Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 13


__ADS_3

🍂🍂🍂


Naura masih menangis sesegukan didalam mobil sambil menopang tubuh Aluna.


"Dosa apa yang kita perbuat dimasa lalu Mas,sehingga anak kita harus seperti ini" Ucapnya


Ardi hanya diam sambil fokus mengendarai kendaraannya.


Tak dipungkiri hati Ardi sakit begitu sakit,dia juga merasakan kesedihan yang teramat dalam.Dia yang sudah berjanji pada Alm Nayla untuk menjaganya,namun kala ini dia gagal ,dia lalai menjaga Anak nya itu.


Begitu pun dengan Naura,hatinya juga sakit,seperti teriris pisau,walaupun Aluna bukan anak kandungannya,namun kasih sayangnya melebihi apa apapun,dia pun juga merasa sudah lalai menjaga Aluna,saat Alm Nayla menitipkan dulu dia sudah berjanji pula untuk menjaga Aluna.


Takdir memang tidak bisa mereka atur sendiri,kini nasi sudah jadi bubur. Ardi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Sampailah mereka disebuah rumah sakit di dekat sana,Ardi kembali membopong Aluna dan di ikuti Naura .Di ruang UGD ,Aluna sedang diperiksa dokter.


Ardi memeluk erat Naura,Naura masih terus menangis.


"Aku sudah lalai menjaganya Mas,aku lalai" Naura terus menerus menyalahkan dirinya.


Ardi tidak bisa berkata apa apa,hatinya pun berkata seperti itu,dia juga merasa sangat lalai sebagai Ayah.Dia hanya membelai rambut Naura,dia pun tak bisa menahan air mata nya.


"Aku akan mencari tau siapa yang melakukan itu pada Aluna,aku akan meminta pertanggung jawaban darinya"Tegas Ardi.


Tak selang berapa lama,Aluna sadarkan diri,dokter juga bilang dan membenarkan adanya pelecehan seksual terhadap Aluna.Dokter menyarankan untuk tidak menanyakan hal hal kejadian itu,ditakutkan pikirannya semakin terguncang,dan menimbulkan trauma yang mendalam.


"Sayang.." Sapa Naura saat Aluna sudah membuka matanya.


"Bunda.."Aluna kembali memeluk tubuh Aluna.


"Bunda,bagaimana ini aku sudah kotor,aku kotor Bunda,hiks..hiks..hiks.." Tangis Aluna meledak,


"Gak sayang jangan bilang begitu"


"Gak Bun,dia udah ambil kesucian aku,dia mengambilnya,arghhhhhhh" Aluna semakin teriak histeris.


"Aluna,sudah sayang kamu istirahat dulu ya"Tutur Ardi,namun Aluna malah semakin menangis.


Hingga terpaksa Aluna diberi obat penenang,karena dia semakin tidak terkendali,semua barang yang ada disampingnya dia lempar.


Naura tidak kuasa melihat itu,hatinya sungguh sangat sakit,hingga dia pun ikut tidak sadarkan diri.


***


Ke esokan paginya,semua keluarga datang kerumah sakit itu,setelah Ardi memberitahunya tadi subuh.

__ADS_1


"Ra,apa yang terjadi ?" Tanya Oma Erin dan Oma Mira


Naura menceritakan apa yang Ibu paruh baya yang kemarin itu jelaskan.Oma Erin dan Oma Mira dan yg lainnya begitu kaget mendengar itu,mereka pun menangis.


"Astagfirllah Aluna" Seru Oma Erin


"Sabar iya Ra,ini ujian untuk kalian"Ujar Lista yang memeluk Naura dan mencoba menangkannya.


Pagi tadi sebelum mereka datang Aluna sempat kembali menangis histeris,dia masih belum menerima takdirnya itu.


"Aku gak tau harus bagaimana Ta,aku merasa gagal sangat gagal menjaganya"


"Ra,jangan bilang seperti itu,kamu harus kuat,karena kalau kalian kuat ,Aluna juga akan ikut kuat,kalian sumber kekuatannya,tetaplah dekat dengannya,beri dia dukungan" Tutur Lista


Ucapan Lista ada benarnya juga,dia harus kuat demi Aluna.


Aluna masih tertidur pulas,akibat obat penenang yang diberi dokter sebelumnya.Arsyil berada disamping Aluna sambil menggenggam tangan Kakak kesayangannnya itu.


"Kak,aku janji akan membalaskan penderitaan kakak,Arsyil akan cari siapa yang berani membuat Kakak seperti ini" Tutur Arsyil,air matanya tak kuasa untuk tidak menangis.


Teman teman dekat Aluna datang menjenguk,begitupun Seva dan Fadil,kedatangan mereka sedikit menenangkan Aluna.


Diantara mereka tidak ada yang berani bertanya tentang kejadian itu,mereka hanya sibuk bercanda,setidaknya bisa membuat Aluna sedikit terhibur.


Karena ditakutkan adanya omongan dan pernyataan yang tidak enak didengar


***


Beberapa hari dirumah sakit,dan saat keadaan Aluna sudah sedikit membaik,namun tidak dengan batinnya.Aluna diperbolehkan untuk pulang ke rumah.


Semenjak hari itu Aluna menjadi sering melamun, dan menyendiri terkadang dia kembali menangis histeris.


Polisi sudah akan mencari tau dengan mendengarkan pernyataan Aluna,namun selama itu Aluna hanya diam membisu,dan tiap ditanya pun dia kembali menangis histeris.


Ardi dan Naura pun tidak tega ,melihat itu .


"Sebaiknya ,kalian coba menenangkannya dulu,karena tanpa keterangan darinya kita tidak bisa menyelidikinya,pernyataannya sangat penting,karena sampai saat ini juga tidak ada saksi yang melihat ataupun tau" Tutur Pak polisi


Ardi menghela nafas berat,dia harus bersabar sampai Aluna bisa diajak untuk bicara dan menjelaskan semuanya.


"Baiklah pak,terima kasih kita akan berusaha untuk mendapatkan pernytaannya,dia sudah merusak anak saya,maka saya harus mencari tau dia untuk mempertanggung jawabkan kesalahannya"


***


"Sayang,makan dulu yuk " Ajak Naura pada Aluna

__ADS_1


Aluna hanya menganggukan kepalanya,biasanya rumah itu selalu ramai akan ledekan ledekan dari kedua anaknya,namun sekarang rumah itu sangat hening,hanya ramai karena tingkah Adeva.


Karena tekanan batin pada Aluna,pihak sekolah membiarkan Aluna dirumah saja,sampai dia benar benar tenang,Naura juga meminta untuk diadakan home schooling saja.


Pihak sekolah tidak keberatan akan hal itu,karena Aluna masih kelas 2 jadi dia masih butuh untuk belajar.


"Kak,luna ain yuk ?" Ajak Adeva


"Main sendiri ya dek,atau sama kak Arsyil"


"Gak au kak Asil uka jail" Ocehnya


"Tapi kakak gak bisa dek" Jawab Aluna.


"Adeva sayang mainnya sama Bunda aja yuk,Kakak Lunanya lagi mau belajar dulu" Kilah Naura,dan Adeva hanya menganggukan kepalanya.


Keseharian Aluna masih seperti itu,dia hanya diam dikamar,dan menyendiri sosoknya dulu yang selalu ceria dan sangat cerewet hilang begitu saja.


***


Di tempat lain


"Gila loe,loe berhasil juga membuat Arka si sombong itu keluar dari sekolah"


"Hahahah,salahnya sendiri bikin ulah dilingkungan sekolah" Serunya lagi


"Mantap emang loe" Tawa terbahak bahak menyertai mereka seakan sudah puas membuat Arka menderita.


Mereka itu Dika dan Rizki teman satu sekolah Arka,mereka yang selalu kena buly dan selalu jadi pesuruh Arka,Arka selalu menindas mereka berdua,hingga kesempatan datang pada mereka.


Saat kejadian sore ditaman belakang sekolah itu,Dika sedang merokok, tanpa sengaja mendengar yang aneh aneh dan ternyata benar,dia melihat Arka sedang bercumbu dengan Vina,maka secara diam diam dia mereka video itu.


Namun sayang dia akan berhadapan dengan Papinya Arka,jikalau dia sudah tau kalau dirinya lah pelakunya .


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2