
Setelah kejadian yang menimpa Queen,Arka jadi posesif dia memerintahkan anak buahnya untuk menjadi pengawal Queen.
Mungkin menurut orang itu terlalu berlebihan,tapi dia sebagai Orang tua..rasa khawatirnya lebih tinggi,dia juga tak bisa menjaga dan melihat Queen selama 24 jam kan ?.
Queen iya iya aja apa yang dikatakan Arka dan Aluna,bagaimana pun rasa takut itu masih ada.
***
Ksedihan Queen tidak hanya disaat dia tau siapa Dion dan apa maksud Dion mendekatinya.Tapi dia juga tau keburukan ketiga temannya,yang selama ini dia anggap Sahabat,memperlakukannya dengan baik.
Memberi apa yang mereka pinta,tapi kenyataanya dia hanya di manfaatkan saja oleh mereka,dijadikan uang berjalan mereka.Sedih ya tentu sedih,dirinya diperlakukan seperti itu.
Queen sudah masuk sekolah.Disekolah Queen mencari Naya,tapi ternyata Naya tidak masuk,katanya ijin keluarga.Dia merasa bersalah soal Dion,dia tidak merasa percaya pada Naya.
Kejadian kemarin sudah tersebar sesekolah ,hingga semua sudah tau kejadian apa yang menimpa Queen,tak banyak yang bersimpati padanya.
Jam pulang tiba,Queen sudah bersiap siap untuk pulang,saat sudah dimobil ada yang terlupa ,hingga dia kembali ke kelasnya,disana masih ada Ketiga temannya,Queen sudah melangkah ingin masuk ke kelas,tapi terhenti saat dia mendengar.
"Duh,,si Queen itu gimana sih ,main pulang aja,padahal tadinya gue pengen makan disono tuh,lumayan lah kalau ada dia kan gratis.." Ucap Anggun sambil Cekikikan
"Iya ya,uuhhh kita harus pertahanin dia nih buat dijadiin Atm berjalan buat kita,lumayan ya mengirit uang jajan kita juga" Sahut Desi kemudian.
"Betul itu,kita porotin aja dia,dia itu cewek bodoh,yang mau aja dimanfaatin kita,apalagi sama Kak Dion,dia pikir karena cantik Kak Dion sungguh sungguh padanya,Oh tidak !!" Sambung Meli.
"Betul itu,punya wajah cantik sih,kaya lagi,tapi bodoh,padahal hal Kak Dion sudah ada Kak Siska yang cantik dan aduhai sekali" Pekik Anggun tertawa sarkas lagi.
Queen melongo mendengar mereka,ternyata dirinya hanya dijadikan Atm berjalan oleh mereka,mereka tidak benar benar tulus padanya.
Hatinya sakit sangat sakit,dia kembali berbalik dan melangkah dari sana,dan dia terjatuh kesandung batu.Dia menangis sejadi jadinya,merasai dirinya begitu bodoh sangat bodoh .
"Kamu gak apa apa ?" Seru anak laki laki yang menolong Queen tempo hari
"Aku gak apa apa,makasih ya" Ujar Queen.
Anak laki laki itu tersenyum pada Queen "Tapi kamu terlihat tidak baik baik saja !!" Ucap dia lagi
Queen dibantu berdiri "Beneran gak apa apa kok,eh iya kamu yang kemarin bantuin aku kan ?Terima kasih banyak ya,kalau gak ada kamu,gak tau bakalan gimana aku" Lirih Queen
"Kebetulan saja aku lewat,lain kali hati hati ya,kita tidak tau isi hati seseorang bagaimana"Tuturnya.
Queen tersenyum "Nama kamu siapa ?" Tanyanya kemudian.
Tapi anak laki laki itu tidak menjawab " Ayo aku temani sampai keluar gerbang"
Queen hanya mengikutinya saja,dan Queen sampai didepan mobil lalu dia masuk.Queen meneliti penampilan anak itu ,yang terlihat memakai kacamta besar ,dan rambut kelimis,ala ala anak cupu,tapi ganteng,terlihat juga dia punya lesung pipit,semakin manis saat tersenyum,itu yang ada dipikiran Queen.
__ADS_1
"Sekali lagi terima kasih ya.." Ucap Queen lagi
Anak itu hanya tersenyum lagi,lalu melambaikan tangan nya.Tak lama anak itu dikagetkan adanya Arsen dibelakang nya,saat ini dia sedang tidak memakai kacamata palsunya.
"Kamu yang sudah menyelamatkan dia ?" Tanya Arsen.Arsen memang sengaja ke sekolah Queen,untuk mencari anak itu,yang kini ada di depannya.
"Eh,,i..iya " Jawab nya gugup.
"Terima kasih,dia adik ku..terima kasih banyak ya !!kami berhutang budi padamu" Ucap Arsen lagi dengan menepuk bahu nya.
"Sama sama kak,itu tugas sebagai teman"Dia tersenyum.
"Saya permisi Kak.." Ucapnya lagi kemudian
"Hey,bocah tunggu !!nama kamu siapa ?"Pekik Arsen,tapi dia tidak menjawabnya.
"Huh,,ganteng sih,tapi aneh pake kacamata gede gitu segala !!" Gerutu Arsen.
***
Sore hari Queen yang sedang dikamarnya kedatangan Naya.
"Sayang..ada Naya,suruh masuk jangan ?" Tanya Aluna.
*
"Queen.."Serunya saat sudah dikamar Queen.
"Naya.."Sahutnya kemudian
Naya menghampiri Queen dan memeluknya,Queen membalas memeluk Naya."Nay,maafkan aku .." Lirihnya dipelukan Naya.
Naya mengusap usap punggung Queen "Aku yang minta maaf saat kamu sakit kemarin aku tidak ada,maaf ya" Ucap Naya merasa bersalah.
"Semua yang kamu katakan benar Nay,aku memang bodoh sudah dikibuli oleh mereka"Lirih Queen lagi dengan meneteskan air mata.
"Sudah,,sudah semua sudah terungkap kan,sekarang kamu harus hati hati dalam memilih teman Queen"
"Iya dan teman aku cuma kamu"
Mereka akhirnya tertawa bersama.
***
Hari hari berlalu Queen masih sekolah disana,masih diantar jemput oleh Pak Jordi dan ditemani dua pengawal suruhan Arka.
__ADS_1
Kini Arka menjadi sangat posesif pada Queen dan Syila,bukan hanya Queen yang memakai pengawal ,tapi juga Syila.
Queen juga menjadi lebih dekat dengan Naya,dan menjauh dari Desi,Meli dan Anggun.Queen juga mencari cari keberadaan anak laki laki yang menolongnya,dia ingin memberi sesuatu padanya,tapi karena tidak tau namanya,jadi tidak bisa temukan.
"Queen..ayo ke kantin yuk ..!!Ajak Mereka.
Queen tersenyum dia sudah tau sifat dan niat buruk mereka ,bahkan saat dia sakit mereka tidak ada yang bertanya soal kabarnya.
"Baiklah ayo kita kesana.." Tutur Queen mengajak ketiganya kekantin yang tersedia makanan yang cukup mahal.
Ketiganya tertawa riang,tapi tidak dengan Naya "Queen ,kamu apaapain sih,kamu kan udah tau siapa mereka" Bisik Naya ditelinga Queen.
"Sttttt,,lihat aja nanti Ok !!"Desis Queen.
Mereka sampai disana,mereka memesan makanan masing masing,selama disana ketiganya sama sekali tidak membahas soal kejadian Queen ,atau sedikit saja bertanya.
Tak lama "Teman teman ,,aku ijin ke toilet dulu ya,kebelet nih" Ujar Queen pada ketiga temanya ,
Lima menit berlalu disusul Naya yang sudah dapat chat dari Queen,Naya tersenyum geli dia juga ikut pamit pada mereka.
"Heh Nay,kamu mau kemana ?"Tanya ketiganya.
"Males gue sama kalian .." Decak nya sambil pergi berlalu.
Queen dan Naya tersenyum puas,berhasil mengerjai mereka.
Dan jam masuk kelas tiba ,ketiganya menggerutu pada Queen dan Naya,saat mereka sudah akan pulang.
"Queen,maksud kamu apa sih tadi membiarkan kita,jadi kita yang harus membayarnya" Sentak anggun.
"Kenapa ?aku juga pengen kali kali ditraktir kalian,terus kalian pikir aku Bank berjalan kalian apa ?maaf banknya bangkrut sudah tidak bisa menanggung kalian" Sahut Queen dengan nada sinis.
"Hah,gak ikhlas banget sih kamu Queen,dan itungan sekali kamu ,mau kita beritahu tenang kamu apa yang seperti ini pada yang lainnya??".
"Silahkan,,aku tidak takut..denger ya,aku bukan lagi bank atau ATM berjalan kalian,jadi seterusnya kalian mikir sendiri,Hidup dengan memanfaatkan Orang itu tidak baik Teman,jika suatu saat kalian diperbuat seperti itu,apa yang kalian rasakan ?" Queen sudah tidak mau kalah lagi,sudah cukup dipermainkan.
"Hah,maksud kamu apa ?" Desi berkata.
"Pikir aja sendiri,kalian punya otak kan ?otak buat apa ?dan dengar jangan dekati aku lagi,kalian tidak layak menjadi teman aku " Queen berlalu meninggalkan mereka.
Queen duduk dibangkunya yang bersama Naya,lalu saling berbisik dan lalu tertawa.
Setelah itu mereka tidak lagi mendekati Queen,dan Queen hanya bersama Naya.
***
__ADS_1