Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 17


__ADS_3

⚘Pertemuan kembali setelah lima tahun⚘


Mari sekarang kita saksikan penerus Atmadja Corp kita ^Arka Dafa Atmadja dan calon tunangannya Nisa Salsabila Putri^.


Prankkk....


Suara pecahan gelas menggema diruang keluarga, saat itu Aluna sedang mengambil air minum di dapur dan dia bergegas akan duduk di sofa sambil menonton Tv,saat melihat acara di Tv dia kaget bukan main.


Lelaki yang dulu menghancurkannya yang dulu merebut kesuciannya,kini terdengar akan bertunangan dengan wanita lain.


Bukan ,bukan dia mengharapkan dia hanya saja terlalu sakit ,Lima tahun dia menderita ,Lima tahun dia menahan malu,Lima tahun dia menjauh dari dunia luar melepaskan masa remajanya,Namun apa kini yang dia dengar dan dia lihat.


Laki laki itu tersenyum bahagia di depan matanya, apakah dia tidak merasa bersalah ,apakah dia bahagia diatas penderitaan orang lain,pikirannya berkecamuk tak menentu.


Setetes demi setetes air matanya tumpah dikedua pipi mulusnya.Naura yang mendengar suara itu segera menghampiri Aluna.


"•Sayang ada apa ?" Tanya Naura yang sudah di dekat Aluna.


Aluna langsung berhambur kepelukan Naura,dia menangis sejadi jadinya dipundak Naura.Naura yang tak mengerti ada apa,nampak khawatir.


"Aluna sayang,ada apa ?kamu kenapa ?"


Namun jawaban Aluna hanya gelengan kepala,Naura membawa Aluna untuk duduk disofa.


"Sayang sini lihat Bunda,ada apa nak ?"


"Sakit Bunda sakit.." Lirihnya


"Sakit kenapa ?apa yang sakit?"


Jawabannya hanya gelengan kepala "Maaf Bunda Aluna ke kamar dulu" Lantas dia lansung berlari ke dalam kamar.


Menenggelamkan wajahnya diatas bantal,Rasa takut menghantuinya kembali kejadian lima tahun lalu kembali mengguncang pikirannya.


Dia menangis terisak menahan rasa sakit didadanya,takdir sungguh mempermainkannya.Dia menangis hingga terlelap dalam tidurnya.


***


Satu minggu setelah acara pesta itu berakhir,Arka di ijinkan untuk tinggal diBandung,dia diberi tugas untuk mengelola salah satu anak perusahaan Papinya.


Pagi itu dia sangat bersemangat,karena akan pergi ke Bandung,namun juga tak dipungkiri ada rasa takut dihatinya. Saat ini dia sungguh sangat menyesal ,bagi dirinya sendiri hukumannya masih belum seimbang dengan apa yang sudah dia lakukan pada Aluna.


Maka dia akan menerima hukuman yang lain.Dia berangkat memakai mobil sportnya.Namun sebelum pergi ada sedikit drama.


"Sayang,aku ikut ya ke Bandung kata Mami juga aku boleh ikut,terus soal kuliah aku bisa ikut pindah juga kesana" Ucap Nisa sambil bergelayut manja dilengan Arka.


"Gak,kamu disini aja,kamu tau kan aku gak setuju atas pertunangan ini hanya Mami yang memaksa aku. Nisa sungguh aku sangat berterima kasih pada kamu,karena kamu yang membantu aku untuk bangkit dan lebih bersemangat mencari seseorang,selama Lima tahun aku menunggu waktu ini"


"Apakah dia sangat berarti buat kamu ?"


"Dia lebih dari itu,aku ingin menebus kesalahan aku padanya,seharusnya lima tahun yang lalu aku tidak pergi meninggalkan sendiri"


Hatinya kembali sakit mengingat lima tahun yang lalu itu,Ya benar seharusnya dia tidak pergi meninggalkan Aluna sendiri atau seharusnya dia tidak melakukannya mengambil paksa kesucian Aluna.


Seharusnya dia mencari tau dahulu kebenarannya , penyesalan pun dia rasakan saat ini,dia pantas dihukum lebih lagi.


"Nisa maafkan aku dari awal hingga kini aku hanya menganggap kamu sahabat aku,tidak lebih dari itu"


Arka pergi meninggalkan Nisa sendiri,Nisa memang sahabat Arka dari kecil, dia juga lahir diBandung , namun sejak memasuki SMP dia pindah ke Surabaya.

__ADS_1


Arka melajukan mobilnya dengan hati yang campur aduk,dia juga berdoa semoga bisa menemukan Aluna kali ini.


***


Arka sudah tiba dirumah lamanya yang ada di Bandung.


"Bi Sumi !!" Teriak nya saat memasuki rumah.


"Den Arka,aduh Den apa kabar ?gimana keadaan aden sekarang ?"


"Aku udah baik baik Bi ,Bibi sendiri bagaimana kabarnya?"


"Bibi juga baik Den,Bibi rindu banget sama aden,aden perginya lama banget" Keluh Bi Sumi


"Maaf Bi,sekarang aku mau tinggal lagi disini Bi,Papi udah ijinin aku lagi ,dan ikut kerja dikantornya Papi yang ada disini."


"Alhamdulillah Den kalau begitu,ya udah Bibi siapin dulu kamar Aden ya" Ucap Bi Sumi sambil melangkah menuju kamar Arka.


♡ Singkat cerita satu bulan sudah Arka diBandung, dia terus mencari informasi soal Aluna ,namun hasilnya masih tetap sama.


* Syil.."


"Apa sih Kak,gak harus teriak juga kan,aku denger kak" Keluh Arsyil


"Anterin Kakak yuk !!"


"Kemana ?"


"Ke xxxx disana lagi ada banyak diskon,anter yuk !!"


"Kenapa harus minta aku sih,kan kakak punya pacar"


"Aduh Sakit kakak iih,emang bener kan Ka Fadil itu pacar Kakak ?"


"Aduh ini anak minta ditampol ya,kata siapa ?Fadil itu cuma temen aku,udah ah banyak ngelantur kamu ,ayo anter kakak Syil"


"Ya iya sebentar aku ambil jaket sama kunci motor dulu"


Dan mereka pun berangkat ke salah satu Mall yang ada di Bandung,seperti perkiraan Aluna,disana sedang mengadakan banyak diskon dari berbagai barang.


Setelah memilah milih barang Aluna dan Arsyil berniat untuk makan,karena sedari tadi mereka lelah terutama Arsyil.


"Duh kak cari makan dan duduk dulu yuk,aku lelah ini" Keluhnya


"Iya,iya tuh kita makan disana aja ya" Ajak Aluna.


Dan mereka makan siang dengah lahap terutama Arsyil,"Kak,kakak sampai saat ini belum punya pacar?" Tanya Arsyil tiba tiba.


"Gak,kakak gak mau pacaran"Jawab Aluna


"Kenapa,kakak itu cantik banyak yang suka sama kakak,Kak Fadil juga baik kenapa gak sama Kak Fadil aja"


"Gak Arsyil kakak gak mau pacaran,apalagi menikah kakak gak mau"


"Kak.."


"Syil,gak akan ada yang mau nerima kakak setelah mereka tau kakak udah gak sempurna"


"Kak jangan ngomong seperti itu,jodoh itu udah ada ditangan Allah,jangan pesimis gitu Kak"

__ADS_1


Arsyil merasa sedih kalau mengingat itu,dia berdoa dan berharap akan ada seseorang yang akan mencintai dan menerima kakaknya itu dengan tulus hati.


"Kakak hanya gak mau memberi harapan pada seseorang,biarlah kakak jalani kehidupan ini apa adanya,Kakak akan serahkan takdir kakak pada Allah dek"


Ya dia hanya tidak mau membuat seseorang berharap banyak padanya,dia tidak akan tau isi hati seseorang kalau tau kenyataannya.


"Udah dek,jangan bahas soal itu lagi,itu kamu bagaimana dengan Raisa,kasihan tuh dia menunggu kamu lama,kalau dia berpaling dari kamu tau rasa loh"


"Ck,kenapa jadi ngebahas dia sih !! jangan mengalihkan pembicaraan kak" Keluh Arsyil


"Iih kakak cuma ngingetin kamu aja Dek,nanti dia juga ada lelahnya,pasti adalah yang suka sama dia,kalau dia berpaling dari kamu,jangan nyesel ya Dek"


Arsyil sempat bimbang,benar apa kata Aluna kalau nanti ada laki laki yang merebut hatinya Raisa bagaimana,namun dia masih belum yakin akan perasaannya pada Raisa.


"Udah ah kakak ini malah ngebahas yang lain,pulang yuk cape nih Kak" Rengek Arsyil


"Ya udah yuk adek ku"


Mereka berdiri dan hendak akan keluar dari tempat mereka makan,namun saat di depan pintu Aluna bertabrakan dengan seseorang.


"Maaf " Kata Aluna sambil mendongkakkan wajahnya.


Deg


Hatinya bergemuruh tak menentu,tiba tiba air matanya sudah menumpuk yang sebentar lagi akan terjun bebas.


"Aluna " Ucap orang itu


Aluna tidak pernah berharap bisa bertemu lagi dengan orang itu, orang yang sudah membuat hidupnya hancur saat itu,dan yang sudah merenggut kesuciannya,Ya orang itu Arka.


Aluna memalingkan wajahnya seketika,dia hendak menarik tangan Arsyil ,namun Arka mencegahnya.


"Tunggu Aluna" Dia memegang tangan Aluna,Namun Aluna menepisnya.


"Syil,Ayo pergi"


Aluna menarik tangan Arsyil dan berlari dari sana,Arka mengejarnya Arka kembali meraih tangan Aluna.


"Aluna aku mohon tunggu aku" Cegah Arka.


Aluna mencoba menepisnya lagi,namun kali ini pegangannya agak erat.


"Lepasin ,Kakak aku minta dilepasin kan"Arsyil mencoba memisahkan mereka,karena merasa Aluna terganggu.


"Ayo syil pergi"


Arsyil yang kali ini membawa Aluna lari,Arka mengejar mereka kembali,namun mereka sudah naek ke atas motor dan melajukannya.


Arka yang melihat lantas membawa mobilnya juga dan mengejar mereka,namun tidak mencolok dia ingin secara diam diam mengerjarnya supaya tau kemana tujuan mereka,dan kiranya mereka pulang kerumahnya ,jadi dia bisa tau tempat tinggal Aluna.


Hati Arka senang bisa bertemu Aluna,meskipun dapat penolakan darinya,namun dia akan tetap bertekad untuk meminta maaf darinya .


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2