Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 53


__ADS_3

Weekend datang ,dua keluarga sedang terlihat bersiap siap untuk pergi piknik,Ya seperti yang Arka rencanakan dihari Sabtu itu mereka akan pergi ke Dunia Fantasi (Dufan) yang ada diJakarta.


Rencananya Mereka akan membawa dua mobil saaja,Arka yang membawa mobil dan Aluna,Arsyil,Raisa ikut Arka . Sedangkan mobil satunya dikendarai Ardi,Naura ,Lista ,Randy dan Adeva ikut ke sana.


Pukul delapan pagi mereka akan berangkat dari rumah Ardi,setelah berbagai persiapan mereka siapkan sebelumnya.


"Syil ayo iihh lama sekali kamu itu,kaya cewe aja deh" Omel Raisa,yang dari tadi menunggunya.


"Sabar napa Beb," Jawabnya,Raisa hanya mencebik kesal pada Arsyil


Mereka turun dan menghampiri yang lain nya yang sudah menunggu didepan.


"Kalian ngapain aja di dalam ? ,lama bener" Omel Aluna


"Tau nih Arsyil Kak yang banyak lama" Cebik Raisa yang masih kesal sama Arsyil.


"Udah ..udah ayo kita berangkat keburu siang,panas nanti" Tutur Ardi


Dan mereka mulai berangkat .


^ Dimobil ^


Setelah setengah perjalanan " Syil tukeran lah tempat duduk nya Kakak yang disana,kamu disini !!" Pinta Aluna.


"Napa emang Kak ?"


"Kalean berisik,Kakak gak bisa tidur tau !!" Keluh Aluna yang dari tadi ingin memejamkan matanya ,namun yang dibelakang Asyil terus bercanda.


Arka hanya terkekeh melihat mereka adu mulut.


"Gak bisa lah Kak,lagean ini di jalan tol,mana boleh berhenti !!" Cebik Arsyil tak mau kalah.


"Halah bilang aja mau disitu,awas ya kalean kalau berbuat mesum ,Kakak kawinin"


"Mau Kak ,mau dikawinin sama Arsyil" Ujar Raisa mengebu gebu.


Aluna dan Arka saling tatap dan lalu mereka tertawa "Masih muda woi,aku belum mau kawin" Keluh Arsyil.


Mereka masih saling bercanda dan meledek satu sama lain,bahkan mereka sempat sempatnya main permainan dalam mobil itu.


Saat sudah cape dan keadaan sedang sunyi,Arka Melihat dikaca spion depan ,Arsyil dan Raisa sedang menutup matanya ,Arka pikir mereka tertidur.


Lantas dia menatap Aluna yang sedang main game ,lalu


Cup


Arka sempat sempatnya mencuri ciuman pada bibir Aluna,Aluna sontak kaget dan mereka justru lebih kaget.


"Woi,disini ada bocah woi...!!!!" Teriak Arsyil.


Raisa terhenyak dari tidurnya mendengar Arsyil,sedangkan Aluna dan Arka terkekeh.


"Makannya cepet halalin tuh pacar,biar tau rasanya gimana " Cerca Arka.


"Ck,kalian emang pasangan mesum dan gak ada akhlak,tidak tau tempat dan gak lihat apa disini ada bocah " Keluh Arsyil.


"Bocah apaan,kamu udah gak pantas disebut bocah tau " Cebik Aluna

__ADS_1


"Awas aja kalian mesum lagi,cari cari kesempatan aja,"


Aluna hanya menjulurkan lidah ,dan Arka masih meledek Arsyil


"Jangan syirik Syil.." Ledeknya


Arsyil hanya mendengus kesal,sedangkan Raisa dia malah tidur lagi ,padahal tadi dia sempat terbangun.


***


Setelah melakukan beberapa jam perjalanan mereka sampai ditempat tujuan.


"Argggghhh akhirnya sampai juga " Aluna merentangkan tangannya ,rasa lelah karena perjalanan yang lumayan itu.


"Kak Luna Ayo,pokoknya Kakak yang harus temani aku" Ujar Adeva sambil menarik tangan Aluna.


"Bentar Dek.." Aluna menggandeng tangan Arka.


Mereka berjalan beriringan ,mereka juga membeli tiket untuk bisa masuk kesana.


Disini yang paling heboh tuh Adeva dan Raisa,mereka benar benar kompak sekali ,segala permainan mereka jelajahi dan Arsyil harus ikut karena di tarik paksa oleh Raisa tentunya.


Ardi dan Naura juga sama,mereka serasa kembali ke masa muda,begitu pun dengan Randy dan Lista yang tak mau kalah juga.


Sedangkan Aluna dan Arka mereka tenang tenang saja,gak seheboh mereka.


"Lihat deh Kak Ayah sama Bunda,mereka tuh serasa masih muda aja ya " Ujar Aluna saat mereka duduk santai disebuah kursi,karena Aluna merasa kelelahan.


"Iya,kamu baik baik aja kan Yank !!" Tanya Arka yang melihat Aluna terlihat agak lelah itu


" Aku baik baik aja Kak,Kak naik itu yuk !!" Tunjuk Aluna pada permaina Rolley coster


"Uuhhh,bilang aja kamu takut Kak !! Masa laki laki penakut gitu" Cebik Aluna.


"Eh,siapa yang bilang aku takut ,gak ya Yank aku berani,ayo ajak Arsyil juga" Ajaknya so berani.


"Syil,ayo naik itu " Ajak Aluna.


"Ogah ah" Arsyil juga bergidik ngeri melihatnya juga.


"Ayo ..ayo Kak" Seru Raisa dengan menarik tangan Arsyil.


Arsyil dan Arka tak bisa berkutik saat kedua wanitanya saling menarik,sedangkan di sisi lain Adeva berdecak kesal karena tidak bisa ikut,alhasil dia hanya duduk bersama Kedua Orang tuanya dan Om juga Tantenya.


Permainan selesai ,Arka muntah muntah karena tak tahan menahan rasa takutnya itu.Aluna menepuk nepuk punggung Arka.


"Iih kalau takut kenapa gak bilang sih,so berani gitu "Omel Aluna


"Gak mau ngecewain kamu Yank" Ujar Arka .


"Maaf ya Kakak jadi kaya gini"Aluna merasa bersalah karena memaksa tadi


"Makan dulu yuk ,udah sedikit baikan Ar ?"Tanya Naura sambil menepuk nepuk punggung Arka juga.


"Udah kok Bun"


Dan mereka memilih istirahat dulu dan makan siang disalah satu tempat makan disana.

__ADS_1


***


Setelah sore menjelang mereka memutuskan untuk pulang,mereka sudah sama sama kelelahan ,dan dimobil posisi nya berubah.


Arka digantikan oleh Randy,karena dia masih agak gak enak perutnya ,jadi Arsyil dan Raisa pindah ke mobil Ardi dan Naura.


Di jok belakang Arka tertidur dipangkuan Aluna,Aluna sangat merasa bersalah tadi sudah memaksa Arka . Dia elus elus kepala suaminya itu


"Perutnya udah dikasih minyak kayu putih Lun ?ยค Tanya Lista.


"Udah Tante,"


"Kamu istirahat juga Lun.."


"Iya Tante tapi Luna belum mengantuk"


Mereka sampai dirumah,Arka langsung tertidur tanpa mengganti pakaiannya,Aluna sempat menegur tapi Arka tidak mendengarnya .


"Ya ampun kak,kamu tidur kaya beruang aja,Maafin aku ya "Ucap Aluna berbisik.


Aluna turun kebawah ,karena merasa bete tidak ada teman ngobrol,ya malam itu mereka memilih menginap dirumah Ayah Ardi.


"Bunda ,lagi apa ?"Tanya nya saat sudah berada diruang Tv.


"Lagi lihat itu Sayang,kamu gak tidur ?Arka bagaimana sekarang ?"


"Kayanya udah baikan,tadi langsung tidur Bun,kayanya dia kelelahan"


"Kamu sih pake ajak dia maen yang gituan,"


"Abis dia nya gak bilang kalau takut" .


"Bunda..."


"Iya Sayang apa ?"Aluna merebahkan kepalanya dipangkuan Naura.


"Bun,ini udah jalan mau ke empat bulan pernikahan kita,aku kok masih belum ada pertanda hamil ya Bun" Aluna berkata dengan nada sendu.


Naura mengelus rambut Aluna "Belum waktunya Sayang,sabar dulu ,lagian ini kan bisa dibuat kesempatan untuk kalian berdua,biar bisa bermesraan terus "


"Iya sih Bun,tapi kayanya Mami pengen banget aku cepet hamil Bun,aku jadi tak enak sama Mami"


"Jangan merasa begitu Sayang,tetap berdo'a dan berikhtiar ,Bunda do'akan semoga secepatnya,Bunda juga pengen gendong lagi bayi"


"Kita bikin lagi aja Bun" Celetuk Ardi yang tiba tiba datang ikut nimbrung bareng mereka.


"Idih Ayah umur udah tua juga masih mau punya anak,kasihan Bunda yang melahirkannya,Ayah enak cuma bikinnya aja" Celoteh Aluna.


Naura mengusap rambut Aluna dan memperingatinya jangan berkata seperti itu


"Eh,gini gini juga Ayah masih kuat ,iya kan Bun ?"


"Ayah iih jangan ngomongin itu," Naura memukul lengan Ardi.


Ardi terkekeh


"Sabar Lun,mungkin memang belum waktunya.Kalau sudah waktunya juga pasti akan diberi kepercayaan itu sama kalian ,kalian nikmati aja masa berdua dulu" tutur Ardi.

__ADS_1


Tentu saja Aluna berharap banyak,dia juga sudah siap untuk punya anak.Namun sepertinya dia dan Arka harus berusaha lebih keras lagi.


***


__ADS_2