibu udah pulang"
Alya sang Ibu yang kini menjelma menjadi Ibu Ŕumah tangga itu mengelus rambut panjang Yhara atau Qila dengan lembut.
"Iya Bu,Qila lelah Bu.." Keluhnya,baginya sekolah sangat membuat dia lelah,padahal dia baru saja menginjak kelas dua SD,lucukan ?
Alya hanya tersenyum menanggapinya "Eh,Rafa mana ?kok kalian gak bareng ?"
Alya celingak celingukan menjadi anak kembarnya yang laki laki itu yang nakalnya tidak terkira itu.
"Tadi Rafa main dulu kerumah Dimas Bu,gitu katanya.Dia nyuruh Qila untuk bilang sama Ibu"
Qila dan Rafa memang disatu sekolahkan disekolah Favorit meski tetap beda kelas,walau kembar Perempuan dan laki laki tetap saja mereka harus dipisahkan,selain nakal pun jiwa jahilnya Rafa sangat besar terutama dengan Qila anak perempuan satu satunya disana.
Tiap hari Qila memang selalu mengeluh untuk minta adik perempuan lagi pada Arsen dan Alya,namun ada satu hal yang tak bisa mereka berikan itu.
"Bu,Rafa tuh keknya harus masukin asrama deh,dia bikin ulah lagi tuh tadi,kalau gak ada aku yang mencegah udah deh dia berhasil mengerjai anak baru,dia tuh aduh nakalnya ampun Bu"
Keluhan itu pun sering kali terjadi dari Qila,atau bahkan hampir tiap hari Alya ditelepon atau dipanggil wali kelasnya akan kenakalan Rafa.
Begitulah sulit Alya dalam mengatur anak laki lakinya yang satu itu,dia mesti menstok rasa sabar yang banyak dihatinya.
Alya hanya mendesah "Bagus,Qila harus sering awasi dia ya,kasih tau kalau dia salah"
"Ya,kalau kebetulan Qila melihatnya kalau gak kan Qila gak bisa bantu untuk mencegahnya,udah ah Bu aku ke atas dulu ya,mau ganti baju"
"Iya,lalu langsung turun lagi ya,makan siang Sayang"
__ADS_1
"Iya Bu.."
Tapi meski nakal begitu tak dipungkiri Rafa punya otak yang cerdas dalam hal belajar tak seperti Qila,dia selalu lebih unggul dalam semua pelajaran,meski dirinya terlihat jarang belajar dibanding Qila.
"Ibu..."
Alya menoleh pada sumber suara yang memanggilnya yang tak lain adalah Shaka anak ketiganya yang kini berusia tiga tahun,sudah pasih dalam berbicara,walau masih ada beberapa yang tak dimengerti.
"Eh,Shaka ada apa sayang ?tadi kak Qila pulang,jadi Ibu nyambut dulu"
"Kak Qila ulang ?" Serunya dengan mata berbinar.
"Iya,lagi ganti baju dulu,kebelakang lagi yuk" Ajak Alya pada anak bungsunya itu,ya akan menjadi bungsu.
Selang sore Rafa baru nampak dengan sudah pakaian yang berubah warna,dari putih menjadi coklat.
"Assalamualaikum,Ibu Rafa pulang" Serunya sambil menenteng sepatu yang kotor pula,lantai rumah pun jadi kotor karena dirinya.
"Waalaikum Salam..." Jawab Asisten rumah tangga Alya,dia membulatkan matanya melihat menampilan Rafa.
"Astagfirllah Den,aden habis dari mana ?aden jatuh ?" Serunya panik,karena seluruh badanya penuh dengan lumpur ya lumpur coklat
Rafa hanya menyengir,dia celingak celingukan mencari keberadaan Alya.
"Bi,Ibu mana ?" Tanyanya kemudian.
"Ibu lagi dibelakang Den.."
"Ya udah aku mau mandi dulu dikamar belakang,Bibi jangan kasih tau Ibu ya,itu maaf lantainya kotor" Dia menyengir lagi,berharap tak bertemu dengan sang Ibu.
Dengan mengendap endap dia melangkah ke belakang,untuk meraih kamar mandi dibelakang sana,namun langkahnya terhenti saat mendengar teriakan dari Qila,kakak kembarnya itu yang selalu mengagalkan setiap rencananya.
"Ibu....lihat Rafa dia main lumpur lagi" Teriaknya menggema lagi dirumah besar itu.
Rafa tentu saja membeliak dan menatap tajam kakaknya itu.
Dan Alya yang mendengar itu,lalu menghampiri mereka kedepan,matanya membulat sempurna melihat penampilan Rafa.
"Rafaaaaaaa.........." Teriaknya kini.
****
__ADS_1
...Bersambung...
Semoga suka ya🥰🥰