
"Ayah..Arsenio !!!!"Pekik Aluna.
Arka ,Arsen dan yang lainnya yang mendengar teriakan Aluna pun langsung meluncur kesumber suara itu.
"Alya..!!"Pekik Arsen kemudian,lalu memangku Alya "Bunda..Alya kenapa ?"Tanyanya disela sela saat dia menggendongnya.
"Bunda juga gak tau ,cepat bawa dia ke kamar Ars"Pekik Aluna lagi.
Arsen pun membopong Alya ke kamar tamu yang ada dirumah Ervan dan Queen,semua sama panik nya seperti Aluna dan Arsen,pertanyaannya sama kenapa Alya.
Arsen sampai dikamar tamu dan menidurkan Alya disana.Aluna dan Raisa sigap membawa minyak angin dan juga air putih.
Syila dan Bila memijit kaki Alya.Tak lama Alya tersadar dari pingsannya setelah dibaluri minyak angin oleh Aluna.
"Alya Sayang,kamu gak apa apa ?"Desis Arsen.
Alya membuka matanya perlahan dan melihat semua orang ada disana.Dia memegang kepalanya karena terasa pusing.
Arsen pun membantu Alya untuk bangun sedikit dan menyenderkan dirinya pada kepala ranjang lalu diberi air putih yang tadi Aluna bawa.
"Kamu kenapa Sayang ..?"Tanya Aluna khawatir
"Aku gak apa apa kok Bunda,beneran..maaf merepotkan kalian"Lirih Alya.
"Gak Sayang kamu gak merepotkan,kamu istirahat disini aja ya"Ujar Aluna lagi.
"Iya Kak,kalian menginap disini aja dulu,kasihan kak Alya nya,perjalanan kerumah kan lumayan"Ujar Queen menyarankan,ditambahi juga oleh Ervano.
Arsen dan Alya pun mengiyakan apa kata Aluna dan Queen untuk menginap disana,dan untuk baju Queen ada baju yang gak pernah dia pakai karena kebesaran dan muat di Alya.
Begitu pun dengan Arsen,walau agak mengatung karena pakai punya Ervan,tapi ya sudahlah udah terlanjur juga pikirnya.
Arka dan Aluna juga Syila memilih tidur disana,untuk Arsyil dan keluarga memilih pulang.
"Kamu kenapa Al ?apa yang sedang kamu pikirin hem ?"Tanya Arsen yang saat ini sedang duduk dipinggir ranjang,sedang memberi Alya bubur,karena tadi Alya tiba tiba ingin bubur.
"Gak tau Ars,tadi tiba tiba aku merasa pusing aja,dan tatapan tiba tiba aja gelap"Jelas Alya.
Karena memang tadi ditaman itu Alya memang sedang memikirkan soal Queen yang hamil lebih dulu dari dirinya,ada rasa sesak di hatinya.Bagaimana pun naluŕi seorang wanita.
"Kamu gak lagi mikirin soal Queen kan ?karena dia lebih dulu hamil ?"Tanya Arsen ragu ragu
Alya terdiam tiba tiba air mata kembali menetes dipipi Alya,Arsen pun jadi merasa bersalah "Pengen peluk.." Tiba tiba Alya meminta itu.
Arsen pun memeluk Alya,dan memberi kekuatan pada Alya supaya untuk lebih bersabar lagi,Alya tidak banyak bicara lagi dia hanya menangis dipelukan Arsen.
***
Pagi harinya
Arsen dan Alya pamit pulang lebih pagi karena Arsen harus ke kantor,jadi dia berencana untuk pulang dulu untuk mengganti baju dan mengantarkan Alya.
__ADS_1
Setelah pamitan pada Arka dan Aluna juga pada Ervan dan Queen ,mereka pun bergegas pergi.
"Ars,bukannya dikantor ada baju ganti kamu ya ?langsung ke kantor aja deh,jauh kalau pulang dulu"Ujar Alya.
"Kan sekalian antar kamu pulang juga Sayang,"Sahut Arsen yang masih fokus pada jalanan.
"Aku pengin ikut kamu ke kantor Ars,boleh ya ?soal baju ,beli aja kali aja kita ngelewatin butik"
"Hah !kamu mau ikut ke kantor ?"
"Iya kenapa gak boleh ?aku ganggu kamu ?"Dengus Alya sambil cemberut.
"Kamu harus istirahat Sayang"Desis Arsen.
Mengingat semalam Alya yang pingsan ,Arsen sangat khawatir,semua mengira pingsannya Alya karena masalah soal kehamilan,tapi sedikitnya memang iya,tapi ada hal yang lain yang tidak dirinya dan mereka sadari.
"Pokoknya aku pengin ikut kamu Ars,kalau gak aku marah sama kamu,dan kamu jangan minta jatah kamu !!"Dengus Alya lagi.
Arsen melirik sebentar pada Alya,dan melihat wajah Alya yang cemberut,Ada yang aneh dari Alya.
"Yakin mau ikut ?soalnya hari ini aku ada meeting dan itu akan lama"Jelas Arsen.
"Iya yakin,biarin aja..kan ada kamar disana,aku pengin di dekat kamu terus Ars"Ujar Alya manja dan kini sudah bergelayut manja dilengan Arsen.
Arsen menarik sudut bibirnya sedikit "Berarti sesudah meeting,dikamar kita emmmh".."Aww."Pekik Arsen
"Dasar mesum kamu !!"Sungut Alya "Biarin mesum sama istri sendiri juga gak apakan ?"Ujarnya lagi menyeleneh.
***
"Roni,bisa minta tolong gak ?"ujarnya pada sekretaris baru Arsen.
"Oh iya Bu,Ibu butuh apa ?"Tanya Roni.
"Bisa belikan aku makanan gak ?"Ujarnya lagi.
Arsen sedang meeting bersama Aldi,dan dia merasa lapar saat baru 10 menit duduk diruangan Arsen.
Roni pun menyanggupi apa yang Alya pinta,dia kira Alya minta makanan hanya satu atau dua,tapi ternyata banyak lebih dari lima macam makanan.
Makanan pun datang,dan penuh diatas meja ruangan Arsen,Alya menatap binar pada makanan itu,dan menelan salivanya karena saking tergodanya pada makanan itu.
"Hem..ini enak kayanya"Serunya mengambil sepotong pizza,terus spageti juga.
Namun tak lama dia merasa mual dan memuntahkan makanan yang sudah dia telan tadi.
Alya mengelap sisa muntahan yang ada dimulutnya tadi,dia pun menjadi lemas ,karena terus muntah muntah,dan jadi tidak berselera makan.
Hingga dia pun mengantuk dan terlelap tidur disofa yang ada disana,dengan makanan yang masih menumpuk dimeja.
Satu jam kemudian,Arsen selesai meetingnya dan masuk keruangannya ,lalu terkaget melihat makanan yang numpuk dimejanya dan melihat Alya terlelap tidur disofa.
__ADS_1
Arsen menggelengkan kepalanya,karena melihat makanan yang banyak.
"Alya lagi pesta Ars ?"Tanya Aldi sambil cekikikan.
Arsen mengelengkan kepalanya "Di,kamu keluar,jangan melihat Alya tertidur gitu!!"Titah Arsen.
Aldi pun keluar menuruti apa kata Arsen,dan Arsen pun menggendong Alya untuk dipindahkan kekamar pribadinya,namun tiba tiba Alya terbangun.
"Ars,mau dibawa kemana aku ?"Pekikinya
"Mau aku pindahin ke dalam Al,"Desis Arsen.
"Jangan,aku mau turun..aku mau melanjutkan makan yang tadi"Pekik Alya lagi sambil turun dari gendongan Arsen,lalu duduk lagi disofa,dan menyuruh Arsen untuk duduk juga.
Awalnya Alya menelan saliva lagi saat melihat makanan yang ada dimeja yang tak sempat dimakan tadi karena merasa mual,menggigit kembali pizza tadi ,tapi tiba tiba dia jadi tak nafsu makan .
"Kamu beli makanan sebanyak ini buat siapa Al ?"Tanya Arsen.
"Buat aku,tadi aku tergoda saat melihat sosmed,lalu menyuruh sekretaris mu untuk membelikannya,tapi sekarang aku jadi gak nafsu Ars"Tuturnya.
"Ya sudah,kamu kasihin aja ke Ob ,lagian kamu beli makanan banyak banget Al"Desis Alya.
"Iih kok kamu marah marah sih Ars,kenapa kamu takut uang kamu habis ,karena gara gara beli makanan ini ?"Sungut Alya kesal.
Eh !! Kenapa jadi marah marah.
"Gak Sayang,bukan gitu..Sayang aja gitu,mubajir juga Honey"Jelas Arsen,karena memang mubajir.
Alya cemberut "Pokoknya aku marah sama kamu ,dan kamu yang harus menghabiskan makanan ini !!"Desis Alya .
Hah !!Arsen melongo,masa dirinya yang harus makan makanan sebanyak ini !!pikirnya.
"Al,ini banyak loh,mana sanggup aku "Dengusnya
"Kamu gak mau ?ya udah aku marah sama kamu,dan kamu jangan min..".. "Ok,Ok aku habiskan ,tapi jangan sendiri ya ,sama Aldi ya "Pinta Arsen memelas.
Alya tersenyum,"Ya udah sama Aldi Ok!!"Alya berseru senang saat itu.
Arsen dan Aldipun terpaksa memakan itu,Aldi sempat menolak,tapi Alya kembali memberengut dan mengancam Arsen tidak akan memberi jatah mingguannya.
Aldi pun ya mau mau saja,karena Arsen menatap tajam padanya.Alya tertawa senang saat itu melihat Arsen dan Aldi sudah pengap memakan makanan sebanyak itu.
***
Special hari ini kasih Empat Part🤗..
.
.
Ikuti terus mereka ya🥰
__ADS_1