Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 3.


__ADS_3

Arka Dafa Atmadja


Seorang anak laki laki terlahir dari seorang pasangan pengusaha,berwajah tampan,berkulit putih,dan tinggi.


Karena merasa Orang tuanya punya segalanya,maka dia selalu menyombongkan diri,selalu menghambur hamburkan uang.


Namun disatu sisi dia merasa kesepian,Tatkala ke dua Orang tuanya yang terlalu sibuk akan pekerjaannya masing masing,Ibunya yang seorang desainer terkenal selalu meninggalkannya pergi karena dia sudah punya cabang diberbagai luar kota juga luar negeri,dan sang Ayah tentunya sibuk dengan usahanya.


Dia anak satu satunya dikeluarga itu,dia juga satu satunya penerus keluarga Atmadja.Karena terlahir dari anak horang kaya,maka sikap sombong dan angkuhnya melekat didirinya,namun juga karena kurangnya perhatian dari ke dua Orang Tuanya membuat dia menjadi anak yang nakal,tidak punya hati,dan selalu memperlakukan orang yang tak sederajat dengannya dengan tidak baik.


***


Bel sekolah berbunyi,menandakan jam sekolah berakhir.


Aluna membereskan beberapa buku dan peralatan lainnya sebelum meninggalkan kelas.Aluna berjalan bersama Seva dan Fadil untuk menuju ke pintu gerbang sekolah.


Selama perjalanan mereka tak berhenti bercanda dan mengobrol. Namun langkahnya terhenti,Aluna menabrak seseorang ,membuat dirinya jatuh ke lantai.


"Awww..." Keluhnya


"Loe punya mata gak ?Mata loe gunain buat apa ?"Teriak Arka .


Ya orang yang ditabrak Aluna itu Arka kakak kelas yang ingin Aluna hindari.


Aluna sempat menganggumi dan menyukai sosok Arka,walaupun dia tau Arka ,dia spesies manusia yang sangat sombong,dia selalu menyombongkan dirinya dengan uang dan kekuasaan. Namun tak dipungkiri ada sisi lain yang membuat Aluna menyukainya,dan berakhir menjadi Cinta dalam diam.


"Ma-maaf kak.."


"Ckck,selalu kata maaf yang kalian ucapkan,gak ada kata lain hah !!" Orang orang macam kalian itu,sungguh sangat rendah" Ucapnya lagi.


"Eh..!!" Aluna segera menarik tangan Seva sebelum dia berani berkata yang lebih,dia hanya takut Arka membalasnya dengan cara kekuasaannya,jikalau ada orang yang berani melawannya.


"Sekali lagi saya minta maaf kak "Ucap Aluna kembali dan mereka bergegas pergi dari sana.


"Apaan sih kamu Lun,harusnya kita lawan tadi,mulutnya itu pengin gue tabok aja." Gerutu Seva


"Yakin kamu berani ?tau kan dia seperti apa Sev !!"


"Ahh,,kenapa sih uang tuh bisa membuat mereka menang dan membuat kita kalah"

__ADS_1


"Karena uang segalanya,tapi uang juga hanya titipan Sev,jadi jangan takut kita masih punya Allah SWT yang akan melindungi kita disetiap kita melangkah, mungkin ada saatnya kita mengalah saat ini,tapi bukan berarti kalah,kita hanya sedikit menghindar supaya tidak berlarut menjadi besar" Tutur Aluna


Didikan yang Ardi dan Naura berikan pada Aluna,melekat didirinya. Naura selalu mengingatkan Aluna disetiap langkah selalu lah ingàt ada Allah SWT disisi kita.


"Tapi kalau kaya gitu terus,dia bakalan lebih ngelunjak Lun.." Tutur Fadil


"Udahlah,yuk kita pulang aja" Tegas Aluna dan menggiring mereka berdua.


Seperti biasa kalau pulang sekolah Aluna selalu menggunakan kendaraan umum,karena satu arah dengan Seva dan Fadil,mereka pun pulang bersamaan.


"Sev,Dil aku duluan ya,Assalammualaikum" Ucap Aluna dan turun dari angkutan umum tersebut .


"Waalaikum salam "Jawab mereka berdua.


Jarak dari jalan raya ke dalam rumahnya lumayan agak jauh,jadi mengharuskan nya jalan kaki ,namun terkadang naek ojeg dipangkalan.


Karena saat itu hari tidak terlalu panas,jadi dia memutuskan jalan kaki saja.


Sekitar 15 menit dia berjalan kaki.


"Assalamualaikum.."Sapanya setelah sampai dirumah


"Kamu jalan kaki lagi Lun ? Kenapa gak naek ojeg aja sih ?" Omel Naura sambil mengelap dahi Aluna yang penuh keringat.


"Lagi pengen jalan kaki aja Bunda,biar sehat kata Ayah juga"


"Iya,tapi lihat keringat kamu ,ya udah ganti baju dulu,terus makan siang ya"


"Siap,Bunda"


"Bunda,ka Aluna udah pulang ?" Tanya Arsyil


"Baru aja sampai,Eh Syil kamu mau kemana ?jangan ganggu kakak kamu lagi Syil ..!!"Teriak Naura,namun yang diteriaki sudah naek tangga.


"Ka Luna ?"


"Apa Syil ..?"


"Ka anterin aku yuk ?"

__ADS_1


"Kemana ?"


" Ke toko buku,aku mau nyari buku "


"Kapan ?"


"Taun depan ,, Ya hari ini lah Kak,ayo kak"


"Arsyil ,kakak tuh baru saja sampai rumah ,ini baru nemu tempat duduk,nantilah sorean aja,sudah makan siang.."


"Oh iya,ya udah istirahat aja dulu kakak ku tersayang " Berkata manis tapi tangannya mencubit pipi Aluna dengan keras.


"Arsyil sakit...!!!!!! Dasar adik durjana " Teriaknya.


***


Di lain tempat


"Beb,nanti jemput aku ya jangan lupa !!"


"Iya beb masuk sana.." Ucap Arka setelah menurunkan Vina di depan rumahnya.


Arka melajukan mobil sportnya ,mobil hadiah ulang tahun dari keduan orang tuanya itu.Sampailah dia dirumah mewahnya namun terlihat sepi.


"Aku pulang.."Ucapnya dan disambut oleh kepala pelayan bernama Bi Sumi.


"Iya den,mau makan siang langsung den ?" Tanya Bi Sumi


"Sebentar lagi Bi,aku masuk dulu ke kamar ya Bi .." Dan dapat anggukan dari Bi Sumi.


Sejak dia lahir Bi Sumi lah yang merawatnya,bahkan sampai dia sebesar ini juga Bi Sumi yang masih setia merawatnya.Maka dia selalu berlaku sopan pada Bu Sumi,tapi tidak pada pelayan lain.


Dia melangkah ke kamarnya dilantai dua.Membuka pintu dan merebahkan diri ditempat tidurnya.


Matanya terpejam namun hati dan pikiran nya berkecamuk,dia selalu berharap yang menyambutnya pulang dan membelai rambutnya memberikan senyuman padanya adalah sang Ibu,namun harapannya kosong.


Ibunya tidak pernah ada dirumah,bahkan hanya bisa diitung hari sang Ibu ada dirumah.Terkadang ada rasa iri pada beberapa temannya,yang hanya hidup berkecukupan namun ke dua Orang tuanya selalu ada buat dia.


Mungkin dia punya kekuasaan dan Uang ,namun dia tidak punya perhatian dan kasih sayang dari ke dua Orang tuanya.

__ADS_1


****


__ADS_2