
"Alya masuk ..!!" Titah Arsen.
Alya dengan jantung yang kembali berdetak kencang,masuk ke ruangan Arsen aura dingin bergitu menyeruak disana.
Prankkkk
Suara pecahan gelas yang Arsen lempar menggema diruangnya ,Alya terhenyak kaget tubuhnya bergetar hebat.Arsen menghampiri Alya dengan tatapan menyala,menahan amarah di dada.
Segalanya berputar di otaknya ,bagaimana kejadian beberapa tahun silam,dan tentang fakta fakta kenyataan yang ada,dirinya benar benar merasa terhina,dibodohi oleh semua orang.
Dia hempaskan tubuh Alya kedinding pintu,Alya sempat meringis kesakitan. Emosinya saat ini tidak terkendali.
"Kamu puas ,sudah membuat aku menjadi lakilaki bodoh Alya !!!"Sentaknya ,rahang Alya dia cengkram dan satunya menggengam erat tangan Alya.
"Pak Arsen maksudnya a..apa ?sa..sakit pak"Rintih Alya.
"Kamu tau,aku begitu menyukai kamu..dan kamu menghancurkan hatiku dan tubuhku,aku percaya semua yang kamu lakukan,tapi apa ! kamu membodohiku ,kamu mengelabuiku !!!" Cengkramannya semakin kuat.
"Ar,maaf kan aku"Alya menahan tangan Arsen yang berada dirahangnya "Sa..sakit Ar "Lirihnya,dan air mata sudah luruh dimatanya.
Arsen yang melihat itu menjadi iba,perlahan dia melepaskan cengkramannya ,dia mengatur nafasnya perlahan,dia tatap wajah Alya dengan gerakan cepat Arsen langsung menyerbu bibir Alya,menciumnya secara brutal,seakan amarahnya masih belum mereda.
Alya terus meronta mencoba melepaskan tautan mereka,tapi Arsen tidak mau melepaskannya, ciumannya begitu kasar hingga menyakiti Alya.
Plakk
Alya repleks menampar pipi Arsen,hingga Arsen bisa lepas ,Alya langsung luruh ke lantai menangis sejadi jadinya.
Arsen berpaling dia kembali memegang gelas,dan dia genggam erat hingga pecah ditangannya dan melukai tangannya,Alya yang melihat itu langsung berhambur menghampiri Arsen.
"Ar,apa yang kamu lakukan,tangan kamu terluka Ar"Ujar Alya panik,lalu dia membawa Arsen duduk disofa,Amarah Arsen sudah mereda,dia mengikuti apa yang Alya perintah.
Alya sudah mengambil obat p3k lalu mengobati luka ditangan Arsen,Arsen menatap wajah Alya.
"Kenapa kamu mau diperdaya Angel dan Erik ?berapa yang dia beri sama kamu?sampai kamu mau ,dan bisa membodohi aku Alya ?" Sungut Arsen masih dengan menatap Alya
Alya menatap wajah Arsen ,akhirnya semua ketahuan juga,batinnya.
"Maaf.." Hanya kata itu yang Alya ucapkan.
"Jelaskan Al,aku butuh penjelasan sekarang"
Alya menghentikan aktifitas mengobati tangan Arsen ,lalu dia menunduk dan dia menceritakan semuanya pada Arsen ,perihal dia diancam Angel.
Dia menangis sesegukan ,terdengar pilu ditelinga Arsen,tanpa sadar Arsen sudah merangkul Alya dan kini Alya sudah berada di pelukan Arsen,bersender di dada bidang Arsen.
"Maaf aku tadi kasar sama kamu,jadi Erik itu sepupunya Angel,kenapa mereka tega sama kamu,apà saja yang mereka lakukan selain mengancam kamu Al,dan kenapa tidak cerita padaku saja !!"Ucap Arsen selanjutnya.
"Tidak aku yang minta maaf sama kamu Ar,aku banyak salah sama kamu,aku terlalu takut Ar ,mereka jahat bahkan kekerasan yang mereka beri untuk aku"lirih Alya lagi.
"Kalau mereka ada disini saat ini,aku akan menghajarnya dan betapa bodohnya aku tidak mencari tau sejak saat ini ,Maafkan Aku Al "
__ADS_1
"Tidak aku yang Salah Arsen,disini aku yang Salah"
"Sudah,mungkin ini skenario Tuhan untuk kita"Arsen semakin erat memeluk Alya.
Alya yang baru sadar ada dipelukan Arsen,langsung menegakan duduknya "Maaf Ar.."ucapnya gugup.
Arsen juga jadi ikut merasa gugup,hingga mereka menjadi merasa saling canggung.
Tak lama suara ketukan pintu membuyarkan mereka,Arsen mencoba menghapus air mata Alya.
"Sudah,nanti mereka curiga sama kita"Ujar Arsen.
"Mereka akan tetap curiga Ar,lihat ruangan kamu sudah berantakan begini"Sela Alya dan mereka tertawa bersama.
Semua orang pasti punya kesalahan kan,tidak ada yang sempurna dan tidak ada salahnya kita mampu untuk memperbaikinya.
***
Aldi membulatkan matanya saat melihat ruangan bosnya berantakan,dan pecahan beling berhamburan.Dia juga melihat Alya yang matanya sembab dan memerah,lalu beralih pada tangan Arsen yang terbalut perban.
"Maaf Pak,saya cuma mau mengingatkan 30 menit lagi kita harus segera berangkat"Ujar Aldi.
"Saya permisi pak"Ucap Alya menyela. Arsen menganggukan kepalanya.
"Di ,panggil OB ,bereskan ini..aku mau ke air dulu"Ujarnya lalu berlalu ke kamar mandi.
Aldi menggelengkan kepalanya,entahlah apa yang terjadi pada bos sekaligus temannya itu.
***
Akhir pekan ini Alya hanya diam dirumah,dia masih sedang bingung soal hutang Ibunya itu.Dan benar saja baru saja dia melamun 10 menitan datang orang orang yang saat itu menagih padanya tapi tidak mereka saja,ada seorang pria yang ikut diantara mereka.
Alya dan Ibunya sudah bersimpuh dilantai,mereka ketakutan setengah mati melihat tatapan tajam dari pria itu yang tak lain bernama Edwar yang sudah terkenal sebagai seorang rentenir,juga yang punya tiga istri,bukan hanya itu saja dia masih sering bermain bersama wanita malam.
"Ini sudah lebih dari jatuh tempo Nona ,sampai kapan lagi Saya harus menunggunya !!"Ucapnya masih dengan nada biasa
"Mohon maaf Tuan ,saat ini masih belum ada,saya minta sedikit waktu lagi Tuan"Ucap Alya dengan gugup.
Brakkk
"Apa kamu bilang ?saya sudah memberi kalian waktu,sekarang kalian minta lagi waktu !!jangan gila kalian !!!" Geramnya.
Alya dan Ibunya semakin ketakutan,tubuh mereka sudah bergetar.
Edwar berdiri lalu menselajarkan tubuhnya dengan Alya,dia tarik dagu Alya "Kamu lumayan cantik juga" Ucapnya membuat Alya semakin ketakutan.
"Aku bisa anggap untuk cicilan yang terlewat dianggap lunas.." Ucapnya lagi
Alya dan Ibu nya menatap pada Edwar "Tapi ada syaratnya,Berikan tubuhmu malam ini untuk aku "Ucap Edwar dengan senyum meryeringai.
Alya terhenyak "Tidak tuan,tolong beri aku waktu satu bulan lagi saja,aku mohon"Mohon Alya dengan mengatupkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Hah,,kamu pikir aku setuju !!satu bulan tuh lama Baby,,lebih baik kamu tidur dengan aku malam ini,apalagi sampai mau menikah dengan ku,maka aku akan lupakan hutang kalian"
Alya semakin ketakutan,tapi tidak dengan Ibunya dia malah terus menatap tajam pada Alya supaya mengikuti maunya Edwar,tapi Alya tetap dengan permohonannya.
"Saya mohon Tuan,satu bulan saja.."
"Hahahha,baiklah satu bulan Ok !!kalau dalam waktu satu bulan tidak terpenuhi,maka kamu harus menikah dengan aku !!" Seringai licik dia tampilkan.
"Baik Tuan.."Dan mereka pergi dari sana,Alya bisa bernafas lega,tapi tidak dengan Ibunya.
"Kamu itu bodoh atau apa hah !!kenapa tidak mengikuti apa maunya,kan enak bisa lunas hutang kita,bodoh memang kamu !!" Sungutnya.
"Bu..ibu tega mau menjual aku pada laki laki itu ?dia sudah punya tiga istri Bu !!aku akan berusaha untuk mencari pinjaman lain"sahut Alya
"Tega !!untuk apa aku tega sama kamu,kamu bukan anak kandung aku ini..ahh udah kamu tuh memang bodoh !!"sungutnya lagi.
Alya menangis,kalau bukan karena rumah,dia sudah akan pergi dari sana.
***
Dan benar saja Alya berusaha untuk mencari uang tambahan selain bekerja disana untuk menambah nambah uangnya nanti.
Dan soal perkaranya Alya ,sudah sampai ditelinga Arsen,tentu dia geram karena kini hubungan denganya agak membaik.
"Kamu serius Di,atas info ini ?"
"Serius Ar,buat apa aku bohong"
"Tolong aturkan pertemuan aku dengan laki laki itu !!"
"Tapi Ar,senin besok kamu harus ke Malang,untuk menyelesaikan masalah disana !!"
"Ah,,iya aku lupa..kamu urus yang disini,biar aku dengan Alya kesana."
"Ehemmm,modus nih kayanya !!"Aldi cekikikan.
"Kamu mau saya turunkan jabatannya Aldi !!"
"Hahah,maaf ..maaf"
*
"Al,persiapkan segalanya senin besok kita ke Malang,dan kamu bawa baju secukupnya saja" Ujar Arsen saat ini mereka sedang di dalam ruangan Arsen.
"Ke Malang ?kenapa dengan aku ?"
"Kamu kan sekretaris aku Alya,dan Aldi aku tetapkan untuk mengurus yang disini,gak mungkin aku bawa Mitha yang sedang hamil."
"Ah..iya baiklah Pak"
***
__ADS_1