
Keesokkanya
Aldi meminta ijin pada Arsen untuk mengantarkan Ara hingga Bandara,karena Arsen sudah kembali ke kantornya. Dan beruntung tidak ada hal penting hari itu
"Pepet dong Di kalau kamu suka sama dia,nanti nyesel loh"Tutur Arsen.
"Entahlah,,sudah aku pergi dulu,tak akan lama,Thanks Ars"Ujarnya dan pergi dari sana.
Arsen menggelengkan kepalanya dan tersenyum geli melihat pasangan itu.
Alya memang sudah membaik,tapi Arsen masih belum memperbolehkan dirinya bekerja dulu,maka saat ini Alya sedang berada dirumahnya bersama
***
Sepanjang perjalanan dari Bandung ke Jakarta Aldi dan Ara tidak banyak bicara,biasanya Ara yang selalu mengoceh ,tapi hari itu Ara lebih banyak diam.
Mereka saling canggung sama lain,gara gara ucapan Ara semalam,membuat dirinya malu sendiri,tapi memang dia sudah nyaman bersama Aldi.
Sampai di Bandara diJakarta
"Aku pamit Al,aku gak tau bisa kesini lagi apa tidak bisa bertemu kamu lagi apa tidak,"Lirihnya
Aldi menghela nafas,dia pun merasakan hal yang sama,nyaman bersama Ara,tapi ada yang mengganjal dalam hatinya.
Dipegang tangan Ara "Ara..aku harap kamu jangan berharap banyak padaku,kita tetap menjadi teman"Ujar Aldi.
Perkataan Aldi membuat Ara kecewa,dia mencoba menahan tangisnya supaya tidak pecah di depan Aldi.
Mata mereka bertemu,sama sama menyiratkan sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerti.Ara menghempaskan tangannya dari genggaman Aldi.
"Baiklah..terima kasih sudah menemani ku selama ini"Cetusnya sambil berbalik dan melangkah meninggalkan Aldi.
Aldi ingin mengejarnya,tapi Ara keburu menghilang.Dia sugarkan rambutnya kasar.
Dan Ara sudah tidak bisa menahan air matanya untuk tak keluar,kedua kalinya dia terluka.
Dia sudah bertekad tidak akan mengharapkan apapun pada Aldi,dan dia akan menerima perjodohan yang sudah diatur kedua Orang Tuanya.
Melangkah masuk kedalam pesawat dengan gontai dan dengan mata sembab,dia duduk dengan masih sambil menangis,sungguh hatinya sakit.
***
Aldi sudah kembali ke kantor dengan lemas dan tak semangat.
"Di,kamu kenapa ?"Tanya Arsen.
Aldi tak menjawab dia hanya menggelengkan kepalanya.Arsen menghela nafasnya,pasti ada sesuatu yang terjadi pada Aldi dan Ara.
Sampai sore pun Aldi masih bungkam ,tidak ada niat untuk bercerita pada Arsen.
"Di,masih punya tenagakan ?antar aku ke gudang itu,aku ingin menemui wanita itu !! Ujar Arsen.
Memang rencananya hari itu dia ingin segera menemui Bu Dina,wanita yang sudah membuat Alyanya terluka.
__ADS_1
"Baiklah,aku antar kamu..ayo"Ujar Aldi.
Walau sedang tidak semangat Aldi masih bersedia mengantar Arsen ketempat itu.Tidak membutuhkan waktu lama,sampailah mereka ditempat yang dituju.
Sebuah gudang yang tidak besar,namun gudang itu masih terlihat bersih hanya saja kosong.Bagaimana pun Bu Dina itu Orang tua,jadi Arsen masih berpeliaku baik padanya karena menghormatinya.
Terlihat Bu Dina sedang tidur meringkuk disatu kasur lipat ,dengan tangan dan Kaki yang masih terikat,dengan dijaga beberapa Pengawal suruhan Arsen.
Arsen duduk dikursi tunggal menghadap pada Bu Dina."Bangunkan dia !!"Titahnya sinis.
Masih teringat jelas saat beliau menarik Alya dan memberikannya pada laki laki hidung belang itu hanya untuk menutupi hutangnya.Ck !!terlalu memang.
Bu Dina dibangunkan dan saat matanya terbuka dengan jelas dia langsung menunduk saat melihat Arsen.
"Bu Dina Larasati,anda tau kesalahan anda apa ?"Ujar Arsen masih santai.
"Ma..maafkan saya tu..tuan saya sudah salah"Ucapnya terbata bata
"Seharusnya saat itu Saya tidak membantu Anda,seharusnya saat itu Saya biarkan saja anda menderita !!tidakkah Anda tau bagaimana Alya memperlakukan Anda ?namun apa balasan Anda ?"Suara Arsen sudah meninggi.
Bu Dina masih menunduk.
"Anda sudah memperlakukan Alya dengan buruk,bahkan Anda sudah berniat untuk menggantinya dengan hutang yang Anda pinjam sendiri ?kenapa tidak anak Anda Saja yang membayarnya dengan tubuhnya !!" Sentak Arsen.
"Ti..tidak jangan,jangan anak Saya.."Lirihnya.
"Ck..Anda sudah berani bermain dengan milik Saya,bahkan dia terluka karena Anda,harusnya penjara tempat Anda !!tapi sayang Anda hanya jadi saksi saja.Tapi asal Anda tau Saya tidak akan tinggal diam,Di bawa dia kesini !!"
Arsen memerintahkan Aldi untuk membawa Ellen Anaknya Bu Dina,yang kini tangannya sudah terikat.
Bu Dina membulatkan matanya saat Ellen ada disanajuga "Ell !!..Tuan tolong lepaskan anak Saya Tuan.."Mohonnya.
"Lepaskan !!saat Anda menarik Alya,dan dia meminta untuk dilepaskan ,apa anda mendengarnya ?apa Anda melepaskannya ?Tidak kan !!Anda malah membawanya ketempat itu !!"Arsen berdiri dengan menghentakkan kakinya.
Sungguh dia muak dan marah pada Bu Dina. "Dan Saya bisa dengan tega memberikan Anak anda yang cantik ini padanya"Cetus nya lagi.
"Tidak !!jangan..jangan anak saya,kalau mau hukum ,hukum saja aku Tuan "Mohonnya lagi.
"Hukum apa yang layak untuk Anda ?"Cetus Arsen.
"Apa saja Tuan,hukum saja aku sepuas anda Tuan ,asal jangan anak saya"
Arsen tertawa sarkas "Baiklah,tapi aku tetap akan hukum kalian berdua,percuma hanya menghukum salah satu dari kalian,yang ada satunya bertindak kembali "Ketusnya.
"Di,satu minggu lagi bawa mereka pergi jauh dari kota ini,bawa sejauh mungkin,kalau bisa keluar Negara kita,dan tutup semua akses tentang mereka,jangan ada satu perusahaan pun yang mau menerima anaknya itu !!"Jelas Arsen pada Aldi
"Dan biarkan selama satu minggu ini mereka tidur ditempat ini,jangan biarkan mereka hidup enak selamanya,ingat kalau dari kalian ada yang mengganggu Alya ku lagi,aku pastikan akan lebih dari ini !!
"Saya mohon Tuan..jangan Tuan"Mohon Ellen.
Arsen melangkah keluar dari gudang itu dan pulang kerumah,waktu sudah hampir magrib.
***
__ADS_1
Alya sedang beristirahat dikamarnya setelah tadi mengobrol banyak sama Aluna dan Syila,dan sebentar lagi hendak akan Shalat magrib.
"Arsen,kok belum pulang ya "Lirihnya bertanya pada diri sendiri.
Lalu dia membayangkan kalau nanti sudah menikah dengan Arsen,kemungkinan besar dia akan tinggal disini,dan status nya akan berubah menjadi seorang istri,dia senyam senyum sendiri.
Suara ketukan dipintu membuyarkan lamunannnya.
"Alya,mau shalat bareng ?Arsen belum pulang,kayanya lagi dijalan,dia ada menghubungi kamu gak ?"Aluna yang datang dan masuk ke kamar Alya.
"Eh Bunda..iya mau Bunda.Gak ada Bun,Arsen gak ada menghubungi Alya,mungkin iya lagi dijalan tanggung"Sahut Alya.
Aluna mengangguk dan mengajak Alya beribadah bersama,Arka juga sudah pulang.
Tak lama Arsen pulang,setelahnya mengucapkan salam dan salim pada Aluna dan Arka.
Arsen tersenyum pada Alya,dan Alya membalas senyumannya.
Lalu setelahnya mereka makan malam bersama,seperti biasa tanpa Queen.
Malamnya mereka mengobrol kecil diruang keluarga,tapi tidak dengan Alya,setelah ikut Shalat Isya bersama dia langsung ke kamarnya,setelah sebelumnya pamitan dulu dengan Arsen.
"Istirahat lah Sayang,,aku pastikan untuk kedepannya tidak akan ada yang mengganggu kamu lagi"Desis Arsen di depan kamar Alya
Alya baru teringat pada Ibu tirinya itu "Ars,Ibu Dina bagaimana ?"Tanyanya.
"Kamu menanyakan dia Al ?"
"Hemm,,setidaknya apa yang dia lakukan setelah membawa aku kesana"Lirih Alya.
"Kamu tenang saja aku sudah membereskan mereka,aku pastikan mereka tidak akan mengganggu kamu lagi"Desis Arsen lagi
"Tapi kamu tak memperlakukannya dengan jahat kan Ars ?"
"Gak,kamu tenang aja..sudah jangan banyak pikiran,sekarang kamu istirhat yang nyaman disini Okay !!"
"Ya sudah,selamat malam Ars"Ucap Aluna.
"Selamat malam juga calon istri"Balas Arsen.
Alya tersenyum geli dan malu.
***
Dan satu minggu kemudian Aldi menyuruh seseorang untuk membawa Bu Dina dan Ellen pergi dari Negara ini,Mereka dibawa sejauh mungkin yang jauh dari jangkauan mereka,yang akan dipastikan mereka tidak bisa kembali ke Negara ini dan semua akses tentang mereka ditutup juga mereka tidak berhak memegang alat komunikasi apapun,selain itu Arsen juga menyuruh dua pengawal ikut mereka.
Dan tentu saja dengan bayaran yang mahal ,semua demi keselamatan Alya juga dirinya.
Dan waktu pun berjalan sebagaimana mestinya,Alya sudah sehat sempurna ,sudah kembali bekerja juga.
Hubungannya dengan Arsen semakin membaik dan persiapan pernikahan mereka sudah 50% ,dan tentu Arka dan Aluna yang mengurusnya.
Kini tinggal menunggu sekitar dua bulan lagi menjelang pernikahan mereka.
__ADS_1
***