Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
#Bab 12 "Keputusan"


__ADS_3

Naura sudah berada dirumah,dan disambut oleh Mamah Erin,mamah Erin kaget lihat mata sembab Naura,Mamah tau Naura sedang menangis,dia pun bertanya apa yang terjadi kepadanya.


"Ra,kamu habis dari mana dan kenapa matamu sembab begitu,kamu habis menangis ?


"Mah.."Naura memeluk mamah Erin dan disanalah dia terisak,tangisannya menjadi-jadi .


"Ada apa sayang..?apa yang terjadi ?tanya mamah


"Kevin mah,Kevin mengkhianati Naura..hiks,hiks,hiks.."


Mamah hanya mengelus punggung Naura,sebenarnya Mamah Erin sudah curiga dari awal,kalau Kevin itu tidak baik seperti yang Naura kira,hanya saja Mamah tidak mau ikut campur,toh semua juga akan terbukti nanti,buktinya hari ini.


"Oh iya,bagaimana bisa ?kamu tau dari mana?"


"Naura sudah melihat dengan mata kepala sendiri Mah,kita sudah putus,Naura gak mau berhubungan lagi sama dia.."


"Hmmmm,,ya sudah kalau itu yang terbaik buat kamu,mamah bisa apa,semoga dibalik ini ada hikmah yang bisa kamu ambil ya ,,sekarang istrahat lah sayang.."


"Iya mah.." Naura bergegas masuk ke kamarnya,setelah mengganti pakaian dia berniat untuk tidur,namun bukannya tertidur yang ada pikiran masih memikirkan kejadian tadi.


Betapa sangat sakit hatinya,orang yang dia percaya,ternyata mengkhianatinya bahkan lebih,luka itu takkan bisa sembuh dengan cepat,butuh waktu untuk menata hatinya kembali.


Naura masih terisak menangis,dan disaat inilah dia merindukan sosok kakak,dia yang selalu ada disaat terpuruk seperti ini,memeluknya dan memberi kn saran kepadanya,namun sekarang sudah tidak ada lagi..


Hingga dia teringat kembali soal permintaan itu,apa mungkin dia harus menerimanya.Entahlah


*****


Beberapa hari kemudian,dirumah Ardi


"Bunda...."teriak Ardi dikamar Aluna

__ADS_1


"Ada apa Ar..?


"Aluna Bun badannya panas,dari tadi nangis terus,kita harus gimana Bun..?"


"Tenang Ar,jangan panik dulu ya,coba kita kompres dulu ya .."


"Kita bawa ke rumah sakit aja Bun,aku khawatir ada apa-apa dengan Aluna .."


Saat itu Naura datang ke rumah Ardi,karena memang sudah jadwalnya Aluna di titip dirumah Mamah Erin,Saat Naura sudah dipersilahkan masuk oleh asisten rumah ka Ardi.


Naura masuk ke kamar Aluna,karena sebelumnya sudah diberi tau oleh asisten tadi.


"Assalamualaikum.."Sapa Naura


"Waalaikum salam,eh Naura.."ucap Bunda


"Aluna kenapa Tante ?tanya Naura setelah melihat Aluna yang sedang menangis.


"Astagfirllah aladzim.sini aku gendong tante.."


Aluna pun digendong Naura,terlihat Aluna sedikit reda,walau masih terisak-isak,badan nya masih panas,sehingga mereka memutuskan membawa Aluna kerumah sakit.


Naura masih menggendong Aluna,terlihat raut wajahnya yang khawatir tapi sedikit agak tenang,Ardi mencuri-curi pandang melihat Ke arah Naura.


*****


"POV Ardi


Aku melihat kekhawatiran diraut wajah Naura,dia terlihat sangat khawatir,seperti khawatirnya seorang ibu kepada anaknya,aku bisa melihat itu.


Setelah kita sampai dirumah sakit,kita bergegas masuk ke UGD,Aluna diperiksa disana. Dokter menyatakan Aluna hanya demam biasa,mungkin hanya perlu dirawat beberapa hari saja,atau mungkin jika keadaannya sudah membaik hari itu juga Aluna sudah boleh pulang.

__ADS_1


Aluna dibawa ke ruang rawat inap,disana sudah ada Bunda juga Naura,Aku bermaksud untuk menelepon Mamah Erin juga Papah Yogi memberitahu hal ini.


Aku melihat dengan sangat telaten Naura menjaga Aluna,benar-benar seperti Ibu kepada Anaknya,


Tak selang berapa lama Mamah Erin dan Papah Yogi datang,mereka berkumpul diruangan Rawat Inap Aluna.


Sedangkan aku memilih untuk pulang sebentar membawa perlengkapan Aluna ,karena tadi memang kita terburu-buru karena panik.


Aku kembali ke rumah sakit,saat itu sudah sore. Disana masih ada Bunda,Mamah Erin,Papah Yogi juga Naura..


Hingga malam pun tiba,Mamah Erin dan Papah Yogi pamit untuk pulang,begitu juga Bunda yang sudah dijemput Ayah .


Sedangkan Naura masih ada disana,aku menyuruhnya pulang,tapi Naura menolaknya.


"Ra,kamu pulang aja,biar kakak yang jaga Aluna disini.."


"Gak papa kak,Naura mau disini saja,kakak saja yang pulang besokkan harus kekantor,sedangkan aku besok free tidak ada jadwal kuliah ka .."


"Aku gak mau ngerepotin kamu Ra.."


"Aku merasa gak direpotin ko ka,malah aku senang disini bisa nemenin Aluna,kalau aku pulang malah membuat aku gak tenang dengan keadaan Aluna seperti ini"


"Hmmmm...baiklah gimana kamu saja."


Aku ga bisa menolak keinginan Naura,aku benar-benar salut dengan nya,padahal ikatan dengan Aluna hanya keponakan,tapi dia terlihat sayang sekali dengan Aluna.


Benar apa kata Nayla dan juga Bunda,kalau Naura lah yang pantas jadi ibu sambung untuk Aluna.


Demi Aluna aku bakalan ngabulin permintaan kamu Nay,Demi Aluna,hanya Demi Aluna,tapi jangan paksa aku menggantikan hati aku yang hanya ada kamu Nay.


****

__ADS_1


__ADS_2