Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 21


__ADS_3

Setelah satu minggu menunggu jawaban akhirnya Aluna dapat kabar baik,dia diterima di perusahaan milik keluarganya Arka.


Dan hari ini hari pertamanya dia bekerja,untuk kuliahnya dia ambil dihari sabtu dan minggu karena kebetulan pas weekend perusahaan libur.


"Selamat datang di Atmadja Corp ,selamat bergabung dan semoga betah" Ucap Erfan selaku pemimipin disana.


"Terima kasih pak" Ucap Aluna


Dan Aluna diantarkan ketempat dia akan bekerja,dia sungguh tidak tau kalau itu perusahaan milik keluarga Arka.


Dan tak disangka ruangan Arka ada di depan Aluna,kaca yang kontras membuat Arka bisa menatap Aluna dari dalam,senyumnya mengembang.


Kesempatan untuk mendekati Aluna semakin gampang,dia akan terus berjuang.


***


Hingga berhari hari Aluna menjalankan pekerjaan nya dengan hati hati, saat itu sedang akhir bulan biasanya mereka akan disibukkan pekerjaannya, Maka Aluna harus lembur yang biasa pulang jam 4,tapi hari itu lewat magrib dia masih belum pulang begitupun dengan karyawan lainnya.


Hingga jam menunjukan pukul 9 malam,akhirnya pekerjaan selesai.Aluna membereskan mejanya dan bergegas akan pulang bareng yang lainnya,begitupun dengan Arka dia mengikuti Aluna.


Aluna masih belum sadar adanya Arka, biasanya Aluna selalu menaiki bus atau angkotan umum yang lewat situ,namun karena sudah malam jadi dia memutuskan meminta Arsyil untuk menjemputnya.


Aluna menunggu kedatangan Arsyil disebuah toko sambil duduk ,dan tiba tiba Arka datang.


"Biar aku antar kamu pulang " Tawarnya


"Kak Arka,ngapain kakak disini ?Kakak selama ini selalu ngikutin aku ?"Jelas Aluna sambil merasa ketakutan .


"Tolong jangan salah paham Lun,aku kerja disini juga,"


Aluna nampak tidak percaya,dia sangat yakin kalau Arka ada niat yang buruk lagi padanya.


"Lun,kita harus bicara "


"Apa lagi yang mau di bicarain Kak,aku mohon jangan ganggu aku "


"Lun ,aku tak bermaksud buat ganggu kamu,aku hanya ingin minta maaf sama kamu soal malam itu Lun"


Aluna beranjak melangkah mundur,membahas soal malam itu hanya membuatnya akan kembali hancur.


"Tolong jangan bahas soal itu Kak"


"Aku ingin menebusnya Lun,maafkan aku"


"Aku sudah maafin kakak,tapi tolong menjauhlah dari aku selamanya kak"


Aluna berpaling dan hendak pergi dari sana,namun sejurus kemudian Arka memeluk Aluna dari belakang


"Kalau kamu mau aku bertanggung jawab,aku akan bertanggung jawab Lun"


Deg


Hati Aluna berdesir hangat saat Arka mengatakan itu,namun tiba tiba dia mengingat kejadian malam itu,dia menangis histeris dan minta Arka melepaskan pelukannya


Arka tertegun melihat Aluna menangis seperti itu,dia sadar perbuatannya dulu benar benar telah membuat Aluna menderita.


Aluna berjongkok,dia menenggelamkan wajahnya dikedua lututnya dia menangis disana.Arka ikut berjongkok "Lun,maafkan aku ,aku pantas kamu hukum"


"Aku akan bertanggung jawab sama kamu Lun"


Aluna mendongkkakkan wajahnya dan menatap Arka ada emosi yang menyala di dadanya.


"Kamu bilang apa ,kamu akan bertanggung jawab, seharusnya lima tahun yang lalu kamu mengatakan ini ,gara gara kamu aku menderita" Aluna semakin histeris menangis.


"Iya aku salah Lun,seharusnya lima tahun yang lalu aku menemui kamu,meminta maaf pada kamu,dan seharusnya aku tak terbawa nafsu saat itu,maaf kan Lun"


"Maaf tidak akan merubah nya kembali,kamu sudah mengambilnya kamu sudah mengambilnya" Dia pukul pukul tubuh Arka,melampiaskan rasa amarah yang dia pendam.


"Kenapa kamu lakuin itu sama aku,kenapa kamu rampas itu dan bahkan kamu pergi begitu saja ,dan apa sekarang kamu datang dan meminta maaf,itu tidak cukup"


Arka memeluk Aluna "Maaf sungguh maaf,aku akan menikahi kamu"


Deg


Jantung Aluna berdegub kencang ,apa yang Arka bilang dia akan menikahinya.


"Tak perlu,kalau hanya untuk menembus rasa bersalah saja" Terang Aluna

__ADS_1


"Gak Lun,ini bukan hanya sekedar menembus rasa bersalah saja tapi...."


Perkataannya terhenti takkala Suara Arsyil memanggil Aluna.


"Kak Luna ..." Teriak Arsyil


"Apa lagi yang mau loe lakuin sama kakak gue Hah !!" Arsyil kembali terpancing emosinya,melihat Aluna yang menangis.Arsyil hendak akan memukul Arka lagi


"Syil jangan,jangan kotori tangan kamu buat dia"


"Kakak,tidak apa apa kan ?" Tanyanya cemas.


"Kakak gak papa ko,aku kita pulang Syil"


"Aku tidak menyakiti kakak kamu,aku hanya mau minta maaf padanya"


"Kak,aku sudah bilang kan,aku sudah maafkan jadi aku mohon jangan datang lagi ke kehidupan aku" Serang Aluna


"Loe telat,seharusnya lima tahun yang lalu loe datang" Tegas Arsyil.


"Aku akan menikahi Kakak kamu" Teriak Arka setelah Arsyil dan Aluna melangkah pergi.


Aluna dan Arsyil sempat terdiam,Arsyil menatap Aluna,Aluna hanya menggelengkan kepalanya.


Bukan ,bukan Aluna tak mau hanya saja dia tahu Arka sudah punya tunangan,bahkan diantara mereka sangat berbeda,ada dinding yang menghalangi mereka.


Arsyil hanya diam dia berganti menatap Arka,dia bisa melihat ketulusan dari matanya Arka,namun jawaban ada ditangan Kakaknya.


"Ayo Syil.."


Arka mengejar lagi Aluna "Aluna..apa yang membuat kamu ragu ?aku akan menebusnya sekarang,walaupun aku tau aku terlambat"Lirihnya


"Ada hati yang harus Kakak jaga,biarkan aku hidup dengan caraku sendiri Kak"


"Aku bisa memutuskan itu,hidup dalam rasa bersalah membuat aku menderita juga Lun"


"Aku sudah memaafkan Kakak"


Aluna akhirnya memilih pergi,dan tangisnya pecah saat mereka sudah diatas Motor,Aluna menangis dipunggung Arsyil,Arsyil membiarkannya.


***


Ke esokan paginya


Mata Aluna begitu sembab karena menangis semalam,dia tidak bisa menyembunyikannya di depan kedua orangnya.


"Sayang mata kamu kenapa ?kamu habis menangis hem ?Ada apa ,apa yang terjadi ?" Tanya Naura beruntun.


Ardi yang melihat itu pun khawatir."Kamu kenapa Lun ?"


"Gak papa Ko Ayah,Bunda kalian jangan khawatir sama aku,beneran aku gak apa apa"


Naura tau ada hal pribadi yang tak bisa Aluna ceritakan padanya.


Seperti biasa Aluna diantar oleh Ardi sampai ke perusahaannya.Saat dia memasuki loby kantor,dia bertemu dengan arka.Aluna juga sudah tau perusahaan itu milik Orang tua Arka .


Mata mereka sempat bertemu,Arka mengulas senyum pada Aluna,membuat dada Aluna bergemuruh,ada rasa senang disana.


Namun hari hari berikutnya Aluna tidak ada melihat Arka,bahkan yang biasanya Arka yang suka tiba tiba muncul mengajak Aluna pulang bareng,saat itu tidak ada.


Aluna tidak tau apa yang terjadi pada Arka,jujur dia kehilangan saat Arka tak ada,namun juga disisi lain dia tidak mau ada Arka.


"Huh,kemarin aja kaya sungguh sungguh,sekarang menghilang lagi,memang tidak bisa dipercaya" Aluna mendengus kesal


Hari itu Aluna ada temu janji lagi sama Seva disebuah cafe.


"Hai,Lun "


"Hai ,Seva udah nunggu lama ?


"Gak ko baru sebentar ,eh Lun kemarin aku ketemu Ka Arka dia lagi dibandara,kayanya mau pergi gitu"Jelas Seva


"Kak Arka dibandara ?Ka Arka mau kemana?Uhhh sudah jelas dia memang laki laki yang tak bertanggung jawab" Batin Aluna


"Woi,Luna malah melamun lagi kamu !!" Sentak Seva,jelas Aluna kaget.


"Kamu ngagetin aku aja sih !!"Omel Aluna.

__ADS_1


"Ya kamu malah melamun,oh iya beruntung ya Ka Arka selamat,waktu itu kan sempat dikabarkan Koma"


"Koma !!"Maksud kamu ?" Aluna tersentak akan pernyataan Seva.


"Iya lima tahun yang lalu ka Arka sempat kecelakaan,tapi nih ya sebelum kecelakaan dia sempet ke sekolah nyari nyari kamu berhari hari,dan setelah itu dia dikabarkan kecelakaan,bahkan sempat koma selama 8 bulan" Jelas Seva


Dada Aluna bergemuruh hebat ,kalau saat lima tahun yang lalu ,berarti saat setelah kejadian itu Arka menemuinya bahkan Arka sempat kecelakaan,apakah itu hukuman untuknya.


Hati Aluna terenyuh dan berarti saat itu juga Arka akan mempertanggung jawab kan kesalahannya,namun terjadi kecelakaan setelahnya.


Tiba tiba air matanya menetes,Seva yang melihat itu lantas jadi khawatir "Lun,kamu kenapa ?"


"Seva,hik..hiks..hiks.."


"iya Lun,kamu kenapa ?"


"Ka Arka..orang yang sudah mengambil kesucian ku waktu itu,,hiks..hiks..hiks.." Aluna tak bisa lagi menyembunyikan kenyataannya.


"Apa !!! Apa kamu bilang ?coba katakan lagi Luna?" Desak Seva.


"Iya,dia yang sudah melakukannya,selama lima tahun aku dibuat menderita olehnya,tapi bahkan aku gak tau dia juga sama menderitanya dengan aku"


"Astagfirllah,serius Lun" Seva memeluk Aluna,dia baru tau siapa laki laki baj***an yang sudah merusak Aluna.


Dia ingin marah namun mendengar Arka juga pernah kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya,dia jadi iba,mungkin itu hukuman untuknya.


"Kemarin dia bilang akan bertanggung jawab pada ku,namun tidak aku jawab,bukan hanya kemarin hari hari sebelumnya dia selalu berusaha meminta maaf dari ku,apa aku jahat sudah menolaknya Sev"


"Kamu gak salah lun,keadaan yang salah.Aku bisa mengerti kamu ragu dengan Kak Arka,bahkan dia sudah punya tunangan,Sabar ya Lun"


"Sekarang dia sudah pergi Sev" Keluh Aluna.


***


Di Surabaya


Ya Arka dipanggil kedua Orang tuanya ke Surabaya untuk membahas soal penikahannya dengan Nisa.


"Semakin cepat,semakin baik " Ucap Papi Arka.


"Gak Pi,Mi aku gak bisa kalau sampai harus menikah,aku sudah punya pilihan sendiri Pi"


"Kamu harus tetap menikah dengan Nisa,dengan kamu menikah dengannya akan membuat kita semakin untung Arka,jadi kamu harus mempersiapkannya"


"Kalau kamu gak mau,Papi akan sita semua fasilitas yang kamu punya"


"Pi...!!!"


"Sudah Arka kamu tidak bisa menolak lagi,itu sudah keputusan Papi dan Mami"


"Ok,tapi beri waktu untuk Arka lagi tidak harus terburu buru juga"


"Papi udah beri kamu waktu Arka,masih tidak cukup ?"


"Arka mohon Pi,beri aku waktu lagi,aku mohon"


"Ya sudah,papi beri kami waktu lagi,tapi setelah itu kamu harus mau menikah dengan Nisa"


Arka bingung Mami dan Papinya terus memaksa dan mengancam ,satu satunya cara bicara sama Nisa.


"Nis,kamu tau aku tidak mencintai kamu ,kamu tau ini karena paksaan dari mereka,aku mohon sama kamu biarkan aku memilih jalanku sendiri,cintaku sendiri" Jelas Arka saat mereka sedang bersama.


"Aku tau Arka,tapi aku cinta kamu aku rasa gak apa apa aku yakin nanti juga kamu mencintai aku"


"Aku mohon jangan kekang aku seperti ini,lepaskan aku Nis,maafkan aku menyakiti kamu,tapi sungguh aku tak bisa,aku mencintainya"


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2