Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
#Bab 53 "Liburan Lagi"


__ADS_3

Satu minggu kemudian ,setelah banyak drama dimana Ardi yang sedikit susah meminta waktu cutinya itu ,akhirnya bisa terlaksana juga liburan yang Naura minta dan terlebih lagi bisa bareng bareng sama Randi dan Lista.


Walaupun cuma dikasih dua hari cuti,tapi membuat Naura sangat girang sekali.


Randi pun terpaksa memundurkan waktu cutinya itu,karena Lista merengek ingin bisa liburan barwng dengan Naura sahabatnya itu,mau tak mau dia harus mengalah.


"Masss......"Teriak Naura di dalam kamar.


"Apa sayang,,kaya dihutan aja teriak teriak.." Naura hanya menyengir saja.


"Bantuin dong ngemas bajunya.."


"Kaya yang mau lama aja disananya sih Ra..!! kan cuma dua hari ngapain bawa banyak banyak baju gini.."


"Iih ini sama baju Aluna Mas,kan baju Aluna harus selalu siap siaga.."


"Ya,ya deh..sini Mas bantu"


"Ra..."


"Hmmmm"


"Kamu seneng ?"


"Ya aku seneng banget,bisa liburan lagi bareng Aluna bareng Lista juga.."


Ardi membelai rambut Naura dengan sayang,senyumnya tak pernah pudar dari bibirnya, Melihat istri nya sebahagia ini membuat dia bahagia juga.


Setelah selesai mengepack baju yang akan mereka bawa berlibur besok,mereka pun bergegas untuk tidur.


***


Di tempat lain


"Yang,,"


"Apa sih ka,lepas iih.." Randi si mesum itu terus saja bergelayut manja memeluk Lista dari belakang.


"Kalau kita honey moon kesana,gak bisa bebas dong kita.."


"Gak bisa bebas gimana?iih pikiran kamu kemana mana aja kak"


"Ya kan kita mau honey moon yang,masa ada mereka sih,gak asyik ah.."


"Ya udah kalau gak mau,aku aja sendiri kesana" Mendengar Istrinya itu berkata seperti itu,dia langsung kelabakan.


"Ya,ya gak deh ,ya udah aku ngalah aja sama kamu yang,tapi ada syaratnya"


"Apa syaratnya..?"


"Malam ini kita olahraga dulu ya.." Ucap Randi sambil mengerlingkan satu matanya.


"Iih mesum,tiap hari aja olahraga.."


"Ya kan biar cepet ada dedek bayinya diperut kamu yang.."


"Alasan kamu aja sih itu mah.."


Tanpa meminta jawaban dari Lista,Randi sudah menciumi ceruk leher Lista, dan selanjutnya malam itu mereka lewatkan dengan banyak peluh nikmat.


***


Keesokan paginya mereka sudah siap siap akan pergi,rencanya merek hanya akan membawa satu mobil saja,karena mobil yang Ardi punya cukup luas jadi mereka memakai mobil Ardi.

__ADS_1


Ardi mengendarai mobilnya menuju ke rumah Randi untuk menjemput mereka disana, Setelah sama sama berada dimobil . Ardi pun kembali mengendarai mobilnya menuju ke arah puncak.


Kebetulan di puncak Keluarga Ardi punya Vila disana,jadi tak perlu repot lagi harus mencari penyewaan Villa.


Selama diperjalanan mereka saling mengobrol banyak hal,belum lagi ditambah kehadiran Aluna yang terus mengoceh sepanjang jalan,membuat perjalanan mereka serasa menyenangkan.


Beberapa jam kemudian sampailah mereka disana.


"Akhirnya sampai juga .." Celoteh Naura


Aluna sudah tertidur,dan sekarang berada digendongan Ardi. Mereka memasuki Villa keluarga Ardi itu,disana mereka sudah disambut penjaga Villa yang sudah keluarga Ardi percayakan kepada mereka.


"Selamat siang den,selamat datang disini.. "Sapa pa Aziz selaku penjaga Villa


"Selamat siang juga pak,bu.."Jawab kompak mereka.


"Kami sudah mempersiapkan tempat bermalam selama kalian disini den,kami juga sudah memasak untuk makan siang.."


"Oh iya,terima kasih ya pak,bu.." Ucap Ardi.


Karena kelelahan diperjalanan tadi,mereka memutuskan untuk istirahat saja dulu dikamar,Naura sudah terlelap tidur bersama Aluna.


"Kalian menggemaskan kalau sedang tidur.."Ardi mengusap puncak kepala Naura dan membenamkan ciuman setelahnya,bergantian juga pada Aluna.


"Makasih ya sudah mau bersabar bersama ku,aku berjanji akan menjaga dan melindungi kalian.." Gumamnya lagi.


***


Setelah mereka beristirahat beberapa jam,mereka pun melangsungkan makan siang yang sudah disiapkan bi Asih istri pa Aziz penjaga Villa.


Disana sudah tersedia berbagai macam makanan khas puncak,membuat mengunggah selera mereka.


"Uhhh,ini sangat nikmat " Gumam Randi


"Pelan pelan ka makannya.." Seru Lista yang melihat suaminya itu makan dengan tempo cepat.


Setelah makan siang ,mereka beralih ke taman belakang yang ada di Vila tersebut. Adanya kolam ikan membuat mereka merasa sejuk ada disana ,belum lagi melihat memandangan sawah di depannya.


Mereka mengobrol ngobrol kecil disana,tak lupa Ardi dan Randi tentu saja selalu saling mengejek.


"Ta,ko kamu mau sih sama cowo mesum macam dia ini..? " Seru Ardi.


"Eh,mesum gini juga cuma sama bini gue ya.."


"Ya karena cintalah ka.." Jawab Lista


"Nah kan loe dengar kan dia bilang karena cinta sama gue.." Kelakarnya dengan nada bangga.


"Ah bohong tuh si Lista,palingan karena ada loe ngomong gitu,gak tau dibelakang loe.."Ardi masih meledek Randi.


"Ah,loe aja yang sirik sama gue.."


"Sirik apaan,gue juga punya Naura ko,iya kan sayang.."


Naura dan Lista hanya menggeleng gelengkan kepalanya,dan tersenyum senyum saja melihat kelakuan para suaminya itu .


"Eh Ta,si junior Randi mampu berdiri lama gak?kayanya gak ya? si junior kan lama banget bersembunyi Nya.."


"Mas,ngapainnya sih ngebahas soal kaya gitu iih.."Ucap Naura sambil memukul bahu Ardi.


"Eh jangan salah ya,si junior walau lama bersembunyi juga,mampu berdiri beberapa jam juga ,iya kan yang ?" Randi malah menanggapi Ardi ,alhasil membuat Lista menjadi malu,rona merah di pipinya muncul.


"Apaan sih ka bahas yang kaya gitu.." Jawab Lista masih dengan rasa malu.

__ADS_1


"Tuh,loe lihat kan dia mengakuinya,kalau junior gue berfungsi dengan baik..punya loe kali yang udah letoy..hahahahha.."


"Enak aja,gak ya gue masih kuat iya kan sayang.."


Naura mencebikkan bibirnya,tak habis pikir pada suaminya ini yang terus membahas soal itu.


Ardi dan Randi masih saling meledek yang tak ada faedahnya.


***


Malam pun tiba ,suasana yang dingin tadinya membuat mereka enggan untuk keluar Villa,namun karena tadi sore mereka sudah berbelanja untuk mempersiapkan acara barbequan malam itu,dengan terpaksa mereka keluar.


Karena udara dingin Aluna dititipkan bi Asih saja didalam Villa,untungnya Aluna tidak rewel.


Segala persiapkan sudah mereka siapkan,alat pemanggang,berbagai makanan yang mau mereka panggang sudah tersedia.


Para istri yang memanggang makanan itu,sedangkan para suami bernyanyi nyanyi ria dengan memakai gitar yang ada.


Berbagai lagu mengiringi malam mereka,walaupun dengan suara yang ga merdu namun mereka menikmatinya .


"Tada..makanan sudah siap.."Seru Naura dan Lista


Dengan semangat Ardi dan Randi menghampiri istrinya itu.


"Ehmmmm,wanginya enak sekali.."Seru mereka


"Aku kedalam dulu Mas ,mau lihat Aluna.." Ujar Naura sambil berjalan dan masuk ke dalam Villa.


Dilhatnya Aluna sudah tertidur bersama bi Asih,namun bi Asih menyadari kehadiran Naura.


"Bi,makan malam dulu yuk,makanannya sudah siap,biar Aluna disini aja."


"Dek Naura makan saja duluan,biar bibik jaga Aluna saja disini,nanti bibik menyusul saja makannya." ♡Ujar bi Asih


Naura nampak berpikir,dia merasa tak enak pada bi Asih ,namun nanti siapa yang akan menjaga Aluna ,dia pun terpaksa menitipkan Aluna kembali.


Naura kembali menemui Suami dan Lista dan Randi.Makan malam pun berlangsung dengan penuh candaan biasa dari kedua laki laki itu .


Naura bergegas ke dalam duluan,karena merasa tidak enak pada bi Asih.Dia masuk ke kamar lebih dulu.


Ardi ,Randi dan Lista sudah merasa kedinginan karena uďara makin malam makin dingin,akhirnya mereka mengakhiri acara malam itu,dan bergegas masuk ke dalam kamar masing masing.


Ceklek pintu terbuka,Ardi melihat Naura yang masih terjaga.


"Kirain udah tidur ?" Tanya Ardi


"Belum Mas,nungguin kamu.."


"Ngapain nungguin aku,kalau ngantuk tidua aja duluan sayang. "


Ardi menyunggingkan senyumannya ,pikiran licik pun berkeliaran di otaknya.


"Sayang dingin nih.." Celoteh nya sambil memeluk Naura ditempat tidur.


"Udah tau dingin ,pake nanya lagi.."


"Sayang pengin.."


"Iih kan ada Aluna Mas.."


"Kan dia tidur,suasananya mendukung banget nih sayang.."Ucapnya lagi sambil bibirnya mengerlya diceruk leher Naura,membuat Naura mengerang menahan desahan


Dan malam itu,menjadi malama yang hangat untuk keduanya,udara yang tadinya dingin menjadi hangat untuk keduanya,karena peluh keringat membanjiri tubuh mereka..

__ADS_1


Begitu pun dikamar sebelah,mereka juga sama melakukab pergumulan malam itu,seperti sedang berlomba saja mereka.


***


__ADS_2