
Dan hari pun semakin berlalu begitu cepat,Ujian Nasional akan segera tiba,para siswa kelas Tiga sudah saling mempersiapkan diri mereka untuk mengikuti Ujian itu,untuk menentukan mereka LuLus dari sana.
Semenjak kejadian itu Arsen tidak lagi bertemu Alya,lebih tepatnya tidak lagi menemuinya secara pribadi,dia hanya melihatnya dari jauh.
Masih ingat dibenaknya,saat tatapan terakhir dari Alya padanya,tatapan yang polos itu seakan memberitahu dan memohon padanya untuk tidak mengusik dirinya lagi,supaya tidak terjadi hal seperti kemarin kepadanya. Dan pertemuan terakhirnya saat dia masuk lagi kesekolah.
Maka dari itu,Arsen tidak bisa membenci Alya,rasa itu masih ada dan dia akan simpan dilubuk hatinya yang terdalam,menguburnya dalam dalam dan menyadarkan hatinya,kalau dia tidak bisa mendapatkan Alya nya.
Banyak hal yang sudah dilalui selama ini,terutama akan hatinya,masih teringat jelas pertemuan pertamanya ,mata polos itu masih terus teriang di pelupuk matanya.
"Alya,semoga kamu bahagia dengan hidupmu,walaupun aku tidak bisa mendapatkan kamu,tapi hati ini sampai saat ini masih milikmu" gumamnya.
Dan hingga pengumuman kelulusan tersaur dari seluruh sekolah,semua siswa lulus dengan nilai yang mereka raih.
Dan Alya tentu menjadi juara 1 bukan hanya juara 1 di kelasnya tapi juara Umum,bahkan dia mendapatkan nilai yang begitu memuaskan dirinya dan guru disana.
Arsen bangga pada Alya,ya Alyanya yang dia cintai itu,yang dia bangga banggakan dalam benaknya.
"Woi..kalau lu ingin memeluknya,lari sono peluk dia,jangan diem diem bae !!" Celoteg Dani membuyarkan lamunan Arsen.
"Gak,cukup aku disini saja melihatnya dalam jauh,aku tau dia akan kesusahan kalau aku mendekatinya" Tutur Arsen ,masih dengan menatap Alya.
"Hadeuh..jatuh cinta emang bikin ribet ya !!Ar,loe mau lanjutin kemana ?"Ujar Dani.
"Maksudnya..??"
"Ya setelah ini loe mau apa kuliah apa kerja ?"
"Kuliah kayanya,tapi belum tau dimana mananya,yang pasti mau menekuni dunia bisnis,memperdalamnya" Jelas Arsen.
"Wih..gak pusing apa ,kalau gue ogah pusing gue,Ortu gue juga minta gue belajar,tapi jujur gue gak ada minat sama sekali"Celotehnya.
Arsen terkekeh "Kalau gak minat,ya sudah jangan dipaksakan,sesuatu kalau dipaksakan tidak akan berjalan lancar.Dan..thanks ya selama ini loe sudah banyak mensuport gue,percaya sama Gue"Jelas Arsen dengan merangkul bahunya Dani.
"Keep calm Bro,semoga kita nanti akan dipertemukan lagi,good luck buat semuanya friends"Danì membalas rangkulan Arsen,mereka melangkah untuk pulang.
Dan untuk terakhir kalinya dia melihat dan menatap wajah polos itu,untuk terakhir kalinya dia yang tidak akan dan tidak mungkin akan melihatnya lagi.
__ADS_1
Ingin dia raih tubuhnya dan memeluknya dengan erat mengucapkan selamat padanya,tapi sungguh tak mampu dia lakukan.
Arsen akan menutup hatinya itu,dan akan menjalani kehidupan selanjutnya,dia tidak berharap suatu hari nanti takdir akan mempertemukan mereka kembali.
"Jalanilah kehidupan pun dengan bahagia,karena aku pun begitu,jika suatu hari nanti kamu bertemu aku,menjauhlah ..karena aku takut aku tidak bisa melepasmu lagi" lirihnya dari jauh.
Perpisahan pun terjadi,mereka sudah menjalani kehidupannya masing masing.Angel sudah tidak pernah mengganggu Arsen lagi,setelah lulus Angel akan kuliah diluar negeri.
***
Di Rumah
"Selamat Boy,sudah mendapatkan nilai sangat buat Ayah bangga ,,selanjutnya kamu mau kuliah dimana,biar Ayah yang mengaturnya,dan Ayah tidak akan memaksa kamu untuk mengikuti jejak Ayah atau menjadi penerus Ayah"Jelas Arka.
Arka memang bangga pada Anak laki lakinya itu,memang dia berharap banyak akan Arsen,tapi disisi lain dia tidak mau memaksanya,biar Arsen memilih jalannya sendiri,begitu pikirnya.
"Makasih Yah..semua juga berkat Ayah,berkat do'a Ayah,soal kuliah ..Arsen masih mau berpikir dulu,dan soal jurusan Arsen udah yakinkan untuk belajar soal bisnis,Arsen yang akan menggantikan Ayah nanti,Ayah tenang aja ya"
"Ayah gak memaksa kamu loh !!" Cerca Arka.
"Ya sudah ,apapun pilihan kamu itu yang terbaik untuk kamu,lakukan lah sesuatu hal yang bagi kamu menyenangkan"Wejang Arka.
"Iya Ayah,Do'ain saja semoga lancar" Tutur Arsen.
Arsen memang sudah tertarik akan dunia bisnis yang Arka geluti,dari SMA Arsen sudah banyak belajar,dan dia akan kembali menambah ilmu itu ditempat kuliahnya nanti.
Aluna juga mengucapkan rasa banggannya pada Anak sulungnya itu,dia juga selalu berdo'a semoga hal hal buruk tidak terjadi lagi padanya
***
Dan Satu tahun kemudian pun Queen lulus dari Sekolah Menengah Pertamanya dengan hasil yang memuaskan juga,Arka dan Aluna juga bangga pada Queen.
Queen merayakan kelulusannya hanya bersama Naya,dia sudah tidak berdekatan lagi dengan ketiga temannya itu yang selama ini hanya memanfaatkannya saja.
"Ayo,kita makan makan Nay,aku yang traktir deh.." Seru Queen setelah masa liburan mereka tiba dan mereka akan mempersiapkan untuk masuk ke Sekolah Menengah Atas.
"Siyap..ayo berangkat guys.." Seru Naya juga,mereka tertawa bersama.
__ADS_1
Arsen sudah mengambil keputusan dia akan belajar kuliah dimana,pilihan nya di Inggris,Awalnya Aluna menolak akan hal itu ,dia mau Arsen tetap kuliah di dalam Negeri saja,tak apa kalau harus diluar Kota juga.
Tapi Arsen tetap kekeuh ingin bisa kuliah disana,selain mencari pengalaman ,jujur saja dia ingin melupakan Alya yang masih ada dihatinya saat itu.Alunapun akhirnya memberi Arsen ijin,asalkan selalu memberinya kabar,Arsen akan mengambil langsung S2.Dan Kini sudah berjalan sekitar kurang lebih satu tahun Arsen disana,tapi dia sempatkan pulang untuk merayakan kelulusan adik tercintanya.
***
Queen sudah mendapatkan Sekolah Menengah Atasnya,sekolah Negeri yang terpilih dan beruntung Naya pun sekolah disana ,jadi mereka bisa bersama lagi,hanya Naya yang mampu menerima apa adanya dirinya.
"Kak Queen..kok tampilan nya berubah gitu ?" Seru Syila ,saat Queen baru akan masuk sekolah dihari pertamanya.
Ya Rasa traumanya sejak Masa Sekolah Menengah Pertama itu membuatnya merasa sedih saat orang orang hanya memandang dirinya karena cantik dan kaya.
Queen merubah total dirinya dan menutup rapat siapa jati dirinya,memakai kacamata tebal,rambut dikucir dua layaknya anak kutu buku,Aluna juga sudah memberinya ijin,tapi tetap dengan begitu Queen tetap akan dikawal pengawal.
Queen tidak bisa menolak asalkan jarak yang agak jauh supaya tidak ada yang curiga,hanya keluarga dan Naya saja yang tau siapa Queen itu.
"Kenapa ?cantik gak Kakak ?"kelakarnya.
"Aisshhh..cantik apa ,yang ada kaya orang udik tau gak !!" Syila menggidikan bahunya merasa risih akan penampilan kakak nya ini.
"Ya bagus dong ,kalau kamu beranggapan seperti itu,dan untuk ke depannya biasakan melihat kakak seperti ini ya Syila" Tutur Queen.
"Iih Kakak aneh ah.." gidiknya lagi.
Queen hanya tertawa saja,inilah jalan yang dia tempuh merubah jati dirinya ,sampai menemukan orang yang tulus yang bukan melihat dirinya dari sisi kecantikan dan kekuasaan yang dia punya.
Tiga tahun dia menjalani masa masa SMA dengan riang,dan terbukti hanya Naya yang menerima dirinya apa adanya,teman temannya yang lain hanya memandangnya rendah,Queen tak peduli yang penting mereka tidak munafik.
Dan tanpa dia sadari selama Tiga tahun itu ada yang mengawasinya dari jauh,selalu melihat dirinya dan mengagumi dirinya.
Dibelakang Queen..laki laki itu selalu melindungi dan perhatian pada Queen,tapi Queen tak pernah sadar. Walaupun kini penampilannya Queen aneh,tapi baginya Queen tetap cantik.
Bukan hanya selama tiga tahun itu,tapi sejak SMP laki laki itu sudah memuja Queen,dan kini dia tidak menyangka bisa melihat Queen disekolah yang sama,tapi dirinya juga tidak berniat menunjukan jati dirinya siapa.
Mungkin suatu saat ,saat dia sudah berani ..tak masalah kalau kini hanya melihatnya dari jauh.Perempuan cantik dan dia tulus menyukainya.
***
__ADS_1