
Aluna dan Arka sudah keluar dari kamar,mereka sudah berkemas untuk pulang,namun ternyata keluarga masih ada disana dan sudah berkumpul ditaman yang semalam dipakai acara mereka.
Dan saat itu mereka berniat akan sarapan bersama disana.
"Wih,pengantin baru akhirnya keluar juga,habis berapa ronde ?" Kelakar Randi
"Apaan sih Om mana ada kita lelah "Decak Arka.
"Ya makanya jangan terburu buru,jadi tidak akan lelah" Celetuknya lagi
"Gak Om,gak.." Decak Arka.
"Lun,kalau Arka bermain kasar bilang sama Om ya,biar Om ajarin dia nanti" Randi tak berhenti mengganggu keduanya, Tentu saja membuat Aluna malu.
"Papah iih mesumnya gak pernah hilang,udah tua juga" Cebik Lista
Dan itu membuat semua orang tertawa.
"Rencana mau Honey Moon kemana nih pengantin ?" Tanya Randi.
"Belum tau Om,gimana nanti aja minggu depan juga kan masih ada acara diSurabaya,takut kecapean kita" Jelas Arka.
Arka dan Aluna sebenarnya sudah dapat kado tiket bulan madu dari Ardi ,Ardi memberi tiket mereka untuk Honey moon ke Lombok.
Namun mereka sedikit menundanya,dikarenakan mereka masih harus melewati satu acara lagi yang diSurabaya.
Setelah selesai sarapan,mereka masih saling berbincang bincang dan bercanda.
"Bunda.."Panggil Aluna
"Apa Sayang"Jawab Naura,sekarang mereka sudah duduk berdua "Ada yang mau kamu ceritain sayang".
"Bun,tadi pagi aku udah buat Kak Arka kecewa" Lirihnya
"Buat kecewa kenapa ?"
"Tadi pagi ka Arka mau minta haknya,tapi Aluna teringat lagi masa itu,Aluna belum siap Bun" Lirihnya lagi sambil memeluk tubuh Naura.
"Astagfirllah,Sayang dengerin Bunda,perlahan lahan kamu coba lupakan,sekarang Arka sudah menjadi suami kamu,Insya Allah rasa trauma itu pasti hilang kok,kalian harus sama sama berusaha lagi,"
"Iya Bunda,Aluna juga tidak tau tiba tiba saja ingatan itu kembali hadir dipikiran Aluna"
"Sabar sayang,Bunda yakin kamu pasti bisa melewatinya,Bunda juga yakin Arka mengerti situasi ini" Jelas Bunda.
Aluna hanya menganggukan kepalanya.
__ADS_1
***
Malam hari setelah mereka pulang kerumah Ayah Ardi,mereka bergegas akan tidur.
Aluna sudah membaringkan tubuhnya ditempat tidur ,terlihat Arka juga baru memasuki kamar dan dia juga mengikuti Aluna membaringkan tubuhnya.
"Kak.." Panggil Aluna saat mereka sudah berada disatu selimut yang sama"
"Iya apa Sayang ?" Arka memeluk Aluna.
"Kalau kamu mau,kamu boleh melakukannya sekarang" Ucap Aluna dengan malu malu.
Arka tersenyum geli,tak dipungkiri jelas saja dia mau,apalagi saat berdekatan dengan Aluna seperti ini.
"Gak Sayang,aku gak mau maksa kamu,biarlah kita coba perlahan lahan saja Ok !!" Tutur Arka,hanya saja dia tidak mau melihat Aluna seperti kemarin,dia tau betul rasa trauma itu masih ada.
"Tapi Kak.." Cerca Aluna ,namun belum sempat dia berbicara lagi Arka mengecup bibir mungil Aluna.
Cup
"Kita tidur aja ya,aku gak mau maksa kamu,beneran"
Aluna menatap wajah Arka,dia tau betul Arka membutuhkan itu bagaimana pun juga dia laki laki normal.
"Bantu aku ya Kak.." Ucapnya lagi.
Namun Aluna masih menatap wajah Arka,dan Arka yang sungguh sangat tergoda dengan bibir Aluna, dengan berani dia mengecup lagi bibir Aluna.
"I Love You.." Terangnya setelah itu.
"I Love You to Kak,makasih" Ucap Aluna dan lagi Aluna memeluk tubuh Arka.
Mereka pun terlelap tidur mengarungi mimpi bersama.
*Pagi nya ,Seperti biasa Aluna menjalankan Ibadah wajibnya,dia membangunkan suaminya itu.
"Kak,bangun ayo Shalat dulu" Ujarnya sambil menggerak gerakan tubuh Arka.
Namun Arka belum mau bangun ,Hingga Aluna berinisiatif mencium Bibir Arka. Dikecupnya bibir itu,namun saat dia mau melepaskannya Arka bangun dia tahan wajah Aluna dengan memegang tekuk lehernya.
Aluna jelas kaget dan Aluna meronta untuk dilepaskan,Arka bukannya melepaskan itu justru malah semakin mengecupnya,Aluna yang diam saja,Arka paksa dengan mengigit bibir bawahnya Aluna hingga sampai terbuka.
Lambat laun Aluna membalas ci***n itu,awalnya kecupan berubah menjadi lu****n kecil,Dan beberapa menit kemudian mereka saling melepaskan tautan itu,mereka juga saling menarik oksigen.
Arka terkekeh "Makanya jangan curi curi gitu Sayang" Kelakarnya
__ADS_1
"Kakak ini masih pagi aja ,udah ayo bangun kita Shalat dulu" Ajak Aluna.
"Ayo.." Arka mengekori tubuh Aluna sampai ke kamar mandi,Walaupun Arka masih diajarkan oleh Aluna,tapi setidaknya dia mau belajar kan,belajar untuk lebih baik pastinya.
Penyesalan dalam hidupnya banyak dia rasakan, kenapa tidak dari dulu dia melakukannya, kenapa baru sekarang !! Terkadang pikiran seperti itu datang dibenaknya.
Tapi tidak ada kata terlambat untuk berubah,selama kita mau berusaha untuk merubahnya.
***
"Selamat pagi Bunda.." Sapa Aluna sesaat dia sudah ada di dapur.
"Selamat pagi Sayang,tidurmu nyenyak ?"
"Nyenyak sekali Bunda,rasanya beban yang pernah Luna rasain ilang,tapi Aluna masih belum yakin rasa traumanya akan hilang"
"Percayalah semua akan hilang dengan sendirinya, asal kita yakin dan mau berusaha menghilangkannya " Tutur Naura.
"Iya Bunda,aku bantu ya"
"Boleh,Sayang kapan kamu akan pergi ke Surabaya ?"
"Kata Kak Arka besok Bunda. Bunda aku merasa gak enak ya ngambil cuti kerja lama banget,apalagi aku masih terhitung anak magang,nanti apa kata mereka ya"
"Ya ampun Lun,yang punya perusahaan kan Papi mertua kamu yang memberi ijin ya Mereka,kenapa harus mikirin orang lain sih,lagian mereka juga udah tau kan kalau kamu sudah menikah dengan Anaknya bos mereka" Terang Naura.
"Iya Sih Bun,ngerasa gak enak aja,nanti pas kerja pasti banyak yang nanya deh"
"Udah pasti itu mah,persiapin aja "
Seperti hari hari biasanya Aluna selalu membantu Naura memasak di dapur ,alhasil itu tidak mengecewakan,Aluna bisa memasak dengan sambil belajar dari Naura.
Sarapan pagi sudah siap,Aluna bergegas memanggil semua orang yang ada dirumah,tak terkecuali Suaminya.
Dan pagi itu mereka sarapan bersama. "Kalian hari ini mau rencana kemana ?Terus kapan rencananya mau ke Surabaya ? " Tanya Ardi ,setelah mereka menyelesaikan sarapan paginya.
"Aku mau bawa Aluna ke rumah yang akan kami tempati nanti Ayah,kalau Ayah dan Bunda mau ikut,boleh kita kesana bareng disana juga sudah ada Mami dan Papi. Dan untuk ke Surabaya rencananya besok Ayah"
"Baiklah kita ikut,Ok nanti Ayah sama Bunda nyusul kaliannya hari jumat aja kesananya"Tutur Ardi.
"Iya gak apa apa Ayah".
Seperti rencana Arka membawa Aluna dan keluarganya pergi ke rumah yang dulu Arka tempati dan rumah itu yang akan menjadi tempat tinggal Mereka nantinya hidup bersama dengan anak anaknya kelak.
Disana juga sudah ada Papi dan Mami Arka yang sudah menunggu kedatangan mereka,karena sebelumnya Arka sudah memberi tahu keduanya,kalau mereka sedang dijalan menuju kesana.
__ADS_1
***